Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS PADA MATERI RANGKA MANUSIA KELAS IV SD GMIM 2 KARONDORAN KECAMATAN RANOWULU KOTA BITUNG Yusak ratunguri; Thalip Jane
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v2i1.28

Abstract

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTIONUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS PADA MATERI RANGKA MANUSIA KELAS IV SD GMIM 2 KARONDORANKECAMATAN RANOWULU KOTA BITUNG Yusak Ratunguri1) dan Thalip Jane1)1)Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan dasar Universitas Negeri Manado Email : ysmararu@gmail.com ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran Explicit Instruction untuk meningkatkan hasil belajar sains pada materi rangka manusia kelas IV SD. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc.Taggart (Aqib Zainal:2006), yaitu bentuk penelitian praktis yang dilaksanakan oleh guru untuk menemukan solusi dari permasalahan yang timbul di kelasnya agar dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran di kelas. Penelitian dimulai dari perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan bagi guru dan siswa dalam aktivitas pembelajaran dan tes hasil belajar. Model Pembelajaran Explicit Instruction adalah pembelajaran langsung yang dirancang khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif  yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Explicit Instruction dapat meningkatkan hasil belajar sains kelas IV SD GMIM 2 Karondoran pada pelajaran Sains dengan materi rangka manusia. Hal ini ditunjukkan dengan data hasil belajar siswa pada siklus I adalah 60% dan siklus II adalah 86,67%.               Kata kunci : model pebelajaran Explicit Instruction, sains, hasil belajar Abstract The purpose of this action research is to determine how much influence the application of Explicit Instruction learning model to improve science learning outcomes in human skeletal material fourth grade. This study consisted of two cycles. This type of research is a classroom action research by Kemmis and Mc.Taggart (Aqib Zainal: 2006), is a form of practical research conducted by the teacher to find solutions to problems that arise in class in order to improve the processes and outcomes of learning in the classroom. The study starts from the planning (planning), implementation (action), observation (observation), and reflection (reflection). Collecting data using observation sheets for teachers and students in learning activities and achievement test. xplicit Instruction Learning Model is a direct instruction specifically designed to develop students' learning of procedural knowledge and declarative knowledge that can be taught with the pattern step by step. The results showed that the application of Explicit Instruction learning model can improve learning outcomes fourth grade science GMIM 2 Karondoran in Science lessons with human skeletal material. This is shown by the data of student learning outcomes in the first cycle is 60% and the second cycle was 86.67%. Keywords: Explicit Instruction models, science, learning outcomes
Pendidikan Sains Berbasis Praktik, SSI, dan Stem–CT sebagai Mesin Pendorong Kompetensi Masa Depan Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Pustaka Yusak Ratunguri; I Wayan Suastra; I Made Citra Wibawa; Ida Bagus Putu Arnyana
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 9 No. 1 (2026): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/1zdr4244

Abstract

This study aimed to examine how science education grounded in scientific practices, socioscientific issues (SSI), and the integration of STEM–Computational Thinking (CT) can foster future competencies among elementary school students. The method employed is a literature review analyzing relevant studies on 21st-century science learning, scientific literacy, and technology integration. The findings indicate that when science is taught as an epistemic activity—through inquiry, modeling, and evidence-based argumentation—and connected to meaningful social and environmental contexts, it simultaneously strengthens the 4C skills (critical thinking, creativity, collaboration, and communication), scientific literacy, data-digital literacy, and scientific character. The review also highlights key implementation prerequisites, including curriculum autonomy, formative performance-based assessment, meaningful technological ecosystems, and sustained teacher professional development. In conclusion, science education built upon practice, context, and technology offers a strategic framework for developing cross-domain competencies in elementary education. Keywords: Future Competencies, Scientific Practices, Socioscientific Issues, STEM-CT, Elementary Science Education
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV di SD Negeri Lahendong Fidya Mamonto; Jeffry S.J. Lengkong; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.716

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) masih bersifat teoritis, kurang kontekstual, minim penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, serta rendahnya ketuntasan hasil belajar awal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPAS melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD Negeri Lahendong. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengikuti model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 11 orang siswa kelas IV yang terdiri dari 7 laki-laki dan 4 perempuan, di mana terdapat 1 orang siswa sempat mengikuti remedial pada siklus II namun akhirnya berhasil mencapai target ketuntasan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase hasil belajar klasikal pada Siklus I mencapai 69,54%, kemudian mengalami peningkatan yang signifikan pada Siklus II menjadi 81,36%. Kesimpulan akhir dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) secara efektif mampu meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar klasikal siswa.
Penggunaan Model Pembelajaran Multisensori untuk Mempengaruhi Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa dengan Hambatan Disleksia Hardiningsih Hanafi, Sri; Raflesia, Citra; Katili, Fonny; Ratunguri, Yusak
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/6hzmmg77

Abstract

Penelitian ini mensintesis bukti empiris tentang efektivitas model pembelajaran multisensori dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pada siswa dengan disleksia. Dengan menelaah tinjauan sistematis, metaanalisis, dan studi intervensi primer terbaru, artikel ini mengevaluasi kekuatan bukti, mekanisme pengaruh, variasi program, serta implikasi praktik pendidikan inklusif. . Kata Kunci: Disleksia, Efektivitas Pendidikan Inklusif,  Multisensori, Pembelajaran  Membaca dan Menulis
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV di SD Negeri Lahendong Fidya Mamonto; Jeffry S.J. Lengkong; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.716

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) masih bersifat teoritis, kurang kontekstual, minim penggunaan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, serta rendahnya ketuntasan hasil belajar awal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPAS melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD Negeri Lahendong. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengikuti model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 11 orang siswa kelas IV yang terdiri dari 7 laki-laki dan 4 perempuan, di mana terdapat 1 orang siswa sempat mengikuti remedial pada siklus II namun akhirnya berhasil mencapai target ketuntasan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase hasil belajar klasikal pada Siklus I mencapai 69,54%, kemudian mengalami peningkatan yang signifikan pada Siklus II menjadi 81,36%. Kesimpulan akhir dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) secara efektif mampu meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar klasikal siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD GMIM III WOLOAN Dorthea T O Katiandagho; Jeane M Mangangantung; Yusak Ratunguri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.59945

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Sistem Pernapasan Manusia melalui penerapan model Project Based Learning dengan proyek pembuatan simulator paru-paru sederhana di kelas V SD GMIM III Woloan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Ketuntasan belajar pada siklus I mencapai 38,46% dengan nilai rata-rata 72, kemudian meningkat menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas, partisipasi, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Selain meningkatkan pemahaman konsep, kegiatan proyek yang dilaksanakan secara kolaboratif juga mengembangkan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, penerapan PjBL melalui pembuatan simulator paru-paru sederhana efektif meningkatkan hasil belajar sekaligus mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila.