Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pemanfaatan Biji Nangka sebagai Bahan Dasar Nata dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Nanas dan Sumber Nutrisi Kacang Tunggak Lestari, Endang Puji; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.277 KB)

Abstract

Nata merupakan produk pangan hasil fermentasi menyerupai gel dari bahan yang mengandung gula dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Inovasi produk nata menggunakan biji nangka sebagai sumber karbon dan substart dengan penambahan ekstrak nanas sebagai pengatur keasaman dan kacang tunggak sebagai sumber nitrogen. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar protein terlarut dan organoleptik nata biji nangka dengan variasi konsentrasi ekstrak nanas dan sumber nutrisi kacang tunggak. Metode penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak nanas ( 9%, 11% dan 13%) dan faktor kedua sumber nutrisi kacang tunggak ( 15% dan 17%) dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein terlarut nata tertinggi pada perlakuan N2K1 (ekstrak nanas 11% dan kacang tunggak 15%) sebesar 0,154% dan nata terbaik pada perlakuan N2K2 (padat, putih keruh, cukup asam dan paling disukai) dengan ketebalan 0,775 cm dan rendeman 29%.
Kualitas Kefir Kacang Hijau dengan Variasi Konsentrasi Starter dan Lama Fermentasi Pratitaningsih, Nitya Andini; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.502 KB)

Abstract

Kefir merupakan produk minuman fermentasi susu menggunakan starter grain kefir. Susu nabati yang berasal dari kacang hijau memiliki kadar protein cukup tinggi dapat digunakan untuk mensubtitusi susu hewani bagi orang yang mengidap intoleransi laktosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kefir kacang hijau berupa kadar total asam, pH, dan organoleptik dengan variasi konsentrasi starter dan lama fermentasi. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor, faktor 1 konsentrasi starter 6%, 8%, dan 10%, sedangkan faktor 2 lama fermentasi selama 24 jam dan 36 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kefir terbaik perlakuan konsentrasi starter 10% lama fermentasi 24 jam dengan kandungan total asam 1,27%wb, pH 3,66 dan memiliki rasa asam, aroma sedap dan berwarna krem.
Kualitas Kefir Komposisi Sari Kedelai dan Susu Skim dengan Variasi Konsentrasi Starter dan Lama Fermentasi Anggraini, Prili Dwi; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.319 KB)

Abstract

Kefir merupakan produk minuman fermentasi dengan rasa asam dan sedikit aroma alkohol, mengandung probiotik yang berfungsi memaksimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Sari kedelai digunakan sebagai bahan dasar kefir untuk mengatasi lactosa intolerant. Susu skim memiliki kandungan laktosa dan protein yang tinggi berperan sebagai sumber nutrisi bakteri asam laktat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kefir komposisi sari kedelai dan susu skim dengan variasi konsentrasi starter dan lama fermentasi. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor. Faktor 1 : konsentrasi starter (6%, 8%, dan 10%), sedangkan faktor 2 : lama fermentasi (24 jam dan 36 jam). Kualitas kefir terbaik pada konsentrasi starter 8% dan lama fermentasi 36 jam dengan kandungan total asam 1,90%wb dan pH 3,84 dengan rasa asam, warna putih, aroma sedap dan tekstur lembut.
Uji Protein, Kalsium dan Total Asam Dadih (Keju Tradisional) Sari Kedelai dengan Variasi Buah yang Berbeda Suryani, Titik; Wahyuni, Antrik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.316 KB)

Abstract

Dadih merupakan salah satu keju tradisional yang bahannya dari susu kerbau yang difermentasikan dalam bambu selama 48 jam dan ditutup dengan daun pisang. Sari kedelai sebagai salah satu alternatif bahan baku dadih yang dapat dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance dengan penambahan jeruk manis dan jambu biji merah untuk mengurangi aroma langu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein, kalsium dan total asam serta organoleptik dadih sari kedelai dengan variasi buah (jeruk manis dan jambu biji merah). Metode penelitian ini dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas 7 perlakuan yaitu jeruk manis dan jambu biji merah ( 22 ml, 24 ml, 26 ml /200 ml sari kedelai ) dan 1 kontrol tanpa penambahan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi dadih 12,33 g/ℓ pada 24 ml jambu biji merah, kalsium tertinggi dadih 4,97 g/ ℓ pada 26 ml jeruk manis dan total asam tertinggi dadih 0,67% pada 22ml jambu biji merah.
Kualitas Warna Alami Batik dari Daun dan Kulit Buah Beberapa Tanaman Dengan Variasi Lama Perendaman Suryani, Titik; Saputry, Agnes Rindi Dila A.; Prasetyo, Andika Dwi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.481 KB)

Abstract

Batik merupakan seni menggambar di atas kain dan kerajinan asli Indonesia yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Pewarna alami dari daun dan kulit buah beberapa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pewarna kain batik yang ramah lingkungan.Daun mengandung pigmen tanin yang dapat digunakan sebagai pewarana alami , sedangkan kulit buah mengandung pigmen warna bervariasi tergantung kulit buah tanaman . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas warna alami batik dari daun) dan kulit buah beberapa tanaman dengan variasi lama perendaman. Jenis penelitian ini ekperimen dengan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 faktor, faktor 1 : daun (sirih, putri malu ,randu dan jarak) dan kulit buah (kopi,manggis, mahkota dewa,kelapa/sabut kelapa), sedang faktor 2 : variasi lama perendaman (25menit dan 35menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas wana kain batik dari semua organ daun dengan lama perendaman 25 menit dan 35 menit baik (nilai 4-5). Ektrak daun alpukat menghasilkan warna kain batik yang pekat, sedangkan daun sirih menghasilkan warna yang tidak pekat (mendekati putih). Kualitas warna kain batik dengan terbaik dari kulit buah kopi arabika dan kulit buah manggis dengan lama perendaman 25 menit dengan nilai 4-5 ,sedangkan kualitas warna kain batik terbaik dari kulit buah manggis dan sabut kelapa dengan lama perendaman 35 menit yaitu nilai 4-5.
Uji Total Asam dan Organoleptik Water Kefir Ekstrak Buah Apel Hijau (Pyrus malus L.) Dengan Variasi Lama Fermentasi dan Konsentrasi Kristal Alga Suryani, Titik; Khasanah, Aulia Nurul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water kefir merupakan minuman hasil fermentasi buah dengan kultur kristal alga berasa asam, aroma seperti alkohol, serta mengandung probiotik yang bermanfaat terhadap pencernaan. Buah apel hijau mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, dan vitamin sebagai bahan dasar water kefir dan sumber nutrisi bakteri asam laktat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar total asam dan kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau dengan variasi lama fermentasi dan konsentrasi kristal alga. Metode yang digunakan penelitian ini eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas dua faktor. Faktor 1: lama fermentasi (14 jam dan 18 jam), sedangkan faktor 2 : konsentrasi kristal alga (3%, 5%, dan 7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total asam tertinggi water kefir ekstrak buah apel hijau pada perlakuan F2K3 (lama fermentasi 18 jam dengan konsentrasi kristal alga 7%) sebesar 0.68% dan pH 4.1. Semakin lama waktu fermentasi dan semakin tinggikonsentrasi kristal alga, kadar total asam semakin meningkat dan pH semakin menurun. Kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau terbaik pada perlakuan F1K2 (lama fermentasi 14 jam dengan konsentrasi kristal alga 5%) yaitu warna kuning kecoklatan, aroma asam sangat kuat, rasa asam, dan disukai panelis. Kadar total asam dan kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau sesuai dengan SNI.
PEMANFAATAN SUSU KAMBING ETAWA DAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN DASAR DANGKE ( KEJU KHAS INDONESIA) DENGAN KOAGULAN EKSTRAK JERUK NIPIS Suryani, Titik; Niswah, Fathun
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.877

Abstract

Dangke adalah salah satu keju  tradisional mirip  tahu yang  berwarna putih kekekuningan dari susu kerbau. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh variasi  bahan dasar  dangke  dengan koagulan ekstrak jeruk nipis terhadap kandungan protein, lemak, asam total, uji organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur) dan daya terima masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktoryaitu kombinasi konsentrasi susu kambing etawa dan  susu kedelai  terdiri atas 5 perlakuan yaitu  K1E0 (100% susu kedelai), K0E1 (100% susu kambing etawa), K1E1 (50% susu kedelai : 50% susu kambing etawa), K8E2 (80% susu kedelai : 20% susu kambing etawa), dan K2E8 (20% susu kedelai : 80% susu kambing etawa), masing-masing 3 kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kombinasi  susu kambing etawa 80% : susu kedelai 20% menghasilkan dangke terbaik  dengan  kadar protein 20,30 g, kadar lemak 7,53%, dan asam total 8,29%. Kualitas dangke yang baik adalah warna kekuningan (krem), tidak berbau amis, rasa enak dan tekstur  lembut. Dangke yang disukai pada 100% susu kedelai dan susu kambing etawa20%  : susu kedelai 80%.
PEMANFAATAN BUAH LOKAL SEBAGAI KOAGULAN SOY CHEESE Rakhmah, Risza Fawzia; Suryani, Titik
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1576

Abstract

Keju merupakan salah satu produk pangan dengan proses penggumpalan  protein susu. Penelitian ini memanfaatan buah lokal sebagai koagulan untuk menggumpalkan susu kedelai menjadi keju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah lokal sebagai koagulan pada soy cheese terhadap kadar protein, organoleptik dan daya terima masyarakat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor 6 taraf perlakuan  yaitu faktor 1:  jenis buah (nanas, jeruk lemon dan asam sitrat (kontrol ) dan konsentrasi (0,12 %; 2%; 3 %), masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, observasi, kepustakaan dan dokumentasi. Pengujian kadar protein menggunakan metode biuret, analisis data kadar protein menggunakan uji Two Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), sedangkan pada pengujian organoleptik dan daya terima masyarakat menggunakan analisis deskriptif kualitatif berupa data angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar protein tertinggi soy cheese  pada perlakuan ekstrak nanas 3 % sebesar 11,68g,  sedangkan kadar protein terendah soy cheese  pada perlakuan ekstrak jeruk lemon 3 % sebesar 4,57 g. keju paling dominan bertekstur lembut, warna putih tulang, rasa gurih dan sedikit asam. Daya terima panelis  menyukai keju  dengan penambahan ekstrak jeruk lemon 3 %. Penambahan ekstrak nanas dan jeruk lemon sebagai koagulan pada  soy cheese berpengaruh terhadap kadar protein.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA BEBERAPA BAHAN MEDIA PEMBIBITAN Suryani, Titik; Carolina, Hilda
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media pembibitan yang mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih lebih baik, dan mengetahui pengaruh macam media bibit terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Ngemplak, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta dengan ketinggian tempat 300 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah faktor tunggal macam media pembibitan, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan, yaitu : media bibit dengan serbuk kayu sengon, biji sorghum, biji jagung, dan biji padi dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bibit biji sorghum dan biji jagung mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih yang lebih baik dibandingkan dari media biji padi dan serbuk gergaji sengon. Bibit pada media substrat biji sorghum, jagung, padi dan serbuk gergaji sengon memberikan pertumbuhan jamur tiram putih yang sama. Hasil jamur tiram putih lebih baik pada bibit dengan media substrat biji sorghum, jagung, padi berturut – turut.
CHARACTERISTICS OF NATA DE SOURSOP ON THE CONCENTRATION VARIATIONS OF LIME JUICE AND MUNG BEAN EXTRACT Helmiyana, Restu; Suryani, Titik
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3133

Abstract

Nata is one of the functional foods resulting from fermentation on the growth of Acetobacter xylinum as a source of probiotics for digestion and is beneficial for health. Soursop fruit as an innovation of nata substrate contains carbohydrates, protein, fat, calcium, phosphorus and vitamin C. The study aimed was to determine the characteristics (fiber content, reducing sugar and organoleptic quality) of nata de soursop on the variations of juice lime concentration and mung bean extract. This research method was an experiment with a Completely Randomized Design (CRD), two factors. The first factor : lime juice concentration of 1.2% and 2.8%. The second factor: mung bean extract concentration of 20% and 25%. The results of statistics showed (p > 0.05), (Asymp. sig) 0.199 > 0.05 and mung bean extract 0.078 > 0.05, so H0 was accepted that lime juice and mung bean extract were not significant on the fiber content and reducing sugar content of nata de soursop.It was concluded that the best characteristics of nata soursop were the fiber content, and the reducing sugar 4.51% and 12.7% respectively, as well the organoleptic quality of cloudy white color, chewy texture, quite sour aroma and good acceptability at the J2K1 (Lime juice 2.8% + mung bean extract 20%).