Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGY FOR DEVELOPING THE MARINE OPERATIONS EDUCATION COMMAND (KODIKOPSLA) TO IMPROVE THE ROLE IN PREPARING EXCELLENT HUMAN RESOURCES FOR THE INDONESIAN NAVY Rifky Najib; Ahmadi Ahmadi; Joko Purnomo
JOURNAL ASRO Vol 12 No 4 (2021): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the strategic environment, especially in the fields of science and technology, requires the Indonesian Navy to prepare strategies to deal with these challenges. In addition to the readiness of the defense equipment, the human resources of the crew must also be superior and professional. The Marine Operations Education Command (Kodikopsla) is an educational institution for the Indonesian Navy which is the center for marine operations education. The purpose of this study was to determine an alternative Kodikopsla development strategy in order to increase its role in preparing superior Indonesian Navy human resources by using the integration of the SWOT, ANP and Balanced scorecard methods. The results of environmental identification in Kodikopsla contained 16 (sixteen) internal factors with 6 (six) strength factors and 10 (ten) weakness factors, and 15 (fifteen) external factors with 9 (nine) opportunity factors and 6 (six) threat factors. . By weighting the EFE and EFI metrics, the chosen strategy is the WO Strategy which means maximizing the improvement of weakness factors for exploiting opportunities. From the results of the weighting calculation using the ANP method, it is obtained that the WO1 priority strategy with a weight of 0.3851. Furthermore, 15 (fifteen) strategic targets were produced which were divided into 4 (four) BSC perspectives, namely financial, internal business, customer and learning and growth as well as determining the Key Performance Indicators (KPI) of each strategic target as the basis for strategy mapping Keywords: Kodikopsla, SWOT Method, ANP, Balanced Scorecard, Key Performance Indicator
SIMULASI OPERASI PENGAMANAN LAUT DI WILAYAH AMBALAT DALAM USAHA PENDAYAGUNAAN ALUTSISTA TNI AL Ahmadi Ahmadi; Wisnu Pryangga Ndarumulya
JOURNAL ASRO Vol 2 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.278 KB)

Abstract

Operasi pengamanan perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat adalah operasi yang dilaksanakan oleh TNI AL sepanjang tahun dalam rangka menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang berlaku. Pada kenyataannya masih sering terjadi gangguan keamanan dan pelanggaran batas wilayah terutama yang berasal dari pihak negara Malaysia. Oleh sebab itu maka seluruh KRI dan Pesud Patmar yang terlibat dalam operasi pengamanan perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat dituntut kesiapannya untuk dapat hadir setiap saat dalam rangka menegakkan hukum di laut sekaligus menampilkan dampak strategi penangkalan.Akan tetapi masih ada beberapa masalah yang timbul karena ternyata KRI yang terlibat di dalam operasi pengamanan perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat tidak selalu dapat hadir tepat pada waktunya dalam menangani setiap kejadian pelanggaran yang ada. Hal ini mengakibatkan keterlambatan penanganan ataupun banyaknya pelaku pelanggaran yang berhasil lolos dari penindakan KRI. Dari permasalahan yang ada maka melalui pendekatan metode simulasi akan dihitung waktu respon KRI terhadap setiap kejadian pelanggaran di perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat.Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model simulasi ke dalam suatu sistem komputer guna meningkatkan waktu respon KRI terhadap setiap kejadian pelanggaran di perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat. Dalam rangka meningkatkan waktu respon KRI tersebut maka dibuatlah beberapa skenario perubahan untuk membandingkan hasilnya dengan kondisi eksisting. Dari hasil percobaan simulasi yang dilakukan ternyata didapatkan hasil skenario memiliki rata-rata waktu respon yang lebih baik (lebih cepat) daripada kondisi eksisting yang ada. Hal ini dapat digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh para Pimpinan TNI AL.
PENJADWALAN PENUGASAN KRI DI KOLINLAMIL DENGAN PENDEKATAN BINARY INTEGER PROGRAMMING Ahmadi Ahmadi; Udisubakti Ciptomulyono; Mohamad Solekhan
JOURNAL ASRO Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.248 KB)

Abstract

Penjadwalan adalah suatu aktivitas penugasan yang berhubungan dengan sejumlah kendala, sejumlah kejadian yang dapat terjadi pada suatu periode waktu dan tempat atau lokasi sehingga fungsi objektif sedekat mungkin dapat terpenuhi. Dalam hierarki pengambilan keputusan, penjadwalan merupakan langkah terakhir sebelum dimulainya suatu operasi. Penjadwalan penugasan KRI di Kolinlamil menjadi topik yang menarik untuk dibahas dan dicari penyelesaiannya dengan metode matematis. Proses penjadwalan penugasan KRI di Kolinlamil dilakukan untuk menghasilkan jop/jog tahunan. Proses ini tidak hanya memerlukan tindak lanjut yang cepat, akan tetapi juga memerlukan langkah-langkah yang sistematis. Penjadwalan penugasan yang diterapkan Kolinlamil saat ini dilakukan oleh personel dengan tidak menggunakan perhitungan matematis. Proses penjadwalan penugasan kapal dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode Binary Integer Programming (BIP) dengan tujuan untuk meminimalkan penalty apabila melanggar soft constrain. Penjadwalan yang diamati adalah 14 kapal melaksanakan 26 operasi selama 52 minggu (1 tahun). Penelitian ini dimulai dengan penentuan variabel keputusan penjadwalan serta batasan yang dihadapai. Batasan itu yaitu hard constrain: kapal mulai operasi untuk tiap jenis operasi, kelas kapal yang dibolehkan melaksanakan operasi, durasi tiap operasi, jumlah kapal tiap operasi, jam putar maksimum yang di ijinkan, serta soft constrain: lama kapal operasi secara berturut-turut. Formulasi matematis dari model BIP yang dibuat terdiri dari tiga parameter ukur, empat variabel keputusan, satu fungsi tujuan dan tujuh fungsi kendala. Kemudian dilakukan pengembangan model BIP yang selanjutnya diselesaikan komputasi menggunakan LINGO 11.0. Hasil yang didapatkan bahwa model BIP yang diterapkan pada penjadwalan penugasan KRI Kolinlamil bisa mendapatkan hasil yang optimal. BIP adalah suatu metode yang tepat untuk digunakan sebagai metode dalam penjadwalan penugasan KRI di Kolnlamil.
RAILWAY AND PORTS INTEGRATION SYSTEM AS SOLUTION OF ISLAND TRANSPORTATION PROBLEM (CASE STUDY SUMATRA ISLAND) Satrio Teguh Amandiri; Ahmadi Ahmadi; Budi Santoso W
JOURNAL ASRO Vol 9 No 1 (2018): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.983 KB) | DOI: 10.37875/asro.v9i1.58

Abstract

ABSTRACT The quality of Transportation system is one of island economic level determinant. Railway transportation evidently more efficient than road transportation. Trans-Sumatra railway construction can be a solution for transportation problem in Sumatra Island. This analysis integrated railway and port to improve economic development in 8 provinces on Sumatra using Spanning Tree and Dijkstra algorithm. It need 1965 kilometers of railway to connect all the 8 provinces. It also generates 1518 kilometers as the distance of Malahayati Port to Panjang Port connection. This integrated system can be a breakthrough solution for Sumatra transportation problem in economic development and the Malacca Strait traffic problem. Keywords: Trans-Sumatra railway, Minimum Route, Spanning Tree Algorithm, Dijkstra, Algorithm
DETERMINATION OF MAINTENANCE PRIORITY INDONESIAN NAVY SHIP DEPO LEVEL USING FUZZY MCDM Donni Kartiko; Suparno Suparno; Okol S Suharyo; Ahmadi Ahmadi; Arica Dwi Susanto
JOURNAL ASRO Vol 9 No 2 (2018): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.293 KB) | DOI: 10.37875/asro.v9i2.79

Abstract

The Indonesian Navy as a defense and security force of the sea has combat tools and supporting facilities projected in the Integrated Fleet Weapon System (Sistem Senjata Armada Terpadu/SSAT) with several components including Indonesian navy ships, marines, aircraft and bases. Depo level maintenance is comprehensive maintenance that can only be carried out by personnel who are experts in their field and supported by complete and sophisticated equipment and facilities. Maintenance at this level includes complete overhaul repairment, repowering MLM (mid life modernization), calibration of all equipment, and repairs to all parts thoroughly. Depo Level Maintenance is the nature of maintaining technical conditions based on rotary hours. If the repair schedule specified in the SPT (System for Planned Maintenance), the schedule must be carried out. This research aimed to present a priority setting solution in Depo level maintenance wherein the highest Indonesian Navy Ship ranking is determined from the level of the decision makers. Fuzzy MCDM is a method developed for decision making on several alternative decisions to get an accurate and optimal decision. In Indonesian Navy Ship Hardepo priority ranking process taken from the level of data processing decision makers using the Fuzzy MCDM method, the 5 highest priority values in implementation were obtained. Hardepo with the highest scores were KRP-812 0.111, BDU-841 0.108, LAM-374 0.107, KRS-624 0.097 and TJA-541 0.073
MODEL PENGELOLAAN ALUR PELAYARAN SUNGAI BARITO DENGAN PENDEKATAN SISTIM DINAMIK Ahmadi Ahmadi; Farid Muldiyatno; Budisantoso Wirjodirdjo
JOURNAL ASRO Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.717 KB)

Abstract

Sungai merupakan salah satu infrastruktur alami untuk sarana transportasi. Kendala dalam pemanfaatanya adalah sedimentasi perairan muara. Untuk menjadikan alur sungai aman dalam bernavigasi, dilakukan pengelolaan dengan menjaga kedalaman, pemasangan sarana bantu navigasi pelayaran, dan pembuatan peta kedalaman. Alur Barito adalah satu-satunya alur yang telah dikelola dan dijadikan sebagai alur berbayar. Pemodelan sistim dinamik digunakan, untuk meneliti apakah pengelolaan alur Barito merupakan suatu yang berkelanjutan secara operasional dan sosial. Dengan memasukan data biaya perawatan alur, cadangan dan produksi batubara, pendapatan daerah dan jumlah kapal yang masuk, dapat disimulasikan apakah pengelolaanya berkelanjutan. Hasil simulasi menunjukan, pertumbuhan perekonomian meningkat, pengelolaan alur dapat dilaksanakam sampai dengan 33 tahun kedepan dimana pada waktu itu, cadangan batubara sebesar 3,6 milyar ton dari tahun 2008 akan habis. Skenario kebijakan untuk mempertahankan pendapatan fee chanel adalah menentukan barang dagang lain yang diangkut melalui Barito untuk dikenai tarif.
THE OPTIMIZATION OF MULTIPURPOSE BUILDING DEVELOPMENT ON PROJECT SCHEDULING USING PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) Sutrisno Sutrisno; Ahmadi Ahmadi; Okol S Suharyo
JOURNAL ASRO Vol 9 No 1 (2018): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.187 KB) | DOI: 10.37875/asro.v9i1.46

Abstract

ABSTRACT The current development of construction projects lead to construction projects being more complex and complicated. The success or failure of a project can be due to inadequate planning and less effective controls, resulting in inefficient projects. This will result in delays, lower quality, and increased implementation costs. All of those problems are expected to be overcome with Presedence diagram method by reducing the impact of delay and swelling of project cost by crashing with applied overtime. Acceleration of duration on the critical path jobs was performed. The results with PDM indicated that the optimal duration of project was 100 days with efficiency time for 20 days or equal to 16,67% and the total cost of Rp 13,060,754,232.00 with cost efficiency equal to Rp 528,158,094.00 or 3,88%. Keywords: Crashing, Controlling, Planning, PDM
DEVELOPMENT STRATEGIES IN ARSENAL AS A UPT DISSENLEKAL NAVY DISTRIBUTION LOGISTICAL SUPPLIES CLASS V Ahmadi Ahmadi; Sutrisno Sutrisno; Arie Handito; I Nengah Putra A
JOURNAL ASRO Vol 10 No 1 (2019): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.269 KB) | DOI: 10.37875/asro.v10i1.92

Abstract

Planning Information Systems and Information Technology (SI/IT) is part of the Strategic Plan (Renstra) of an institution. Every institution or organization must have a framework for developing information systems and documentation that is adequate and in line with developing systems and technologies. A comprehensive and integrated strategic information system planning is needed by a supply and logistics institution, especially Arsenal with capacity as the Dissenlekal Task Force of the Indonesian Navy Headquarters (Mabesal) in the management of TNI AL Class V logistics. In general this research is a efforts in developing strategic IS/IT planning and identification of their needs at the Arsenal institution as UPT Dissenlekal Mabesal to be more optimal so that it can be integrated and support the strategic planning of logistics supplies within the Navy. The basic concept in this research begins with the preparation of the IS/IT Strategic Plan framework using the Ward and Peppard model approach, then in the evaluation process the translation of the Strategic Plan IS/IT and management of the institution's basic tasks using Balance Scorecard. Some analytical methods such as Value Chain Analysis, SWOT Analysis, PEST Analysis and Five Force Model Analysis are used to analyze the internal and external institutional environment. Next is the McFarlan Analysis Strategic Grid method that is used for application portfolio planning. The results of this research are the recommendations of the relevant IS/IT blue print strategic planning owned by Arsenal UPT Dissenlekal Mabesal and development priorities by referring to the institution's main task plan based on data obtained through the implementation of analytical methods. The information produced will be integrated data for administrative needs and services for related work units. The optimal implementation of information data processing as well as increasing the role of stakeholders in the provision of infrastructure will improve the quality of logistics management services in the fifth grade of the Navy Navy logistics in a comprehensive and integrated manner. Keywords : IS/IT Strategic Planning, Ward and Peppard Model, information systems, information technology
PEMILIHAN RUDAL PERMUKAAN KE PERMUKAAN PADA KRI KELAS SAMPARI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DECISION MAKING TRIAL AND EVALUATION LABORATORY (DEMATEL) DAN ANALYTYC NETWORK PROCESS (ANP) Ahmadi Ahmadi; Udisubakti Cipto Mulyono; Joni Hari Purnomo
JOURNAL ASRO Vol 4 (2015): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.334 KB)

Abstract

KRI merupakan salah satu Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) yang dimiliki oleh TNI AL. Dalam pengadaanya di tahun 2014 ini, TNI AL membuat sebuah kapal jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) buatan PT PAL yang memliki beberapa kelebihan baik dari platform maupun sewaco jika dibandingkan dengan KRI lainnya,yang diberi nama KRI Kelas Sampari.Untuk mendukung dalam kemampuan bertempurnya, KRI Kelas Sampari ini akan dilengkapi oleh senjata rudal atas air (Surface to Surface Missile/SSM) untuk meningkatkan fungsi asasi sebagai Kapal perang yang maksimal. Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka diperlukan pemilihan alternatif senjata rudal atas air yang benar-benar tepat. Pemilihan alternatif senjata rudal atas air memerlukan analisa terhadap informasi dan identifikasi berbagai persyaratan yang penting mengenai data-data dari alternatif senjata atas air. Selain alternatif, nantinya diharapkan akan diketahui juga kriteria-kriteria utama dalam pemilihan Senjata atas air tersebut. Dalam pengambilan keputusan pengadaan Senjata Atas Air, dimana permasalahan yang ada tidak dapat disusun dalam bentuk hirarki karena melibatkan interaksi dan dependensi elemen-elemen yang lebih tinggi tingkatannya terhadap elemen yang lebih rendah levelnya. Maka dari itu pada penelitian ini digunakan metode Dematel dan Analytic Network Process (ANP) yang mempunyai kemampuan mengakomodasi keterkaitan antar kriteria atau alternatif.
ANALISA PEMILIHAN TIPE KAPAL PATROLI DI PERAIRAN INDONESIA DENGAN INTEGRASI METODE LIFE CYCLE COST DAN MCDM Okol Sri Suharyo; Ahmadi Ahmadi; Didik W. Cahyono
JOURNAL ASRO Vol 7 (2017): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.007 KB)

Abstract

KRI Satrol Koarmabar (Satuan Kapal Patroli Armada Barat) adalah Satuan dari unsur KRI terkecil dari TNI AL yang mempunyai tugas untuk melaksanakan pengamanan/patroli wilayah perairan Indonesia terdekat dengan garis pantai di wilayah Indonesia bagian barat. Karena itu sangat diperlukan spesifikasi kapal patroli yang paling sesuai/mampu untuk melaksanakan tugas tersebut dihadapkan dengan kerawanan/pelanggaran yang sering terjadi, serta kondisi geogafis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan selat dangkal, dan juga dihadapkan dengan kondisi anggaran pertahanan negara yang terbatas. Pada penelitian ini mengusulkan penggunaan integrasi metode LCC dan MCDM dalam pemilihan tipe Kapal Patroli di perairan Indonesia wilayah barat. Metode LCC digunakan untuk menghitung biaya keseluruhan daur hidup kapal patroli. Metode MCDM disini menggunakan DEMATEL-ANP-TOPSIS. Metode DEMATEL digunakan untuk menganalisa hubungan antara kriteria terkait yang dipertimbangkan dalam penelitian ini, metode ANP untuk mengevaluasi data kualitatif dan menentukan bobot masingmasing criteria. Metode TOPSIS digunakan untuk melakukan perangkingan alternatif, dengan memasukan bobot yang didapat dari ANP dengan nilai LCC dan spesifikasi teknis kapal patroli. Berdasarkan penelitian ini menyimpulkan bahwa dari alternatif yang ada, Kapal Patroli terbaik yang semestinya dapat dipilih untuk pengembangan/pengadaan KRI Satrol Koarmabar adalah KRI Aluminium Class dengan nilai 0,6073, selanjutnya adalah KRI Baja Class dengan nilai 0,5931 dan terakhir adalah KRI Fiber Class dengan nilai 0,3885. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan para Pimpinan TNI AL di dalam pengembangan KRI Satrol dimasa mendatang.