Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PRAKSIS KONSERVASI ALAM PADA ETNIS LAMAHOLOT: PARADIGMA ECO-RELIGI Kenoba, Marianus Ola; Bala, Alexander
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 15, No 2 (2021): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v15i22021p291-304

Abstract

The discourse of traditional ecological knowledge and nature conservation in an eco-religious perspective is an essential issue to studie. This is because collective memory determines the relationship between environment, the Creator, humans, and the surrounding ecosystem. The purpose of this study is to explore the local wisdom of the Lamaholot ethnic that are still visible. The research method used qualitative approach with critical hermeneutic data presentation. Literature study is used to obtain data. The data were analyzed using the Gadamerian hermeneutic approach. The resulst showed that most of the Lamaholot ethnic communities live from and in agricultural culture. When opening new land for the agricultral area, it is always preceded by the practice of special rites that support farming activities. The agricultural culture practiced by the Lamaholot ethnicity is not a type of exploitative culture but is a representation of symbiotic mutualism. More than, farming rituals, mythology, fables, totems, taboos and metaphors in the Lamaholot ethnic agrarian culture are part of a very rich plus genius religious ecological folklore.Diskursus mengenai pengetahuan tradisional dan konservasi alam dalam persepktif eco-religi menjadi isu yang menarik untuk diteliti. Sebab, ingatan kolektif itulah yang menentukan relasi antara alam, Sang Pencipta, manusia, dan ekosistem lingkungan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah menggali kearifan lokal etnis Lamaholot yang masih nampak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pemaparan data secara hermeneutis kritis. Studi pustaka digunakan untuk memperoleh data. Analisis data menggunakan pendekatan hermeneutik Gadamerian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat etnis Lamaholot hidup dari dan dalam kultur agrikultural. Saat membuka lahan baru untuk area ladang, selalu didahului dengan praktik ritus-ritus khusus yang menunjang aktivitas berladang. Kultur agrikultural yang dipraktikkan oleh etnis Lamaholot bukanlah sebuah tipe kultur eksploitatif melainkan bercorak mutualisme simbiosis. Lebih dari itu, ritual-ritual perladangan, mitologi,  fabel, totem, tabu-tabu dan metafora di dalam kultur agraris etnis Lamaholot merupakan bagian dari folklor ekologi religius yang sangat kaya plus genius.    
Peningkatan Kompetensi Profesional Guru SMA di Daerah 3T Melalui Pelatihan Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Sofia Sa'o; Konstantinus Denny Pareira Meke; Alexander Bala; Felix Welu; Marsel Nande; Maimunah Haji Daud; Melkyanus Bili Umbu Kaleka; Sayful Amrin; Stefanus Hubertus Gusti Ma; Maria Kristina Ota; Yosef Moan Banda; Bonaventura R. Seto Se
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i1.6512

Abstract

This community service aims to increase the knowledge and competence of high school teachers in one of the 3T areas in compiling classroom action research (CAR) reports. This service method used training with stages, namely assistance in making proposals, choosing the right model in implementing classroom action research and designing learning activities and tools. These service partners were junior and senior high school teachers in Nangapanda Ende District, NTT. The instrument for evaluating this activity used a pretest, and the posttest was analyzed descriptively. This service showed that the teachers' insight increased in preparing class action research reports, and they better understood the stages in the CAR implementation process. These namely teachers were able to understand knowledge about CAR from the four indicators that were the focus of this training, including the steps for implementing CAR, the systematics of writing/composing CAR, success indicators, data analysis, and CAR implementation instruments. Implementing this training activity provides a good understanding of teachers' understanding and professional competence regarding the importance of carrying out CAR. 
Literasi Dasar Bagi Para Siswa Sekolah Dasar Bala, Alexander; Genua, Veronika; Larasati, Maria Marietta Bali; Demon, Yosef
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i1.3130

Abstract

Basic literacy is a basic priority or priority scale that needs to be strengthened and stabilized. The cultivation and formation of basic literacy skills is a real manifestation of the mental revolution program, even mental evolution. Therefore, basic literacy needs to be strengthened because it is the foundation for the lives of future generations. Apart from that, the basic literacy movement that is being intensified aims to support the realization of free humans. What is meant by free humans are free humans who can read and write to gain knowledge and use this knowledge for the good and sustainability of their lives. This article discusses the implementation of Community Service in Rangalaka Village, Kotabaru District, Ende Regency, which will take place from 1 to 30 August 2022. The focus of service activities is the implementation of basic literacy activities in the form of tutoring for students in Rangalaka Village, namely Lewoketo Inpres Elementary School and Satap Ligalejo Middle School. Tutoring is focused on elementary and junior high school students to provide knowledge strengthening, instilling a virtuous attitude in students so that they have good knowledge and attitudes in facing their future.
Etnopuitika Lagu Ende Deku Dengu Ciptaan Jakobus Ari Bala, Alexander
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.99 KB)

Abstract

Tulisan ini membicarakan keragaman etnik Lio, secara khusus tentang keragaman seni sastra dan lagu, dengan dua masalah pokok, yaitu (1) apakah sikap hidup Etnik Lio yang tercermin dalam lagu berbahasa daerah Lio?, dan (2) bagaimanakah unsur-unsur puitika dalam lagu berbahasa daerah Lio? Metode dokumentasi digunakan dalam pengumpulan data, sedangkan teori yang digunakan adalah teori Puitika Jakobson, dan Pandangan Dunia Goldman. Analisis data menunjukkan bahwa lagu Ende Deku Dengu ciptaan Iakobus Ari, dari aspek sikap hidup dan sosiologi menggambarkan kehidupan masyarakat di Ende sangat toleran, antara satu dengan yang lain. Toleransi, serta persatuan dan kesatuan inilah yang membuat orang (etnik) lain yang datang ke Ende merasa hidupnya nyaman, aman, tenteram, dan damai. Hal lain yang membuat orang berbondong-bondong mendatangi Ende adalah keajaiban alam danau Kelimutu dan sarung Kelimara yang kemilau. Dari aspek puitikia, lagu Ende Deku Dengu mengandung sifat simbolis dan multidimensional, seperti stilistika dan puitika, rima, dan citraan, metafora dan metonimi.
Tindak Tutur Direktif Masyarakat Petani Cengkeh pada Guyub Tutur Adonara Tengah Flores Timur Yasinta Paulina Odjan; Alexander Bala
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2020 (Desember 2020)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.994 KB)

Abstract

This study provides an overview of the speech acts of the farming community in Kokotobo Village, Adonara Tengah District, East Flores Regency. The purpose of this writing is to find data and a clear picture of how the directive actions of the farmer community in Kokotobo Village, Adonara Tengah District, East Flores Regency. The method used is the method of engaging free listening proficiently. The technique used is observation, record and note, while the theory used is pragmatic theory. The results of this study indicate that in the directive speech act of the farmer community in Kokotobo Village, Adonara Tengah District, East Flores Regency, it was found: (1) the form of directive speech instructs, the form of advising, the form suggests (2) the meaning of the act said the mutual directive, the meaning of information (3) the speech act function of the request directive, the question function, the command function and the advice function.
Kajian Tentang Hakikat, Tindak Tutur, Konteks, dan Muka Dalam Pragmatik Bala, Alexander
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.89 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v3i1.1889

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan tentang (1) hakikat pragmatik; (2) tindak tutur; (3) konteks; dan (4) konsep muka dalam pragmatik. Data penulisan ini merupakan data kepustakaan dan dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, pragmatik merupakan kajian tentang makna kontekstual. Artinya, pragmatik merupakan studi tentang bagaimana agar lebih banyak yang disampaikan daripada yang dituturkan. Kedua, salah satu konsep dan teori penting dari pragmatik adalah teori tindak tutur. Ketiga, pragmatik mempertimbangkan konteks tuturan; dan Keempat, pragmatik mengkaji ungkapan dari jarak hubungan. Jarak hubungan yang diacu di sini adalah jarak hubungan antara penutur dengan mitra tutur. Dalam konteks ini, tindak tutur mengedepankan dan mempertimbangkan muka.
Aspek Tekstual Gramatikal dalam Antologi Puisi Melodi Hati Jiwa-Jiwa Merindu Karya Ika Sriyani, dkk Kigi, Katarina; Bala, Alexander; Nirma Rupa, Josephinа
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023 (Desember 2023)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/rjpbsi.v4i2.3659

Abstract

Masalah penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan aspek tekstual dalam antologi puisi Melodi Hati Jiwa-Jiwa Merindu karya Ika Sriyani, dkk. Pendekatan penelitiannya adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode baca dan catat. Teori yang digunakan adalah teori semantik leksikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 52 data aspek gramatikal dan aspek leksikal. Ke-52 data menjelaskan bahwa jumlah data untuk puisi-puisi Ika Sriyani sebanyak 17 data. Aspek gramatikal untuk puisi-puisi Ika Sriyani sebanyak 12 data yang terdiri atas pengacuan (reference) sebanyak 10 data, dan perangkaian (conjunction) sebanyak 2 data. Sedangkan, aspek leksikal sebanyak 7 data yang terdiri atas repetisi (pengulangan) sebanyak 2 data, sinonimi (padan kata) sebanyak 1 data, antonimi (lawan kata) sebanyak 2 data, dan kolokasi (sanding kata) sebanyak 2 data. Jumlah data untuk puisi-puisi Josephina Nirma Rupa sebanyak 17 data. Aspek gramatikal untuk puisi-puisi Josephina Nirma Rupa sebanyak 10 data yang terdiri atas pengacuan (reference) sebanyak 9 data, dan perangkaian (conjunction) sebanyak 1 data. Sedangkan, aspek leksikal sebanyak 7 data yang terdiri atas repetisi (pengulangan) sebanyak 2 data, sinonimi (padan kata) sebanyak 1 data, antonimi (lawan kata) sebanyak 2 data, dan ekuivalensi (kesepadanan) sebanyak 2 data. Jumlah data untuk puisi-puisi Dominika Dhapa sebanyak 18 data. Aspek gramatikal untuk puisi-puisi Dominika Dhapa sebanyak 13 data yang terdiri atas pengacuan (reference) sebanyak 12 data, dan perangkaian (conjunction) sebanyak 1 data. Sedangkan, aspek leksikal sebanyak 5 data yang semua data tersebut merupakan aspek leksikal berkenaan dengan ekuivalensi (kesepadanan).
Ritual Hape Kleru Gaka Kaju di Desa Tapobali Lembata sebagai Pewarisan Pendidikan Nilai bagi Peserta Didik Bala, Alexander; Butun, Yuvenalis; Genua, Veronika; Larasati, Maria Marietta Bali; Demon, Yosef
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4090.138--150

Abstract

Each ethnic group has local wisdom in interpreting cultural events in their environment. This article discusses the kleru gaka kaju hape ritual in the Wolowutun community, Tapobali Village, Wulandoni, Lembata, East Nusa Tenggara. This ritual is a ceremony of thanksgiving for harvesting Swallow nests. Hape kleru gaka kaju means biting a hanging betel nut. The research problem, namely the means used, the participants involved, the stages of implementation, and the educational values in it. The purpose of his research is to explain the means, participants, stages, and values in the hape klru gaka kaju ritual. The research design uses a qualitative design. Data collection techniques, including observation and interview techniques. Data analysis includes identification, classification, and interpretation of data. The findings of the study indicated that the ingredients used included coal fire, kitchen ashes, coconut shells, agarwood, ginger, cotton fiber, baby corn, areca nut, betel nut, titi corn, coconut shells, red chicken, chicken eggs, brown rice, mayang. coconut, roped bamboo, shell glass, palm sap, plates made of pumpkin, coconut shell spoon; the participants involved were the eldest, youngest, traditional house keepers, tara mortal envoys, representatives of the Tobil tribe and residents present; the implementation includes the stages of picking up ancestral spirits, the stages of hanging areca nuts on wood, the stages of collecting offerings, the stages of receiving blessed water, the stages of sweeping and cleaning the remnants of the tools used; and contain religious values, ecological, nationalism, love for the motherland. AbstrakSetiap etnik memiliki kearifan lokal dalam memaknai peristiwa budaya yang ada dalam lingkungannya. Artikel ini membahas tentang ritual hape kleru gaka kaju dalam masyarakat Wolowutun, Desa Tapobali, Wulandoni, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Ritual ini merupakan seremonial syukur atas panen sarang Walet. Hape kleru gaka kaju berarti menggigit pinang yang digantung. Masalah penelitiannya, yakni sarana yang digunakan, partisipan yang terlibat, tahapan pelaksanaan, dan nilai-nilai pendidikan di dalamnya. Tujuan penelitiannya untuk menjelaskan tentang sarana, partisipan, tahapan, dan nilai-nilai dalam ritual hape kleru gaka kaju. Desain penelitiannya menggunakan desain kualitatif. Teknik pengumpulan data, meliputi teknik observasi dan wawancara. Analisis data meliputi identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sarana yang digunakan, antara lain bara api, abu dapur, tempurung kelapa, kayu gaharu, jahe, serat kapas, jagung muda, pinang, sirih, jagung titi, kukuran kelapa, ayam merah, telur ayam, beras merah, mayang kelapa, bambu bertali, gelas tempurung, nira lontar, piring dari buah labu, senduk tempurung kelapa; partisipan yang terlibat adalah sulung, bungsu, penjaga rumah adat, utusan tara fana, perwakilan suku Tobil dan warga yang hadir; pelaksanaan meliputi tahapan penjemputan arwah leluhur, tahapan menggantung pinang di kayu, tahapan mengumpulkan sesajian, tahapan menerima air berkat, tahapan menyapu dan membersihkan sisa-sisa sarana yang digunakan; dan mengandung nilai-nilai religius, ekologis, nasionalisme, cinta tanah air.
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN PUBLIKASI ILMIAH BAGI GURU DI SMA Denny Pareira Meke, Konstantinus; Sa'o, Sofia; Suryani, Lely; Bala, Alexander; Welu, Felix; Nande, Marsel; Haji Daud, Maimunah; Bili Umbu Kaleka, Melkyanus; Amrin, Sayful; Hubertus Gusti Ma, Stefanus; Kristina Ota, Maria; Moan Banda, Yosef; Kusi, Josef; R Seto Se, Bonaventura
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1876-1886

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk mengarahkan guru dan memberikan pendampingan saat guru melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan merampungkannya dalam artikel ilmiah yang terpublikasi. Metode pengabdian ini menggunakan pelatihan dengan tahapan yakni pendampingan dalam pembuatan proposal, membantu merancang kegiatan serta perangkat pembelajaran, pendampingan pelaksanaan PTK, hingga mempublikasikannya sebagai publikasi ilmiah pada jurnal nasional Ber ISSN. Hasil kegiatan pengabdian pendampingan ini menunjukkan bahwa bertambahnya wawasan dan motivasi para guru dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas serta lebih memahami tahapan-tahapan dalam proses pelaksanaan PTK. Guru juga mampu menghasilkan Karya ilmiah hasil PTK serta publikasi pada jurnal nasional ber ISSN yang dapat digunakan sebagai syarat kenaikan jabatan fungsional. Kegiatan pengabdian pendampingan pelaksanaan PTK dan penulisan publikasi ilmiah mampu menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru.
MENENTUKAN TEMA DALAM CERITA Wissang, Imelda Oliva; Bala, Alexander
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27314

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan menentukan tema dalam cerita yang dilaksanakan bersama musayarawah guru mata pelajaran bahasa Indonesia tingkat SMA sekabupaten Ngada. Tema sebaai ide dasar cerita merupakan nsur penting dalam sebuah cerita pendek. Kegiatan menentukan tema dalam cerita menggunakan metode langsung, yakni service learning relevan dengan Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) dalam bidang pendidikan. Hasil yang diperoleh dapat diketahui dari kegiatan, diskusi menentukan tema cerpen yang disiapkan dengan mengikuti langkah-langkahnya. Kegiatan ini berdampak positif pada minat, kreativitas, sikap kritis para guru yang akan diteruskan kepada siswa dalam pembelajaran di kelas.