Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Global Strategis

Memperkuat Lokalitas Kota Semarang di Era Globalisasi melalui Diplomasi Lokal Susiatiningsih, Hermini; Farabi, Nadia; Paramasatya, Satwika; Puspapertiwi, Sheiffi
Global Strategis Vol. 12 No. 1 (2018): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.946 KB) | DOI: 10.20473/jgs.12.1.2018.1-15

Abstract

Globalisasi menyebabkan semua lini kehidupan menjadi saling berhubungan. Desentralisasi yang dikuatkan melalui penyebaran nilai-nilai demokrasi melalui fenomena globalisasi nyatanya telah memunculkan pemerintah daerah sebagai salah satu aktor penting dalam hubungan internasional melalui perannya dalam paradiplomasi. Diadopsi dari pengalaman negara-negara maju, negara berkembang kini mengadaptasikan paradiplomasi dengan kondisi dan kepentingan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi diplomasi yang kompatibel dengan konsep lokalitas, sehingga dapat memperkuat lokalitas Kota Semarang di era globalisasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsep desentralisasi dan paradiplomasi dengan metode kualitatif untuk menganalisa data yang diperoleh. Penelitian ini menemukan bahwa paradiplomasi tahap pertama telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Paradiplomasi tahap pertama ini dilakukan untuk mencapai kepentingan ekonomi, seperti meningkatkan investasi dan memperluas pasar, tanpa meninggalkan identitas dan modalitas lokal. 
Assessments of the Sister City Partnership between Baubau, Indonesia and Seoul, South Korea Susiatiningsih, Rr. Hermini; Alfian, Muhammad Faizal; Setiyaningsih, Dewi
Global Strategis Vol. 20 No. 1 (2026): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.20.1.2026.125-148

Abstract

This study examines the sister city partnership between Baubau, Indonesia, and Seoul, South Korea, with a focus on evaluating its alignment across cultural, educational, economic, and governance dimensions. The partnership was founded in 2009 with the goal of adopting Hangeul, Korea's phonetic writing system, to preserve the endangered Ciacia language. Although there are no historical or genealogical connections between the two cities, the partnership is the result of a calculated effort that has produced significant cultural and educational results. Through interviews with key stakeholders, document analysis, and field observations, the study employs six evaluative indicators ranging from cultural influence to community engagement to assess the partnership's impact. The resulting compatibility score of 17 indicates a moderate alignment, highlighting strengths in cultural revitalization and grassroots participation. However, the study identifies imbalances in cultural exchange and limited economic cooperation, suggesting a risk of cultural asymmetry and underutilized development potential. This paper provides the contention that though the partnership is a prime example of soft power diplomacy, it also requires evaluated approaches for ensuring equal representation and its continued viability. The results highlight how crucial reciprocal participation and contextual awareness are to subnational international cooperation, especially when working with groups that have different linguistic and cultural identities. Keywords: Sister City, Baubau-Seoul Cooperation, Cultural Diplomacy, Subnational in International Relations Penelitian ini mengkaji kemitraan sister city antara Baubau, Indonesia, dan Seoul, Korea Selatan, dengan fokus pada evaluasi kesesuaiannya dalam dimensi budaya, pendidikan, ekonomi, dan tata kelola. Kemitraan ini didirikan pada tahun 2009 dengan tujuan mengadopsi Hangeul, sistem penulisan fonetik Korea, untuk melestarikan bahasa Ciacia yang terancam punah. Meskipun tidak terdapat hubungan historis atau genealogi antara kedua kota, kemitraan ini merupakan hasil dari upaya strategis yang menghasilkan dampak signifikan dalam bidang budaya dan pendidikan. Melalui wawancara dengan para pemangku kepentingan utama, analisis dokumen, dan observasi lapangan, studi ini menggunakan enam indikator evaluatif, mulai dari pengaruh budaya hingga partisipasi komunitas, untuk menilai dampak dari kemitraan ini. Skor kompatibilitas sebesar 17 menunjukkan keselarasan yang moderat, dengan kekuatan pada revitalisasi budaya dan keterlibatan akar rumput. Namun, studi ini juga menemukan ketidakseimbangan dalam pertukaran budaya serta keterbatasan kerja sama ekonomi, yang mengindikasikan potensi risiko asimetri budaya dan peluang pembangunan yang belum dimaksimalkan. Artikel ini berargumen bahwa meskipun kemitraan ini mencerminkan praktik diplomasi soft power, dibutuhkan strategi yang dikalibrasi ulang untuk menjamin representasi yang adil dan keberlanjutan jangka panjang. Temuan ini menekankan pentingnya sensitivitas kontekstual dan keterlibatan timbal balik dalam kerja sama internasional subnasional, terutama ketika melibatkan komunitas dengan identitas linguistik dan budaya yang khas. Kata-kata Kunci: Sister City, Kerjasama Baubau-Seoul, Diplomasi Budaya, Kerja sama Hubungan Internasional Subnasional
Co-Authors Abihail, Didier Adhinugroho, M. Yudhistira Adityani, Fiandara Dwi Ahmad Daniel Kusumah Anshary, Ahmad Daniel Aisya, Naila Sukma Alfatih, Muhammad Hadziq Alfian Muhammad Faizal Alfian, Muhammad Faizal Almira Devina Phedra Phelia, Almira Devina Andi Akhmad Basith Dir Andi Akhmad Basith Dir, Andi Akhmad Anggun Saputri, Kadek Naraiswari Anindia Cahya Putri, Anindia Cahya Ardi Ferdian Aulia Ayu Fernanda Aulia, Marsanda Avinasa Suryagilang Wicaksana, Avinasa Suryagilang Ayu Sabrina Bambang Supriyadi Bayu Mahendra Bernadeta Ninditha Herdianti Bimasakti Aryo Bandung, Bimasakti Aryo Brian Bintang Purbokusumo, Brian Bintang Budi setiyono Choirin Nisa' Berliantika Cindy Anggun Wardhani Damarsidi, Hafriz Resa Dewi Setiyaningsih Ekaputra, Muhammad Edrian ezraputi salsabila Fadhil Ramadhan Fahri, Muhammad Azhar Fahrizal Lazuardi, Fahrizal Faiz Balya Marwan, Faiz Balya Fendy Eko Wahyudi Fendy Eko Wahyudi, Fendy Eko Gala Panuga Azis, Gala Panuga Ghiebiel Fido Caliptra, Ghiebiel Fido Hilda Erika Damara, Hilda Erika Ichda Rizqoh Karomatunnisa, Ichda Rizqoh Ika Riswanti Putranti Ilham Pradana Murwanto Ilyas, Maulana Muhammad Joni Firmansyah Kardina Gultom, Kardina Kertiyasa, Wandha Lucia Mandaratri, Bidara Palupi Maria Aurelia Primastuti Puspasari Marten Hanura, Marten Medyna Oktavia, Medyna Mesi Fransiska Berutu, Mesi Fransiska Mohamad Rosyidin Mohamad Rosyidin Mohammad Rosyidin, Mohammad Muhamad Iksan, Muhamad Muhammad Faiq Adi Pratomo Muhammad Faizal Alfian Muhammad Faizal Alfian Muhammad Faizal Alfian Muhammad Faizal Alfian Muhammad Muslim, Muhammad Muhammad Rifqi Muhammad Subhan Muhammad Syahrial Muhammad, Ajie Mahar Nadia Farabi, Nadia Naila Izzah Naufal Ridho Maulana Ni Made Laksmi Udayani Ningrum, Nadita Anisa Noor Fathia Rizky Irawan, Noor Fathia Norma Rani K. Z., Norma Rani Nugraha, Widhi Prasetia Pertiwi, Diyah Ayu Pertiwi, Sheiffi Puspa Peter Suwarno Prasetya, Nanda Eka Pusaka, Semerdanta Putranti, Ika R R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Ramadhanty, Sarahswati Ratih Nur Istiqomah, Ratih Nur Reyva Fernanda Priskilla Rikzan, M. Alvin Rizki Ananda Rr. Hermini Susiatiningsih Salsabilla Amanda Putri Satwika Paramasatya Satwika Paramasatya, Satwika setiyaningsih, dewi Sheiffi Puspapertiwi, Sheiffi Sherry Amara Budianjani Silitonga, Christian Simamora, Tiurma Debora Sirait, Marcellino L P Sukma Teja Purnayuda, Sukma Teja Supratiwi . Tambunan, Arfa Wulandari Ula, Syarifatul Wibowo, Beatrix Franscya Egidia Saraswati Wicaksari, Teu Meryesca Wicaksono, Mirza Agung Widya Kusuma Saraswati, Widya Kusuma Wijaya, Chandra Kusuma Wijayanto, Hari Adi Akbar Wulandari, Cintya Wuryandari, Annisa Yaneski, Arifa Filza Yulia Alfeini, Yulia