Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : LEX JUSTITIA

Kajian Kriminologi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Sebagai Saksi Justice Collaborator Muhammad Khadafi; Erni Darmayanti; Edi Kristianta Tarigan
Lex Justitia Vol 5 No 1 (2023): LEX JUSTITIA VOL. 5 NO.1 JANUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.5.1.2023.22-33

Abstract

Kriminologi adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan menyelidiki gejala kejahatan seluas-luasnya dan mencari faktor-faktor seseorang melakukan kejahatan karena kejahatan itu pada dasarnya ada penyebab seseorang melakukan tindak/perbuatan tidak terpuji untuk melancarkan kejahatan tersebut. Perbedaan antara pembunuhan dan pembunuhan direncanakan yaitu kalau pelaksanaan pembunuhan yang dimaksud pasal 338 itu dilakukan seketika pada waktu timbul niat, sedang pembunuhan berencana pelaksanan itu ditangguhkan setelah niat itu timbul, untuk mengatur rencana, cara bagaimana pembunuhan itu akan dilaksanakan. Justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerjasama diartikan juga saksi yang juga sebagai pelaku suatu tindak pidana yang bersedia membantu aparat penegak hukum untuk mengungkap suatu tindak pidana. Metode penelitian menggunakan metode yuridis normatif adapun jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Prinsip utama dalam justice collaborator, bahwa predikat justice collaborator tidak bisa disematkan kepada pelaku utama. Tidak semua saksi pelaku dapat menjadi justice collaborator, hanya saksi pelaku yang bukan pelaku utama, mau mengakui dan mengembalikan hasil kejahatan secara tertulis, kooperatif dengan penegak humum, bukan buronan, dan informasi yang diungkapkan relevan. Tidak semua orang mau menjadi justice collaborator karena mereka kahawatir dengan keselamatan diri sendiri dan keluarga apabila sampai ia mengungkap suatu kasus mengingat kasus tersebut sangat terorganisir.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Mencegah Dampak Globalisasi Terhadap Isu Sara dan Hoax Bersosial Media Muhammad Khadafi; Erni Darmayantib
Lex Justitia Vol 4 No 1 (2022): LEX JUSTITIA VOL. 4 NO.1 JANUARI 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.4.1.2022.68-81

Abstract

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang dimana didalam pancasila terkandung nilai-nilai moral dalam bernegara atau hal yang menjadi fundamental dalam berdirinya bangsa Indonesia yang dimana nilai-nilai pancasila yaitu bersifat dinamis dalam perkemabangna zaman. Perkembangan Globalisasi sangat mempengaruhi moral terutama pada kaum muda yamg dimana Perkembangan global memiliki dampak positif dan negative terutama dalam bermedia sosial yang dimana dalam bermedia sosial setiap orang bebes mengakases apa yang di inginkan apalagi dalam memperoleh berita yang dimana berita yang diterima oleh masyarakat belum tentu berita yang diberitakan itu valid sehingga masyarakat awam gampang terdoktrin dari berita yang belum diketahui kebenaran berita tersebut.Menggunakan metode yuridis normatif adapun jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, dengan menguraikan data dan dalam kalimat yang teratur, runtun, logis, tidak tumpang tindih dan efektif. Pentingnya penguatan Pemahaman dan pendalaman Pancasila untuk memperkuat rasa Tolerasnis antara sesame manusia sebagai mahluk sosial yang dimana dampak dari Globalisasi dalam bermedia sosial sangat merusak rasa toleransi dalam kerukunan dalam berbangsa dan bernegara sehingga dalam bermedia sosial banyak masyarakat awam gamnpang terpengaruh akibat berita Hoax yang mengandung SARA yang dapat terjad perpecahan bangsa Indonesia yamg dimana kita ketahui bangsa indoneisa adalah Negara Pluralisme yaitu memiliki beragam ras. Suku dan agama maupun warna kulit sehingga untuk mempererat rasa kesatuan perlu adanya pedalaman pemahaman Konsep Pancasila agar masyarakat tidak gampang untuk termakan Isu nohong oleh berita yang dilakuka oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI TERHADAP PELANGGAN ASET KRIPTO ATAU CRYPTOCURRENCY Muhammad Khadafi; Edi Kristianta; erni darmayanri
Lex Justitia Vol 7 No 1 (2025): LEX JUSTITIA VOL. 7 NO. 1 JANUARI 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Bitcoin ataupun cryptocurrency di Indonesia sudah mulai dianggap sah secara hukum, bukan sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi sebatas sebagai komoditi saja. Artinya, cryptocurrency baru dapat diperjualbelikan sebagai aset berjangka sesuai dengan ketentuan Pasal 1 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset). Jenis penelitian ini, yaitu penelitian hukum Yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1) pendekatan undang-undang (statute approah) dan (2) pendekatan konseptual (conceptual approach). Jenis dan Sumber datanya berasal dari data sekunder (data kepustakaan dan dokumen hukum), dan bahan hukumnya, yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Analisis bahan hukum menggunakan interpretasi (penafsiran) dan penyimpulan secara deduktif. Cryptocurrency bukanlah uang elektronik karena tidak memenuhi unsur dalam Pasal 1 Nomor 3 Huruf a Peraturan Bank Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Uang Elektronik, yaitu didasarkan atas nilai uang yang disetor dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah secara hukum positif.