Claim Missing Document
Check
Articles

SKRINNING FITOKIMIA, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA PADA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) Pangemanan, David Albert; Suryanto, Edi; Yamlean, Paulina V. Y.
PHARMACON Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.27432

Abstract

ABSTRACT Corn (Zea Mays L.) is widely developed in Indonesia. Corn kernels showed total phenolic and antioxidant activity. Antioxidants have the potential as photoprotectors, therefore, plants containing phenolic compounds can be used in the prevention of free radicals. For this reason, researcher is interested in further researching the phytochemical screening, antioxidant activity and sunscreen testing from extracts of stems, leaves, hair and leaf wrapping from corn (Zea mays L.). The samples used were corn plants (corn silk, corn leaves, corn stalks and leaf wrapping corn) originating from Kauditan area, North Minahasa. The results of the study showed that the leaf contained saponin and flavonoid compounds, the stem contained alkaloid and saponin compounds, the hair contained alkaloid and flavonoid compounds, and the leaf wrapping only contained alkaloid compounds. The highest to lowest total phenolic content values starting from the stem were 46.93 ?g / mL, the leaf wrapping 37.76 ?g / mL, the leaf 26.63 ?g / mL and hair 14.49 ?g / mL. The leaf has the highest antioxidant activity with a value of 72.81% followed by 62.87% stem then wrapping leaf 43.13%  and finally hair 29.14%. The SPF value of the stem was included in the ultra protection with a value of 16.117 followed by the leaves included in the maximum protection with an SPF value of 10.902. While the hair with SPF value of 0.6 and wrapping leaf with SPF value of 0.222 are included in the minimum protection. Keywords: Corn (Zea Mays L.), Sunscreen, Antioxidants, Phenol ABSTRAK Jagung (Zea Mays L.) banyak dikembangkan di Indonesia. Biji jagung menunjukkan kadar total fenolik dan aktivitas antioksidan. Antioksidan memiliki potensi sebagai fotoprotektor, oleh karena itu, tanaman yang mengandung senyawa fenolik dapat digunakan dalam pencegahan radikal bebas. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak batang, daun, rambut, dan daun pembungkus dari jagung (Zea mays L.). Sampel yang digunakan ialah tanaman jagung (rambut jagung, daun jagung, batang jagung dan daun pembungkus jagung) yang berasal dari daerah Kauditan, Minahasa Utara. Hasil dari penelitian menunjukkan daun mengandung senyawa saponin dan flavonoid, batang mengandung senyawa alkaloid dan saponin, rambut mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid, dan daun pembungkus hanya mengandung senyawa alkaloid. Nilai kandungan total fenolik  yang paling tinggi sampai paling rendah dimulai dari batang sebesar 46.93 ?g/mL, daun pembungkus 37.76 ?g/mL, daun 26.63 ?g/mL dan rambut 14.49 ?g/mL. Daun memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi dengan nilai 72.81% diikuti oleh batang 62.87% kemudian daun pembungkus 43.13% dan yang terakhir adalah rambut 29.14%. Nilai SPF batang termasuk dalam proteksi ultra dengan nilai 16,117 diikuti oleh daun yang termasuk dalam proteksi maksimal dengan nilai SPF 10,902. Sedangkan rambut dengan nilai SPF  0,6 dan daun pembungkus dengan nilai SPF 0,222 termasuk dalam proteksi minimal. Kata Kunci : Jagung (Zea Mays L.), Tabir Surya, Antioksidan, Fenol
NANO KITOSAN EKSTRAK TONGKOL JAGUNG MANADO KUNING (ZEA MAYS L.) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Kabalmay, Julista Alfa; Suryanto, Edi; Runtuwene, Max R. J.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.1.2019.27916

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antioksidan dari nanopartikel kitosan ekstrak tongkol jagung Manado kuning. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu ekstraksi dan pembuatan nanopartikel kitosan. Parameter yang digunakan adalah total senyawa fenolik dan kemampuan mereduksi, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan morfologi permukaan nanopartikel kitosan ekstrak tongkol jagung Manado kuning. Pembuatan nanopartikel kitosan menggunakan metode gelasi ionik. Hasil penelitian menunjunkkan partikel serbuk tongkol jagung 75 µm  memiliki rendemen dan kandungan total fenolik yang lebih tinggi dibanding  ukuran 150 µm. Formula F1 nanopartikel kitosan ekstrak tongkol jagung memiliki ukuran partikel  yang lebih kecil (318,7 nm) daripada F2 (333,8 nm), dan F3  (339,9 nm).  Hasil pengamatan morfologi permukaan nanopartikel kitosan adalah berbentuk seperti gumpalan yang masih berukuran mikrometer dan bentuk bulat tidak sempurna. Hasil pengujian aktivitas antioksidan bahwa formulasi F1 memiliki aktivitas yang terbaik dibandingkan dengan F0, F2 dan F3. ABSTRACT The objective of this study was to determine the antioxidant potential of chitosan nanoparticles from corncob extracts of Manado yellow corn. The study was consist of two stages: extraction and synthesis of chitosan nanoparticles. The parameters evaluated were total phenolic content (TPC), reducing power, particle size, index of polydispersity, and surface morphology of chitosan nanoparticles from Manado yellow corncob extract. Synthesis of chitosan nanoparticles was carried out by using ionic gelation method. The result showed that corncob powder with particle size 75 ?m had higher recovery yield and higher total phenolic content (150 ?m) than 150 ?m. Formula F1 chitosan nanoparticles extract of corncob had smaller particle size (318.7 nm) compared to F2 (333.8 nm) and F3 (339.9 nm). Surface morphology observation revealed that the shape of chitosan nanoparticles were like lumps with imperfect round shape within micrometer-size. Antioxidant activity assay showed that the F1 had the highest antioxidant activity compared to F0, F2 and F3. 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENSTABIL OKSIGEN SINGLET DARI KOMBINASI PISANG GOROHO DAN JAGUNG MANADO KUNING Ering, Aprily A. P.; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya I.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27910

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi antioksidan dan penstabil oksigen singlet tepung kombinasi dari pisang goroho dan jagung Manado kuning. Penelitian ini dimulai dengan mengekstraksi tepung kombinasi dari pisang goroho dan jagung Manado kuning menggunakan cara refluks selama dua jam dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak kemudian dipartisi berturut-turut menggunakan pelarut petroleum eter, etil asetat, butanol, dan aquadest dan ditentukan, aktivitas antioksidan dan penstabil oksigen singlet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan diena terkonjugasi tertinggi diikuti fraksi butanol, petroleum eter, dan aquadest. Kandungan diena terkonjugasi secara berurutan adalah 76,92; 69,23%, 46,15%, dan 30,76%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa fraksi etil asetat dapat berperan sebagai antioksidan dan penstabil oksigen singlet lebih baik dibandingkan fraksi lainnya. ABSTRACT The study aim to asses the antioxidant and the singlet oxygen quenching activity of combination banana goroho and corn flour. This study started extracted by reflux for 2 hours with ethanol solvent 80%. Then extract was fractionation respetively with petroleum eter, ethyl acetat, buthanol, aquadest solven antioxidant and singlet oxygen quenching activity of combination banana goroho and corn flour was determine. Results of he research show that ethyl acetat fraction has the highest conjugated diene content followed by buthanol, petroleum eter, and aqudest fraction. Diene conjugated content in sequence are 76,92%, 69,23%, 46,15%, and 30,76%. The concluded of study that ethyl acetat fraction could better as antioxidant and singlet oxygen quenching than the other fraction.  
EKSTRAKSI KOMPONEN ANTIOKSIDAN TEPUNG KOMPOSIT BERBASIS PISANG GOROHO DAN LABU KUNING DENGAN BANTUAN ULTRASONIK Pasanda, Immanuel M.; Suryanto, Edi; Rumayar, Adisti A.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.1.2019.27917

Abstract

ABSTRAK Tanaman-tanaman lokal yang mengandung antioksidan, yaitu pisang goroho dan labu kuning, digunakan untuk mengembangkan tepung komposit.  Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efek pencampuran tepung pisang goroho dengan tepung labu kuning terhadap kandungan fitokimia antioksidan (total fenolik dan beta karoten) dan kapasitas antioksidan (kemampuan menangkal radikal DPPH dan daya reduksi) dari tepung komposit yang dihasilkan dengan menggunakan bantuan ultrasonik pada tahapan ekstraksi. Formulasi tepung komposit yang digunakan (tepung pisang goroho:tepung labu kuning) adalah 75:25, 50:50, dan 25:75. Kandungan total fenolik tepung komposit berkisar antara 98,2- 78,8 mg/kg GAE, dan kandungan beta karoten tepung komposit berkisar antara 186,1-497,8 µg/g. Hasil penelitian menunjukkaan peningkatan  kandungan fitokimia antioksidan dan kapasitas antioksidan pada tepung komposit terjadi dengan meningkatnya proporsi tepung labu kuning. ABSTRACT Locally grown crops with antioxidant content i.e. goroho plantain dan yellow pumpkin were used to develop composite flours. The current study aimed to investigate the effect of mixing goroho plantain flour with yellow pumpkin flour on phytochemical content (total phenolic and beta carotene) and antioxidant capacity (DPPH assay and reducing power assay) of developed composite flours, assisted by ultrasound in the extraction step. Flour formulations (goroho plantain flour: yellow pumpkin flour) used were 75:25, 50:50, and 25:75.  Total phenolic content of composite flours ranged from 98.2-178.8 mg/kg GAE, and beta carotene content of composite flours ranged from 186,1-497,8 µg/g. The study showed that increased in phytochemical antioxidant content and antioxidant capacity of composite flours were due to increasing in yellow pumpkin flour proportion in composite flour. 
KARAKTERISASI FISIKOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERAT PANGAN DARI AMPAS EMPULUR SAGU BARUK (Arenga Microcarpha B.) ., Nova; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya I.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.13.1.2020.28931

Abstract

Telah dilakukan pengujian potensi aktivitas antioksidan serat pangan dari ampas empulur sagu baruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan dari ampas empulur sagu baruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas empulur sagu baruk tidak mengalami perubahan mendasar pada komponen utama selama penggilingan ditunjukkan pada hasil spektra Fourier Transform Infra Red (FT-IR). Hasil analisis Particle Size Analysis (PSA) menunjukkan ukuran partikel dari ampas empulur sagu baruk sebesar 92,89 µm. Analisis X-ray Difraction (XRD) menunjukkan adanya karakteristik dari selulosa yang merupakan bagian dari serat pangan tak larut. Hasil pengujian serat pangan didapatkan bahwa ampas empulur sagu baruk memiliki serat pangan total sebesar 68,71% yang meliputi 66,58% serat pangan tak larut dan 2,12% serat pangan larut. Kadar serat pangan tak larut meliputi kadar selulosa, hemiselulosa dan lignin yaitu 50,7%; 29,16%; dan 11,67% secara berturut-turut. Hasil pengujian aktivitas antioksidan metode DPPH dari ekstrak fenolik terikat (EFT) dan fenolik bebas (EFB) ampas empulur sagu baruk menunjukkan aktivitas antioksidan sebesar 66,20% EFB dan 50,97% EFT. Adapun kemampuan penangkal ion nitrit dari sampel ampas sagu baruk kering angin memiliki potensi menangkal ion nitrit sebesar 55,20% EFB dan 50,15% EFT.ABSTRACT Potential antioxidant activity of food fiber from barley sago pith pulp has been tested. This research studies the antioxidant potential of barley sago pith pulp. Fourier Transform Infra Red (FT-IR). The results showed the fact that the barley sago pith pulp did not change the basis of the main components during grinding evaluating the spectral results. The results of the analysis of Particle Size Analysis (PSA) showed that the particle size of the pith sago waste was 92.89 μm. X-ray Difraction (XRD) analysis shows the characteristics of cellulose which is part of insoluble dietary fiber. Food fiber test results were obtained from barley sago pith pulp having a total food fiber of 68.71% which contained 66.58% insoluble food fiber and 2.12% soluble food fiber. Insoluble dietary fiber content includes cellulose, hemicellulose and lignin levels that is 50.7%; 29.16%; and 11.67% consistently. The results of testing the antioxidant activity of DPPH method from phenolic extracts (EFT) and free phenolic (EFB) barley pith pulp showed antioxidant activity of 66.20% EFB and 50.97% EFT. Whereas the ability to prevent nitrite ions from dried barago sago pulp samples has the ability to counteract nitrite ions by 55.20% EFB and 50.15% EFT.
AKTIVITAS PENANGKAL RADIKAL BEBAS DAN PENSTABIL OKSIGEN SINGLET DARI EKSTRAK BIJI JAGUNG MANADO KUNING (ZEA MAYS L.) Waworuntu, Mutiara G.; Suryanto, Edi; Momuat, Lidya I.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.1.2018.27912

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas penangkal radikal bebas, dan penstabil singlet oksigen dari ekstrak biji jagung Manado kuning dengan berbagai ekstrak. Ekstrak fenolik bebas dibuat dibuat dengan teknik maserasi selama 24 jam dengan pelarut etano 80%l. Residu dari sisa ekstraksi, diambil 1g dihidrolisis dengan HCl untuk mendapatkan ekstrak fenolik terikat. Ekstrak asam ferulat diambil 0,5 mL dari ekstrak fenolik bebas. Dan untuk ekstrak karotenoid didegesti dengan pelarut etanol:petroleum eter pada suhu 75oC  selama 5 menit. Selanjutnya, ditentukan kandungan total fenolik, aktivitas penangkal radikal bebas, dan aktivitas penstabil oksigen singlet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak fenolik terikat memiliki nilai total fenolik dan aktivitas antiokisdan yang paling tinggi. Sedangkan untuk penstabil oksigen singlet ekstrak karotenoid mempunyai aktivitas penstabil oksigen yang lebih baik dari pada ekstrak lainnya. Kata kunci:  ABSTRACT The aim of study was to determine the free-radical scavengers activity,  and singlet oxygen quenching of various extracts Manado yellow corn kernels. Free phenolic extract were prepared by maseration technique for 24 hours with 80 % ethanol.  1 g Residual of extraction, hydrolyzed with HCl to obtain a bound phenolic extract. For the ferulic acid extract is taken of 0.5 mL from the free phenolic extract. And the carotenoid extract digested with ethanol: petroleum ether at temperature 75OC for 5 minutes. And then, determined of total phenolic content, free-radical scevengers, and singlet oxygen quenching activity. Results of the research shows that bound phenolic extract has the highest total phenolic and antioxidant values. As for the singlet oxygen stabilizer carotenoid extract has better oxygen stabilizer activity than other extracts. Keywords: Corn kernels, free-radical scavengers, phenolic, singlet oxygen quenching
SINTESIS FOTOKATALIS NANOPARTIKEL ZNO UNTUK MENDEGRADASI ZAT WARNA METHYLENE BLUE Raganata, Tirza C.; Aritonang, Henry; Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.2.2019.27923

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang fotokatalis metilen biru menggunakan nanopartikel ZnO yang disentisis dengan metode kopresipitasi. Kemampuan fotokatalis dilakukan terhadap zat warna methylene blue 5 ppm menggunakan fotokatalis ZnO yang disinari sinar UV-A selama 30, 60, 120, 150, dan 180 menit. Penentuan konsentrasi dihitung berdasarkan absorbansi yang didapatkan dari hasil Spektrofotometri UV-Vis dan dalam rumus menghitung % degradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memiliki kemampuan fotokatalis paling baik adalah Nanopartikel ZnO 10% yaitu dengan nilai persen degradasi untuk variasi waktu penyinaran 30 menit adalah sebesar 51,82%, 60 menit sebesar 65,26%, 120 menit sebesar 71,25%, 150 menit sebesar 75,78%, dan 180 menit sebesar 71,01%. Dan waktu penyinaran optimum terjadi pada waktu kontak 150 menit. ABSTRACTA research on photocatalysts of methylene blue using ZnO nanoparticles were analyzed using coprecipitation method. The ability of photocatalysts was carried out on 5 ppm methylene blue dyes using ZnO photocatalysts which were exposed to UV-A rays for 30, 60, 120, 150, and 180 minutes. Determination of concentration was calculated based on the absorbance obtained from the results of the UV-Vis Spectrophotometry test reading and in the formula to calculate% degradation. The results showed that the best photocatalysts ability was ZnO 10% nanoparticles, ie the percent degradation value for 30 minutes irradiation time variation was 51.82%, 60 minutes was 65.26%, 120 minutes was 71.25%, 150 minutes at 75.78%, and 180 minutes at 71.01%. And the optimum exposure time occurs at 150 minutes contact time. 
ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION ANTIOKSIDAN SERAT PANGAN DARI TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.) Suryanto, Edi; Taroreh, Mercy R. I.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.2.2019.27932

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pelarut dan waktu ekstraksi berbantu ultrasonik dari tepung serat pangan tak larut (SPTL) dari tongkol jagung dan aktivitas antioksidannya. Etanol dan aseton digunakan untuk mengektrak komponen fenolik dri tepung IDF tongkol jagung dengan waktu ekstraksi (30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit) pada dievaluasi berdasarkan kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki kandungan fenolik tertinggi dibandingkan dengan aseton ekstrak semua tingkat waktu ekstraksi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dalam aktivitas pemulungan radikal dan mengurangi daya antioksidan. Studi ini menyimpulkan bahwa waktu ekstraksi dan jenis pelarut mempengaruhi total kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan. Kata kunci:  ABSTRACT The objective of this study was to determine solvents effect and extraction time of ultrasound-assisted extraction of corncob insoluble dietary fiber (IDF) powder and their antioxidant activities. Ethanol and acetone were used to extract phenolic components from corncob IDF powder with extraction time (30, 60, 90, 120, 150 and 180 min) in an ultrasonic bath (Krisbow 42 kHz, 50 watt). The both extracts were evaluated on the phenolic content and antioxidant activity with spectrophotometry method. The results of the phenolics content expressed in μg/mL of gallic acid equivalent showed that ethanol extract has highest phenolic content compared with acetone extract of all the extraction time. The radical scavenging activity of extract ethanol exhibited strong than acetone extract of all extraction time tested. The result also showed that the ethanol extract has highest the total antioxidant capacity compared with acetone extract at all extraction time. This result suggest that corncob IDF powder especially the ethanol extract are very rich in phenolic component which is potential as antioxidant dietary fiber.Keyword: corncob, dietary fiber, ultrasonic, extraction time, phenolic, antioxidant
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI EFEK SEDATIF PELARUT DARI DAUN TAKOKAK (Solanum Turvum Swartz) PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR Aliwu, Indriwati; Rorong, Johnly Alfrets; Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.13.1.2020.28795

Abstract

Hewan uji yang digunakan untuk pengujian sebanyak 15 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi dalam 5 kelompok yaitu CMC 1% (kontrol negatif), Diazepam (kontrol positif), ekstrak fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air dosis 300 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 500 mg/KgBB perlakuan yang tiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Semua tikus diaklimatisasi terhadap lingkungan minimal 1 minggu. Sebelum dilakukan pengujian hewan uji dipuasakan selama 18 jam (minum tetap diberikan) sebelum pengujian. Hasil penelitian menunjukkan hasil skrining fitokimia dari fraksi n-heksan, etil asetat dan air dari daun takokak diketahui mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, saponi, dan tanin. Dari ketiga sampel yang diuji, sampel fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air dosis yang paling bagus atau dosis yang memiliki potensi efek sedative yaitu dosis 500 mg/kgBB. Pada Uji BNT (LSD), kelompok uji fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksiair daun takokak pada dosisi 500 mg/kgBB berbeda secara bermakna dengan kelompok uji kontrol positif (Diazepam) dan ekstrak fraksi lainnya pada taraf uji 0,05.
KOMBINASI ASAP CAIR TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.) DAN SARI LEMON CUI (Citrus microcarpa) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN PEROKSIDASI LIPID Sersermudy, Chesya Hana; Suryanto, Edi; Pontoh, Julius
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.1.2019.27915

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kombinasi asap cair tongkol jagung dan sari lemon cui dalam menghambat pembentukkan peroksidasi lipid. Penelitian ini menggunakan metode untuk menganalisis kandungan total fenolik, penangkal radikal bebas (DPPH), uji vitamin C dan peroksidasi lipid dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kandungan total fenolik dari kombinasi asap cair tongkol jagung dan sari lemon F1 (57,94 µg/mL),  F2 (82,21 µg/mL), F3 (77,85 µg/mL) F4 (59,94 µg/ mL) dan F5 (93,94 µg/mL). Penangkal radikal bebas (DPPH) kombinasi asap cair tongkol jagung dan sari lemon cui F1 (78,20%), F2 (68,76%), F3 (73,93%) F4 (75,10%) dan F5 (65,75%). Kandungan vitamin C dari kombinasi asap cair tongkol jagung dan sari lemon cui F2 (73,04 µg/mL), F3 (25,25 µg/mL), F4 (183,04 µg/mL) dan F5 (292,16 µg/mL). Kombinasi dari asap cair tongkol jagung dan sari lemon cui dalam penghambat pembentukkan peroksidasi lipid pada ikan cakalang dengan konsentrasi 10% tanpa kombinasi asap cair tongkol jagung dan sari lemon cui menunjukkan peroksidasi lipid yang tinggi yaitu 1,217 dalam empat hari. Kombinasi asap cair tongkol jagung dan sari lemon cui mengandung fenolik yang bertindak sebagai antioksidan dan dapat menghambat peroksidsi lipid pada ikan cakalang. ABSTRACTSersermudy et al., 2019. This research aims to study a combination of corncob liquid smoke and cui lemon juice in inhibiting the formation of lipid peroxidation. This research used a method to analyze the content of total phenolic, free radicidal (DPPH), vitamin C and lipid peroxidation using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed a combination of total phenolic from a combination of corncobs and lemon juice F1 57.94 F2 82.21 F3 77.85 F4 59.94 and F5 93.94 μg / mL. Free radical scavenging (DPPH) a combination of liquid corncob and lemon juice cui F1 (78.20%), F2 (68.76%) F3 (73.93%), F4 (75.10%) and F5 (65.75%). Vitamin C content from a combination of liquid corncob smoke and lemon juice cui F2 (73.04 µg/mL), F3 (125.25 µg/mL) F4 (183.04 µg/mL) and F5 (292.16 μg/mL). The combination of corncob liquid smoke and cui lemon juice in the formation of lipid peroxidation in 10% of skipjack tuna without the combination of corn cob liquid smoke and cui lemon juice showed high lipid peroxidation of 1.217 in four days. The combination of corncob liquid smoke and lemon cui juice contains phenolic which acts as an antioxidant and can inhibit lipid peroxidation in skipjack. 
Co-Authors Abigael, Reliana Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adithya Yudistira Adrian, Gerild Aliwu, Indriwati Alvin Febryanto Ginting, Alvin Febryanto Amelia Walangitan Aneke Korua, Aneke Assa, Jan Rudolf Audy Denny Wuntu Bolilera, Theressa Chairil Anwar Chaleb Paul Maanari Christine Mamuaja Colling, Erningsi Dareda, Christina Tang Defny S. Wewengkang, Defny S. Dewa Gede Katja Dika, Oki Oktaviani Djasibani, Hemy R. Dokri Gumolung Edam, Mariati Edam, Mariati Elisa Putri Tarigan, Elisa Putri Ering, Aprily A. P. Etni Togolo Fahcrudin, M Fajar Lestari Fetty Indriaty Fiky Andy Prastyawan FITRIA NINGRUM, FITRIA Frenly Wehantouw Gregoria S. S. Djarkasi Harry S. J. Koleangan Hasan Datu, Hasan Henry Aritonang Hindang S. Kaempe Indriawan, Rebecca Teisha Inneke F. M Rumengan Jeanette Manarisip Jemmy Abidjulu Jessy Paendong Johnly A Rorong Johnly A. Rorong Judith Mandei Juliana Christie Kurniawan Julius Pontoh Kabalmay, Julista Alfa Kaemba, Almawaty Kaemba, Almawaty Karepu, Meifry Gavrila Karisoh, Marsel Refanli Landeng, Patrisia Jaklin Landjang, Enrico Yoel Leo Arifsandi Budiarso, Leo Arifsandi Lexie Mamahit Lidya I. Momuat Lidya Irma Momuat Liemey Iviane Lumempouw Liemey Lumempouw Lies Mira Yusiati Lisa Purnawati Saleh Luayli, Lina Lucia Cecilia Mandey Makanaung, Eresia Mamuaja, Christin Mandalurang, Fitriani Manongko, Patricia Syaron Max R. J. Runtuwene Meiske Lumingkewas Meiske S. Sangi Mercy Taroreh Momuat, Lidya Mongan, Jemsi Muhammad Ilham Nancy Kiay, Nancy Nova . Olha Rantung, Olha Paijo, Auliya Rizky Harjono Palente, Ivon Pangemanan, David Albert Parinding, Yosep Rudol Pasanda, Immanuel M. Paulina yamlean Raganata, Tirza C. Riny Modaso Rizky H. Mawardi Robert Molenaar Roisu Eny Mudawaroch Rompas, Veckie Frankie Rondonuwu, Samuel D. J. Rorong, Johnly Alfrets Runtuwene, Max R. J Runtuwene, Max Revolta Jhon Ryan Vanly Saryana Sakalaty, Evanda Sakti, Dwi Selvian Talapessy Sembiring, Elia Sersermudy, Chesya Hana Setiyono Setiyono Shirley E. S. Kawengian Sri Febriani Hatam Sri Sudewi, Sri Suci Paramitasari Syahlani Susmantoyo, Adinda Putri Maharani Suyanto Suyanto SYARIFUDDIN KADIR Tapa, Fitriyanti La Taufik Hidayat Trina Tallei Waworuntu, Mutiara G. Wiranto, Rezky Ramadhani Putri Yenny Tambunan Yuny Erwanto