Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Culture

Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang Yuliyus Yuliyus; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.73

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan peneliti untuk mengetahui mengapa nelayan Kota Padang masih menggunakan Tradisi Maelo Pukek. Tradisi Maelo Pukek adalah suatu kebudayaan nelayan menangkap ikan di bibir pantai di Kota Padang yang membutuhkan sekolompok orang untuk menjalankan kegiatan Tradisi Maelo Pukek (10-15 orang). adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk bagaimana Implementasi Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang pada saat ini. Sebab, dibandingkan dengan alat tangkap ikan yang lain dengan penghasialan yang di dapatkan lebih menguntungkan dari Tradisi Maelo Pukek yang di lakukan nelayan kota Padang. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Dalam teori terdapat empat unsur penting untuk melaksanakan sistem agar tetap bertahan, keempat sistem itu iyalah Adaptation (Adaptasi), Goal (Pencapaian tujuan), Integration (Penyatuan), Latency (Pemeliharaan pola). Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan ialah teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Penelitian ini menemukan, bahwa dalam proses mempertahankan Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang masih di gunakan sebab adanya beberapa faktor sebagian nelayan yang masih menggunakan Tradisi Maelo Pukek seperti pertama, adanya berupa faktor sosial dan budaya disini tetap terjalin dalam masyarakat dan juga kebudayaan tetap terjaga. Kedua, faktor ekonomi yang mengakibatkan nelayan bertahan dengan Tradisi Maelo Pukek. Ketiga, faktor usia yang mempengaruhi nelayan terutama yang sudah lanjut usia yang berumur 40 ke atas.
Eksistensi Tradisi Sambatan dan Ingon pada Masyarakat Petani Jawa Bagas Handoyo; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i1.92

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan tradisi sambatan dan ingon yang dilaksanakan masyarakat Jawa yang menetap di daerah transmingrasi. Permasalahannya di Nagari Sungai Duo pelaksanaan pertanian sudah pakai teknologi seperti alat traktor dan lainnya, akan tetapi bagi sebagian kelompok petani Jawa ini masih menerapkan tradisi sambatan dalam pengolahan lahan, dan panen. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teori fungsionalisme dan resiprositas. Orientasi teori fungsionalisme Malinowski dan teori pemberian atau the gift dari Marcell Mauss. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus, serta teknik pemilihan informan ialah teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan selama berada di lapangan maka dapat peneliti tarik kesimpulan bahwa ada beberapa fungsi yang terdapat didalam tradisi sambatan dan ingon yang menjadikan tradisi ini masih dipertahankan oleh masyarakat petani di Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya yaitu: (1). Fungsi Ekomoni; (2). Fungsi Hubungan Sosial, seperti sifat berbagi dan nilai kearifan lokal.
Pelatihan Membatik Wanita Desa Ampuan Lumpo Resi Andriya; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/culture/vol1-iss1/1

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menjelaskan alasan wanita Desa Ampuan Lumpo mengikuti pelatihan membatik dari Balai Latihan Kerja. Desa Ampuan Lumpo merupakan desa penghasil batik yang disebut dengan Batik Loempo. Batik ini merupakan khas dari Desa Ampuan Lumpo sehingga berpeluang untuk dikembangkan. Masyarakat Ampuan Lumpo masih banyak yang belum mampu menguasai teknik membatik sehingga diperlukan pelatihan membatik. Dianalisis dengan menggunakan teori psikologi dalam perubahan sosial yaitu kepribadian kreatif oleh Everett E. Hagen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan secara keseluruhan berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alasan Wanita Desa Ampuan Lumpo mengikuti pelatihan membatik dari Balai Latihan Kerja yaitu: menambah pengalaman dan pengetahuan, mengisi waktu luang, mendapatkan sertifikat keterampilan, membantu perekonomian keluarga, mendapatkan kesempatan kerja di Batik Loempo, hobi dan meningkatkan keterampilan.
Konflik dalam Kelompok Tani Gadih Basanai di Kenagarian IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan Citra Maiwulandari; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/culture/vol1-iss1/14

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena isu korupsi yang dilakukan oleh pengurus kelompok tani gadih basanai. Penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan Teori Konflik oleh Lewis Coser. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pemilihan informan dengan teknik purposive sampling atau penarikan sampel secara sengaja agar mendapatkan data yang lebih akurat. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Berdasarkan penelitian hasilnya menunjukkan bahwa bentuk-bentuk konflik yang terjadi di Kelompok Tani Gadih Basanai di isukan adanya korupsi yang menyebabkan terjadinya kekacauan dalam management keuangan, sistem kepengurusan berantakan dan perselisihan sesama pengurus kelompok tani, pengurus dengan anggota dan sesama anggota. Upaya atau solusi dari konflik yang terjadi dalam kelompok tani gadih basanai yaitu merevitalisasi kelompok tani dan menentukan anggaran-anggaran dalam kelompok tani sehingga lebih jelas management keuangan, sistem kepengurusan serta diresmikan oleh pemerintah nagari IV Koto Hilir.
Eksistensi Mampaduoi Ternak Sapi Nagari Mungo Dwi Ranti Oktadeli Sutia; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi mampaduoi ternak sapi di Nagari Mungo. Hal ini menarik untuk diteliti karena pada era modernisasi masyarakat semakin tertarik untuk melakukan mampaduoi ternak sapi, selain itu masyarakat Nagari Mungo memilih mampaduoi ternak sapi ini diantara mampaduoi lainnya, yaitu seperti mampaduoi ikan serta mampaduoi dalam bidang pertanian seperti sawah dan juga kebun. Penelitian ini dianalisis dengan teori Pilihan Rasional James S. Coleman yang menjelaskan mengenai tindakan individu yang secara rasional memilih alternatif yang akan memberikan kepuasan terbesar untuk mencapai tujuan tertentu guna memuaskan keinginanidan kebutuhan yang timbul karena saling ketergantungan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 21 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi non partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Untuk mendapatkan kredibilitas dari data agar valid dilakukan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan eksistensi ternak sapi didasarkan oleh Pilihan Rasional masyarakat Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota sebab mampadoui dijadikan sebagai kontribusi pendapatan sampingan sebagai investasi jangka panjang bagi pemberi modal atau pemilik sapi dan sebagai tabungan bagi pemelihara sapi atau penerima modal.
Budaya Minum Tuak Masyarakat Batak Toba: Suatu Kajian Fenomenologi Anastasya Lisma Wilinda Naibaho; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v7i1.194

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena minum tuak pada masyarakat Batak Toba di Desa Parbuluan IV, dengan fokus pada kebiasaan minum tuak sehari-hari dan penggunaannya dalam tradisi adat. Masyarakat Desa Perbuluan IV memiliki kebiasaan mengonsumsi tuak setiap hari, baik di rumah maupun di lapo (tempat penjualan tuak). Selain itu, tuak sebagai minuman khas Batak Toba juga digunakan dalam berbagai tradisi, salah satunya adalah tradisi parsituak natonggi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsic. Pemilihan informasi dilakukan menggunakan teknik purposive, melibatkan 16 informan relevan sesuai kriteria yang ditentukan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen, serta triangulasi data untuk memastikan keabsahan data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Permasalahan penelitian ini dianalisis menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan minum tuak umumnya dilakukan oleh laki-laki dewasa. Motif utama mereka mengkonsumsi tuak memiliki dua fungsi. Pertama tuak sebagai fungsi psikologis yaitu penghilang rasa lelah, penghangat badan, dan pereda beban pikiran. Kemudian, fungsi sosial budaya dimana tuak dikonsumsi dalam upacara tradisi Batak Toba oleh laki-laki dan perempuan. Tradisi yang dimaksud meliputi parsituak natonggi, yaitu pemberian uang pembeli tuak, dan manulangi natua-tua, yaitu tradisi pemberian makan dari keturunan kepada orang tua yang sakit, disertai pemberian tuak manis sebagai simbol kasih sayang.