Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Gambaran Keaktifan Kader Di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung Hera Wahyuni Hera; tita puspita ningrum; erna irawan; anggi saputra; dede rosdiana
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jpg8k658

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk mewujudukan tercapainya kemampuan hidup sehat bagi masyarakat, keberlangsungan kegiatan posyandu sangat bergantung pada partisipasi aktif dari kader Posyandu sebagai pelaksana utama. Banyak faktor yang mempengaruhi keaktifan seorang kader posyandu, salah satunya adalah dukungan keluarga yaitu dukungan yang paling diharapkan dalam memberikan motivasi yang kuat khususnya bagi seorang kader dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang kader posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan Dukungan Keluarga kader dengan keaktifan kader posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden (86.4%) atau 76 orang dapat dikategorikan sebagai kader yang aktif. Kader posyandu diharapkan untuk terus meningkatkan dedikasi dan keaktifan dalam menjalankan tugas-tugas di posyandu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mungkin lebih berpengaruh terhadap keaktifan kader posyandu.
GAMBARAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LIO GENTENG PANJUNAN ASTANA ANYAR KOTA BANDUNG Tita Puspita Ningrum; Erna Irawan irawan; Hilman Mulyana; Rita Darmayanti; Yesi Sri Lestari
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/ge8p0h57

Abstract

Hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit jantung, gagal jantung kongestif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal. Tekanan darah yang tinggi umumnya meningkatkan resiko terjadinya komplikasi tersebut. Hipertensi yang tidak diobati akan mempengaruhi semua sistem organ yang akhirnya memperpendek harapan hidup sebesar 10-20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian gambaran kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Lio Genteng Panjunan Astana Anyar Kota Bandung . Jenis penelitian menggunakan metode penelitian korelasi dengan jumlah populasi sebanyak 241 orang dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling melibatkan 151 orang lansia. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi untuk masyarakat awam dan lembar ceklist. Analisa data dilakukan dengan univariat berupa persentase dan analisis bivariat dengan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan gambaran kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Lio Genteng dari 151 orang didapatkan lebih dari setengahnya responden (62,3%) sebanyak 94 orang mengalami hipertensi.             Hypertension is a major risk factor for heart disease, congestive heart failure, stroke, visual impairment and kidney disease. High blood pressure generally increases the risk of these complications. Untreated hypertension will affect all organ systems which ultimately shortens life expectancy by 10-20 years. This study aims to determine the incidence of hypertension in the elderly at the Lio Genteng Panjunan Astana Anyar Health Center in Bandung City. The type of research uses a correlation research method with a population of 241 people and sampling using purposive sampling involving 151 elderly people. The research instrument uses a hypertension knowledge questionnaire for the general public and a checklist sheet. Data analysis was carried out using univariate in the form of percentages and bivariate analysis with the Spearman rank test. The results of the study obtained a description of the incidence of hypertension in the elderly at the Lio Genteng Health Center from 151 people, more than half of the respondents (62.3%) as many as 94 people experienced hypertension.    
GAMBARAN KEPATUHAN MENJALANI TERAPI HEMODIALISA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANDUNG Maidartati; tantan hadiansyah; ahmad kusnaeni; tita puspita ningrum; yoppy Indra Wahyudi wahyudi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/4z7am961

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan gangguan atau penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversible, terjadi secara bertahap selama 3 bulan atau lebih akibat dari kerusakan struktur ginjal yang menetap. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran ketidakpatuhan menjalani terapi hemodialisa pada pasien PGK di RSUD Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner End Stage Renal Disease–Adherence Questionnaire (ESRD-AQ) kepada responden sebanyak 44 orang. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Kota Bandung sebanyak  sebanyak 11 orang (25%) tidak patuh dalam menjalani terapi hemodialisa. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien patuh dalam menjalani terapi hemodialisa. Penelitian ini sebaiknya pihak rumah sakit memasukkan penilaian tingkat kepatuhan pasien menjalani terapi hemodialisa sebagai domain tambahan dalam indikator mutu pelayanan kesehatan di ruang hemodialisa RSUD Kota Bandung.  
Hemodialysis Therapy Compliance in Chronic Kidney Disease Patients Wahyudi, Yoppy Indra; Fitriana, Lisna Anisa; Ningrum, Tita Puspita; Natasya, Natasya
Indonesian Journal of Community Development Vol 3, No 1 (2023): Indonesian Journal of Community Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijcd.v3i1.56464

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a progressive and irreversible impairment or decrease in kidney function, occurring gradually over three months or more as a result of permanent damage to the kidney structure. One of the management for patients with CKD is hemodialysis therapy which replaces kidney function to eliminate the remnants of protein metabolism products and remove excess fluid and electrolytes through hemodialysis machines, and artificial kidneys (dialyzer). One of the major problems that contribute to failure in the management of hemodialysis therapy is patient compliance. Objective: This study was conducted to identify adherence to hemodialysis therapy in CKD patients in Bandung City Hospital. Methods: research design using descriptive analysis on 44 respondents with purposive sampling technique. Data collection using the End Stage Renal Disease–Adherence Questionnaire (ESRD-AQ) questionnaire. Univariate data analysis using frequency distribution. Results: In CKD patients undergoing hemodialysis therapy at the Bandung City Hospital as many as 33 respondents (75%) were compliant and 11 people (25%) were not compliant in undergoing hemodialysis therapy. The domains of adherence of CKD patients who were most adhered to by respondents were therapy attendance (75%), shortening duration (79.55%), length of time shortening therapy (79.55%), and medication adherence (52.27%). Conclusion: most of the patients were obedient in undergoing hemodialysis therapy. The suggestion from this study is that the hospital should include an assessment of the level of compliance of patients undergoing hemodialysis therapy as an additional domain in indicators of the quality of health services in the hemodialysis room of the Bandung City Hospital.
Gambaran Dukungan Teman Sebaya Pada Lansia Di Griya Lansia Tita Puspita Ningrum; hudzaifah Al fatih
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/0mvzae22

Abstract

ABSTRAK   Kesepian merupakan masalah psikologis yang sering dialami lansia, terutama mereka yang tinggal di panti sosial. Keterbatasan interaksi dan minimalnya dukungan sosial dapat meningkatkan risiko kesepian yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental maupun fisik, seperti penurunan kualitas hidup, depresi, kecemasan, stres, gangguan tidur, hipertensi, hingga penyakit kardiovaskular. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat kesetaraan, antara lain usia, jenis kelamin, status perkawinan, status sosial ekonomi, serta dukungan sosial teman sebaya. Di antara faktor-faktor tersebut, dukungan teman sebaya memiliki peran penting dalam menurunkan kesepian karena melalui interaksi positif lansia dapat merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki makna sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran dukungan sosial teman sebaya  pada lansia di panti sosial. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 160 lansia di Balai Perlindungan Tresna Werdha Ciparay Kabupaten Bandung, dengan sampel 71 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Social Provisions Scale (SPS) untuk mengukur dukungan sosial teman sebaya dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur tingkat kesetaraan. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kesetaraan tinggi (71,8%) dan memiliki dukungan sosial teman sebaya rendah (94,4%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak panti sosial untuk merancang program intervensi yang fokus pada peningkatan interaksi antar penghuni, seperti kegiatan kelompok dan penguatan dukungan