Articles
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA LAKI-LAKI DAN REMAJA PEREMPUAN : STUDI KOMPARATIF
Sri Wulandari, Made Ririn;
Kusuma, A.A Ngurah Nara
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1027.225 KB)
|
DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.135
ABSTRAK Masa remaja yang merupakan masa peralihan ke masa pendewasaan diri sering terjadi proses krisis identitas atau pencarian jati diri. Selama proses tersebut akan terjadi perubahan dalam bersikap, berperilaku, serta perubahan sosial. Saat ini perilaku menyimpang seperti seksual pranikah pada remaja meningkat dari tahun ke tahun dan sangat dipengaruhi oleh teman sebayanya yang dapat menurunkan kualitas remaja serta meningkatkan risiko negatif pada kesehatan reproduksinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membandingkan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual  pada remaja laki-laki dan remaja perempuan.Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar dengan responden kelas X, XI, dan XII dengan rentang umur 16-18 tahun. Sampel diambil terpisah dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 64 responden remaja laki-laki dan 64 responden remaja perempuan.Hasil yang didapatkan adalah responden laki-laki dan perempuan cenderung memiliki peran teman sebaya yang kuat dengan jumlah 42 responden pada laki-laki dan 37 responden pada perempuan dan nilai p>0,05 secara statistik tidak terdapat hubungan antara peran teman sebaya dengan jenis kelamin. Perilaku seksual pada responden laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah perilaku seksual yang buruk yaitu pada laki-laki sebanyak 70,3% dan pada perempuan 54,7% dan nilai p=0,05 maka secara statistik terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku seksual. Hal ini disebabkan karena remaja laki-laki dalam pola perilaku cenderung berani melakukan perilaku yang beresiko seperti terlibat dalam kekerasan dan kriminalitas. Remaja laki-laki memiliki titik kritis yang berbeda akibat adanya tekanan mandiri lebih awal, adanya tekanan lebih kuat untuk memenuhi peran gender dan adanya pengaruh kuat dari peran teman sebaya.
Pengaruh Pemberian Terapi Akupresur terhadap Tekanan Darah Lansia di Puskesmas Kediri I Tabanan
Ni Made Suwarini;
Ni Made Ari Sukmandari;
Made Ririn Sri Wulandari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/jsm.v7i1.2181
Long as the elderly are getting older, the cardiovascular system will experience changes such as arteries losing their elasticity, leading to an increase in pulse and systolic blood pressure. Acupressure is a development of acupuncture therapy that can lower blood pressure; stimulation at the acupressure point causes the release of endorphin hormones which reduce lactic acid production to provide a relaxed and comfortable condition. This study used a pre-experimental research design with a one-group pre-posttest design with simple random sampling, which involved 34 elderly with hypertension. According to the standard operational procedure (SOP), blood pressure was measured with a sphygmomanometer, and acupressure therapy was the standard operational procedure (SOP). Data analysis was carried out using a paired t-test because the data were normally distributed. The results showed that the mean blood pressure before the intervention was 152.35/97.65 mmHg, while after the intervention, the average blood pressure was 140.74/90.59 mmHg. Analysis with paired sample t-test obtained p-value = 0.001 in systolic and diastolic pressures. There were differences in blood pressure before and after acupressure therapy intervention in the elderly at Kediri I Public Health Center, Tabanan Regency. It is hoped that nurses can independently provide acupressure therapy to older adults with hypertension to lower blood pressure.
Hubungan Kepuasan Selama Perawatan dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Ovarium di RSUP Sanglah
Made Ririn Sri Wulandari
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2020): Nomor 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.727 KB)
|
DOI: 10.29238/caring.v9i2.594
Latar Belakang: Kanker ovarium adalah kanker ginekologis yang tidak memiliki gejala klinis patognomonik. Kanker ovarium adalah penyebab utama ketujuh kematian akibat kanker pada wanita di dunia. Kemoterapi adalah prosedur perawatan kanker yang menyebabkan perubahan kualitas hidup. Meningkatkan kualitas hidup pasien kanker ovarium akan meningkatkan kepatuhan selama pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan selama perawatan dengan kualitas hidup pasien kanker ovarium di Rumah Sakit Umum Sanglah. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 30 pasien. Penelitian ini menggunakan kuesioner EORTC IN-PATSAT32 dan kuesioner EORTC QLQ C30 versi 3.0. Data dianalisis dengan menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan selama perawatan dengan kualitas hidup pasien kanker ovarium memiliki korelasi kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,466 (> r tabel; r tabel = 0,364). Nilai koefisien korelasi positif yang menunjukkan jenis korelasi dalam arah yang sama dan kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai signifikan (2-tailed) 0,009 (; ? = 0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara kepuasan selama pengobatan dengan kualitas hidup pasien kanker ovarium di Rumah Sakit Umum Sanglah.
PERBANDINGAN QUALITY OF LIFE BERDASARKAN LAMA RAWAT INAP WANITA PENDERITA KANKER SERVIKS DAN KANKER OVARIUM STADIUM LANJUT
Made Ririn Sri Wulandari;
Christantie Effendy;
Wenny Artanty Nisman
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.215 KB)
Permasalah fisik dan psikologis pada pasien kanker ginekologi mempengaruhi kualitas hidup mereka. Mengetahui kualitas hidup pasien kanker berperan penting dalam pemilihan agen terapeutik yang tepat. Penelitian dengan desain analitik komparatif rancangan cross sectional bertujuan menganalisa perbedaan kualitas hidup penderita kanker serviks dan kanker ovarium. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan sampel total pasien kanker serviks 34 responden dan pasien kanker ovarium 41 responden dari bulan September 2016-Februari 2017. Pasien yang telah menjalani kemoterapi siklus pertama dan bersedia menjadi responden akan di skrining menggunakan PPS, setelah itu diberikan kuesioner EORTC QLQ C-30 untuk mengukur kualitas hidup.Kualitas hidup pasien kanker serviks dan kanker ovarium secara umum tidak ada perbedaan bermakna, namun terdapat perbedaan bermakna padalama rawat ≤2 hari berbeda bermakna yaitu skala fungsi sosial (p=0,005), dan berdasarkan lama rawat >2 hari yaitu pada skala gejala kesulitan tidur (p=0,019).Adanya keluhan fisik yang dialami oleh penderita kanker serviks dan kanker ovarium menunjukkan semakin buruk prognosis penyakit yang dideritanya. Hal tersebut akan mempengaruhi masa perawatan pasien dan memperparah gejala psikis yang dialami pasien.Kata kunci: Kualitas hidup, kanker serviks, kanker ovarium, lama rawat inap, stadium lanjut
KOMPARASI KUALITAS HIDUP WANITA PENDERITA KANKER SERVIKS DAN KANKER OVARIUM BERDASARKAN SIKLUS KEMOTERAPI
Made Ririn Sri Wulandari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.363 KB)
Kanker ginekologi merupakan salah satu penyakit yang paling berkembang diseluruh dunia berkembang. Insiden kanker dan tingkat kematian semakin meningkat secara luas dan khususnya daerah Yogyakarta, perawat sangat berperan penting untuk pemilihan rejimen terapeutik yang tepat. Tujuan penelitian untuk menganalisa perbedaan kualitas hidup penderita kanker serviks dan kenker ovarium stadium lanjut berdasarkan siklus kemoterapi. Metode yang dipakai adalah menggunakan desain analitik komparatif rencangan cross sectional. Populasi sampel adalah seluruh pasien kanker serviks dan ovarium stadium lanjutyang berobat bulan September hingga November 2016 di RSUP Dr. Sardjito, menggunakan teknik purposive sampling dengan total pasien 75, masing-masing 34 responden pasien kanker serviksdan 41 pasien kanker ovarium. Instrumen menggunakan EORTC QLQ-C30 versi bahasa Indonesia untuk mengukur kualitas hidup pasien yang sebelumnya sudah diskrining menggunakan PPS. Pasien diukur kualitas hidupnya setelah menyelesaikan kemoterapi minimal siklus pertama. Hasilnya kualitas hidup pasien kanker serviks dan pasien kanker ovarium secara umum tidak ada perbedaan bermakna namun terdapat perbedaan bermakna pada fungsi sosial di siklus kemoterapi 4-6 (p=0,035) dengan nilai rerata 65,65±34,61 vs 86,08±22,92. Efek samping dari pemberian kemoterapi yang sangat bervariasi tergantung dari jenis, dosis pengobatan, status kesehatan dan stadium kanker, sehingga beberapa hal tersebut dapat sebagai faktor utama memperparah gejala yang dialami pasien dan sangat mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Kesimpulannya tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kualitas hidup secara umum, namun pada domain tertentu terdapat perbedaan bermakna yang mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
PERISAI DIRI (PELATIHAN KELOMPOK REMAJA HINDARI SEX BEBAS DAN PERNIKAHAN DINI)
Made Ririn Sri Wulandari;
Gede Arya Bagus Arisudhana;
Made Tangkas;
Made Oktaviani Bulan Trisna;
Ni Luh Indri Astuti;
Ni Made Sri Utari
Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.283 KB)
Masa tahap perkembangan remaja memiliki masa perkembangan yang pesat baik fisik maupun psikologis. Masa remaja juga sering terjadi krisis identitas yang membuat remaja bingung untuk menentukan benar atau salah tindakan yang dilakukannya. Remaja merupakan salah satu potensi yang besar sebagai kelompok produktif, namun jika seorang remaja kehilangan arah maupun salah dalam bergaul maka menyumbang angka tertinggi dalam kerentanan terhadap perilaku menyimpang dan beresiko. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membentuk kader remaja di Banjar Batu Culung, Kerobokan dan mengurangi angka kejadian pernikahan dini serta seks bebas dikalangan remaja. Pelatihan diberikan kepada 30 anak remaja selama 3 hari pemberian materi dan selama 1 bulan untuk pendampingan peer education kepada remaja lainnya di lingkungan sekitar yang belum mendapatkan pelatihan. Hasil dari kegiatan yang dilakukan bahwa tedapat peningkatan pengetahuan kader dari 43% menjadi 57% terkait kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Evaluasi akhir keberhasilan pelatihan ini adalah tim pelaksana mampu menyiapkan peer education yang baik untuk masyarakat sekitar terutama remaja.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DI SD PELANGI JIMBARAN
Made Indah Ambari Dewi;
Ketut Sepdyana Kartini;
Made Ririn Sri Wulandari
Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.879 KB)
Perkembangan teknologi saat ini sangat bermanfaat di segala bidang, salah satunya di bidang pendidikan. Teknologi merupakan sarana bagi proses pembelajaran, baik digunakan untuk mencari informasi maupun digunakan dalam membantu kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi berupa video pembelajaran pada SD Pelangi Jimbaran. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi serta menggunakan lembar kuisioner dan tes hasil belajar secara langsung kepada peserta didik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif untuk mengukur minat serta mengetahui hasil belajar peserta didik setelah menggunakan media belajar berbasis teknologi berupa video pembelajaran. Berdasarkan hasil tes dan kuisioner yang diberikan kepada peserta didik dapat disimpulkan penggunaan media belajar berbasis teknologi berupa video belajar ini membantu peserta didik dalam kegiatan belajar sehingga sangat efektif digunakan dalam meningkatkan minat serta hasil belajar peserta didik di SD Pelangi Jimbaran.
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA LAKI-LAKI DAN REMAJA PEREMPUAN : STUDI KOMPARATIF
Made Ririn Sri Wulandari;
A.A Ngurah Nara Kusuma
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1027.225 KB)
|
DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.135
ABSTRAK Masa remaja yang merupakan masa peralihan ke masa pendewasaan diri sering terjadi proses krisis identitas atau pencarian jati diri. Selama proses tersebut akan terjadi perubahan dalam bersikap, berperilaku, serta perubahan sosial. Saat ini perilaku menyimpang seperti seksual pranikah pada remaja meningkat dari tahun ke tahun dan sangat dipengaruhi oleh teman sebayanya yang dapat menurunkan kualitas remaja serta meningkatkan risiko negatif pada kesehatan reproduksinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membandingkan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan.Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar dengan responden kelas X, XI, dan XII dengan rentang umur 16-18 tahun. Sampel diambil terpisah dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 64 responden remaja laki-laki dan 64 responden remaja perempuan.Hasil yang didapatkan adalah responden laki-laki dan perempuan cenderung memiliki peran teman sebaya yang kuat dengan jumlah 42 responden pada laki-laki dan 37 responden pada perempuan dan nilai p>0,05 secara statistik tidak terdapat hubungan antara peran teman sebaya dengan jenis kelamin. Perilaku seksual pada responden laki-laki maupun perempuan sebagian besar adalah perilaku seksual yang buruk yaitu pada laki-laki sebanyak 70,3% dan pada perempuan 54,7% dan nilai p=0,05 maka secara statistik terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku seksual. Hal ini disebabkan karena remaja laki-laki dalam pola perilaku cenderung berani melakukan perilaku yang beresiko seperti terlibat dalam kekerasan dan kriminalitas. Remaja laki-laki memiliki titik kritis yang berbeda akibat adanya tekanan mandiri lebih awal, adanya tekanan lebih kuat untuk memenuhi peran gender dan adanya pengaruh kuat dari peran teman sebaya.
TEKNIK BIOLOGIC NURTURING BABY LED FEEDING DAN FINGER HOLD TERHADAP PERUBAHAN RASA NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA
Ni Wayan Rusmilawati;
Made Ririn Sri Wulandari;
I G A Ratih Agustini;
Pande Putu Indah Purnamayanthi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 12 No. 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.813 KB)
|
DOI: 10.34035/jk.v12i2.736
Pelayanan kesehatan ibu dimulai selama masa kehamilan, persalinan salah satunya adalah dengan cara sectio caesarea. Permasalahan yang terjadi post sectio caesarea adalah nyeri. Penatalaksanaan untuk mengurangi rasa nyeri post sectio caesarea yang adalah relaksasi finger hold. Teknik relaksasi yang juga dianjurkan adalah menyusui dengan posisi biologic nurturing baby led feeding. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik biologic nurturing baby led feeding dan finger hold terhadap perubahan rasa nyeri pada ibu post sectio caesarea. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif true experimental dengan desain pretest-posttest with control. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan simple random sampling. Populasi adalah ibu post sectio caesarea sebanyak 36 orang yang terbagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol sebanyak 18 orang dan kelompok perlakuan sebanyak 18 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri deskriptif. Analisa data bivariat menggunakan analisis Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan nilai p value adalah 0,001 artinya ada pengaruh teknik biologic nurturing baby led feeding dan finger hold terhadap perubahan rasa nyeri pada ibu post sectio caesarea. Hasil penelitian dapat dijadikan acuan dalam asuhan keperawatan ibu post sectio caesarea dalam mengatasi rasa nyeri yang dialami Maternal health services begin during pregnancy, one of which is delivery by means of cesarean section. The problem that occurs post sectio caesarea is pain. Management to reduce post sectio caesarean pain is finger hold relaxation. The relaxation technique that also recommended is breastfeeding with the biological nurturing position of the baby led feeding. The purpose of this study was to determine the effect of biologic nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post sectio caesarean mothers.This research is a true experimental quantitative research with a pretest - posttest design with control. The sampling technique used in this study is probability sampling by simple random sampling. The number of samples in this study were 36 people who were divided into two groups, namely the control group as many as 18 people and the treatment group as many as 18 people. Bivariate analysis of data using the Mann-Whitney. The results of the Mann Whitney showed that the p value was 0.001 meaning that the hypothesis of this study was accepted, which means that there was an effect of biological nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post-sectio caesarean mothers. The results of this study are expected to be used as a reference in providing nursing care so that it can improve the quality of post-caesarean post section maternal services in dealing with pain experienced.
Pengaruh Hidroterapi terhadap Kecemasan menghadapi Menarche pada Siswi Kelas V dan VI di SD Negeri 5 Sebatu
I Gusti Ayu Ratih Agustini;
Made Ririn Sri Wulandari;
Ni Kadek Novy Sukmaningsih
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Triatma Mulya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.372 KB)
|
DOI: 10.51713/idjhr.v4i1.78
Pendahuluan. Remaja banyak memiliki pandangan bahwa menarche akan menimbulkan rasa tidak nyaman, sakit, pusing dan sebagainya. Mereka yang tidak mengetahui proses reproduksi dapat mengira bahwa menstruasi merupakan bukti adanya penyakit sehingga menarche dapat memicu timbulnya rasa cemas. Hidroterapi merupakan salah satu cara non farmakologi untuk mengatasi masalah kecemasan menghadapi menarche. Tujuan dari penelitian ini adalah utuk mengetahui pengaruh hidroterapi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada siswi kelas V dan VI. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain pre-eksperimen one group pre-test post-test dengan jumlah sampel 34 orang siswi kelas V dan VI. Pengambilan sampel menggunakan jenis nonprobality sampling yaitu purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner kecemasan HRS-A. Hasil. Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p-value yaitu sebesar 0,000 maka p-value < a (0,05). Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh hidroterapi terhadap kecemasan menghadapi menarche pada siswi kelas V dan VI di SD Negeri 5 Sebatu. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk pengembangan ilmu keperawatan sehingga dapat mengurangi kejadian kecemasan siswi dalam menghadapi menarche dengan menggunakan cara nonfarmakologi.