Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi dan Inventarisasi Jamur Pelapuk Kayu di Kawasan Hutan Bagian Timur Lereng Gunung Merapi Jawa Tengah Via Selo Boyolali Swasono, Muhamnad Nur; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.945 KB)

Abstract

Kawasan Hutan Gunung Merapi merupakan kawasan gunung api yang kawahnya masih aktif, terletak pada ketinggian 1700-2930 mdpl. Suhu rata-rata 27°C dan kelembaban udara rata-rata 80%, sehingga cocok untuk pertumbuhan jamur pelapuk kayu yang tumbuh di batang kayu lapuk atau di pangkal pohon yang masih hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis jamur pelapuk kayu di Hutan Gunung Merapi Via Selo Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan Cruise Methods, yaitu menjelajahi jalur pendakian dari ketinggian 1800-2100 mdpl. Pengambilan sampel dilakukan setiap kali penjumpaan dan tidak dilakukan lagi apabila menemukan jamur pelapuk kayu yang sama. Identifikasi dilakukan dengan mencatat ciri morfologi, habitus, dan substrat secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh 12 spesies jamur pelapuk kayu yang tergolong dalam 6 famili, yaitu Polyporaceae, Agaricaceae, Auriculariaceae, Stereaceae, Schizophyllaceae, Tremellaceae. Jenis jamur pelapuk kayu yang mendominasi yaitu Familia Polyporaceae (Ganoderma applanatum, Tricaptum abietinum, Trametes versicolor, Trametes gibbosa).
Eksplorasi dan Inventarisasi Tumbuhan Pteridophyta di Kawasan Hutan Bagian Timur Lereng Gunung Merapi Jawa Tengah Via Selo Boyolali Nastiti, Kintan Aulia; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.286 KB)

Abstract

Kawasan Hutan di Gunung Merapi terletak di ketinggian 1700 – 2930 mdpl. Suhu rata-rata 27°C dan kelembaban udara ratarata 80%, sehingga cocok untuk pertumbuhan tumbuhan paku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan pteridophyta yang ada di Hutan Gunung Merapi Via Selo Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan Cruise Methods, yaitu menjelajahi jalur pendakian dari ketinggian 1800-2020 mdpl. Pengambilan sampel tumbuhan paku dilakukan setiap kali penjumpaan dan tidak dilakukan lagi apabila menemukan jenis tumbuhan paku yang sama. Identifikasi dilakukan dengan mencatat ciri morfologi, habitus, dan cara hidup dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 13 jenis pteridophyta yang tergolong dalam satu famili yaitu Polypodiaceae. Spesies tersebut adalah Athyrium macrocarpum, Adiantum capillus-veneris, Adiantum hispidulum, Pityrogramma austroamericana, Pityrogramma sp., Lindsaeaa lucida, Davalia trichomanoides, Nephrolepis sp., Pteridium aquilinum, Athyrium filix-femina, Adiantum tenerum, Lindsaea microphyla, dan Belvisia sp.
Kualitas Dadih Kacang Hijau dan Susu Sapi dengan Penambahan Sari Jeruk Manis dan Mangga Kweni Fiyana, Siti Nur Ari; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.075 KB)

Abstract

Dadih merupakan produk keju tradisional khas Sumatera Barat yang terbuat dari susu kerbau yang difermentasi dalam tabung bambu selama 48 jam. Dadih mengandung BAL yang berpotensi sebagai probiotik. Penelitian ini menggunakan formulasi sari kacang hijau dan susu sapi sebagai pengganti susu kerbau. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kualitas dadih kacang hijau dan susu sapi dengan penambahan sari jeruk manis dan mangga kweni. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu : Jenis buah: Kontrol (JK0), Sari Jeruk Manis 22ml (JK1), Sari Jeruk Manis 24ml (JK2), Sari Jeruk Manis 26ml (JK3), Mangga Kweni 22 ml (JK4), Mangga Kweni 24 ml (JK5), Mangga Kweni 26 ml (JK6). Hasil penelitian menunjukkan kadar protein tertinggi pada perlakuan JK1(sari jeruk manis 22 ml) 6 g/l, kadar protein terendah pada perlakuan JK0 (kontrol) 4,1 g/l. Kadar Kalsium tertinggi pada perlakuan JK2 (sari jeruk manis 24 ml) 8,86 g/l, dan kadar kalsium terendah pada perlakuan JK4 (mangga kweni 22 ml) 4,08 g/l. Produk dadih paling dominan berwarna putih kekuningan, aroma khas susu sapi, rasa cukup gurih dan asam, tekstur lembut dan tidak kenyal, daya terima panelis dominan menyukai perlakuan JK6 (mangga kweni 26 ml).
Inventarisasi Tumbuhan Obat di Kawasan Diklatsar Tlogodringo Tawangmangu Jawa Tengah sebagai Bahan Sosialisasi bagi Masyarakat Santoso, Eka Andy; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.228 KB)

Abstract

Tlogodringo merupakan kawasan perbukitan yang memiliki ketinggian puncak 2.054 mdpl dan ketinggian awal 1.700 mdpl dengan keanekaragaman tumbuhan obat yang tinggi. Tumbuhan obat adalah semua tumbuhan yang seluruh bagian tubuhnya dapat dijadikan sebagai obat yang mampu memberikan pengaruh penyembuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis- jenis tumbuhan obat yang terdapat di kawasan DIKLATSAR Tlogodringo. Metode yang digunakan adalah pembutan petak dengan ukuran 15x5 meter dengan pengambilan sampel secara acak. Hasil penelitian ditemukan 15 jenis tumbuhan obat dengan suku yang dominan adalah suku Poaceae, yaitu tumbuhan alang- alang (Impereta cylindrica) pada ketinggian 1.700 mdpl dan ditemukan 10 jenis tumbuhan obat dengan suku yang dominan adalah Asteraceae, yaitu tumbuhan teklan (Eupatorium riparium) pada ketinggian 1.900 mdpl di bukit Tlogodringo melalui kawasan DIKLATSAR. Jenis tumbuhan obat yang terinventarisasi paling banyak terdapat pada ketinggian 1.700 mdpl. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi ketinggian tempat keanekaragaman tumbuhan obat semakin sedikit.
Pemanfaatan Biji Nangka sebagai Bahan Dasar Nata dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Nanas dan Sumber Nutrisi Kacang Tunggak Lestari, Endang Puji; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.277 KB)

Abstract

Nata merupakan produk pangan hasil fermentasi menyerupai gel dari bahan yang mengandung gula dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Inovasi produk nata menggunakan biji nangka sebagai sumber karbon dan substart dengan penambahan ekstrak nanas sebagai pengatur keasaman dan kacang tunggak sebagai sumber nitrogen. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar protein terlarut dan organoleptik nata biji nangka dengan variasi konsentrasi ekstrak nanas dan sumber nutrisi kacang tunggak. Metode penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak nanas ( 9%, 11% dan 13%) dan faktor kedua sumber nutrisi kacang tunggak ( 15% dan 17%) dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein terlarut nata tertinggi pada perlakuan N2K1 (ekstrak nanas 11% dan kacang tunggak 15%) sebesar 0,154% dan nata terbaik pada perlakuan N2K2 (padat, putih keruh, cukup asam dan paling disukai) dengan ketebalan 0,775 cm dan rendeman 29%.
Kualitas Kefir Kacang Hijau dengan Variasi Konsentrasi Starter dan Lama Fermentasi Pratitaningsih, Nitya Andini; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.502 KB)

Abstract

Kefir merupakan produk minuman fermentasi susu menggunakan starter grain kefir. Susu nabati yang berasal dari kacang hijau memiliki kadar protein cukup tinggi dapat digunakan untuk mensubtitusi susu hewani bagi orang yang mengidap intoleransi laktosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kefir kacang hijau berupa kadar total asam, pH, dan organoleptik dengan variasi konsentrasi starter dan lama fermentasi. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor, faktor 1 konsentrasi starter 6%, 8%, dan 10%, sedangkan faktor 2 lama fermentasi selama 24 jam dan 36 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kefir terbaik perlakuan konsentrasi starter 10% lama fermentasi 24 jam dengan kandungan total asam 1,27%wb, pH 3,66 dan memiliki rasa asam, aroma sedap dan berwarna krem.
Kualitas Kefir Komposisi Sari Kedelai dan Susu Skim dengan Variasi Konsentrasi Starter dan Lama Fermentasi Anggraini, Prili Dwi; Suryani, Titik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.319 KB)

Abstract

Kefir merupakan produk minuman fermentasi dengan rasa asam dan sedikit aroma alkohol, mengandung probiotik yang berfungsi memaksimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Sari kedelai digunakan sebagai bahan dasar kefir untuk mengatasi lactosa intolerant. Susu skim memiliki kandungan laktosa dan protein yang tinggi berperan sebagai sumber nutrisi bakteri asam laktat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kefir komposisi sari kedelai dan susu skim dengan variasi konsentrasi starter dan lama fermentasi. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor. Faktor 1 : konsentrasi starter (6%, 8%, dan 10%), sedangkan faktor 2 : lama fermentasi (24 jam dan 36 jam). Kualitas kefir terbaik pada konsentrasi starter 8% dan lama fermentasi 36 jam dengan kandungan total asam 1,90%wb dan pH 3,84 dengan rasa asam, warna putih, aroma sedap dan tekstur lembut.
Uji Protein, Kalsium dan Total Asam Dadih (Keju Tradisional) Sari Kedelai dengan Variasi Buah yang Berbeda Suryani, Titik; Wahyuni, Antrik
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.316 KB)

Abstract

Dadih merupakan salah satu keju tradisional yang bahannya dari susu kerbau yang difermentasikan dalam bambu selama 48 jam dan ditutup dengan daun pisang. Sari kedelai sebagai salah satu alternatif bahan baku dadih yang dapat dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance dengan penambahan jeruk manis dan jambu biji merah untuk mengurangi aroma langu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein, kalsium dan total asam serta organoleptik dadih sari kedelai dengan variasi buah (jeruk manis dan jambu biji merah). Metode penelitian ini dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas 7 perlakuan yaitu jeruk manis dan jambu biji merah ( 22 ml, 24 ml, 26 ml /200 ml sari kedelai ) dan 1 kontrol tanpa penambahan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi dadih 12,33 g/ℓ pada 24 ml jambu biji merah, kalsium tertinggi dadih 4,97 g/ ℓ pada 26 ml jeruk manis dan total asam tertinggi dadih 0,67% pada 22ml jambu biji merah.
Kualitas Warna Alami Batik dari Daun dan Kulit Buah Beberapa Tanaman Dengan Variasi Lama Perendaman Suryani, Titik; Saputry, Agnes Rindi Dila A.; Prasetyo, Andika Dwi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.481 KB)

Abstract

Batik merupakan seni menggambar di atas kain dan kerajinan asli Indonesia yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Pewarna alami dari daun dan kulit buah beberapa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pewarna kain batik yang ramah lingkungan.Daun mengandung pigmen tanin yang dapat digunakan sebagai pewarana alami , sedangkan kulit buah mengandung pigmen warna bervariasi tergantung kulit buah tanaman . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas warna alami batik dari daun) dan kulit buah beberapa tanaman dengan variasi lama perendaman. Jenis penelitian ini ekperimen dengan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 faktor, faktor 1 : daun (sirih, putri malu ,randu dan jarak) dan kulit buah (kopi,manggis, mahkota dewa,kelapa/sabut kelapa), sedang faktor 2 : variasi lama perendaman (25menit dan 35menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas wana kain batik dari semua organ daun dengan lama perendaman 25 menit dan 35 menit baik (nilai 4-5). Ektrak daun alpukat menghasilkan warna kain batik yang pekat, sedangkan daun sirih menghasilkan warna yang tidak pekat (mendekati putih). Kualitas warna kain batik dengan terbaik dari kulit buah kopi arabika dan kulit buah manggis dengan lama perendaman 25 menit dengan nilai 4-5 ,sedangkan kualitas warna kain batik terbaik dari kulit buah manggis dan sabut kelapa dengan lama perendaman 35 menit yaitu nilai 4-5.
Uji Total Asam dan Organoleptik Water Kefir Ekstrak Buah Apel Hijau (Pyrus malus L.) Dengan Variasi Lama Fermentasi dan Konsentrasi Kristal Alga Suryani, Titik; Khasanah, Aulia Nurul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water kefir merupakan minuman hasil fermentasi buah dengan kultur kristal alga berasa asam, aroma seperti alkohol, serta mengandung probiotik yang bermanfaat terhadap pencernaan. Buah apel hijau mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, dan vitamin sebagai bahan dasar water kefir dan sumber nutrisi bakteri asam laktat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar total asam dan kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau dengan variasi lama fermentasi dan konsentrasi kristal alga. Metode yang digunakan penelitian ini eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas dua faktor. Faktor 1: lama fermentasi (14 jam dan 18 jam), sedangkan faktor 2 : konsentrasi kristal alga (3%, 5%, dan 7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total asam tertinggi water kefir ekstrak buah apel hijau pada perlakuan F2K3 (lama fermentasi 18 jam dengan konsentrasi kristal alga 7%) sebesar 0.68% dan pH 4.1. Semakin lama waktu fermentasi dan semakin tinggikonsentrasi kristal alga, kadar total asam semakin meningkat dan pH semakin menurun. Kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau terbaik pada perlakuan F1K2 (lama fermentasi 14 jam dengan konsentrasi kristal alga 5%) yaitu warna kuning kecoklatan, aroma asam sangat kuat, rasa asam, dan disukai panelis. Kadar total asam dan kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau sesuai dengan SNI.
Co-Authors Abdurrahman, Fithrotul Haq Rabbani Afiah Septiana, Nisaul Aminah Asngad Anggraini, Prili Dwi Arum Dyah Ripdiyanti Ayu Kurnia Putri Ayun Maduwinarti Bagas Adityaradja Carolina, Hilda Carolina, Hilda Desty Sekar Prameswari Efri Roziaty Eka Winingsih Endang Puji Lestari, Endang Puji Endang Setyaningsih Eriza Putri Ayu Ning Tias Erma Musbita Tyastuti Evy HanifahHanifah Fajrina, Meinira Dinar Farida Hikmawati Fathun Niswah Fathun Niswah, Fathun Feby Istifarini Fikriansyah, Ibnu Zulfan Finarsih, Fita Firda Amanah Fiyana, Siti Nur Ari Fransiska Fransiska Guntur Nurcahyanto Hana Novitasari, Hana Hardianto, Alden Ganendra Madhava Priya Helmiyana, Restu Herviana Yessykasari Yessy Hilda Carolina HUSNA, IMROATUL I Ishe Trianjari, Ling Ikromi, Aflah Ima Aryani Indratyaseta, Arsihti Dwi Putri Istiqomah, Rizqi Joko Purwanto Khasanah, Aulia Nurul Kurniawati, Erna Laela Nur Dayanti Lina Agustina Mahatama, Duta Saksena Muhamad Wisnu Muhammad Galih Wicaksono Muhammad Halim Maimun Muhammad Luthfi Hidayat Muhammad Reisa Andika Mulyati, Awin Nafiza, Feny Nastiti, Kintan Aulia Nela Annofi Kusuma Nevia Gina Pradita Nisa, Riza Ainun Nurul Istiqomah Paramitha Cahyani Prasetyo, Andika Dwi Pratitaningsih, Nitya Andini Puspita, Ari Metalin Ika Putra, Sahasika Sean Raden Danang Aryo Putro Satriyono Rahayu Rahayu Rahmasari, Ria Anisa Rina Astuti Ripdianti, Arum Dyah Risza Fawzia Rakhmah Risza Fawzia Rakhmah, Risza Fawzia Rizki Nurilyas Ahmad Sabira, Qurota Ayuni Nuha Santhyami Santoso, Eka Andy Saputry, Agnes Rindi Dila A. Sari, Siti Kartika Seyla Dk Rindiani Siti Kartika Sari Sri Darnoto Suparti Suparti Swasono, Muhamnad Nur Triastuti Rahayu Triastuti Triastuti Tyastuti, Erma Musbita Untsa Uzlifah Uswatiningtyas, Masithoh Wahyuni, Antrik Wati, Dini Prastyo Yessy, Herviana Yessykasari