Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kajian Pustaka Pengembangan Bahan Ajar Teks Fiksi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Raflesia, Citra; Katili, Fonny; Hardiningsih Hanafi, Sri; Ratunguri, Yusak
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jjp14v55

Abstract

AbstrakPembelajaran teks fiksi di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, dan karakter peserta didik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan bahan ajar yang kontekstual, kurang menarik, serta belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Artikel ini membahas pengembangan bahan ajar teks fiksi dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kajian pustaka menunjukkan bahwa bahan ajar yang baik harus relevan, menarik, kontekstual, serta mampu memfasilitasi keterlibatan aktif siswa. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar teks fiksi berbasis konteks lokal, ilustratif, dan interaktif mampu meningkatkan minat baca, kemampuan memahami unsur cerita, serta kreativitas siswa dalam menulis. Implementasi bahan ajar juga memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar teks fiksi merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Bahan Ajar, Kurikulum Merdeka, Literasi, Sekolah Dasar, Teks Fiksi
Penerapan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas V SD Katolik St. Joseph Sarongsong Yeci J. Samauling; Zoya F. Sumampow; Yusak Ratunguri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve students' creativity and learning outcomes in Natural and Social Sciences, specifically the topic of Human Digestive Organs, through the application of the Project Based Learning (PjBL) model in fifth grade students of SD Katolik St. Joseph Sarongsong. The method used is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 16 students, including 9 females and 7 males. The results show that the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model effectively improves students' creativity and learning outcomes. The average creativity level in the first cycle reached 63.28% in the medium category and increased to 81.64% in the high category in the second cycle. In terms of learning outcomes in the cognitive domain, the average score in the first cycle was 66.25 with a classical completeness of 43.75%, which improved to 87.81 with 87.5% completeness in the second cycle. In the affective domain, students’ attitudes in cycle I had not fully met the learning targets but showed improvement in cycle II until the objectives were achieved. In the psychomotor domain, learning outcomes increased from 64.06% in cycle I to 85.15% in cycle II. Based on these findings, it can be concluded that the PjBL model is effective in enhancing students’ creativity and learning outcomes in science learning.
Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) Menggunakan Media Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD GMIM 1 Tomohon Syalomita Wahab; , Joulanda A. M. Rawis; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.185

Abstract

Kajian ini tujuannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas lima SD GMIM 1 Tomohon dengan mengimplementasaikan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) dengan bantuan media Wordwall. Kajian ini mengikuti pendekatan penelitian tindakan kelas, yang meliputi empat langkah: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi, dan dijalankan dalam dua siklus. Partisipan pada kajian ini ialah peserta didik kelas lima SD GMIM 1 Tomohon, berjumlah 27 peserta didik. Untuk mengumpulkan data, digunakan formulir observasi dan tes tertulis. Hasil dari siklus pertama membuktikan persentase pencapaian hanya 62,55%, sehingga dilanjutkan ke siklus kedua. Pada siklus kedua, inisiatif dijalankan untuk mengatasi kekurangan dari siklus pertama, menghasilkan persentase pencapaian sebesar 84,25%. Hal ini membuktikan jika penggunaan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) bersama dengan Media Wordwall bisa secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD GMIM 1 Tomohon terkait topik Sifat-Sifat Bunyi.
Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) Menggunakan Media Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD GMIM 1 Tomohon Syalomita Wahab; , Joulanda A. M. Rawis; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.185

Abstract

Kajian ini tujuannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas lima SD GMIM 1 Tomohon dengan mengimplementasaikan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) dengan bantuan media Wordwall. Kajian ini mengikuti pendekatan penelitian tindakan kelas, yang meliputi empat langkah: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi, dan dijalankan dalam dua siklus. Partisipan pada kajian ini ialah peserta didik kelas lima SD GMIM 1 Tomohon, berjumlah 27 peserta didik. Untuk mengumpulkan data, digunakan formulir observasi dan tes tertulis. Hasil dari siklus pertama membuktikan persentase pencapaian hanya 62,55%, sehingga dilanjutkan ke siklus kedua. Pada siklus kedua, inisiatif dijalankan untuk mengatasi kekurangan dari siklus pertama, menghasilkan persentase pencapaian sebesar 84,25%. Hal ini membuktikan jika penggunaan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) bersama dengan Media Wordwall bisa secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD GMIM 1 Tomohon terkait topik Sifat-Sifat Bunyi.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan Kezia L. Oroh; Widdy H. F. Rorimpandey; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan melalui penerapan model pembelajaran inquiry. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 68,61% dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 61,11%. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran masih perlu diperbaiki agar hasil belajar siswa dapat mencapai target yang ditetapkan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 82,5% dan telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan.
Penerapan Model Pembelajaran Konflik Kognitif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SD Gmim VI Tomohon Magdalena Yulithia Taareluan; Joulanda A.M Rawis; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.562

Abstract

Fokus penelitian ini pada peningkatan hasil belajar IPAS kelas V SD GMIM VI Tomohon, khususnya materi penggolongan hewan berdasarkan makanan, dengan memakai model Konflik Kognitif sebagai upaya perbaikan. Metode yang dipakai mengacu pada desain PTK dari Kemmis dan McTaggart, yang dijalankan dalam dua siklus; tiap siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik observasi dan tes dipakai untuk menjaring data, sementara analisis dilakukan melalui perhitungan persentase ketuntasan belajar. Siklus pertama menunjukkan rata-rata nilai 73% dengan ketuntasan 53%, masih di bawah kriteria tuntas. Siklus kedua membawa perubahan berarti: rata-rata nilai melonjak ke 86% dan ketuntasan mencapai 89%, tergolong tuntas. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Konflik Kognitif memberi dampak positif terhadap pemahaman siswa. Model ini terbukti mampu membangkitkan proses berpikir kritis siswa melalui pertentangan konsepsi awal dengan fakta ilmiah. Guru pun dapat memanfaatkan model ini untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan bermakna. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan Konflik Kognitif sebagai pendekatan andal dalam pembelajaran IPAS.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan Kezia L. Oroh; Widdy H. F. Rorimpandey; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan melalui penerapan model pembelajaran inquiry. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 68,61% dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 61,11%. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa pembelajaran masih perlu diperbaiki agar hasil belajar siswa dapat mencapai target yang ditetapkan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 82,5% dan telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Katolik 2 St. Yoseph Woloan.
Penerapan Model Pembelajaran Konflik Kognitif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SD Gmim VI Tomohon Magdalena Yulithia Taareluan; Joulanda A.M Rawis; Yusak Ratunguri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.562

Abstract

Fokus penelitian ini pada peningkatan hasil belajar IPAS kelas V SD GMIM VI Tomohon, khususnya materi penggolongan hewan berdasarkan makanan, dengan memakai model Konflik Kognitif sebagai upaya perbaikan. Metode yang dipakai mengacu pada desain PTK dari Kemmis dan McTaggart, yang dijalankan dalam dua siklus; tiap siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik observasi dan tes dipakai untuk menjaring data, sementara analisis dilakukan melalui perhitungan persentase ketuntasan belajar. Siklus pertama menunjukkan rata-rata nilai 73% dengan ketuntasan 53%, masih di bawah kriteria tuntas. Siklus kedua membawa perubahan berarti: rata-rata nilai melonjak ke 86% dan ketuntasan mencapai 89%, tergolong tuntas. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Konflik Kognitif memberi dampak positif terhadap pemahaman siswa. Model ini terbukti mampu membangkitkan proses berpikir kritis siswa melalui pertentangan konsepsi awal dengan fakta ilmiah. Guru pun dapat memanfaatkan model ini untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan bermakna. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan Konflik Kognitif sebagai pendekatan andal dalam pembelajaran IPAS.
Penguatan Literasi Etnosains Pengobatan Tradisional Suku Anak Dalam sebagai Sumber Belajar Sains Kontekstual Citra Raflesia; Fonny Katili; Yusak Ratunguri
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 9 (2026): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tv4p2r36

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat berbasis kajian etnosains ini bertujuan memperkuat literasi budaya dan sains melalui pengenalan pengobatan tradisional serta pemeliharaan kesehatan tradisional Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Musi Rawas Utara. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif-kualitatif dengan sumber utama booklet pengobatan tradisional SAD dan beberapa rujukan relevan mengenai etnosains, pengobatan tradisional, serta pembelajaran sains kontekstual. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi sumber, inventarisasi tanaman obat, klasifikasi fungsi pengobatan, analisis nilai etnosains, dan penyusunan materi edukatif untuk pembelajaran sains berbasis kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat SAD memiliki sistem pengetahuan lokal yang mencakup pengenalan jenis penyakit, pemilihan bahan alam, teknik pengolahan seperti merebus, menumbuk, memanaskan, dan menyeduh, serta aturan penggunaan dan pantangan tertentu. Pengetahuan tersebut memuat nilai empiris, ekologis, kultural, edukatif, dan kemandirian kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengobatan tradisional SAD berpotensi menjadi sumber belajar sains kontekstual sekaligus media pelestarian kearifan lokal.
Implementasi Kelas Inspiratif Berbasis Pembelajaran Kreatif untuk Meningkatkan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Siswa Sekolah Dasar Yusak Ratunguri; Sumardi W. Ndolu; Yuliana Yuliana; Mila Karmila; I Wayan Aditya Kurnia Wijaya; Chelsie Masie; Viantika Iska
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.526

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengembangkan kelas inspiratif berbasis pembelajaran kreatif untuk meningkatkan motivasi belajar, rasa ingin tahu, dan partisipasi siswa sekolah dasar. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kreativitas, inovasi, serta keterlibatan aktif siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan utama: analisis kebutuhan, perancangan media pembelajaran kreatif, implementasi kelas inspiratif, dan evaluasi. Mahasiswa PGSD berperan sebagai fasilitator dalam merancang dan mengimplementasikan berbagai media, seperti diorama, eksperimen sederhana, permainan edukatif, dan aktivitas interaktif berbasis pengalaman langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi perilaku belajar, angket respon siswa, dan refleksi bersama guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada minat, motivasi, serta kreativitas siswa. Siswa terlihat lebih antusias, aktif bertanya, dan mampu menghubungkan pengalaman mereka dengan materi yang disajikan. Media visual dan aktivitas eksperimen mendorong eksplorasi kognitif sehingga memfasilitasi pengembangan kreativitas dan pemahaman konsep. Pendampingan mahasiswa juga terbukti membantu memperjelas instruksi, mengurangi kebingungan, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa. Guru memberikan respons positif terhadap kegiatan ini karena media dan pendekatan yang digunakan dinilai mudah diadaptasi dalam pembelajaran reguler. Selain itu, suasana kelas menjadi lebih hidup dan kolaboratif, yang berdampak pada interaksi sosial dan kesiapan belajar siswa. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini efektif dalam menciptakan lingkungan belajar kreatif dan inspiratif yang mendukung perkembangan akademik dan afektif siswa sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogis mahasiswa.