Claim Missing Document
Check
Articles

A Service Quality Review of Medical Record Department In Private Hospital, South Jakarta Eka Widya Rita P.; Ratna Indrawati; Lily Widjaja
Journal of Multidisciplinary Academic Vol 5, No 2 (2021): Science, Engineering and Social Science Series
Publisher : Penerbit Kemala Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The medical record is a document containing the patient's identity, history, physical examination, diagnosis, supporting tests and patient treatment. Here, the excellent medical record system service is one of the standard hospital services that function to help the patient care process. Thus, in this study to obtain empirical evidence and field data regarding the input, process, output, and impact in the medical records department at the outpatient installation of a Class-B Private Hospital at South Jakarta. Here, we used the data observation in June-July 2020 using the Mix Method with retrieval technique of Purposive Sampling sample of 72 medical records and 10 medical record staff respondents. The study results shows that the completeness of medical records reached 93.1% with the accuracy of the data around 87.5% and the distribution reached 58.3% with an average distribution time of 11 minutes / medical record. Also, in the effective category, the reliability value was 92%, responsiveness in was 100%, assurance was 100%, and empathy was 100% while tangibles in the less effective category were 67%. Thus, it means that the medical records service system in the outpatient installation at X Private Hospital Class B, South Jakarta, was in an effective category. Further research should be conducted to obtain more in-depth information.
TINJAUAN TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN LAPORAN BULANAN DATA KESAKITAN (LB1) LITERATURE REVIEW Khoirunnisa Sabiladina; Muniroh -; Puteri Fannya; Lily Widjaja
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1786

Abstract

Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) adalah laporan bulanan yang berisikan pendistribusi kasus penyakit menurut kelompok umur serta kasus baru ataupun kasus lama di puskesmas. Dengan adanya data dan informasi yang diperoleh dari laporan bulanan data kesakitan, maka dinas kesehatan dapat melakukan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan program yang ada di puskesmas. Data dan informasi di dalam laporan tersebut dapat bernilai apabila dilaksanakan secara tepat dan akurat. Selain itu, data dan informasi tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya karena keputusan yang tepat waktu tidak akan berguna apabila keputusan tersebut tidak sesuai untuk menangani masalah kesehatan yang sedang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan dengan menggunakan metode literature review. Berdasarkan hasil tinjauan literature review terhadap 4 jurnal terkait pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan didapatkan proses pengumpulan LB1 bersumber dari register kunjungan pasien, buku register pelayanan dalam gedung dan luar gedung dan pelayanan puskesmas berupa berkas rekam medis sedangkan pustu berupa lembar nota pembayaran. Proses pengolahan LB1 dibuat secara komputerisasi dengan menggunakan microsoft excel dan masih terdapat pengolahan secara manual, Proses penyajian LB1 disajikan dalam bentuk tabel secara manual, tabel excel dan grafik excel, Proses pengiriman LB1 dalam bentuk soft copy dan hard copy tetapi masih terdapat puskesmas yang mengalami keterlambatan dalam pengiriman.
TINJAUAN KEBUTUHAN KODER BERDASARKAN BEBAN KERJA UNIT REKAM MEDIS DI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG Gabriella Eviana Bangun; Muniroh Muniroh; Daniel Happy Putra; Lily Widjaja
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1854

Abstract

RS Imanuel merupakan salah satu rumah sakit tipe B di kota Bandar Lampung. Rata-rata kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap di RS Imanuel setiap harinya adalah 217 dan 28 pasien. Dalam penyelenggaraan kegiatan koding di RS Imanuel diketahui jumlah koder yang ada adalah 1 (satu) orang. Seiring bertambahnya jumlah pasien setiap tahunnya maka beban kerja pada setiap bagian juga akan terus meningkat yang menyebabkan perlunya penyesuaian antara jumlah tenaga dengan beban kerja yang ada khususnya pada bagian koding di RS Imanuel supaya pelayanan lainnya tidak terhambat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah kebutuhan tenaga bagian koding berdasarkan beban kerja di RS Imanuel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode perhitungan Analisis Beban Kerja Kesehatan(ABK-Kes). Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada Kepala Instalasi Rekam Medis dan tenaga rekam medis yang melakukan kegiatan koding. Dari hasil penelitian diketahui waktu kerja tersedia (WKT) koder adalah 1.400 jam/tahun atau 84.000 menit/tahun. Rata-rata lama waktu kegiatan koding rawat jalan dan rawat inap adalah 0,84 menit dan 4,69 menit. Standar beban kerja (SBK) koder untuk rawat jalan dan rawat inap adalah 100.000 dan 17.910 rekam medis/tahun. Jumlah kebutuhan koder sebesar 2 (dua) orang sedangkan jumlah yang ada saat ini adalah 1 (satu) orang, maka perlu ditambah 1 (satu) orang.
GAMBARAN PENYEBAB TIDAK DITEMUKAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DIBAGIAN PENYIMPANAN RSUD BUDHI ASIH Mega Puspita Azidah; Muniroh Muniroh; Daniel Happy Putra; Lily Widjaja
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1853

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis harus disimpan karena berguna untuk perawatan pasien selanjutnya dan berpengaruh dalam kelancaran dan kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan.  Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyebab tidak ditemukannya rekam medis untuk mengetahui penyebab tidak ditemukannya rekam medis rawat jalan di bagian penyimpanan RSUD Budhi Asih dengan 5 unsur manajemen yaitu man, money, method, material, machine. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kejadian misfiled yang terjadi sebanyak 0,34%. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rekam medis salah tempat dan tidak ditemukan (misfiled). Dari hasil penelitian penyebab tidak ditemukannya rekam medis dari faktor manusia, terdapat petugas bukan dari D3 RMIK dan tidak mengikuti pelatihan. Faktor uang, anggaran pelatihan yang belum tentu waktunya. Faktor metode sudah memiliki SOP. Faktor bahan, penggunaan map yang tebal namun jika sedikit sobek hanya diperbaiki. kurangnya rak karena keterbatasan ruang, petugas ada yang tidak mengisi buku ekspedisi, Faktor mesin/alat tracer/outguides petugas terkadang lupa/salah penempatannya, masih terdapat map rekam medis lama tidak menggunakan kode warna.
Analisis Pengaruh Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Teori TAM Firmansye Ika Panggulu; Rokiah Kusumapradja; Lily Widjaja
Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v3i2.429

Abstract

Electronic medical records are computerized health information systems that provide detailed records of patient demographic data, medical history, allergies, and history of laboratory examination results and some of which are also equipped with decision support systems. The purpose of the study was to analyze the influence of organizational contextual factors, attitudes and social influences simultaneously and respectively on the application of electronic medical records. Method: The model used to test the acceptance of technology is the Technology Acceptance Model (TAM). This study uses a quantitative approach with explanatorical causality research design with a sample of 65 with individual analysis units. Tenik data retrieval with questionnaires and tested with path analysis. Results: Based on the results of the above research can be summarized that the findings in this study are in line with TAM theory with variables of contextual factors of organization, attitudes and social influences affect the perception of benefits and perception of ease in electronic medical records both individually and simultaneously. In addition, contextual factors of the organization affect social influence but attitudes do not affect social influence. Implication: This research assists hospital management in developing this electronic medical record system to be easier to use by creating a network of systems that can be accessed on mobile phones by the PPA even if they are not in the hospital. recognize the importance of management support and training in the application of electronic medical records
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN RAWAT JALAN KLINIK Lily Widjaja; Adi Widodo; Nanda Aula Rumana
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.82

Abstract

AbstractClinic is individual health service facilities that provides primary medical services and or specialist, it is held by more than one kind of health workers and presided over by medical workers. In providing health services, clinic needs registration patientmanagement and qualified medical record. Based on it, in the study is done to design registration information system of outpatient clinic that can be used as the basic of service clinic based information system.Registration information system of outpatient clinic is designed by 6 entitiesthey are patients, apothecary, doctor, place registration patients, cash and director clinic. The database used consists of 13 tablesthat are related. The results of systemdesign can be used as a basic of the development of information systems registration outpatient clinic which is able to serve patients fast and accurate and able to present qualifiedinformation medicalrecord.Keywords: Information System, Registration, ClinicAbstrakKlinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis.Dalam memberikan pelayanan kesehatan, klinik membutuhkan pengelolaan pendaftaran pasien dan rekam medis yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem informasi pendaftaran rawat jalan klinik yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pelayanan klinik berbasis system informasi.Sistem informasi pendaftaran rawat jalan klinik dirancang dengan 6 entitas yaitu Pasien, Apotek, Dokter,Tempat Pendaftaran Pasien, Kasirdan Direktur Klinik. Basis data yang digunakan terdiri dari 13 tabel yang saling berelasi. Hasil perancangan sIstem ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sIstem informasi pendaftaran rawat jalan klinik yang mampu melayani pasien dengan cepat dan akurat serta mampu menyajikan informasi rekam medis yang berkualitas.Kata Kunci: SistemInformasi, Pendaftaran, Klini
Revitalisasi Sistem Registrasi Rawat Jalan Menuju Electroic Medical Record Di Klinik Khalifah Kabupaten Tangerang Lily Widjaja; Adi Widodo; Nanda Aula Rumana
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.321

Abstract

Teknologi informasi adalah cabang ilmu yang berkembang pesat yang telah mempengaruhi ilmu lain. Satu diantara penggunaan teknologi informasi dalam Pelayanan kesehatan adalah sistem Rekaman Medis Elektronik. Klinik Khalifah di Kabupaten Tangerang yang telah menerima pasien Jaminan Kesehatan Nasional memutuskan untuk memperkenalkan sistem rekam medis elektronik ini. Pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memulai elektronik di tempat pendaftaran pasien rawat jalan. Pelayanan Registrasi pasien rawat jalan di Klinik Khalifah Kabupaten Tangerang masih menggunakan sistem manual, antrian di loket pendaftaran pasien rawat jalan tidak dapat dihindari. Penerapan system Pendaftaran secara elektronik ini akan menghindari antrian yang panjang dan pasien dapat dilayani dengan cepat  tanpa harus nunggu lama di tempat pendaftaran ini.  Tujuan dari pengabdian ini adalah memenerapkan rancangan sistem registrasi pendaftaran menggunakan metode waterfall dan dengan dibantu oleh software Visual Basic 6.0. Metode waterfall terdiri dari 5 tahap mulai dari Requirement, Design, Testing & Implementation dan Maintenance. Harapannya dengan sistem registrasi secara elektronik akan mempercepat pelayanan pada  pasien di tempat pendaftaran, kepuasan pasien meningkat,   memudahkan  mendapatkan  laporan  pasien perharinya serta akan meningkatkan mutu pelayanan di Klinik ini. Disain telah dilakukan dan telah dipasang (install) system pendaftaran yang dibutuhkan. Tahap sosialisasi perancangan system registrasi telah dilakukan. Panduan penggunaan software telah diberikan. Dengan adanya tingkatan user didalam sistem tersebut sehingga bisa mengetahui siapa yang menjadi pelayanan pasien yang terbaik dalam melayani pasien dan juga pihak rumah sakit dapat mengetahui tentang kondisi pasien saat ini dengan melihat riwayat kesehatan pasien tersebut.
Analisis Perbandingan Kelengkapan Rekam Medis Berdasarkan Metode Analisis Kuantitatif dengan Analisis Closed Medical Record Review di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Mohammad Yusuf Setiawan; Lily Widjaja
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 1 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i1.197

Abstract

AbstractMedical record is a file that contains records and documents about patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients. Medical records must be made immediately and completed after the patient receives the service. Examination of the completeness and quality of medical records using quantitative medical record analysis methods and Closed Medical Record Review. This study is intended to compare the completeness of the Medical Record Based on Quantitative Analysis Method with the Analysis of Closed Medical Record Review in "Dharmais" Cancer Hospital. The type of this research is analytic descriptive research with cross sectional approach. The sample size in this study was 200 cases of medical records using simple random sampling technique. Data analysis using chi square test. The results of quantitative analysis of medical records showed the completeness of medical records was 82.84%, and incomplete was 17.16%. In the closed medical record review analysis shows the completeness of the medical record of 93.53%, and incomplete of 6.47%. Chi square test results showed that there was no significant difference in the proportion of completeness between the results of the Closed Medical Record Review Analysis and the results of the Quantitative Analysis of medical records (p value = 0.437> 0.05).Keyword:  Medical Record, Quantitative Analysis of Medical Records, Closed Medical Record Review Analysis, Cancer Hospital "Dharmais". AbstrakRekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis harus dibuat segera dan dilengkapi setelah pasien menerima pelayanan. Pemeriksaan kelengkapan dan kualitas rekam medis menggunakan metode analisis kuantitatif rekam medis dan Closed Medical Record Review. Penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan Kelengkapan Rekam Medis Berdasarkan Metode Analisis Kuantitatif dengan Analisis Closed Medical Record Review di Rumah Sakit Kanker “Dharmais”. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel pada penelitian ini adalah 200 kasus rekam medis dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis kuantitatif rekam medis menunjukkan angka kelengkapan rekam medis sebesar 82,84%, dan tidak lengkap sebesar 17,16%. Pada analisis closed medical record review menunjukkan angka kelengkapan rekam medis sebesar 93,53%, dan tidak lengkap sebesar 6,47%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan proporsi kelengkapan antara hasil Analisis Closed Medical Record Review dengan hasil Analisis Kuantitatif rekam medis (nilai p.value=0,437 >0,05).Kata Kunci: Rekam Medis, Analisis Kuantitatif Rekam Medis, Analisis Closed Medical Record Review, Rumah Sakit Kanker “Dharmais”.
Hubungan Kelengkapan Sertifikat Medis Penyebab Kematian Terhadap Ketepatan Kode Diagnosa Penyebab Kematian Pasien di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Tahun 2016 Rani Puspita Ningrum; Lily Widjaja
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 4, No 2 (2016): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.693 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v4i2.97

Abstract

AbstractDetermination of diagnosis and code of the cause of death are one of the functions in medical records unit that requires accuration. In determining code of the cause of death must be precise and accurate in accordance based on ICD 10. Rules determinant of the accuracy of diagnosis codes are completeness of the writing in a medical certificate of the death causal. The object of this study to known the association between the completeness of the medical certificate of death cause and accuracy of diagnosis code of patients death cause in SumberWaras Jakartahospital in 2016. This study is a quantitative study with cross sectional observation. The study sample are 74 death certificates on (January-March) 2016. Data were analyzed using chi square test. The results showed that the completenessof the medical certificate cause of death is complete was 55 (74.3%), and accurationof diagnosis code was 49 (66.2%).The P value = 0.010 (0.010 <0.05) and the  OR = 4.027. there is about association between the completeness of the medical certificate of death cause and accuracy of diagnosis code of patients death cause in SumberWaras Jakartahospital in 2016.Keywords: code the cause of death, the completeness writing a diagnosis, ICD-10 AbstrakPenentuan diagnosa dan kode penyebab kematian merupakan salah satu fungsi yang penting dari fungsi unit kerja rekam medis yang membutuhkan ketelitian. Dalam menentukan kode penyebab kematian haruslah tepat dan akurat sesuai dengan aturan ICD 10. Salah satu penentu ketepatan kode adalah kelengkapan penulisan diagnosa di sertifikat medis penyebab kematian. Mengetahui hubungan antara kelengkapan sertifikat medis penyebab kematian dengan ketepatan kode diagnosa penyebab kematian pasien di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dilaksanakan dengan observasi secara cross sectional terhadap sertifikat kematian pasien untuk melihat kelengkapan penulisan diagnosa penyebab kematian dan ketepatan kode diagnosa. Sampel penelitian 74 sertifikat kematian pada triwulan (januari-maret) tahun 2016. Analisis data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menunjukan bahwa kelengkapan sertifikat medis penyebab kematian yang lengkap adalah 55 (74.3%) dan ketepatan kode diagnosa yang tepat adalah 49 (66.2%). Nilai P value = 0,010 (0,010 < 0,05) dan nilai OR = 4,027. Sehingga menunjukan adanya hubungan antara kelengkapan sertifikat medis penyebab kematian dengan ketepatan kode diagnosa penyebab kematian pasien.Kata kunci : Kode Penyebab Kematian, kelengkapan penulisan diagnosa, ICD-10
Completeness Correlation Of Medical Resumes Inpatients Toward Continuity Claims BPJS At The Qadr Tangerang Hospital Tri Harti Maya Utami; Lily Widjaja
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 4, No 1 (2016): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.122 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v4i1.87

Abstract

AbstractCompleteness of medical resumes are things that need to be considered, because it plays an important role in ensuring the continuity of medical services and is the main requirement in filing claims in hospitals, health centers and all healthcare providers (PPK) to the Security Agency of Health (BPJS), all components of the resume medical needs include medical and resumes must be timely so that the claims process runs smoothly. Incomplete medical resume can lead to rejection by the verification BPJS so the claim file must be returned to the hospital in order to be completed. Thus the process of filing a claim to BPJS become obstructed and the claims process can not run smoothly. This resulted in delays in the disbursement of BPJS that can affect cash flow thus hampering the operations Hospital Hospital services such as late payment for services provided, the purchase of facilities and infrastructures that support services in house Sakit.Untuk determine the relationship completeness of medical inpatients resume to smoothness claims to BPJS Hospital Tangerang. The Research Qadr hospital was quantitative research, conducted by observation, look for the relationships between independent variables and the dependent variable is the completeness of medical inpatients resume the smooth claims to BPJS.Pengambilan samples using systematic random sampling of population 528 medical patients resume BPJS Hospitalization in April 2016 and samples taken 50 resumes medical research, data analysis using Chi-square test. Of the four components of the overall amount of the recapitulation completeness complete an average of 43 (86%) and incomplete 7 (26%). Claims BPJS fluent 31 (62%) and non-current 19 (38%). Chi-square test results. obtained P-value 0.000 <0.05 then Ho is rejected or there is a relationship between the completeness of medical resumes with the smoothness of a claim to BPJS Qadr Hospital in Tangerang. OR = 540 (95% CI: 31.7 - 9175), means completeness resume full medical have the opportunity smoothness of claims amounting to 540 times compared to the completeness of the medical resumes incomplete, and in research iniditeltiti also code for accuracy of diagnosis as a variable comparator (counfounding) and obtained 0. the results of P-value 0.000 <0.05 then Ho is rejected, so it can be concluded that there is a relationship between the accuracy of diagnosis by the smooth code claims to BPJS Qadr Hospital in Tangerang. Values obtained 31 OR (95% CI: 5.5 to 177), meaning that accuracy appropriate diagnosis code has a chance to claim fluency by 31 times compared to the accuracy of diagnosis codes that are not appropriate. it can be concluded that both these factors affect each other klaim.Therefore, it is expected the doctor fills the resume completely and correctly in order to reach the level of completeness of the standard 100% and do coding by following the procedures for book-coding based on the theory that ICD-10 volume 2 in order to meet the performance standards coding accuracy> 84%, as well as medical records clerk needs to perform quantitative and qualitative analysis.Keywords: Completeness of medical resumes, diagnosis code accuracy, fluency claims.  AbstrakKelengkapan resume medis merupakan hal yang perlu diperhatikan, karena berperan penting dalam menjamin kontinuitas pelayanan medis dan merupakan syarat utama dalam pengajuan klaim di Rumah Sakit, Puskesmas dan semua penyedia pelayanan kesehatan (PPK) ke Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), semua komponen pada resume medis perlu dilengkapi dan resume medis harus tepat waktu agar proses klaim berjalan dengan lancar. Ketidaklengkapan resume medis dapat menyebabkan penolakan oleh verifikator BPJS sehingga berkas klaim harus dikembalikan kepada Rumah Sakit agar segera dilengkapi. Dengan demikian proses pengajuan klaim ke BPJS menjadi terhambat dan proses klaim tidak dapat berjalan lancar. Hal ini berdampak pada keterlambatan pencairan dana dari BPJS yang dapat mempengaruhi cash flow Rumah Sakit sehingga menghambat operasional RS seperti keterlambatan pembayaran jasa atas pelayanan yang diberikan, pembelian sarana dan prasaran yang menunjang pelayanan di Rumah Sakit.Untuk mengetahui hubungan kelengkapan resume medis pasien rawat inap terhadap kelancaran klaim ke BPJS di Rumah Sakit Qadr Tangerang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif,dilaksanakan dengan observasi,dicari hubungan atau keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen yaitu Kelengkapan resume medis pasien rawat inap terhadap kelancaran klaim ke BPJS.Pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling dari populasi 528 resume medis pasien BPJS Rawat Inap bulan April 2016 dan diambil sampel penelitian 50 resume medis, analisis data menggunakan uji Chi-square. Dari 4 komponen jumlah jumlah hasil rekapitulasi kelengkapan keseluruhan yang lengkap rata-rata 43(86%) dan tidak lengkap 7(26%).Klaim BPJS yang lancar 31(62%) dan yang tidak lancar 19(38%). Hasil uji Chi-square. didapatkan P-value 0.000 < 0,05 maka Ho ditolak atau ada hubungan antara kelengkapan resume medis dengan kelancaran klaim ke BPJS di Rumah Sakit Qadr Tangerang. OR= 540 (95%CI: 31.7 – 9175), artinya kelengkapan resume medis yang lengkap mempunyai peluang kelancaran klaim sebesar 540 kali dibanding kelengkapan resume medis yang tidak lengkap, dan dalam penelitian ini diteltiti juga ketepatan kode diagnosa sebagai variabel pembanding (counfounding) dan didapatkan hasil P-value 0. 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketepatan kode diagnosa dengan kelancaran klaim ke BPJS di Rumah Sakit Qadr Tangerang. Nilai OR yang diperoleh 31 (95%CI: 5,5 – 177), artinya ketepatan kode diagnosa yang tepat mempunyai peluang kelancaran klaim sebesar 31 kali dibanding ketepatan kode diagnosa yang tidak tepat. maka dapat disimpulkan bahwa kedua faktor tersebut saling mempengaruhi kelancaran klaim.Oleh karena itu, diharapkan dokter mengisi resume dengan lengkap dan benar agar tingkat kelengkapan mencapai standar 100% dan melakukan pengodean dengan mengikuti tata cara pengodean berdasarkan teori yaitu buku ICD-10 volume 2 agar dapat memenuhi standar kinerja ketepatan pengodean > 84%, serta petugas rekam medis perlu melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif.Kata kunci : Kelengkapan resume medis, ketepatan kode diagnosa, kelancaran klaim.
Co-Authors -, Muniroh Adelia Anggraini Adi Widodo Adil Hidayat Adinda Pratiwi Alex Sander Alfi Shiddiq Syafrian Aliyani Aliyani Amirah Syafiqah Zahra Anas Fajry Rhomadon Angelina Angelina Anggraini, Adelia Annisa Nur Salsabila Arip Budiana Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Azidah, Mega Puspita Bahlani Bangga Agung Satrya Bangun, Evi Vania Bangun, Gabriella Eviana Bayu Fajar Ilhami Bella Safitri Choirunisa Choirunisa Dani Sagitha Daniel Happy Putra Della Rati Saputri della Dewi, Deasy Rosmala Dewi, Sisilia Kartika Dian Nur Muslimah Dina Sonia Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwijayanti, Risma Mei Eka Widya Rita P. Endika Rachmad Fadia Eka Septiawati Fannya, Puteri Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Ferina Ferina Ferina, Ferina Firmansye Ika Panggulu Fredrika Welhelmina Gabriella Eviana Bangun Gina Sonia Gita, Elsa Chandra Harahap, Maulidiah Rizki Hosizah Hosizah Ilham Abdurohman Indawati, Laela Intan Rusdiana Dewi Jeillia Jihan Swaradwibhagia Khoirunnisa Sabiladina Kusumapradja, Rokiah Laela Indiawati Lautsan, Christina M. Fuad Iqbal Maulidiah Rizki Harahap Mega Puspita Azidah Muhamad Fazriyansah Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nanda Aula Rumana Natsir Nugroho Nindia Septa Tiana Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Octa Rina Sari Pratiwi, Adinda Puspita, Kori Putri Fannya Putri Nurindahsari Putri, Alifatul Aulia Sagita Rahayu, Ririn Rahelia Putri Rani Puspita Ningrum RATNA INDRAWATI Regina Yulianti T. S Rezal, Muhammad Rifda Ulfa Andini Ririn Rahayu Risma Sisni Fadilla Saarah Salsabila Putri Yadita Sabiladina, Khoirunnisa Salsabila, Annisa Nur Sarah Khonsa Setiawan, Mohammad Yusuf Siti Rahmawati Handayani siti Widya Astuti, siti Sofi Romando Putri Suciyanti Suciyanti Suriyantoro, Suriyantoro Surlialy, Dewi Tantri Wilananda Tri Harti Maya Utami Uli Shalatiya uli Umi Khoirun Nisak Vania Rachma Putri Viatiningsih, Wiwik Wiranata, Tyansa Eka Sampoerna Yasinta Rosalia Menna Yenni Syafitri Yulia, Noor