Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI GROUP TECHNOLOGY BERDASARKAN ANALISIS PART DAN MESIN UNTUK MENENTUKAN ONGKOS PERPINDAHAN MATERIAL Susetyo, Joko
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 3 No 2 Februari 2011
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.791 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v3i2.475

Abstract

Bond Energy Algorithm (BEA) is a method that used in this group technology. This method is used for analyzing and for group is machine-part into manufacture cell. Euclidean distance is used for measuring material handling distance. BEA method becomes a model on stating the expense. The choice is done with performance measure calculation. Based or grouping result using Bond Energy Algoritm method produce five manufacture cell, they are cell 1 from machine 1 and part 14-12, cell 2 from machine 2-3-8-9 and part 4-11-13, cell 3 from machine 4 and part 10-1, and cell 4 from machine 5 and part 6-2. Cell 5 machine 7-6 and part 5-3-9-7-8. The result of material handling distance measurement is 220.97 meters with material handling cost Rp 12,245,832.57 per month. Based on the result of group technology lay out produce or yield material handling cost that can be used as new alternative on designing lay out.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN PRODUK CACAT DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA, POKA-YOKE DAN KAIZEN Parwati, Cyrilla Indri; Susetyo, Joko; Alamsyah, Andi
JURNAL GAUNG INFORMATIKA Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Gaung Informatika Vol.12 No 2 Juli 2019
Publisher : JURNAL GAUNG INFORMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.067 KB)

Abstract

CV. Cita Nasional is a company engaged in processing pure milk into pasteurized fresh milk and homogenization. This research was conducted to analyze defective products using the Six Sigma, Poka -Yoke and Kaizen approaches. Defective products in cup packaging from July 2017 to July 2018 is 20.71% with a target of a maximum of 3% product defects. The purpose of the research is to find out the company?s process capability with DPMO and the level of sigma capability, analyze the factors that cause product disability along with proposed improvements. The method used with Poka-Yoke and determine the action plan in quality control efforts with the Kaizen approach. The result obtained based on the Six Sigma state, namely the Define stage, obtained quality characteristics or CTQ in the form of attribute data 7 characteristic of the causes of disability. The results of the company?s perpormance baseline measurement at the Measure stage of the company were in the condition of 3.383 sigma with DPMO 29.586. The analyze phase is made control map, pareto diagram and makes fish bone diagram to obtain the factors that cause disability. During the improve phase an action plan was developed using the Poka-Yoke approach. In the control phase continuous improvement is done with the Kaizen approach which includes the Five-M checklist concept, 5W+1H (What, Why, Where, When, Who, How) and the Five Step Plan.
PENERAPAN QUALITY CONTROL CIRCLE PADA PROSES FINISHING DAN ASSY PART DUCT AIR INTAKE GUNA MEMINIMASI BIAYA PRODUKSI Bachtiar, Nurhuda; Parwati, Cyrilla Indri; Susetyo, Joko
Jurnal Rekavasi Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.956 KB)

Abstract

Quality Control Circle (QCC) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan para karyawan tetap PT. Takagi Sari Multi Utama (PT. TSC) dalam menyalurkan ide dan gagasan guna mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan kerja. Dalam implementasinya sering terdapat beberapa kelemahan atau kekurangan yang dapat mengakibatkan hasil yang dicapai kurang optimal. Hal ini yang mendasari dilakukannya penelitian mengenai implementasi QCC dalam usahanya untuk mengurangi biaya produksi akibat pemborosan dari berbedanya layout kerja proses finishing dan assy untuk part duct air intake. Tujuan dari penelitian ini selain untuk mendapatkan solusi guna meminimalisir pemborosan dan menentukan besarnya penghematan yang didapat, tetapi bisa dijadikan referensi bagi anggota gugus dalam hal penyajian data, metode pengambilan data dan penentuan circle time baru. Hal tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai pengambilan keputusan dalam implementasi QCC. Manfaat dari penelitian ini adalah didapatkannya solusi dalam meminimalisir pemborosan dengan cara menggabungkan proses finishing dan assy part duct air intake menjadi satu layout kerja di departemen produksi. Hasil yang didapat dari penggabungan kedua proses tersebut antara lain penghematan penggunaan box packing, penghematan kebutuhan man power, penghematan dari berkurangnya waktu menganggur dan biaya simpan part duct air intake. Total penghematan yang didapat sebesar Rp27.958.603,84.
PERBAIKAN ALAT PENUANG CAIRAN LOGAM BERDASARKAN PENDEKATAN ERGONOMIS MENGURANGI RESIKO CEDERA FISIK PADA KARYAWAN DI PT. ANEKA ADHILOGAM KARYA KLATEN Wilogo, Luthfil Khakim; Oesman, Titin Isna; Susetyo, Joko
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.009 KB)

Abstract

PT. Aneka Adhilogam Karya Klaten merupakan industri yang bergerak dibidang pengecoran logam. Pengecoran logam di PT. Aneka Adhilogam Karya masih dilakukan secara manual. Salah satu aktivitas proses produksi yaitu penuangan cairan logam ke cetakan. Proses penuangan cairan logam dilakukan menggunakan peralatan sederhana yang tidak sesuai dengan dimensi tubuh sehingga terjadi postur kerja yang salah menyebabkan keluhan muskuloskeletal. Penelitian dilakukan perbaikan alat penuang cairan logam berdasarkan antropometri untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian antara lain Nordic Body Map (NBM), Focus Group Discussion (FGD) dan Redesain Produk. Hasil studi pendahuluan dengan metode nordic body map (NBM) diketahui pekerja merasakan keluhan nyeri, pegal dan rasa sakit pada anggota tubuh, antara lain dirasakan sakit pada leher bagian atas 85,71%, sakit leher bagian bawah 85,71%, sakit bahu kiri 71,42%, sakit bahu kanan 57,14%, sakit leher atas kiri 28,57%, sakit punggung 85,71%, sakit lengan kanan atas 42,85%, sakit pinggang 85,71% dan sakit bokong 85,71%. Metode focus group discussion (FGD) digunakan untuAk mengevaluasi alat penuang cairan logam. Hasil evaluasi alat penuang logam dengan metode FGD ditemukan kesepakatan untuk menggantikan tongkat penuang cairan yang sebelumnya berbahan bambu digantikan dengan bahan pipa besi, menambahkan kunci antara ember dengan tongkat, menambahkan exhaust wrap dan menambah handle pada ujung tongkat. Hasil penelitian terdapat penurunan keluhan muskuloskeletal pada leher bagian atas menurun 57,14%, leher bagian bawah menurun 57,14%, bahu kiri menurun 28,57% bahu kanan menurun 28,57%, punggung menurun 42,86%, lengan atas kanan menurun 14,28%, pinggang menurun 42,86%, bokong menurun 57,14%, tangan kiri menurun 28,57%, dan tangan kanan 42,85% dan meningkatkan produktivitas sebesar 50,7%.Penelitian ini dilakukan hanya dari keluhan muskuloskeletal, maka penelitian ini dapat dikembangkan dengan menambahkan metode biomekanika sebagai evaluasi terhadap penggunaan otot yang berlebihan. Kata kunci : Keluhan Muskuloskeletal, Focus Group Discussion (FGD), Nordic Body Map (NBM), Produktivitas.
SOLUSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN MANAJEMEN PRODUK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PERAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAHDI DESA SENDANG TIRTO BERBAH SLEMAN Sholeh, Muhammad; Hamzah, Amir; Susetyo, Joko
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.503 KB)

Abstract

The development of technology especially Information and Communication Technology (ICT)provides new opportunities to overcome some of the problems of SMEs. Although not a majorproblem, but the opportunities brought by ICT is very large, and based on conditions on theground, indicate that the adoption of ICT by SMEs sector is still not up compared with largecompanies. Utilization of ICT can also be used for the promotion of SMEs. Likewise, in the processof cashew production and the processes of packaging still using simple tools so that productivitycan not be optimized. In the implementation of this IbM, the activities are divided into three. First:Activities are oriented towards activities stripping and processed cashew nuts. In stripping cashewergonomic equipment required in order to process cashew stripping can be done easily andactivities associated with the use of technology to processed of packaging. Second: the activitiesrelated to the promotion process Sendang Tirto by optimizing information technology. Theseactivities include building a village website Sendang Tirto, training for administrators so that thefilling process and the renewal of the website can be continuously carried out.  Keywords: IbM, SMEs, Cashew, Sendang Tirto, ICT
PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN KARYAWAN DENGAN METODE BOURDON WIERSMA DAN 30 ITEMS OF RATING SCALE Susetyo, Joko; Oesman, Titin Isna; Sudharman, Sigit Tri
Jurnal Teknologi Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong manusia mengerahkan segenap potensi untuk mengembangkan diri dan memanfaatkan fasilitas serta sumber daya yang ada. Manusia bisa mencukupi kebutuhan hidup baik secara fisik maupun secara psikis dengan bekerja. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang ingin dicapai dan berharap aktivitas kerja yang dilakukan akan merubah suatu keadaan yang lebih memuaskan dari sebelumnya. Kerja shift merupakan pilihan dalam cara pengorganisasian kerja yang tercipta karena adanya keinginan untuk memaksimalkan produktivitas kerja sebagai pemenuhan tuntutan customer. Penelitian ini menganalisis tingkat kelelahan umum antara shift pagi dan shift siang. Dalam hal ini digunakan metode Bourdon Wiersma dan kuesioner 30 items of rating scale. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil rerata skor kelelahan subjektif untuk shift pagi 3,8 (tingkat kelelahan 1 dan klasifikasi kelelahan rendah), untuk shift siang 6,5 (tingkat kelelahan 2 dan klasifikasi kelelahan sedang), hasil rerata skor kelelahan objektif untuk kecepatan sebelum bekerja 8,40 (Nilai 9, WS 14) termasuk golongan B (baik) dan sesudah bekerja 8,20 (Nilai 9, WS 14) termasuk golongan B (baik), untuk konstansi sebelum bekerja 2,66 (Nilai 8,5, WS 13) termasuk golongan CB (cukup baik) sesudah bekerja 2,25 (Nilai 8,5, WS 13) termasuk golongan CB (cukup baik), dan ketelitian sebelum bekerja 3,375 (Nilai 8,5, WS 13) termasuk golongan CB (cukup baik) sesudah bekerja 5,75 (Nilai 7,5, WS 11) termasuk golongan c (cukup).
PENERAPAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEMS (IPMS) PADA PT X. Susetyo, Joko
Jurnal Teknologi Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengecoran logam. Selama ini, aspek finansial memegang peranan yang sangat penting dalam mengukur kinerja perusahaan, terfokusnya pada aspek finansial inilah yang sering membuat perusahaan terjebak pada orientasi pencapaian keuntungan dalam jangka waktu yang pendek, Adanya berbagai kepentingan yang tidak dapat dielakkan dalam peningkatan performansi kerja perusahaan, selain aspek finansial, menuntut adanya perancangan sistem pengukuran kinerja yang dapat mempresentasikan seluruh aktivitas perusahaan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Integrated Performance Measurement Systems (IPMS), dimana IPMS merupakan salah satu metode pengukuran kinerja perusahaan yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dari setiap stakeholder (stakeholder requirement). Hasil dari pengukuruan kinerja dengan metode IPMS dapat mengidentifikasikan 29 key performance indicators (KPI) yang berdasarkan requirement dari 5 stakeholder yang ada di perusahaan. Dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat diketahui bobot kepentingan dari tiap-tiap KPI yang teridentifikasi. Penerapan scoring system dengan menggunakan metode Objective Matrix dan Traffic Light Systems diketahui pencapaian kinerja perusahaan secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 5,2017%.
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD DAN INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM (IPMS) Susetyo, Joko; Sabakula, A.U.L
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Madubaru merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi gula dan spritus. Selama ini, aspek finansial memegang peranan yang sangat penting dalam mengukur kinerja perusahaan, terfokusnya pada aspek finansial inilah yang sering membuat perusahaan terjebak pada orientasi pencapaian keuntungan dalam jangka waktu yang pendek, Adanya berbagai kepentingan yang tidak dapat dielakkan dalam peningkatan performansi kerja perusahaan, selain aspek finansial, menuntut adanya sistem pengukuran kinerja yang dapat mempresentasikan seluruh aktivitas perusahaan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kinerja perusahaan menggunakan Balanced Scorecard dan Integrated Performance Measurement System (IPMS). Pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard dilakukan dengan melihat empat perspektif, yaitu perspektif Finansial, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, dan perspektif Pembelajaran dan pertumbuhan. Sedangkan IPMS dilakukan dengan melihat kebutuhan dari Stakeholder perusahaan. Berdasarkan hasil analisis Balanced Scorecard tolak ukur yang mengalami kinerja kurang baik antara lain Working Capital Turn Over (WTCO) dengan rata-rata sebesar -19,80 ; Total Debt to Equity Ratio (TDER) :175,13 %; pengukuran rasio tingkat pertumbuhan dan permintaan rata-rata sebesar : 6,5% . Hasil analisis menggunakan IPMS diperoleh 30 KPI, dan prioritas utama perusahaan dengan urutan : Stakeholder pelanggan, Stakeholder penanam modal, Stakeholder tenaga kerja, Stakeholder supplier, dan Stakeholder masyarakat, dengan demikian dari hasil pembobotan KPI, kinerja perusahaan yang sudah baik adalah Stakeholder pelanggan karena lebih memperhatikan kepuasan dan kenyamanan pelanggan.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI RENTAL & INVENTARIS ALAT MULTIMEDIA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT Ummah, Hawariy Amiinul; Sodikin, Imam; Susetyo, Joko
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha mikro SukaKamera merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa yaitu penyewaan peralatan kamera dan proyektor. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, pekerjaan di SukaKamera masih dilakukan secara manual, sehingga timbul beberapa masalah seperti: lamanya waktu tunggu saat pelanggan melakukan pemesanan, tidak efisiennyapencatatan laporan dan inventaris karena masih menggunakan media kertas dan pemasaran dan promosi yang masih belum personal dan customized ke pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem informasi yang akan memudahkan SukaKamera dalam melakukan pengolahan data dan pelanggan dalam melakukan pemesanan sertamembangun hubungan komunikasi SukaKamera dengan pelanggan dengan metode customer relationship management. Saat melakukan pengembalian produk, pelanggan diharuskan untuk mengisi review dan rating. Setiap nilai atau rating yang diberikan oleh pelanggan akan masuk ke tabel profitabilitas. Terdapat tiga pengelompokan nilai yaitu rating 0,1-2,5 loss profitability customer/product, 2,6-3,9 mix profitability customer/product dan 4,0-5,0 high profitability customer/product. Setiap nilai memiliki cara tersendiri dalam memasarkan dan mempromosikan produk.Hasil dari nilai tabel profitabilitas yaitu tiga produk atau 37,5% high profitability product, tiga produk atau 37,5% mix profitability product dan dua produk atau 25% loss profitability product sedangkan profitabilitas pelanggan yaitu dua pelanggan atau 25% high profitability customer, lima pelanggan atau 62,5% mix profitability customer, satu pelanggan atau 12,5% loss profitability customer. Data ini akan digunakan SukaKamera dalam hal memasarkan dan mempromosikan produk yang lebih personal atau targeting dan customized kepada pelanggan. Dengan begitu diharapkan dapat menarik pelanggan yang potensial dan pelanggan yang lama menjadi setia
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN EVA BOUTIQUE DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Prayudi, Ihsan; Wisnubroto, Petrus; Susetyo, Joko
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pemasaran adalah kemampuan untuk menjual atau mendistribusikan produk yang dimiliki agar target usaha dapat tercapai keberhasilan. Salah satu kegiatan usaha adalah EVA BOUTIQUE yang bergerak pada bidang penjualan baju perempuan. Adapun kendala yang ditemui pada usaha ini yakni pilihan size dan warna terbatas, iklan dan promosi tidak selalu rutin, tempat kurang luas, kurangnya sarana pendukung, ancaman produk dengan skala besar ,munculnya pesaing baru lebih kuat serta kekuatan tawar menawar barang hal ini akan mengakibatkan penjualan menurun. Oleh sebab itu maka manajemen perlu adanya meningkatan pemasaran dengan menggunakan metode SWOT dan QSPM metode ini sangat saling berhubungan dalam strategi penjualan.Dari hasil perhitungan yang ada pada EVA BOUTIQUE didapatkan skor Kekuatan didapatkan dengan nilai tertinggi yakni sebesar 0,536 dengan pernyataan ‘pelayanan toko yang ramah’, Nilai kelemahan yang tertinggi diapatkan dengan angka 0,202 ‘Area parkir kurang luas’, Nilai peluang yang tertinggi didapatkan pada angka 0,384 dengan pernyataan ‘gaya hidup masyrakat yang konsumtif’ dan nilai ancaman tertinggi dengan angka 0,184 dengan pernyataan ‘munculnya pesaing baru yang lebih kuat dan naiknya harga kebutuhan berpengaruh pada penjualan’ dan nilai untuk QSPM (quatitative strategic planing matriks) yaitu strategi I dengan pernyataan ‘Melakukan pemasaran di media sosial dengan lebih memberikan trend fashion yang beragam dan selalu update fashion terbaru’ dengan nilai bobot total strategi sebesar 6,547.