Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Interaksi Sosial Muslim dan Kristen Pasca Pembakaran Gereja di Pasar Sibuhuan Padang Lawas Sumatera Utara Harahap, Evi Rahmadani; Irwansyah, Irwansyah; Susanti, Neila
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v3i1.17366

Abstract

This study discusses the social interaction of Muslim and Christian communities after the burning of a church in Pasar Sibuhuan Village. The purpose of this study was to find out how the social interaction between Muslim and Christian communities after the burning of a church occurred in Pasar Sibuhuan Village, Padang Lawas Regency. The research method in this research is descriptive qualitative, that is, this research intends to reveal the events that occurred in the field with the actual conditions experienced by the research subjects, for example the social interaction of Muslim and Christian communities in Pasar Sibuhuan Village, Padang Lawas Regency. Furthermore, data collection methods in this study were in-depth interviews, observation, and documentation. In the research, the informants were Muslim and Christian communities in Pasar Sibuhuan Village. The results of this study show that the social interaction of Muslim and Christian communities in Pasar Sibuhuan Village leads to forms of associative interaction consisting of cooperation (gotong royong, mutual assistance, attending invitations) even though there has been an incident of burning a church in neighborhood VI of Sibuhuan Market. But there are still interactions that lead to dissociative ones consisting of conventions (loss of night patrols, loss of the culture of visiting neighbors on holidays, limited interaction).ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang Interaksi sosial masyarakat Islam dan Kristen pasca terjadi peristiwa pembakaran Gereja di Kelurahan Pasar Sibuhuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen pasca terjadi pembakaran gereja di Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan peristiwa yang terjadi di lapangan dengan keadaan yang sebenarnya yang dialami oleh subyek penelitian misalnya interaksi sosial masyarakat Islam dan Kristen di Kelurahan Pasar Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas. Selanjutnya metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian yang menjadi informan yaitu masyarakat Islam dan Kristen di Kelurahan Pasar Sibuhuan. Hasil Penelitian ini bahwa interaksi sosial masyarakat Islam dan Kristen di Kelurahan Pasar Sibuhuan mengarah kepada bentuk-bentuk interaksi asosiatif  terdiri dari  keja sama (gotong royong, saling membantu, menghadiri undangan) meskipun telah terjadi peristiwa pembakaran gereja yang berada di lingkungan VI Pasar Sibuhuan. Tetapi masih ada interaksi yang mengarah kepada yang disosiatif terdiri dari konravensi (hilangnya kegiatan ronda malam, hilangnya budaya mengunjungi tetangga pada saat hari-hari besar, interaksi terbatas). 
Gerakan Dakwah Jemaah Tabligh terhadap Muslim Dikalangan Penduduk Mayoritas Non Muslim di Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematang Siantar Dimas Alwi, Muhammad; Jailani, Muhammad; Susanti, Neila
Comit: Communication, Information and Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Comit: Communication and Information Journal
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/comit.v2i2.1195

Abstract

This research aims to collect information about the Tablighi Jamaah's da'wah movement among the non-Muslim majority in Siantar Marihat District, Pematang Siantar city. In this research, the author will observe religious activities carried out by members of the Tablighi Jamaah who come to Siantar Marihat District. It is hoped that this religious activity can provide a special experience in preaching among the non-Muslim majority. This research is included in the field research category with a qualitative approach. The data collection technique used in this research is triangulation, including observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out using data reduction, data presentation and verification techniques. The data sources in this research involved the administrators of the Al-hidayah mosque, the emir of the tabligh congregation, and the community as research informants. Based on the results of the research conducted, it appears that the Muslim community has two perceptions regarding the Tablighi Jama'ah in viewing their arrival in Siantar Marihat District, Pematang Siantar City. First, the majority of the Muslim community considers that the religious activities often carried out by the Tablighi Jama'ah provide positive religious values ​​for the residents of Siantar Marihat sub-district. Through these activities, the Tablighi Jamaah can strengthen ties between residents and other communities. Activities that are often carried out include recitation of the Koran, halaqo/liqo, ikhtikaf at the mosque, and socializing with the community while preaching. Meanwhile, the second perception is that there is still limited knowledge about the Tablighi Jama'ah which causes some people to have a negative view of them.
Pilihan rasional alumni ilmu perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam melanjutkan pendidikan magister Andriani, Yolla; Susanti, Neila
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.13710

Abstract

Program Studi Ilmu Perpustakaan UINSU ialah salah satu program studi unggulan yang bertujuan untuk menjadi pusat pembelajaran profesional dalam bidang perpustakaan berbasis teknologi informasi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong alumni Ilmu Perpustakaan UINSU dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah alumni ilmu perpustakaan UINSU yang melanjutkan pendidikan magister dari 2 perguruan tinggi: Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Pemilihan informan penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, jumlah informan adalah 9 mahasiswa. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan rasional yang memotivasi alumni adalah peluang karier yang lebih baik, minat akademik yang mendalam, dan dukungan keluarga. Pendidikan magister dipandang sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional dan daya saing di pasar kerja. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan bimbingan karier di UINSU.
Makna Simbolik Bale dalam Ritual Keagamaan Melayu Muslim Tanjungbalai: Studi Fenomenologis Ramadhan, Ramli; Susanti, Neila; Marzuki, Ismail
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 25 No. 2 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v25i2.6164

Abstract

This study investigates the symbolic meanings of bale in Malay Muslim family rituals in Tanjungbalai and how they sustain social cohesion. Despite its ubiquity, prior research rarely maps the moral grammar of bale, traces intergenerational transmission, or specifies the minimum etiquette that legitimizes recent variations. Using a qualitative phenomenological cultural design, we collected data through nonparticipant observation at khataman, aqiqah, and upah upah; in depth semi structured interviews with religious leaders, adat figures, artisans and organizers, and household members; and document review. The researcher served as the primary instrument. Thematic analysis consisted of iterative coding, theme development, and verification, supported by triangulation, member checking, and an audit trail to ensure trustworthiness. Findings show that bale functions as a value laden sign system rather than ornamentation. Core elements include pulut, egg, inti made from coconut and palm sugar, meat, cover or symmetry, and tiered placement; together they index gratitude, adab, solidarity, sacrifice, and orderly conduct. Although forms vary by event and family preference, the aims of gratitude, etiquette, and silaturahim remain stable. Modernization introduces looser color palettes and occasional uncovered bale, which are accepted when minimum etiquette and communal legitimacy are preserved. Youth knowledge is shaped by family practice and by guidance from religious and adat authorities. The study specifies simple etiquette thresholds and practical supports—concise documentation, intergenerational education, and local leadership—to sustain bale as a medium for transmitting Islamic Malay values and strengthening social bonds.