Claim Missing Document
Check
Articles

Ketepatan Pengodean Diagnosis Pasien Klinik Penyakit dalam di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta Pusat 2021 Endika Rachmad; Laela Indawati; Puteri Fannya; Lily Widjaja
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 09 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i09.591

Abstract

Coding based on ICD-10 is the process of coding using letters and numbers that represent data components which aims to ensure the accuracy of the selected code representing the diagnosis designation established by the doctor, but in practice, there are still errors from the unclear writing of the diagnosis code. The purpose of this study was to get an overview of the accuracy of coding the diagnosis of Internal Medicine cases and identify the SOP for Code Giving at RSAL Dr. Mintohardjo. In this study, the author uses a quantitative descriptive method. The samples taken by the researchers were 100 which were obtained using the Slovin formula. From a total of 100 samples studied, there were 36 medical record data that were correct in coding and there were also 64 medical record data that were incorrect in coding. It can be concluded that the error in coding the diagnosis especially in internal medicine clinics at RSAL Dr. Mintohardjo is classified as high. Some errors in coding are caused by unclear writing of disease diagnoses, incomplete writing of disease diagnoses, inaccuracy in determining the main diagnosis, and lack of communication between the medical record officer in the coding section with nurses or doctors.
KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA DI BAGIAN PENERIMAAN PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT AIRAN RAYA Amirah Syafiqah Zahra; Lily Widjaja; Laela Indawati; Puteri Fannya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 9: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i9.5052

Abstract

Pelayanan rekam medis yang berkualitas ditentukan oleh sumber daya manusia yang bermutu. Tenaga kerja rekam medis menjadi salah satu faktor utama penyelenggaraan rekam medis. Agar berjalan dengan baik, maka diperlukan sumber daya yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan beban kerja di bagian penerimaan pasien rawat jalan Rumah Sakit Airan Raya. Metode penelitian dilakukan dengan kuantitatif deskriptif dengan sampel penelitian banyak 37.397 rekam medis pasien rawat jalan pada periode Januari-Desember 2021. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Airan Raya memiliki 3 orang petugas di unit rekam medis rawat jalan dan dari hasil perhitungan kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan beban kerja menggunakan rumus Abk-Kes diperoleh jumlah petugas tambahan yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang. Beban kerja yang dilaksanakan oleh petugas di pendaftaran rawat jalan saat ini mempengaruhi kinerja pegawai yang ada di Instalasi rekam medis sehingga dapat mempengaruhi efektivitas dan produktifitas kerja petugas rekam medis. Selain itu, kurangnya SDMK akan petugas akan mempengaruhi pelayanan rekam medis.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SANGGI TANGGAMUS LAMPUNG TAHUN 2022 Rifda Ulfa Andini; Puteri Fannya; Lily Widjaja; Laela Indawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 9: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i9.5056

Abstract

Kepuasan pasien merupakan faktor yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan keberhasilan progam pelayanan. Kepuasan pasien akan muncul ketika ditunjang dengan mutu pelayanan yang baik. Terdapat lima unsur yang biasa dikenal dengan istilah mutu layanan “SERVQUAL” (reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible) yang dimana diyakini mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Sanggi Tanggamus Lampung tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik accidental sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian yang dibantu dengan rumus jumlah sampel untuk estimasi proporsi sehingga diperoleh sampel sejumlah 96 pasien rawat inap. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode observasi, survey dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien rawat inap yaitu 48 responden (50%) menyatakan puas dan 48 responden (50%) menyatakan tidak puas. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada Puskesmas Sanggi Tanggamus Lampung untuk meningkatkan kepuasan pasien dengan cara meningkatkan kenyamanan dan kebersihan pada ruang tunggu dan kamar pasien rawat inap, menambah fasilitas seperti televisi atau wifi pada loket pendaftaran, serta menegakkan peraturan terkait keramahan petugas dalam pelayanan.
Tinjauan Kebutuhan Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan di Puskesmas Leuwiliang Menggunakan Abk Kes Ilham Abdurohman; Puteri Fannya; Lily Widjaja; Deasy Rosmala Dewi
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.528 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i1.677

Abstract

Latar Belakang : Puskesmas Leuwiliang, Bogor Jawa Barat yang merupakan puskesmas tipe Utama Rawat Jalan dimana unit rekam medis khususnya hanya memiliki 1 tenaga kerja. Rekam Medis dan 2 Tenaga Pendaftaran di Puskesmas berfungsi untuk Melakukan Pendaftaran pasien , pengambilan , distribusi , coding dan penyimpanan rekam medis . Diketahui kegiatan Rekam Medis dilakukan oleh 1 petugas dengan jumlah rekam medis 61.068 pasien rawat jalan pada tahun 2021. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran jumlah kebutuhan tenaga rekam medis yang sesuai dengan beban kerja di Puskesmas Leuwiliang. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, yaitu melakukan penelitian secara langsung untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga rekam medis berdasakan data dari wawancara dan observasi. Hasil : Hasil penelitian berdasarkan perhitungan Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) diketahui Standar Beban Kerja (SBK) 5,9 rekam medis/tahun dibagi capaian 1 tahun 61.068 pasien rawat jalan lalu dibagi lagi dengan Standar Tugas Penunjang (STP) didapatkan jumlah tenaga rekam medis yang dibutuhkan sebanyak 8 orang. Kesimpulan: Hasil kesimulam yaitu tinjauan kebutuhan perekam medis yang ada di Puskesmas Cikancung berdasarkan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK) membutuhkan 5 orang pegawai, saat ini di Puskesmas Cikancung sudah memiliki 4 orang petugas jadi perlu penambahan 1 orang pegawai baru agar memenuhi kebutuhan.
Tinjauan Kebutuhan Tenaga Assembling Rekam Medis Rawat Inap Berdasarkan Beban Kerja di Rumah Sakit Menggunakan Analisa Beban Kerja Kesehatan Alfi Shiddiq Syafrian; Muniroh Muniroh; Lily Widjaja; Laela Indawati
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i2.689

Abstract

Latar Belakang : Rumkital Marinir Cilandak, Kota Jakarta Selatan yang merupakan rumah sakit tipe B dimana unit rekam medis khususnya dibagian assembling rawat inap hanya memiliki 1 tenaga kerja. Assembling di rumah sakit berfungsi untuk melengkapi isi dan merakit dokumen rekam medis yang belum sempurna. Diketahui kegiatan assembling dilakukan oleh 1 petugas dengan jumlah rekam medis 7.597 pasien rawat inap pada tahun 2021. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran jumlah kebutuhan tenaga rekam medis assembling rawat inap yang sesuai dengan beban kerja di Rumkital Marinir Cilandak. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, yaitu melakukan penelitian secara langsung untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga assembling berdasakan data dari wawancara dan observasi. Hasil : Berdasarkan hasil perhitungan Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) diketahui Standar Beban Kerja (SBK) 5.891 rekam medis/tahun dibagi capaian 1 tahun 7.597 pasien rawat inap lalu dibagi lagi dengan Standar Tugas Penunjang (STP) didapatkan jumlah tenaga assembling rawat inap yang dibutuhkan sebanyak 2 orang. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa Standar Prosedur Operasional (SPO) proses assembling rekam medis di Rumkital Marinir Cilandak diterbitkan pada tanggal 21 Desember 2018, dan belum ada revisi terbaru dari pihak Rumkital.
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN RINGKASAN PULANG REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSU ADHYAKSA Fauzan Habibilah; Lily Widjaja; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i10.5228

Abstract

Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Unit kerja rekam medis besar perananya dalam kegiatan – kegiatan rumah sakit yaitu, dengan melayani dengan cepat, tepat waktu, lengkap dan kapan saja terhadap permintaan – permintaan catatan medis yang diperlukan. Resume Medis adalah informasi yang terdapat dalam ringkasan riwayat keluar semua pasien selama perawatan dan pengobatan pasien yang telah diusahakan oleh tenaga kesehatan dan pihak terkait, lembar ini harus ditandatangani oleh dokter yang merawat pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SOP, menentukan persentase kelengkapan ringkasan pulang dan mengetahui faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan ringkasan pulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi analisis kuantitatif, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil Rekapitulasi kelengkapan pengisian ringkasan pulang rawat inap secara analisis kuantitatif terhadap 77 Rekam Medis didapatkan hasil tertinggi pada komponen identifikasi pasien yaitu 100%. Pada komponen laporan yang penting didapatkan hasil tertinggi 99% pada sub komponen tanggal masuk dan keluar dan ringkasan riwayat penyakit dan untuk kelengkapan terendah pada sub komponen penunjang lain yaitu 52%. Pada komponen autentifikasi penulis didapatkan hasil tertinggi pada sub komponen tanda tangan dokter yaitu 92% dan untuk hasil terendah pada sub komponen nama dokter yaitu 82%.
Analisis Kualitatif Kelengkapan dan Kekonsistensian Diagnosis di Rumah Sakit Patria IKKT Suciyanti Suciyanti; Lily Widjaja; Puteri Fannya; Dina Sonia
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qualitative analysis is a review of filling in medical records related to the consistency of the contents of medical records. A good medical record must contain complete medical records. This type of research is descriptive with a qualitative approach with observation and interview data collection techniques. This qualitative analysis has 6 components. The purpose of this study was to find out a qualitative analysis of the completeness and consistency of diagnosis in dengue fever patients for the period September-October 2022. This research was conducted using a systematic random sampling method. From 85 medical records, the results of a qualitative analysis on the completeness of the consistency of the diagnosis obtained the percentage of consistency of 63.53%. While the results of the 6 subcomponents include: Completeness of diagnosis at admission: 58.82% incomplete, Consistency of diagnosis at admission: 58.82%, Completeness of diagnosis while being treated: 64.71%, Consistency of diagnosis while being treated amounted to: 64.71%, Completeness of diagnosis when going home amounted to: 67.06%, Consistency of diagnosis when going home amounted to: 67.06%. Of the 6 sub-components the highest proportion of consistency was consistency of completeness and consistency of diagnosis at the time of going home = 67.06%. While the lowest completeness & consistency of diagnosis at admission = 58.82%. The conclusion is that the qualitative analysis of the completeness and consistency of the diagnosis is not 100% in accordance with the Hospital MSS.
Pemanfaatan Metode Fishbone Pada Studi Kasus Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Choirunisa Choirunisa; Lily Widjaja
MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis Vol 5 (2018): MEDICORDHIF Jurnal Rekam Medis
Publisher : APIKES Bhumi Husada Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.031 KB)

Abstract

ABSTRACT The delay in returning inpatient medical records can show the quality of health services that are less than optimal. To achieve service goals optimally, it is necessary to have a good and supportive system in RM services in accordance with the procedures set out in the hospital. Delay in returning inpatient RM patients will affect and result in the processing and presentation of data starting from assembling activities, analysis, coding, indexing to reporting RM (RM). The purpose of this study was to find out the factors that influence the delay in returning the hospitalization RM to the RM unit at the Muhammadiyah Hospital in Taman Puring using the fishbone method. This type of research is descriptive, population of 253 RM in July 2018 obtained a sample of 155 RM. The technique of collecting data by observation and interviews, the instruments are in the form of interview guidelines, checklists, calculators and return expedition books. Analysis of the data with the percentage of the accuracy of the RM return time and with the Fishbone method get the factors that affect the delay in returning the RM. The results of the study and the discussion that the RM return from the appropriate treatment room was 65.16% and the late ones were 34.83%. The main factor in delaying the return of a patient's RM is a resume that has not been filled in, there is no special officer who returns the hospitalized RM to the RM unit. Keyword: Delay, Return Medical Record, Fishbone.
Tinjauan Kinerja Pegawai dalam Menggunakan E-Puskesmas di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Aliyani Aliyani; Daniel Happy Putra; Puteri Fannya; Lily Widjaja
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i5.760

Abstract

Latar Belakang : Dalam meningkatkan manajemen penyelenggaraan Puskesmas perlu dukungan sistem informasi Puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah metode yang digunakan untuk mengukur sumber daya manusia terhadap kinerja petugas adalah HRSC (Human Resources Scorecard). Tujuan : Tujuan penelitian ini mengetahui kinerja pegawai dalam menggunakan ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Metode : Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriftif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitain ini lakukan di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara denga jumlah 30 responden yang mengisi kuesioner penelitian. Hasil : Hasil penelitian menunjukan terdapat pada indikator kualitas 29 petugas (96.7%) menyatakan baik, pada indikator kuantitas 27 petugas (90.0%) menyatakan baik, pada indikator kehadiran 30 petugasa (100,0%) menyatakan baik, pada indikator supervisi 13 petugas (43.3%) menyatakan baik, pada indikator konservasi 25 petugas (83.3%) menyatakan baik. Hasil dari lima indikator didapatkan kinerja petugas yang menggunakan ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dengan 18 petugas (60.0%) menyatakan baik menggunakan ePuskesma dan 12 petugas (40.0%) menyatakan tidak baik menggunakan ePuskesmas. Kesimpulan: Penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik petugas berdasarkan umur di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang menggunakan ePuskesmas yaitu rata-rata usia 32 tahun, median 30.50 tahun, standar deviasi 6.425 tahun, umur termudah 23 tahun umur tertua 48 tahun dan 95%Confidence Interval adalah 29.63 – 34.43 tahun, berdasarkan jenis kelamin, jenis kelamin pada petugas perempuan sebanyak 56.7% (17 petugas) sedangkan pada petugas laki-laki sebanyak 43.3% (13 petugas) dilihat pendidikan terakhir terbanyak yaitu pada pendidikan D3 sebanyak 56.7% (17 petugas) sedangkan pendidikan terbanyak kedua yaitu S1 sebanyak 23.3% (7 petugas) dan pendidikan terendah yaitu SMA sebanyak 20.0% (6 petugas), dan dilihat dari lama bekerja di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang menggunakan ePuskesmas yaitu rata-rata 6.80 tahun, median 6 tahun, standar deviasi 3.517 tahun, lama bekerja termudah yaitu 1 tahun, lama bekerja tertua yaitu 15 tahun dan 95% Confidence Interval adalah 5.49 – 8.11 tahun.
Tinjauan Ketepatan Kode Penyakit Tuberkulosis Paru Berdasarkan ICD-10 pada Pasien Rawat Inap di RSKD Duren Sawit Tahun 2021 Vania Rachma Putri; Puteri Fannya; Deasy Rosmala Dewi; Lily Widjaja
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v2i2.1675

Abstract

Coding accuracy is the process of conforming to the diagnosis code that has been determined by the coding officer based on ICD-10 which greatly affects data reporting and administration. Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis which causes disturbances in the respiratory tract. In RSKD Duren Sawit pulmonary tuberculosis is included in the 10 biggest diseases. The purpose of this study was to determine the accuracy of the pulmonary tuberculosis disease code based on ICD-10 in inpatients at RSKD Duren Sawit in 2021. This study used a descriptive method with a quantitative approach that took 80 samples using a saturated sample technique by means of observation and interviews. The results obtained from 80 samples of the accuracy of the pulmonary tuberculosis code of inpatients at RSKD Duren Sawit found that 56 (70%) and 24 (30%) were inaccurate. There are factors that affect the inaccuracy of using the 5M (Man, Money, Material, methode, Machine) element, namely the man element due to the inappropriateness of the coding officer's profession and lack of thoroughness and the element of the coding SOP method which is still being revised. Suggestions should be officers who do coding in accordance with their profession or medical recorders.
Co-Authors -, Muniroh Adelia Anggraini Adi Widodo Adil Hidayat Adinda Pratiwi Alex Sander Alfi Shiddiq Syafrian Aliyani Aliyani Amirah Syafiqah Zahra Anas Fajry Rhomadon Angelina Angelina Anggraini, Adelia Annisa Nur Salsabila Arip Budiana Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Azidah, Mega Puspita Bahlani Bangga Agung Satrya Bangun, Evi Vania Bangun, Gabriella Eviana Bayu Fajar Ilhami Bella Safitri Choirunisa Choirunisa Dani Sagitha Daniel Happy Putra Della Rati Saputri della Dewi, Deasy Rosmala Dewi, Sisilia Kartika Dian Nur Muslimah Dina Sonia Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwijayanti, Risma Mei Eka Widya Rita P. Endika Rachmad Fadia Eka Septiawati Fannya, Puteri Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Ferina Ferina Ferina, Ferina Firmansye Ika Panggulu Fredrika Welhelmina Gabriella Eviana Bangun Gina Sonia Gita, Elsa Chandra Harahap, Maulidiah Rizki Hosizah Hosizah Ilham Abdurohman Indawati, Laela Intan Rusdiana Dewi Jeillia Jihan Swaradwibhagia Khoirunnisa Sabiladina Kusumapradja, Rokiah Laela Indiawati Lautsan, Christina M. Fuad Iqbal Maulidiah Rizki Harahap Mega Puspita Azidah Muhamad Fazriyansah Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nanda Aula Rumana Natsir Nugroho Nindia Septa Tiana Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Octa Rina Sari Pratiwi, Adinda Puspita, Kori Putri Fannya Putri Nurindahsari Putri, Alifatul Aulia Sagita Rahayu, Ririn Rahelia Putri Rani Puspita Ningrum RATNA INDRAWATI Regina Yulianti T. S Rezal, Muhammad Rifda Ulfa Andini Ririn Rahayu Risma Sisni Fadilla Saarah Salsabila Putri Yadita Sabiladina, Khoirunnisa Salsabila, Annisa Nur Sarah Khonsa Setiawan, Mohammad Yusuf Siti Rahmawati Handayani siti Widya Astuti, siti Sofi Romando Putri Suciyanti Suciyanti Suriyantoro, Suriyantoro Surlialy, Dewi Tantri Wilananda Tri Harti Maya Utami Uli Shalatiya uli Umi Khoirun Nisak Vania Rachma Putri Viatiningsih, Wiwik Wiranata, Tyansa Eka Sampoerna Yasinta Rosalia Menna Yenni Syafitri Yulia, Noor