Articles
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA LAKI-LAKI DAN REMAJA PEREMPUAN : STUDI KOMPARATIF
Made Ririn Sri Wulandari;
A.A Ngurah Nara Kusuma
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1027.225 KB)
|
DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.135
ABSTRAK Masa remaja yang merupakan masa peralihan ke masa pendewasaan diri sering terjadi proses krisis identitas atau pencarian jati diri. Selama proses tersebut akan terjadi perubahan dalam bersikap, berperilaku, serta perubahan sosial. Saat ini perilaku menyimpang seperti seksual pranikah pada remaja meningkat dari tahun ke tahun dan sangat dipengaruhi oleh teman sebayanya yang dapat menurunkan kualitas remaja serta meningkatkan risiko negatif pada kesehatan reproduksinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membandingkan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan.Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar dengan responden kelas X, XI, dan XII dengan rentang umur 16-18 tahun. Sampel diambil terpisah dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 64 responden remaja laki-laki dan 64 responden remaja perempuan.Hasil yang didapatkan adalah responden laki-laki dan perempuan cenderung memiliki peran teman sebaya yang kuat dengan jumlah 42 responden pada laki-laki dan 37 responden pada perempuan dan nilai p>0,05 secara statistik tidak terdapat hubungan antara peran teman sebaya dengan jenis kelamin. Perilaku seksual pada responden laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah perilaku seksual yang buruk yaitu pada laki-laki sebanyak 70,3% dan pada perempuan 54,7% dan nilai p=0,05 maka secara statistik terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku seksual. Hal ini disebabkan karena remaja laki-laki dalam pola perilaku cenderung berani melakukan perilaku yang beresiko seperti terlibat dalam kekerasan dan kriminalitas. Remaja laki-laki memiliki titik kritis yang berbeda akibat adanya tekanan mandiri lebih awal, adanya tekanan lebih kuat untuk memenuhi peran gender dan adanya pengaruh kuat dari peran teman sebaya.
TEKNIK BIOLOGIC NURTURING BABY LED FEEDING DAN FINGER HOLD TERHADAP PERUBAHAN RASA NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA
Ni Wayan Rusmilawati;
Made Ririn Sri Wulandari;
I G A Ratih Agustini;
Pande Putu Indah Purnamayanthi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 12 No. 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.813 KB)
|
DOI: 10.34035/jk.v12i2.736
Pelayanan kesehatan ibu dimulai selama masa kehamilan, persalinan salah satunya adalah dengan cara sectio caesarea. Permasalahan yang terjadi post sectio caesarea adalah nyeri. Penatalaksanaan untuk mengurangi rasa nyeri post sectio caesarea yang adalah relaksasi finger hold. Teknik relaksasi yang juga dianjurkan adalah menyusui dengan posisi biologic nurturing baby led feeding. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik biologic nurturing baby led feeding dan finger hold terhadap perubahan rasa nyeri pada ibu post sectio caesarea. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif true experimental dengan desain pretest-posttest with control. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan simple random sampling. Populasi adalah ibu post sectio caesarea sebanyak 36 orang yang terbagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol sebanyak 18 orang dan kelompok perlakuan sebanyak 18 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri deskriptif. Analisa data bivariat menggunakan analisis Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan nilai p value adalah 0,001 artinya ada pengaruh teknik biologic nurturing baby led feeding dan finger hold terhadap perubahan rasa nyeri pada ibu post sectio caesarea. Hasil penelitian dapat dijadikan acuan dalam asuhan keperawatan ibu post sectio caesarea dalam mengatasi rasa nyeri yang dialami Maternal health services begin during pregnancy, one of which is delivery by means of cesarean section. The problem that occurs post sectio caesarea is pain. Management to reduce post sectio caesarean pain is finger hold relaxation. The relaxation technique that also recommended is breastfeeding with the biological nurturing position of the baby led feeding. The purpose of this study was to determine the effect of biologic nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post sectio caesarean mothers.This research is a true experimental quantitative research with a pretest - posttest design with control. The sampling technique used in this study is probability sampling by simple random sampling. The number of samples in this study were 36 people who were divided into two groups, namely the control group as many as 18 people and the treatment group as many as 18 people. Bivariate analysis of data using the Mann-Whitney. The results of the Mann Whitney showed that the p value was 0.001 meaning that the hypothesis of this study was accepted, which means that there was an effect of biological nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post-sectio caesarean mothers. The results of this study are expected to be used as a reference in providing nursing care so that it can improve the quality of post-caesarean post section maternal services in dealing with pain experienced.
Pengaruh Hidroterapi terhadap Kecemasan menghadapi Menarche pada Siswi Kelas V dan VI di SD Negeri 5 Sebatu
I Gusti Ayu Ratih Agustini;
Made Ririn Sri Wulandari;
Ni Kadek Novy Sukmaningsih
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Triatma Mulya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.372 KB)
|
DOI: 10.51713/idjhr.v4i1.78
Pendahuluan. Remaja banyak memiliki pandangan bahwa menarche akan menimbulkan rasa tidak nyaman, sakit, pusing dan sebagainya. Mereka yang tidak mengetahui proses reproduksi dapat mengira bahwa menstruasi merupakan bukti adanya penyakit sehingga menarche dapat memicu timbulnya rasa cemas. Hidroterapi merupakan salah satu cara non farmakologi untuk mengatasi masalah kecemasan menghadapi menarche. Tujuan dari penelitian ini adalah utuk mengetahui pengaruh hidroterapi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada siswi kelas V dan VI. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain pre-eksperimen one group pre-test post-test dengan jumlah sampel 34 orang siswi kelas V dan VI. Pengambilan sampel menggunakan jenis nonprobality sampling yaitu purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner kecemasan HRS-A. Hasil. Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p-value yaitu sebesar 0,000 maka p-value < a (0,05). Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh hidroterapi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada siswi kelas V dan VI di SD Negeri 5 Sebatu. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk pengembangan ilmu keperawatan sehingga dapat mengurangi kejadian kecemasan siswi dalam menghadapi menarche dengan menggunakan cara nonfarmakologi.
PENGARUH STORY TELLING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRA SEKOLAH AKIBAT HOSPITALISASI
Ni Made Dwi Rianthi;
Made Ririn Sri Wulandari;
Ni Made Ari Sukmandari
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Online Keperawatan Indonesia (JOKI)
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51544/keperawatan.v5i1.2749
Children hospitalization causes anxiety at all age levels. Reducing the anxiety of children undergoing hospitalization can be done by implementing story telling therapy. This study aimed to determine the effect of story telling on anxiety level felt by felt by preschool children due to hospitalization in the Cilinaya ward of Mangusada Badung Regional Hospital.The research was carried out with pre-experimental research with the design used was a pre-test and post-test one group design. The study was conducted from September 2nd to October 2nd 2021 with a total sample of 22 respondents using consecutive sampling. Data were collected using a face anxiety scale questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test.The results of the research on anxiety before being given story telling were mostly moderate anxiety of 13 respondents (59.1%) and anxiety after being given story telling improved to mild anxiety of 13 respondents (59.1%). The analysis result showed that there was an effect storytelling on anxiety level felt by hospitalized children in the Cilinaya ward of Mangusada Badung regional hospital with p <0.001. The recommendation of this study is expected to be input for nurses to always provide storytelling therapy to children undergoing hospitalization in order to reduce anxiety.
Pengaruh Metode Pendidikan Sebaya Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Kubu
Ni Putu Eka Wijayanti;
Made Ririn Sri Wulandari;
Luh Putu Widiastini
Ners Jurnal Keperawatan Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/njk.18.2.82-91.2022
Kanker payudara merupakan penyakit yang menyebabkan sel-sel di jaringan payudara berubah dan membelah secara tidak terkendali. SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri adalah salah satu deteksi dini dari kanker payudara, namun kesadaran melakukan SADARI masih rendah. Kesadaran SADARI dapat ditingkatkan dengan melakukan peningkatkan pengetahuan terlebih dahulu. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mendata pada tahun 2016, ada 389 kasus kanker payudara di Bali, lima diantaranya diderita oleh remaja dengan rentang usia 15-19 tahun. Remaja biasanya ramah dan terbuka dengan teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pendidikan sebaya terhadap tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperiment dengan one group pretest posttest. Populasi penelitian ini yaitu organisasi yang aktif melakukan kegiatan di masa pandemi Covid-19 yaitu 41 remaja putri anggota OSIS dan PKS dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian memperoleh nilai p value = 0,000 yang menunjukkan bahwa metode pendidik sebaya dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI, maka disarankan bagi tenaga kesehatan dan institusi pendidikan untuk dapat membentuk kader-kader remaja yang siap memberikan penyuluhan kesehatan langsung kepada remaja lainnya baik di sekolah atau di masyarakat.
PENGARUH KADEK SUSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DI PIK-R SMPN 2 MENGWI, BALI: THE EFFECT OF KADEK SUSI ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE AT PIK-R SMPN 2 PENGWI, BALI
Ni Luh Indri Astuti;
Made Ririn Sri Wulandari;
Ni Made Risna Sumawati
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36082/qjk.v16i2.312
HIV dan AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) adalah dampak dari kurangnya pendidikan kesehatan reproduksi. Remaja merupakan kelompok yang paling rentan mengalami ketiga permasalahan diatas, sehingga diperlukan informasi terkait kesehatan reproduksi yang komprehensif dengan metode edukasi yang lebih variatif. Dalam penelitian ini dibentuk suatu program yaitu KADEK SUSI (Kader Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi) yang menggabungkan metode peer educator dengan materi GenRe (Generasi Berencana) dalam meningkatkan pengetahuan responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-postest design. Responden diukur tingkat pengetahuannya dengan menggunakan kuesioner, kemudian diberikan intervensi dan diukur kembali tingkat pengetahuannya setelah diberikan intervensi. Intervensi diberikan satu minggu sekali selama empat kali pertemuan dengan waktu 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KADEK SUSI meningkatkan pengetahuan responden di PIK-R SMPN 2 Mengwi dengan nilai Pvalue=0,000 yang diperoleh melalui uji Wilcoxon. KADEK SUSI dapat digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait dengan kesehatan reproduksi serta dijadikan sebagai tambahan literatur.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peer Support Group dalam Meningkatkan Sumber Daya Psikologis Populasi Kunci HIV: Community Empowerment Through Peer Support Group In Improving HIV Key Population Psychological
Gede Arya Bagus Arisudhana;
Made Ririn Sri Wulandari;
Nyoman Eta Risnawati;
Desak Putu Cristine Monica
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): september
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.72 KB)
Abstrak: Orang dengan HIV dan AIDS memiliki masalah kesehatan yang sangat kompleks seperti penurunan sumber daya psikologis. Diperlukan dukungan sosial untuk menjaga mempertahankan sumber daya psikologis yang baik. Bentuk dukungan sosial yang dapat dilakukan yaitu melalui pelatihan peer support group. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan masyarakat melalui peer support group untuk meningkatkan sumber daya psikologis. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pendidikan kesehatan tentang HIV dan AIDS, pelatihan peer leader, dan pelaksanaan peer support group seperti sesi berbagi, motivasi, dan pemecahan masalah berdasarkan pengalaman. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu rerata usia partisipan adalah 41.24 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan 60%. Tingkat pendidikan partisipan didmoniasi SMA/SMK (44%). Pekerjaan partisipan sebagian besar ibu rumah tangga (40%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan diketahui tingkat pengetahuan partisipan didominasi tingkat pengetahuan yang baik (64%). Hasil evaluasi sumber daya psikologis partisipan sebagian besar pada kategori sedang (68%). Dapat disimpulkan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui peer support group memberikan dampak yang positif pada sumber daya psikologis orang dengan HIV dan AIDS. Pembentukan peer support group tidak sebatas pada populasi kunci, disarankan anggota kelompok bersifat heterogen sehingga memperoleh pengalaman menjalani kondisi HIV yang lebih variatif. Abstract: People with HIV and AIDS have complex health problems, such as decreased psychological resources. Social support is needed to maintain good psychological resources. Social support can conduct through peer support group training. The purpose of this community service is to empower the community through peer support groups to increase psychological resources. This community service implementation method uses a Participatory Learning and Action (PLA) approach. The forms of community service activities include health education about HIV and AIDS, peer leader training, and the implementation of peer support groups such as sharing sessions, motivation, and problem-solving based on experience. The result of this community service implementation is that the average age of the participants is 41.24 years, and most of them are 60% female. The education level of the participants has dominated by SMA/SMK (44%). Most of the participant's occupations are housewives (40%). After health education, the knowledge level of participants has dominated by a good level of knowledge (64%). The evaluation of participants' psychological resources was moderate (68%). The conclusion was the implementation of community empowerment through peer support groups has a positive effect on the psychological resources of people living with HIV and AIDS. The formation of peer support group members is supposed to be heterogeneous, so they gain more varied experiences of living with HIV.
The Effect of Peppermint Aromatherapy on The Incidence of Emesis Gravidarum in The First and Second Trimester Pregnant Women in The Working Area of South Denpasar Public Health Center I, Denpasar City
I Gusti Ayu Ratih Agustini;
Made Ririn Sri Wulandari;
Kadek Putri Parasinta Dewi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.136 KB)
|
DOI: 10.30604/jika.v7i2.1003
Emesis gravidarum is a condition that can cause weight loss, impaired body metabolism, malnutrition, weakness, and dehydration felt by the mother. Peppermint aromatherapy administered by inhalation can be a therapy that is able to overcome or eliminate nausea and vomiting in the first and second trimesters of pregnant women. The purpose of this study was to determine the effect before and after administering peppermint aromatherapy on the incidence of Emesis gravidarum in the first and second trimesters of pregnant women. This study was pre-experimental research with one group pretest-posttest design. The sampling technique used was accidental sampling consisting of 20 pregnant women in the first and second trimesters. Data was collected using observation sheets and PUQE-24 questionnaires. The results showed that the average value of nausea and vomiting before being administered peppermint aromatherapy was 8.15 (moderate category) and after being administered peppermint aromatherapy was 4.80 (mild category) with a difference of 3.35 and a significance value of 0.001 (p less than 0.05), statistically there was a significant difference in the mean of nausea and vomiting after being administered peppermint aromatherapy intervention. This study is expected to provide an overview of the importance of maintaining nutrition during pregnancy so that mothers are avoided chronic energy deficiency and prevent the long-term effects of emesis gravidarum. Mothers are expected to be able to independently implement the use of peppermint aromatherapy as an effort to reduce nausea and vomiting by using easily available ingredients. Abstrak: Emesis gravidarum merupakan keadaan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, gangguan metabolisme tubuh, kekurangan gizi, lemah, dan dehidrasi pada ibu. Aromaterapi peppermint yang diberikan secara inhalasi dapat menjadi salah satu terapi yang mampu mengatasi atau menghilangkan mual muntah pada ibu hamil trimester I dan II. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sebelum dan setelah pemberian aromaterapi peppermint terhadap kejadian Emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I dan II. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan Accidental Sampling yang terdiri dari 20 ibu hamil trimester I dan II. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner PUQE-24. Hasil penelitan menunjukkan nilai rata-rata mual muntah sebelum diberikan aromaterapi peppermint sebesar 8,15 (kategori sedang) dan setelah diberikan aromaterapi peppermint sebesar 4,80 (kategori ringan) dengan selisih 3,35 dan nilai significancy 0,001 (p kurang dari 0,05) sehingga secara statistik terdapat perbedaan rerata mual muntah yang bermakna setelah diberikan intervensi aromaterapi peppermint. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait pentingnya menjaga nutrisi selama hamil agar ibu terhindari dari KEK serta mencegah efek jangka panjang dari emesis gravidarum. Ibu diharapkan dapat mengimplementasikan secara mandiri penggunaan aromaterapi pappermint sebagai salah satu upaya untuk mengurangi mual dan muntah dengan menggunakan bahan yang mudah didapatkan.
Gentle Yoga Untuk Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan
I Nyoman Suartha;
Made Ririn Sri Wulandari;
Ni Putu Muliantari Anggari Dewi
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 1 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36474/caring.v5i1.197
Latar Belakang: Masa kehamilan merupakan masa yang rentang terjadinya kecemasan pada ibu hamil. Kecemasan yang dirasakan ibu hamil berkaitan dengan diri sendiri dan bayi dalam kandungannya yang dipengaruhi oleh pengalaman pada kehamilan sebelumnya atau pertama kali mengalami persalinan. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gentle yoga terhadap kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Penebel I. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimen design dengan rancangan one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan cara purposive sampling yang terdiri dari 36 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu wilcoxon signed rank-test. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan adalah nilai p value 0,001 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kecemasan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi Gentle Yoga. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk pengembangan ilmu keperawatan sehingga dapat mengurangi kecemasan pada ibu hamil melalui metode non farmakologi.
PENGARUH TEKNIK BIOLOGIC NURTURING BABY LED FEEDING DAN FINGER HOLD TERHADAP PERUBAHAN RASA NYERI PADA IBU POST SECTIO DI RS X DI DENPASAR
Ni Wayan Rusmilawati;
Made Ririn Sri Wulandari;
I G Ayu Ratih Agustini;
Pande Putu Indah Purnamayanthi
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 2 No. 2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Maternal health services begin during pregnancy, one of which is delivery by means of cesarean section. The problem that occurs post sectio caesarea is pain. Management to reduce post sectio caesarean pain is recommended by finger hold relaxation. The relaxation technique that is also recommended for mothers after partum sectio caesarean is breastfeeding with the biological nurturing position of the baby led feeding. The purpose of this study was to determine the effect of biologic nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post sectio caesarean mothers.This research is a true experimental quantitative research with a pretest - posttest design with control. The sampling technique used in this study is probability sampling by simple random sampling. The number of samples in this study were 36 people who were divided into two groups, namely the control group as many as 18 people and the treatment group as many as 18 people who had met the inclusion and exclusion criteria. Analysis of data using the Mann-Whitney U test analysis. The results of the Mann-Whitney U test analysis showed that the p value was 0.000 (<0,05), meaning that the hypothesis of this study was accepted, which means that there was an effect of biological nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post-sectio caesarean mothers. The results of this study are expected to be used as a reference in providing nursing care so that it can improve the quality of post-caesarean post section maternal services in dealing with pain experienced.