Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG STRUKTUR PADA BANGUNAN GEDUNG AC POLITEKNIK NEGERI MALANG Nuraini, Shinta Khoiroh; Bobby Asukmajaya; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang struktur pada bangunan Gedung AC Politeknik Negeri Malang ini meliputi struktur atap rangka baja, struktur atas, dan struktur bawah beton bertulang. Gedung ini direncanakan ulang menggunakan sistem ganda untuk mendapatkan struktur yang kokoh, aman, tahan gempa, layak huni, dan indah dipandang. Analisa statika struktur menggunakan software Autodesk Robot Structural Analysis Professional (RSAP) 2021. Hasil perancangan ulang, diperoleh : gording profil C 150.75.6,5, rangka kuda-kuda profil H 150.150.7, ikatan angin P12 mm, sambungan baut. Pelat lantai dengan tebal 120 mm pada penulangan dua arah menggunakan tulangan P10-100 mm, P10-150 mm, P10-200 mm dan P10-250 mm, penulangan satu arah menggunakan tulangan P10-250 mm. Pelat tangga dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan utama arah x dan y P10-200 mm dan P10-100 mm. Balok Induk B1 500/700 mm pada tumpuan atas 8 S22 mm dan bawah 5 S22 mm, pada lapangan bawah 8 S22 mm dan atas 5 S22 mm, tulangan sengkang digunakan S13-100 untuk tumpuan dan S13-150 mm untuk lapangan. Kolom K1 1000/1000 mm menggunakan tulangan utama 32 S25, tulangan sengkang 5 S13-100 mm untuk tumpuan dan lapangan. Dinding geser SW1 digunakan tebal 250 mm pada tulangan longitudinal arah x dan y S25-200 m, pada tulangan transversal arah x dan y 2 S13-250 mm. Sloof S1 250/500 mm pada tulangan utama tumpuan atas 6 S19 mm dan bawah 4 S19 mm, pada lapangan bawah 6 S19 mm dan atas 4 S19 mm, pada tulangan sengkang tumpuan P10-125 mm dan lapangan P10-150 mm. Pondasi bored pile dengan diameter tiang sebesar 600 mm dan kedalaman 10 m. Pondasi pilecap PC-2b dengan dimensi 3,0 x 3,0 x 1,0 m tulangan bawah S22-100 mm dan atas S22-175 mm pada arah x dan y.
STUDI PERBANDINGAN KEBUTUHAN PERKUATAN RC JACKETING PADA VARIASI RASIO GEDUNG 6 LANTAI DENGAN ANALISIS PUSHOVER Kalista, Salsabila Niken; Armin Naibaho; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Variasi rasio panjang dan lebar gedung berpengaruh terhadap kemampuan gedung dalam menerima gempa. Studi ini bertujuan untuk mengestimasi biaya kebutuhan material perkuatan RC Jacketing pada setiap variasi rasio. Pada studi ini terdapat lima gedung 6 lantai yang ditinjau dengan variasi rasio perbandingan panjang per lebar 1; 1,75; 2,5; 3,25; dan 4. Analisis pushover menurut ATC-40 dilakukan untuk mengetahui kurva kapasitas, level kinerja gedung, dan letak sendi plastis. Metode RC Jacketing menurut IS 15988 : 2013 diterapkan pada sendi plastis dan sambungan balok kolom. Estimasi dimensi kolom eksisting menghasilkan kolom 400/400 mm untuk gedung I, kolom 350/460 mm untuk gedung II, 320/500 mm untuk gedung III, kolom 300/540 mm untuk gedung IV, dan kolom 270/600 mm untuk gedung V. Estimasi dimensi balok eksisting menghasilkan balok 250/400 mm untuk seluruh gedung, balok 300/450 mm untuk gedung II, balok 200/320 mm untuk gedung IV, dan balok 150/200 mm untuk gedung 5. Level kinerja dari kelima gedung menurut ATC-40 berada pada Damage Control. Perkuatan RC Jacketing dilakukan pada lantai 1 hingga 5. Gedung I membutuhkan biaya material RC Jacketing sebesar Rp190.751.601,33, gedung II membutuhkan Rp197.221.349,48, gedung III membutuhkan Rp194.564.004,29, gedung IV membutuhkan Rp211.732.431,33, gedung V membutuhkan Rp217.395.398,29. Dapat disimpulkan bahwa gedung 5 dengan rasio 4 membutuhkan biaya material RC Jacketing terbesar, gedung 1 dengan rasio 1 membutuhkan biaya material RC Jacketing terkecil. Setelah perencanaan RC Jacketing dilakukan analisis pushover kembali dan level kinerja seluruh gedung meningkat menjadi Immediate Occupancy.
PERENCANAAN ULANG JEMBATAN BALAK LOWOKDORO KOTA MALANG Haqiqi, Alfian Farhan; Nawir Rasidi; Moch. Khamim
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Balak berada di Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang merupakan jembatan alternatif yang menghubungkan antara Lowokdoro dan Bumiayu yang berada di Kota Malang. Skripsi ini bertujuan merencakan ulang struktur atas jembatan Balak dan mengetahui besar anggaran yang dibutuhkan . Data-data yang diperlukan adalah denah lokasi. Metode perencanaan yang digunakan adalah LRFD (Load Resistance Factor Design). Perhitungan pembebanan SNI 1725-2016, SNI T-12-2005 dan SNI 1729-2015 Dari hasil perhitungan perencanaan jembatan didapatkan hasil gelagar memanjang menggunakan WF 300 x 300 x 10 x 15, gelagar melintang menggunakan 400 x 400 x 13 x 21, sedangkan untuk rangka batang horizontal menggunakan 388 x 402 x 15 x 15 dan untuk rangka batang diagonal menggunakan 386 x 299 x 9 x 14. Untuk rangka ikatan angin atas menggunakan Profil L 70 x 70 x 7. Sambungan pada gelagar memanjang menggunakan baut Ø12. Sambungan pada gelagar melintang menggunakan baut Ø25. Sambungan pada rangka batang menggunakan baut Ø20. Sambungan pada ikatan angin atas menggunakan baut Ø20. Pada penulangan plat lantai kendaraan untuk tumpuan menggunakan tulangan Ø12 – 150. Penulangan lapangan menggunakan tulangan Ø12 – 150.
PERENCANAAN ULANG JEMBATAN MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT (STUDI KASUS JEMBATAN DUSUN KOTASARI KECAMATAN PAMANUKAN KABUPATEN SUBANG) H, Fahmi Fauzi; Nawir Rasidi; Sitti Safiatus Riskijah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan di Dusun Kotasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang mengalami keterlambatan pelaksanaan. Hal ini terjadi disebabkan penghentian sementara pengiriman material untuk konstruksi beton, sehingga penulis dalam skripsinya berjudul “.Perencanaan Ulang Jembatan Menggunakan Struktur Komposit (Studi Kasus Jembatan Dusun Kotasari Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang)” berupaya memberikan desain alternatif menggunakan konstruksi gelagar baja komposit tanpa menggunakan konstruksi sebelumnya yakni PC-Voided Slab dari material beton. Pembebanan pada struktur berdasarkan SNI 1725-2016 dan RSNI-T-02-2005 dengan analisa struktur dilakukan secara manual. Struktur Atas Jembatan direncanakan menggunakan Gelagar baja yang direncanakan berdasarkan metode LRFD (Load Resistance Factors Design) sedangkan kosntruksi beton struktur bawah jembatan direncanakan berdasarkan SNI T-12-2004. Struktur atas jembatan direncanakan menggunakan pelat lantai beton bertulang dengan mutu fc’30 MPa dann gelagar jembatan menggunakan baja BJ-55. Gelagar memanjang menggunakan profil IWF 912.302.18.34 dan gelagar melintang menggunakan IWF 350.175.7.11. Sedangkan struktur bawah jembatan yang terdiri dari abutmen dan pilar direncanakan menggunakan beton bertulang dengan mutu beton fc’ 30 MPa. Sedangkan pada pondasi masing – masing abutmen dan pilar direncanakan dengan 15 borepile diameter 80 cm dengan mutu beton fc’ 40 MPa. Borepile abutmen memilik panjang 20 m sedangkan borepile pilar memiliki panjang 16 m. Rencana anggaran biaya sebesar Rp10.155.355.000,00.
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK PADA PERUMAHAN EL BANNA CITY KARANGPLOSO MALANG Ivanda, Nabilah Permata; Mohamad Zenurianto; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rancangan Perumahan El Banna City Karangploso Kabupaten Malang, masih menerapkan sistem pengolahan air limbah setempat yang akan menyulitkan kontrol terhadap pencemaran tanah dan air. Sebab itu, perlu dibuat rancangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) secara terpusat pada perumahan yang dimaksud untuk mempermudah perawatan sistem serta mengurangi pencemaran terhadap lingkungan. Perancangan menggunakan data sekunder berupa gambar site plan, peta topografi, data sondir, dan HSP Kabupaten Malang tahun 2021. Hasil perancangan menunjukkan debit air limbah di wilayah studi sebanyak 972 m3/hari, sehingga membutuhkan pipa PVC AW diameter 4” untuk pipa servis dan diameter 6” untuk pipa induk. Bangunan IPAL sebanyak 4 buah dengan 7 unit kapasitas 75 m3/hari dan 5 unit kapasitas 100 m3/hari yang digunakan untuk melayani 2025 unit rumah, masing-masing dilengkapi dengan pelindung IPAL dari beton bertulang berdimensi 13,6x9,7x3,2 m dan 13,6x8,6x2,8 m. Untuk memisahkan lemak dalam air limbah, pada setiap rumah dipasang grase trap berkapasitas 30 L sebelum kemudian dialirkan ke bak kontrol berukuran 60x60 cm sejumlah 160 unit yang disebar di area studi. Hasil olahan air limbah akan dimanfaatkan kembali untuk keperluan non konsumsi, seperti pengairan tanaman, perikanan dan lainnya. Secara keseluruhan, biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan dan sistem pengolahan air limbah pada perumahan tersebut sebesar Rp 24.110.123.050.
PEMANFAATAN PECAHAN GENTENG DAN KEMASAN TETRA PACK DALAM PEMBUATAN BETON APUNG Adiwangsa, faishal; Nawir Rasidi; Winda Harsanti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6061

Abstract

Keterbatasan sumber daya lahan mendorong adanya inovasi dalam dunia konstruksi dimana pendekatan konvesional hari ini seperti reklamasi lahan menjadi lebih mahal, tidak ramah lingkungan, dan memakan waktu karena peningkatan kedalaman air secara signifikan akibat pemanasan global. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pecahan genteng dan batu apung sebagai subtitusi agregat kasar dan pengaruh kemasan tetra pack sebagai bahan pengisi rongga beton apung Metode penelitian meliputi persiapan bahan, pengujian fisik agregat, desain campuran beton, dan pengujian karakteristik beton apung. Beberapa uji yang dilakukan antara lain uji kuat tekan, uji daya apung, dan uji fisik agregat kasar,halus dan pecahan genteng. Pada penelitian ini kuat tekan yang paling optimal dengan penambahan pecahan genteng 2%, 3%, 4% adalah pecahan genteng dengan prosentase 3% hingga nilai 36 MPa sedangkan pada pengujian kuat tekan pada komposisi material 50% batu apung dan 50% pecahan genteng diperoleh kuat tekan rata – rata 6.86 MPa, untuk benda uji apung menggunakan ukuran 20 cm x 30 cm dengan tinggi 11 cm dan dengan beberapa variasi campuran untuk beton apung seperti 97 % kerikil 3% pecahan genteng,batu apung 50% pecahan genteng 30 % kerikil 20% ,dan pecahan genteng 50 % batu apung 50 %. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pengujian beton dapat mengapung di atas air dengan komposisi pecahan genteng 50 % dan batu apung 50 % dengan berat jenis 705.1 kg/m³.Untuk hasil daya apung yang dapat dicapai oleh satu beton apung campuran tersebut adalah 15 kg/m² sedangkan pengujian daya apung dua beton adalah 16.667 kg/m².Sedangkan rencana anggaran biaya dalam pembuatan beton apung ukuran 20 x 30 x 11 cm adalah Rp 288,226.07 dan untuk pembuatan beton apung ukuran 1 x 1 m adalah Rp 4,803,767.91
PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS GEDUNG TIMUR PONDOK AL FITHRAH SURABAYA Azhari, M. Hadziq; Nawir Rasidi; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6514

Abstract

Al Fithrah East Wing Building, Surabaya is a building that doesn’t used advanced tech such BIM. They were use BIM tools like AutoCAD were used for planning, but they were time-consuming and lacked integration, resulting in increased costs, resource allocation, and project duration. Consequently, this study aims to compare BIM with traditional methods. The researchers employed interviews, surveys and a case study to assess the performance of BIM. By comparing the efficiency of conventional methods with the BIM concept in project planning for a building with differences in method and structures will impact on budget planning in this case. The redesign process start from pre-eliminary design to determine the dimensions of colomn, beam, and slab. Calculating loads including dead loads, live loads, roof load, wind load, rain load, and earthquake load. Do trial and error to analyze the structure then collaborate model with other BIM application to calculate the Quantity and create cost estimation.