Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA PUSKESMAS KAMPUNG BARU LUWUK Warkula, Renheart Deovika; Susetyo, Joko; Asih, Endang Widuri
Jurnal Rekavasi Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan hal yang penting dalam suatu industri jasa, salah satunya yaitu Puskesmas. Berdasarkan hasil obeservasi pada Puskesmas Kampung Baru Luwuk terdapat beberapa permasalahan diantaranya, pelayanan yang kurang cepat dan cekatan, tenaga medis yang kurang ramah, keterlambatan dalam pelayanan kesehatan, tempat antrian yang kurang memadai hingga terjadinya kesalahan dalam penempatan status pasien. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan penelitian untuk mengetahui nilai atribut kualitas pelayanan pada Puskesmas Kampung Baru Luwuk yang perlu diperbaiki dan menentukan solusi yang tepat terhadap atribut yang akan diperbaiki. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan nilai atribut kualitas pelayanan dan kemudian menentukan soulisi terhadap kualitas pelayanan yang menjadi prioritas untuk diperbaiki, dalam meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas Kampung Baru Luwuk. Manfaat penelitian ini yaitu memberikan informasi tentang nilai atribut kualitas pelayanan yang perlu di perbaiki berdasarkan metode Kano dan memberikan usulan perbaikan pada atribut yang akan diperbaiki menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari hasil jawaban kuesioner responden yang telah menggunakan jasa Puskesmas Kampung Baru Luwuk. Hasil analisis data kuesioner yang diketahui diolah dengan menggunakan metode Kano, terdapat satu atribut yang masuk ke dalam kategori must-be yaitu pelayanan tenaga medis yang ramah, satu atribut yang masuk ke dalam kategori one dimensional yaitu administrasi puskesmas yang singkat padat dan jelas, terdapat lima atribut yang masuk kedalam kategori attractive yaitu, kecepatan dalam pelayanan di pengecekan kesehatan puskesmas, kecepatan dalam pelayanan diantrean dokter atau bidan di puskesmas dan kecepatan dalam pelayanan kasir di puskesmas, tempat pelayanan puskesmas yang luas dan ruang dalam puskesmas yang nyaman. Hasil dari pengolahan atribut Kano kemudian diolah menggunakan metode QFD, dan diketahui lima tingkatan saran perbaikan yang perlu dilakukan yaitu, Pelatihan Terhadap Tenaga Medis, Penambahan Jumlah Tenaga Medis, Penambahan Jumlah Kursi Puskesmas, Penambahan Pengeras Suara di Atas Setiap Ruangan, dan Memperbanyak Petunjuk Arah, Ruangan dan Administrasi Pada Puskesmas
ANALISIS POTENSI KECELAKAAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) DAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA UMKM SOLEH Adhe Avriyan; Joko Susetyo; Agus Hindarto Wibowo
Jurnal Rekavasi Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/rekavasi.v12i1.4722

Abstract

Usaha Kerupuk Pak Soleh adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang produksi kerupuk. Terjadinya kecelakaan kerja di area produksi disebabkan kurangnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan dapat menyebabkan dampak serius bagi pekerja, perusahaan dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dengan mengidentifikasi bahaya dan risiko dalam proses produksi kerupuk serta menetapkan tindakan pengendalian yang tepat. Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) digunakan untuk mengidentifikasi sumber masalah potensial terkait bahaya dan risiko selama proses produksi kerupuk, dan metode Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk menganalisis risiko yang terkait dengan tugas-tugas khusus dalam produksi kerupuk. Berdasarkan hasil identifikasi bahaya, terdapat tiga risiko atau bahaya yang memiliki nilai resiko tinggi, masing-masing bahaya dinilai berdasarkan terjadinya kecelakaan dan tingkat keparahan cedera atau kerusakan. Pertama yaitu proses penggorengan kerupuk nilai resiko sebesar 34, proses penggorengan masih menggunakan alat manual menggunakan kayu bakar. Kedua aktivitas gudang memiliki nilai resiko sebesar 15, pengambilan bahan baku dari gudang. Ketiga yaitu aktivitas pembuatan adonan memiliki nilai resiko sebesar 10. Tindakan pengendalian diusulkan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan. Selama analisis menggunakan JSA, bahaya yang terkait dengan masing-masing tugas diidentifikasi, dan risiko dievaluasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang potensi kecelakaan dalam proses produksi kerupuk. Dari hasil identifikasi bahaya dan risiko serta menerapkan tindakan pengendalian yang tepat, diharapkan tingkat kecelakaan dan cedera dapat dikurangi secara signifikan
Pendampingan Pembuatan Foto Produk untuk Konten bagi pelaku UMKM sebagai Upaya Promosi di Media Sosial Sholeh, Muhammad; Rachmawati, Rr. Yuliana; Susetyo, Joko
Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sevanam.v1i2.1025

Abstract

Community service activities carried out aim to provide insight to MSME entrepreneurs regarding making product photos that will be used on social media. Mentoring and training materials begin with materials that discuss the importance of using social media as promotional media and materials related to making product photos using simple equipment and packaging product photos with the Pixlr application. The use of the Pixlr application is so that the product photos that are used as content have more attractive value. Implementation of assistance is given to members of the Laras Manunggal MSME Sedayu District. The method of implementation begins with communicating with the board of the Laras Manunggal association, especially regarding the needs required by association members in the use of social media as a promotional media. The results of this communication were followed by a questionnaire to map the understanding of members related to social media. The results of this activity, among the participants, received material to make product photos which were carried out directly by practicing and evaluating the content made.
Usulan Penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada Pembuatan Wuwung Hias Gerabah di Mrajak Keramik, Kasongan, Bantul, Yogyakarta Emaputra, Andrean; Mawadati, Argaditia; Sekarjati, Kartinasari Ayuhikmatin; Simanjuntak, Risma Adelina; Susetyo, Joko; Arbintarso, Ellyawan Setyo; Rusianto, Toto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i3.8884

Abstract

Kerajinan keramik berkembang pesat di Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu UKM yang memproduksi gerabah/ keramik di kawasan tersebut adalah Mrajak Keramik. Produk utama dari Mrajak Keramik adalah wuwung hias, selain itu, UKM tersebut juga menyediakan layanan edukasi pembuatan gerabah. Area kerja dari UKM tersebut masih perlu untuk mendapatkan perbaikan untuk mempercepat proses produksi dan meningkatkan kualitas produk. Oleh karena itu, tim dosen dan mahasiswa Universitas AKPRIND Indonesia melakukan kegiatan sosialisasi dan usulan penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada UKM tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu: tahap pertama, tim pengabdi melakukan sosialisasi kepada pemilik dan pekerja UKM tersebut, kemudian, tahap kedua, tim pengabdi memberikan usulan perbaikan lingkungan kerja berdasarkan prinsip 5S. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pengetahuan pemillik dan pekerja terhadap lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan teratur dapat meningkat. Selain itu, pemilik mendapatkan saran perbaikan untuk mempercepat proses produksi, menjaga kualitas produk wuwung hias, dan meningkatkan proses edukasi pembuatan gerabah. Hal utama yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lingkungan kerja seperti pemilahan barang yang masih dipakai dan yang sudah tidak dipakai, pemberian label jenis barang pada rak yang tersedia, pemasangan nama area kerja, penambahan alas pencetakan produk, dan pemasangan slogan-slogan 5S dan K3 untuk mendisiplinkan karyawan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk wuwung hias.
Optimalisasi Desain Ruang Kelas Berbasis Ergonomi Untuk Kenyamanan Proses Pembelajaran Mahasiswa Di Ruang Kelas Kampus III Universitas AKPRIND Indonesia Simanjuntak, Risma Adelina; Herawati, Shefina; Susetyo, Joko
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.1849

Abstract

Dalam menjalankan pembelajaran dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung. Sarana dan prasarana yang sering digunakan pada perguruan tinggi adalah ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan prasarana ruang kelas di Universitas AKPRIND Indonesia Kampus III dengan metode ergonomi, mengevaluasi kapasitas ruang kelas, dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kelas BB-31 memenuhi standar kapasitas ruang (<10%), sedangkan ruang kelas BB-32 tidak memenuhi standar (>20%). Selain itu, sudut pandang pada ruang kelas BB-31 sudah sesuai standar (<30°), tetapi ruang kelas BB-32 belum sesuai (>30°). Penelitian ini juga mengevaluasi tingkat pencahayaan ruang kelas dan memberikan rekomendasi untuk memperbaiki pengaturan tempat duduk dan pencahayaan agar lebih ergonomis dan mendukung pembelajaran yang efektif serta kesehatan mahasiswa.
Usulan Pemilihan Supplier Bahan Baku dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan TOPSIS (Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution) pada Industri Konveksi Susetyo, Joko; Parwati, C. Indri; Asmi, Cintia Noor
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The GDL Konveksi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri konveksi. Bahan baku utama yang digunakan adalah kain yang didatangkan dari supplier. Selama ini perusahaan menggunakan beberapa supplier kain secara acak sesuai intuisi tidak disertai dengan kriteria dan metode evaluasi yang rasional dan terukur, serta belum memiliki supplier tetap dalam memasok bahan baku kain. Pemilihan supplier merupakan kegiatan yang penting karna berhubungan langsung dengan bahan baku yang akan digunakan. Bahan baku yang baik akan menghasilkan produk yang baik pula. Pemilihan supplier yang tepat dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan agar proses produksi berjalan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier terbaik dengan cara menyeleksi supplier berdasarkan kriteria dan sub-kriteria yang sesuai. Pemilihan supplier dilakukan dengan metode AHP yakni menggunakan input penilaian secara subjektif dari pihak perusahaan dan metode TOPSIS yang digunakan untuk menentukan ranking alternatif, sehingga menghasilkan supplier terbaik berdasarkan kriteria yang sesuai dengan perusahaan. Berdasarkan hasil pengolahan dengan metode AHP diperoleh urutan kriteria yaitu responsiveness (0,360), delivery (0,352), flexibility (0,157), quality (0,076) dan cost (0,056). Alternatif pemilihan supplier bahan baku yang memiliki prioritas tertinggi adalah Niagara Textile dengan ranking metode TOPSIS mendapat nilai terbaik dengan jarak solusi ideal sebesar 0,837 atau 75% menunjukan nilai supplier yang paling optimal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku kain sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan.
Sosialisasi Green Manufacturing Pada Siswa-Siswi SMK Kanisius 1 Pakem Sekarjati, Kartinasari Ayuhikmatin; Joko Susetyo; Andrean Emaputra; Agus Hindarto Wibowo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan terkait sumber daya dan manajemen limbah menjadi hal yang krusial untuk setiap industri, sehingga tantangan terkini yang dihadapi oleh industri berkaitan dengan isu lingkungan. Peraturan mengenai lingkungan semakin ketat dan permintaan akan produk yang ramah lingkungan juga meningkat. Namun, industri belum menerapkan manajemen lingkungan dengan baik. Hal ini akan berdampak pada pencemaran lingkungan yang luas serta membahayakan kehidupan manusia dan ekosistem. Oleh karena itu, sosialisasi green manufacturing dilakukan pada siswa-siswi SMK Kanisius 1 Pakem. Diharapkan dengan sosialisasi tersebut, sebelum memasuki dunia industri khususnya industri otomotif, siswa-siswi SMK Kanisius 1 Pakem dapat meningkatkan pemahaman mengenai green manufacturing pada dunia industri tempat bekerja nantinya. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penjelasan materi green manufacturing dan aplikasi green manufacturing pada kasus di industri otomotif. Setelah sosialisasi, maka dilakukan penyebaran kuesioner kepada siswa-siswi SMK Kanisius 1 Pakem untuk mengetahui perbandingan tingkat pemahaman green manufacturing sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi. Melalui kuesioner tersebut, didapatkan peningkatan pemahaman siswa-siswi SMK Kanisius 1 Pakem  sebesar 48%.
Usulan Penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada Pembuatan Tas, Pouch, Dompet, dan Sabuk Kulit pada Erpat Leather, Yogyakarta Emaputra, Andrean; Rusianto, Toto; Mawadati, Argaditia; Susetyo, Joko; Sodikin, Imam; Pohandry, Arie; Sekar Putu Waringin, Viajeng
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v3i1.2830

Abstract

Erpat Leather is a manufacturer of leather bags, pouches, wallets, and belts, located in Tirto RT 05, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Some production materials are not arranged neatly, which can disrupt the smoothness of the production process. The business needs to improve the efficiency and smoothness of the production process. Then, community service activities were carried out by lecturers, educational staff, and students of the Industrial Engineering and Mechanical Engineering Study Programs of the University of AKPRIND Indonesia to increase the knowledge of Erpat Leather owners and workers about 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Erpat Leather needed training to improve the smoothness of the production process, work efficiency, and work safety. This training began with a discussion between the service team and the business owner, followed by field observations by the service team, and continued with suggestions for improvement to the owner and workers, and ended with the delivery of conclusions and a group photo. The implementation of 5S at Erpat Leather is carried out through five stages, namely, first, sorting goods that are still in use and those that are no longer used; second, arranging goods in the production area in an orderly manner; third, cleaning the work environment regularly; fourth, maintaining the work area to keep it clean; fifth, disciplining good work habits, and providing slogans that cultivate 5S. This activity is expected to increase Erpat Leather's competitiveness in the leather product market by improving the smoothness of the production process.