Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Konsep melalui Media Jam Pintar Anak pada Materi Pengukuran Waktu Kelas II Sekolah Dasar Sisca Nurul Julianjani; Riana Irawati; Maulana Maulana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4519

Abstract

Rendahnya tingkat pemahaman konsep matematika siswa merupakan permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dalam materi pengukuran waktu dengan penggunaan media jam pintar anak. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain kuasi eksperimen berbentuk nonequivalent control group. Subjek dipilih melalui teknik purposive sampling dengan mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan, sehingga terpilih SDN Sindangraja sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 38 siswa dan SDN Rancapurut sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 36 siswa. Data diperoleh melalui tes kemampuan awal dan tes kemampuan akhir. Dari analisis data diperoleh peningkatan pemahaman konsep pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dari nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,48 dan kelas kontrol sebesar 0,33. Meskipun peningkatan keduanya termasuk pada kategori sedang, kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih baik dengan selisih sebesar 0,15. Hasil tersebut diperkuat oleh analisis N-Gain pada setiap indikator pemahaman konsep, di mana indikator menafsirkan (interpreting), memberikan contoh (exemplifying), menarik kesimpulan (inferring), dan menjelaskan (explaining) kelas eksperimen memperoleh peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Sementara indikator lainnya mengalami peningkatan pada kategori yang sama. Dapat disimpulkan bahwa media jam pintar anak mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam materi pengukuran waktu.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK PADA MATERI PECAHAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP Destiyanti Putri; Maulana Maulana; Cucun Sunaengsih
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v9i1.3445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media pembelajaran Pop-Up Book memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep pembelajaran matematika pada materi pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Dengan subjek penelitian yang dipilih adalah peserta didik kelas II MI Ketib Sumedang sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep adalah tes, tes ini berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran Pop-Up Book dapat berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik kelas II MI Ketib Sumedang, karena terjadinya peningkatan setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran. Maka media pembelajaran Pop-Up Book dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep pada materi pecahan.
Analisis Komparatif Efektivitas Media Papan Nilai Tempat terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Adela Nur Intani; Maulana Maulana; Cucun Sunaengsih
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.75005

Abstract

Pemahaman konsep siswa pada materi nilai tempat bilangan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan media papan nilai tempat terhadap pemahaman konsep siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 62 siswa, yaitu 32 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes uraian pemahaman konsep dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, uji Independent Sample t-test, analisis N-gain, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 57,22 menjadi 73,92 dengan N-gain 0,4073, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 45,53 menjadi 62,25 dengan N-gain 0,3228. Koefisien determinasi menunjukkan kontribusi media papan nilai tempat sebesar 42% dan pembelajaran konvensional sebesar 39,43%. Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,270 ≥ 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa media papan nilai tempat belum terbukti lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh perbedaan kemampuan awal siswa serta penggunaan media yang belum optimal selama pembelajaran.
Miskonsepsi Guru Sekolah Dasar Mengenai Pemahaman Pembelajaran Berbasis HOTS Isrokatun Isrokatun; Cucun Sunaengsih; Maulana Maulana; Aah Ahmad Syahid; Dety Amelia Karlina; Popoh Rohaeti
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah miskonsepsi di kalangan guru-guru SD di Kabupaten Sumedang terhadap pemahaman tentang pembelajaran berbasis HOTS. Hal ini sebagai tindak lanjut mulai dilaksanakannya Kurikulum Merdeka di wilayah Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap guru-guru SD yang berada di wilayah Jawa Barat. Ada 172 sampel guru SD, baik laki-laki maupun perempuan yang mengisi survei, berasal dari Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Bogor, Tasikmalaya, Kota Bandung, Sumedang, Garut, dan wilayah lainnya di Jawa Barat. Instrumen yang digunakan dalam survei terdiri dari 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban benar, salah, dan ragu-ragu, serta 2 pertanyaan terbuka, yang diisi melalui aplikasi Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Masih terdapat miskonsepsi guru SD terhadap pemahaman tentang pembelajaran HOTS (54,7%); dan 2) Para guru SD masih mengalami miskonsepsi antara pemahaman tentang pembelajaran HOTS dan pemahaman tentang soal-soal HOTS. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya diadakan semacam seminar dan workshop, bagaimana mengenalkan konsep pembelajaran berbasis HOTS, serta memberikan pemahaman perbedaan mendasar dengan istilah soal-soal HOTS, sebagai bekal dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.