Retna Hanani
Public Administration Department, Faculty Of Social And Political Science, Universitas Diponegoro

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEPARA Sekti Aji Wibowo; Muhammad Mustam; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.715 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v2i3.3024

Abstract

This study aims to determine the correlation between employee capability and employee motivation with the performance of employees in the Department of Population and Civil Registration Jepara. The study was conducted with population totaled 27 people.The method of analysis in this study is quantitative data analysis using the Kendall tau_b formula to test the hypothesis. Analysis shows:1. Correlation between employee capability variables with employee performance variable showed a correlation coefficient of 0.243, which means there is a positive relationship but not significant.2. Correlation between the employee motivation variables with employee performance variable showed a correlation coefficient of 0.467, which means there is a positive and significant the correlation.3. Employee capability variable and employee motivation variable interrelate together with employee performance variables. This is seen from the results of correlation and cross table that shows the results of a positive correlation between the employee capability variables and employee motivation variables with the employee performance variable.
PERAN AKTOR LOKAL DALAM FORMULASI KEBIJAKAN EX OFFICIO DI KOTA BATAM Chi Chi Gita Paramita; R. Slamet Santoso; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Vol 10, No 2: April 2021
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v10i2.30646

Abstract

ABSTRACT The implantation of regional autonomy in Batam City gave birth to dualism or overlapping of authority between the Badan Pengusahaan Batam and Pemerintah Kota Batam which resulted in disharmony in the implementation of government in Batam City. To end this dualism problem, Government Regulation Number 62 of 2019 was formed which explains that the Head of Badan Pengusahaan Batam is led by the Walikota Batam. The purpose of this study was to identify local actors involved in the formulation of ex-officio policies and the role of analyzing each actor. This research is a qualitative research with descriptive method. The result of this study. First, the local actors involved are the Walikota Batam, Badan Pengusahaan Batam, Kadin Batam and Media massa. Second, Walikota Batam and Badan Pengusahaan Batam as the main actors as implementing policies, Kadin Kota Batam and media massa as secondary actors as accelerators. Recommendations in this study are regulated by the Head of BP Batam which should be regulates by an independent party, issuing a PP on the cooperation between BP Batam and Pemerintah Kota Batam and further research.
ANALISIS RELASI/HUBUNGAN ORGANISASI NON PEMERINTAHAN DALAM ADVOKASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PEKALONGAN (Studi Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) dalam Penanganan Limbah Batik dan Sampah Pada Sungai Kota Pekalongan) Suci Rejeki; R Slamet Santoso; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Vol 10, No 3: Juli 2021
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v10i3.31468

Abstract

Pekalongan is an area that has many rivers in the middle of the city. As a city, Pekalongan City still faces problems in the form of waste and garbage pollution. Where Pekalongan is a city of batik and the batik industry is the main supporter of the community's economy. It is known that the government's efforts to overcome these problems have not been able to overcome the problem optimally. For this reason, the existence of the Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) as one of the Non-Governmental Organizations is important. The Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) has an involvement to assist the government in overcoming environmental problems in Pekalongan City, as a result of the very critical condition of the river. Based on this involvement, the researchers wanted to see how the relationship between KPKL and the Government (City, Regency, Province and Central). So this research was conducted to describe and analyze the relationship between KPKL and the Government in the context of handling the problem of batik waste and garbage in the Pekalongan City River. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of interviews, field observations, documentation and literature study. The results of the study indicate that the relations/relationships between KPKL and the Government include: First, relations/relationships that involve KPKL in Government activities; Second: the relationship/relationship between KPKL and the Government is cooperative in that this relationship is mutually beneficial, a partnership relationship where this relationship is very participatory in the context of development to conflictive relationships, taking distance so as to limit the space for movement; Third: the relationship/relationship of KPKL as a parallel partner of the Government.
Analisis Stakeholders dalam Kegiatan Pengelolaan Sampah Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Dusun Soka, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Gisti Raisy Ismiartha; R Slamet Santoso; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Vol 10, No 2: April 2021
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v10i2.30591

Abstract

ABSTRAKProgram Kampung Iklim adalah program berlingkup nasional yang dilakukan sebagai upaya adaptasi serta mitigasi perubahan iklim dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan pemangku kepentingan lainnya. Kerjasama antar aktor menjadi salah satu kunci utama karena upaya mengurangi dampak perubahan iklim harus dilaksanakan secara multipihak pada setiap skala. Dusun Soka merupakan salah satu wilayah yang telah mengimplementasikan program tersebut dengan nama Proklim Sokaku Asri. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pengelolaan sampah melalui kelompok masyarakat TPS3R Sokaku Asri dan Bank Sampah Soka Resik. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jejaring stakeholder dalam keberlangsungan kegiatan pengelolaan sampah pada Program Kampung Iklim (Proklim) Sokaku Asri. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian jejaring aktor yang dilakukan dengan teknik net mapping, diketahui bahwa terdapat tujuh belas aktor yang berasal dari klasifikasi sektor pemerintah, sektor privat, masyarakat, kelompok masyarakat, LSM, media massa, serta badan hukum publik. Setiap pengaruh yang dihasilkan oleh ketujuh belas aktor kemudian membentuk jejaring dengan jenis dan tingkat pengaruh yang berbeda. Secara keseluruhan, terdapat 52 pengaruh yang dihasilkan serta 5 hubungan yang saling menguntungkan.
DETERMINAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN KUDUS Indri Puspita Sari; R Slame Santoso; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Vol 11, No 2: April 2022
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v11i2.33337

Abstract

Indonesia menjadi negara yang darurat akan sampah terutama sampah plastik, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan sampah yang dilakukan secara komprehensif. Pelaksanaan implementasi pengelolaan sampah tidak terlepas dari berbagai variabel yang dapat mepengaruhi pencapaian keberhasilan implementasi kebijakan. Salah satu diantaranya adalah variabel sumber daya dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran hubungan antara sumber daya dan lingkungan terhadap implementasi kebijakan pengelolaan di Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif dengan jumlah responden sebesar 75 pegawai teknis Dinas PKPLH Kabupaten Kudus dan UPT TPA Tanjungrejo Kabupaten Kudus. Teknik analisis data statistik yang digunakan meliputi korelasi kendall tau, koefisien konkordansi kendall tau, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara sumber daya dengan implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus sebesar 39%. Terdapat hubungan yang positif antara lingkungan dengan implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus sebesar 10,8%. Sumber daya dan lingkungan secara bersama-sama memiliki korelasi sebesar 39,3% terhadap implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Kudus.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI DALAM PENYALURAN DANA BOS TAHUN 2011 DI DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG Fatimatuz Zahro; Susi Sulandari; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 1, tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.568 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i1.260

Abstract

Pelaksanaan program BOS di Dinas Pendidikan Kota Semarang dilakukan oleh suatu bidang yaitu sering dikenal dengan sebutan MONBANG (Monitoring dan Pengembangan). Kinerja pegawai yang belum optimal terlihat dari pegawai yang tidak tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya, kurangnya kemandirian pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan, kurangnya pemerataan pembagian beban kerja antar pegawai, serta minimnya kompensasi. Hal tersebut mengindikasikan rendahnya kinerja pegawai kemungkinan berasal dari motivasi dan kemampuan pegawai. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Keith Davis bahwa kinerja merupakan fungsi dari kemampuan dan motivasi (Human performance = Ability x Motivation).Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk menganalisis kinerja pegawai, menjelaskan faktor penghambat dan pendorong kinerja serta untuk mengetahui upaya-upaya dalam peningkatan kinerja pegawai.Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara mendalam (depth interview) terhadap delapan informan yang dipilih melalui pemilihan informan yang didasarkan atas tujuan tertentu (purposive sample), untuk memperoleh data kualitatif penulis menggunakan teknik “snowball sampling”. Penulis menemukan permasalahan yang dapat menghambat kinerja pegawai yaitu kuantitas kerja, fasilitas kantor, imbalan serta ketrampilan pegawai. Sedangkan faktor pendorong kinerja yaitu kualitas kerja, kemandirian, ketepatan waktu, lingkungan kerja, tingkat pendidikan serta pengalaman kerja.Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja pegawai khususnya pada Tim Manajemen BOS Tahun 2011 yaitu memperbaiki aturan pembagian beban kerja pegawai agar lebih merata, memperbaiki jaringan komputer yaitu dengan cara meningkatkan kecepatan jaringan sehingga komputer yang ada bisa beroperasi dengan baik, memberikan pelatihan kemampuan serta bimbingan yang lebih intens khususnya kepada pegawai yang berusia >50 tahun agar bisa mengoperasikan komputer dengan baik.
STUDI KUALITAS PELAYANAN KERETA API TAWANG JAYA KELAS EKONOMI DAOP IV SEMARANG Hesti Agustini; Zaenal Hidayat; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.478 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1309

Abstract

Adanya suatu perbaikan kualitas pelayanan pada PT.KAI DAOP IV Semarangdikarenakan adanya perubahan pada struktur dan budaya perusahaan dan mendorongperubahan kualitas pelayanan kereta api, maka yang menjadi latar belakang penelitianini lebih condong kemana arah kualitas pelayanan Kereta Api Tawang Jaya KelasEkonomi ini. Kultur organisasi dibuat sebagai nilai-nilai yang dijadikan pedoman ataupandangan pegawai ataupun petugas pelayanan dalam melayani penumpang. Kulturorganisasi harusnya dapat didalami dan dipahami oleh para petugas kereta apisehingga petugas dapat memberikan pelayanan yang prima untuk penumpang keretaapi Tawang jaya kelas ekonomi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara variabel kemampuanpegawai dan kultur organisasi terhadap kualitas pelayanan kereta api tawang jayakelas ekonomi. Teori yang digunakan adalah model manajemen pelayanan, teorisegitiga keseimbangan kualitas pelayanan Morgan dan Morgantroyd, dan teorimomen kritis pelayanan Albert dan Bradford. Penelitian ini menggunakan tipepenelitian eksplanotori dengan sampel sebanyak 89 responden. Pengujian hipotesismenggunakan rumus Korelasi Rank Kendall dan Konkordensi Kendall.Hasil penelitian ini menunjukan adanya korelasi atau hubungan dan signifikanantara kemampuan pegawai dengan kualitas pelayanan yang diperoleh dariperhitungan Z hitung > Z tabel atau 8,13 > 1,645 untuk tarif signifikansi 5% sehinggaHa diterima dan Ho ditolak. Terdapat korelasi atau hubungan signifikan antara kulturorganisasi dengan kualitas pelayanan yang diperoleh dari perhitungan Z hitung > Ztabel atau 7,31 > 1,645untuk tarif signifikansi 5% sehingga Ha diterima dan Hoditolak. Adanya korelasi atau hubungan positif dan signifikan antara kemampuanpegawai dan kultur organisasi dengan kualitas pelayanan yang diperoleh dari hasilX2o >X2t atau 155,456 > 122,942 untuk taraf signifikansi 5%. Berdasarkan penelitiandapat diketahui bahwa kemampuan pegawai dan kultur organisasi mempunyaihubungan dengan kualitas pelayanan Kereta Api tawang Jaya Kelas Ekonomi PT.KAIDAOP IV Semarang. Diketahui pula dari hasil penelitian bahwa kualitas pelayanankereta api Tawang jaya kelas Ekonomi masuk dalam kategori baik.
Beban Kerja Perempuan sebagai Kondektur Bus Taruna Jurusan Semarang-Solo Fierza Ainda Prawesti; Suyanto Suyanto; Retna Hanani
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 4, No 2: Juni 2021
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.4.2.31-37

Abstract

The existence of sosial transformation makes women being able to access in public domain for work. However, the equality that has slowly been achieved created a new problem, namely double burden borne by women because they are required to take responsibility on all their household chores. This study aims to describe the double burden borne by women bus conductor workers. This type of research is qualitative with descriptive methods with data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation. The results showed that the double burden of women conductors was related to the physical workload of taking care of the household and working as a bus codector as well as the psychological burden which in their work environment they often get less wearing behavior in the form of catcall. Working women conductors are able to help meet the economic needs of their families, on the one hand they bear a heavy burden in their work and complain about fatigue and aches as a result of their work. There is a negative view due to double burden they run. Less time for gathering with family because they spent a lot of it in working. To face the double burden they experience, working women divide their time to do all the work they have to do.
Maintaining Civic Space: Women Activist and Spatial Politics During Pandemic Covid-19 in Indonesia Robertus Robet; Retna Hanani; Charine Charine
Jurnal Perempuan Vol. 25 No. 4 (2020): Women and COVID-19 Pandemic
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v25i4.509

Abstract

The Covid19 pandemic has changed society's spatial practices substantially. Large-scale social restrictions, lockdowns, and the obligation to wear masks have changed the way humans relates to each other personally and politically. This article discusses how the pandemic has shaped civic space of women activists and how women activists maintain and create civic space amid the pandemic and democratic regression. The data source of the article is collected through online survey of 20 women activists and in-depth online interviews.  The results show that civil society organizations in Indonesia are under immense pressure due to pandemic and democratic regression. For civil society organizations, their space is limited by various legal regulations and various violence and stigma aimed at civil society activists. More than that, for women activists the pandemic also provides additional domestic burdens which make the space for women activists increasingly limited. In the midst of these obstacles, our research shows that women and civil society activists do not reduce their intensity in maintaining the civic space.
SOCIAL CAPITAL AND RESOURCE MOBILIZATION DURING PANDEMIC: INSIGHT FROM JOGO TONGGO PROGRAM IN CENTRAL JAVA Retna Hanani; Amni Zarkasyi Rahman; Yuliana Kristanto
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10 (2021): Edisi Khusus ICOSAPS "Strengthening Resilient Society in the Disruptive Era"
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i0.46207

Abstract

The impacts of the Covid19 pandemic are not only limited to the health sector. It also affects economic growth and more importantly our social fabrics. Due to its extensive impacts, governments especially in low-middle-income countries are facing tremendous challenges in mitigating covid19. In Indonesia, the government’s efforts in mitigating the impact of covid19 have been criticized for being inadequate, ineffective, and too late. The number of covid19 victims has surpassed 70,000 cases and economic growth is contracted significantly. One important element of the government’s effort during the pandemic is mobilizing social capital to support the government’s efforts. Theoretically, community-based activities and mobilization of social capital during outbreaks are positive attributes. The emergence of volunteers and mutual aid initiatives are generally considered good examples of social capital mobilization. However, this article highlights a different angle to the relationship between social capital, community-based resource mobilization, and the pandemic. Looking at the implementation of the Jogo Tonggo program in Central Java, we argue that state mobilization does not always lead to positive resource mobilization in coping with the impact of covid19. We employ discourse network analysis to examine the implementation of the Jogo Tonggo program through news from a local newspaper in Central Java. From our research, we argue that despite the ambitious vision of Jogo Tonggo, it does not appear to be the main discourse at the societal level. Moreover, much of the implementation of the Jogo Tonggo program is top-down and does not invoke a deep level of participation from the community. Keywords: social capital, resiliency, covid19, Jogo tonggo AbstrakDampak pandemi covid19 tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan yang lebih penting adalah tatanan sosial kita. Karena dampaknya yang luas, pemerintah terutama di negara berpenghasilan menengah ke bawah menghadapi tantangan yang luar biasa dalam menanggulangi COVID19. Di Indonesia misalnya, upaya pemerintah dalam menanggulangi dampak Covid19 dikritik karena kurang memadai, tidak efektif dan terlambat. Jumlah korban covid19 telah melampaui 70.000 kasus dan pertumbuhan ekonomi menurun secara signifikan. Salah satu elemen penting dari upaya pemerintah selama pandemi adalah memobilisasi komunitas untuk mendukung upaya pemerintah. Secara teoritis aktivitas berbasis komunitas dan mobilisasi modal sosial selama wabah adalah atribut positif. Munculnya relawan dan inisiatif gotong royong umumnya dianggap sebagai contoh yang baik dari mobilisasi modal sosial. Namun, artikel ini menyoroti sudut pandang yang berbeda tentang hubungan antara modal sosial, mobilisasi sumber daya berbasis komunitas, dan pandemi. Melihat implementasi program Jogo Tonggo di Jawa Tengah, kami berpendapat bahwa mobilisasi negara tidak selalu mengarah pada mobilisasi sumber daya yang positif dalam mengatasi dampak COVID-19. Kami menggunakan discourse analysis network (DNA) untuk mengkaji implementasi program Jogo Tonggo melalui berita dari koran lokal di Jawa Tengah. Dari penelitian kami, kami berpendapat bahwa terlepas dari visi Jogo Tonggo yang ambisius, program ini tampaknya tidak menjadi wacana utama di tingkat masyarakat. Terlebih lagi, banyak pelaksanaan program Jogo Tonggo yang top down dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: modal sosial, ketahanan, covid19, jogo tonggo
Co-Authors , Amni Zakarsyi Rahman , Kismartini , Kismartini -, Kismartini - Adelia Nuriawati, Sekar Alice Meizahra Amni Zakarsyi R. Amni Zarkasyi Rahman, Amni Zarkasyi Anggie Ayuni Nurfakhirah Anggraini, Dini Dwi Anindita Meutiasari, Ni Ketut Annisa Syafaatul Azmi Ari Subowo Arum Jagaddhita, Meylani Askandary, Adia Indy Atha Fajaryanto, Farhan Aufarul Marom Aulia Sofyan, Hairunisa Aurel Lisa, Chetrin AZRA ZAHIDAH, EIDEL AZRA ZAHIDAH Bellastuti, Damaris Bernike Caroline Wynne Rahmanto Charine Charine Charine, Charine Chi Chi Gita Paramita Choliq Ilcham Ramadhan Dewi Rostyaningsih Diah Farah Fauziah Diastuti, Juning Dinda Farras Haniya Diva Mahendra, Caesar Dyah Hutami, Aprilia ERVANI SETIAWAN, GABRIELLA Fajar Azis Pramudya Fatimatuz Zahro Fierza Ainda Prawesti Galih Adyatma Alaufa Gelora Kasih, Johnsen Hezron Gisti Raisy Ismiartha Hafiza Islami, Hasna Herdiyanti, Primastyaning Alifia Hermadianti, Sajida Hesti Agustini Inayah, Destyana Kharismatul Indah Dwi Mawarni Indri Puspita Sari Irma Dwi Damayanti Kesani, Fairuz Ardiaz Kismartini Kismartini Kristiawan, Daffa Aulya Latifazzahra, Aisya Lestari Erta Br Ginting, Regina Maesaroh Maesaroh Maida Sihombing, Lastiur Maria Sri Hariyati, Ana Maulina Erza Safitri Muhammad Fakhri Rizqyanto Muhammad Farrel Radiand Mirza Muhammad Farrel Ronan Muhammad Mustam Naro Sesa, Saytio Noviana Rachma Nur Afifah, Milla Nursofa, Silvia Pramudita, Anindita Ghina Prayoga, Arf Purnomo, Alisya Ihsani Putri Cahyaningrum, Alfina Putri, Shinta Noor Aini Qamaril Huda, Sabila R Slame Santoso R Slamet Santoso R. Slamet Sanstoso R. Slamet Santoso Ragil Septiana Winastuti RAHMATIKA, IZZA Redha Fadhilah, Muthia Retno Sunu Astuti Rizka Utami Indra Rizky Meviano, Azriel Rizqiya, Yusriana Saira Robertus Robet Rosilawati, Risky Shinta Rossilawati, Risky Shinta Sanmutiane, Adela Sekti Aji Wibowo Shania Scheilla Sherina Siti Adiyani Ayu Prasetyowati Slamet Santoso Slamet Santoso Sri Mahardika, Sofia Sri Suwitri Suci Rejeki Sukma Indah Fitri Susi Sulandari Suyanto Suyanto Tavida Priskila Tri Yuniningsih Triana Prasaja Usman Alfarez, Rifky Widya Pramanti, Ririh Widyasari, Heni Wulandari, Destrinanda Yovi Hayuning Nitria Yuliana Kristanto Yunus, Dedi Zaenal Hidayat