Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kepuasan Pasien Pengguna Pembayaran QRIS di Pelayanan Rawat Jalan RSUD Koja Surlialy, Dewi; Widjaja, Lily; Fannya, Puteri; Yulia, Noor
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1156

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa yang timbul setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan. Tingkat kepuasan pasien sangat penting untuk menilai kualitas layanan dan memastikan kelangsungan serta peningkatan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alur transaksi menggunakan metode QRIS (Quick Response Indonesia Standard), karakteristik pasien yang menggunakan transaksi QRIS, dan kepuasan pasien yang menggunakan transaksi pembayaran QRIS di layanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Koja menggunakan metode EUCS (End-User Computing Satisfaction).Metode: Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang dikumpulkan dari 106 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah sampling non-probabilitas, khususnya sampling acak. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur transaksi pembayaran di Rumah Sakit Umum Koja sangat prospektif. Karakteristik pasien yang menggunakan metode QRIS didominasi oleh usia 26-35 tahun, perempuan, dengan pendidikan sarjana atau D4, bekerja sebagai karyawan swasta, dan memiliki pendapatan rata-rata lebih dari Rp. 4.901.798. Tingkat kepuasan pasien dalam layanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Koja menunjukkan bahwa 59,4% pasien puas dengan aspek konten 59,4%; aspek akurasi 84,9%; aspek format 67,9%; aspek kemudahan penggunaan; dan 50,9% dengan aspek ketepatan waktu. Kesimpulan: Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien puas dengan penggunaan metode QRIS di Rumah Sakit Umum Koja, dengan persentase kepuasan sebesar 86,8%.
Evaluasi Aplikasi Medinfras pada Rawat Inap RSAJ Jakarta Utara Menggunakan TAM Saarah Salsabila Putri Yadita; Rezal, Muhammad; Widjaja, Lily; Indawati, Laela
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1167

Abstract

Latar Belakang: Evaluasi ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif pengembangan aplikasi Medinfras di lingkungan rawat inap dapat berfungsi dalam organisasi pelaksana. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan aplikasi Medinfras dalam perawatan rawat inap dengan menggunakan Model Penerimaan Teknologi di Rumah Sakit Atma Jaya, Jakarta Utara. Metode: Metode yang digunakan dalam evaluasi ini Technology Acceptance Model (TAM) yaitu merupakan teori sistem informasi untuk mensimulasikan bagaimana pengguna bisa menerima dan memanfaatkan teknologi yang telah di sediakan. Evaluasi RME mempertimbangkan tiga aspek yaitu aspek kebermanfaatan, aspek kemudahan, dan aspek minat, sehingga akan mendapakan hasil yang objektif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai aplikasi Medinfras bermanfaat dan mudah digunakan, terutama pada aspek kelengkapan informasi (85,9%) dan kemudahan pengoperasian (85,9%). Namun, fleksibilitas aplikasi masih menjadi kendala, serta sebagian kecil responden (3,1%) menilai informasi belum selalu up to date. Kesimpulan: Evaluasi penerapan terhadap penggunaan aplikasi Medinfras pada rawat inap memberikan manfaat bagi petugas meliputi peningkatan produktifitas dalam melakukan pekerjaan, memudahkan pekerjaan petugas yang meliputi fitur-fitur dalam aplikasi ini tidak asing saat dicoba, kemudahan dalam pengoperasian dan kemudahan dalam memahami fungsi sistem, membantu melakukan pekerjaan petugas dan memberikan kenyamanan terhadap penggunaan.
HUBUNGAN KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA REKAM MEDIS DENGAN HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Wiranata, Tyansa Eka Sampoerna; Rumana, Nanda Aula; Widjaja, Lily; Putra, Daniel Happy
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v9i2.343

Abstract

This research aims to determine the relationship between student academic abilities and learning outcomes in final year students of the Medical Records and Health Information Study Program at one of the universities in Jakarta. The research method used is quantitative analysis using the independent T-test where researchers describe the relationship between students' academic abilities and learning outcomes. Based on the research results, it was found that the average age of students was 22 years with the majority of students being female, namely 77.8%. The description of academic ability is 88.9% good and 11.1% not good. The average learning outcome description is 3.51 with the largest learning outcome being 3.97 and the smallest being 2.66. Based on the research results, it was found that there was a significant relationship between learning outcomes and academic abilities (p-value <0.002). Where respondents whose academic abilities are good have a higher learning outcome score of 3.54 compared to respondents whose academic abilities are not good, namely 3.25. So, it can be seen that there is a quite significant correlation between academic ability and learning outcomes.
Tinjauan Ketepatan Kodefikasi Penyakit Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Klinik Pratama Satkes Denma Mabesal Lautsan, Christina; Satrya, Bangga Agung; Rumana, Nanda Aula; Widjaja, Lily
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.827

Abstract

Menetapkan kode diagnosis penyakit dengan menggunakan pedoman klasifikasi internasional untuk mencatat dan mengelola informasi kesehatan yang dikenal sebagai kodefikasi penyakit. Dalam hal kodefikasi penyakit dengan sistem pendokumentasian yang akurat dinilai penting karena ini akan berdampak pada pengelolaan data pasien dan perencanaan dalam pelayanan. Metode deskriptif kuantitatif dipilih pada penelitian ini. Rekam medis elektronik pasien dipelayanan rawat jalan periode Januari sd Juni 2024 di Klinik Pratama Satkes Denma Mabesal dengan diagnosis hipertensi menjadi sampel yang akan diteliti dengan menggunakan pedoman ICD-10 edisi 2010. Peninjauan dilakukan terhadap penentuan kode diagnosis penyakit hipertensi, persentase keseluruhan kodefikasi penyakit, serta faktor yang menyebabkan dalam penetapan kode diagnosis pada penyakit hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 rekam medis pada pasien rawat jalan yang teridentifikasi, 15 rekam medis (17,86%) memiliki kode diagnosis hipertensi yang tepat sedangkan 69 rekam medis (82,14%) lainnya tidak tepat. Salah satu yang menyebabkan ketidaktepatan dalam penetapan kode diagnosis antara lain riwayat pendidikan yang tidak sesuai sehingga menyebabkan mereka tidak memahami prosedur yang tepat yang diperlukan dalam menetapkan kode diagnosis. Penelitian ini diharapkan dapat membantu Klinik Pratama Satkes Denma Mabesal meningkatkan ketepatan kodefikasi penyakit melalui pelatihan dan pemahaman yang lebih baik tentang sistem kodefikasi penyakit serta peningkatan kualitas rekam medis pasien.
Tinjauan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Pendaftaran Rawat Jalan RSUD Balaraja Bella Safitri; Noor Yulia; Lily Widjaja; Bangga Agung Satrya
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i3.421

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is a digitalization innovation in medical data storage which aims to increase the efficiency of health services. At Balaraja Regional Hospital, the EMR system is implemented using the Hospital Information Management application (MIRSA). This study aims to evaluate the implementation of EMR in outpatient registration, identify the obstacles faced, and provide recommendations for improvement. The scope of the research includes an outpatient registration system that uses EMR. Descriptive research method with qualitative analysis, by means of observation and interviews with the main informant, the head of medical records and other informants, registration officers. The research results show that the implementation of EMR has increased service efficiency by speeding up the registration process and reducing manual recording errors. However, analysis using the Human, Organization, Technology, Net-Benefit (HOT-Fit) method revealed obstacles such as technological aspects and organizational support, as well as slow network constraints. The conclusion of this research is that although EMR provides benefits in increasing service efficiency, improvements are still needed in technological and management aspects. It is recommended that Balaraja Regional Hospital develop special SOPs for MIRSA, improve system maintenance, and provide regular training officers to improve the quality of health services.
Tinjauan Sistem Penjajaran Rekam Medis di RSU Bhakti Asih Tangerang Putri, Alifatul Aulia Sagita; Dewi, Deasy Rosmala; Indawati, Laela; Widjaja, Lily
Jurnal Rekam Medic Vol 5, No 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v5i1.5163

Abstract

Pendahuluan:Penyimpanan rekam medis bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat ditemukan kembali dokumen rekam medis yang disimpan dalam rak filing. Pada sistem penjajaran adalah penyimpanan rekam medis di rak,maka kita menjajar dengan cara tertentu di rak penyimpanan. Rumah Sakit ini beralamat di Jl. Raden Saleh No.10, RT.001/RW.004, Karang Tengah, Kec.Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan rekam medis pasien yang dibutuhkan di Rumah Sakit Umum Bhakti Asih pada bulan Januari 2021 berjumlah 17,572 rekam medis. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuo bagaimana sistem penjajaran rekam medis di RSU Bhakti Asih Tanggerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis kualitatif yaitu dengan cara observasi langsung dan menjelaskan hasil yang didapat secara lengkap mengenai pelaksanaan sistem penjajaran di Rumah Sakit Umum Bhakti Asih. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Observasi dan wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menggunakan sistem penjajaran Terminal Digit Filling (TDF) dan penyimpanan secara sentralisasi. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian pada bulan Januari 2021 jumlah kunjungan pasien rawat jalan 18,444 dengan rata-rata 594,9 pasien,rekam medis yang terkirim pada bulan Januari 2020 sebanyak 18,377 dengan rata-rata 592,8. Rekam medis yang ditemukan sebanyak 99,6% (18.377 dokumen rekam medis), tidak ditemukan dengan persentase 0,4 % (67 dokumen rekam medis) yang disebabkan oleh beberapa faktor sepertim faktor man (petugas), faktor money, faktor matherial, faktor mechine, dan faktor methode.
Ketepatan Kodefikasi Sebab Dasar Kematian pada Sertifikat Kematian di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Dwijayanti, Risma Mei; Indawati, Laela; Dewi, Deasy Rosmala; Widjaja, Lily
Jurnal Rekam Medic Vol 5, No 2 (2022): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v5i2.5191

Abstract

Pendahuluan: Sebab Dasar Kematian adalah sebab-sebab kematian sebagai segala penyakit, kondisi sakit atau luka yang menyebabkan atau turut menyebabkan kematian jika tidak diderita oleh pasien maka ia tidak akan meninggal. Dalam menentukan kode penyebab dasar kematian, petugas harus memperhatikan prosedur atau aturan yang telah ditetapkan WHO dalam ICD-10 volume 2. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persentase akurasi kodifikasi penyebab utama kematian di RSPAD Gatot Soebroto. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu dengan memberikan penjelasan dan deskripsi yang lengkap tentang ketepatan kodifikasi dasar penyebab kematian pada akta kematian di RSPAD Gatot Soebroto. Populasi penelitian adalah 165 rekam medis pasien yang meninggal pada tahun 2019. Jumlah sampel adalah 62 rekam medis kematian yang diambil dengan teknik random sampling. Hasil: Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, ICD-10. Persentase akurasi kode penyebab kematian di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2019 menunjukkan akurasi kode 82% akurat dalam menentukan penyebab kematian dan 18% tidak akurat karena tidak ada cross check pada tabel MMDS . Lebih baik mengkodekan semua diagnosis dalam sertifikat kematian dan menggunakan aturan kematian, baik Prinsip Umum, Aturan 1, 2 dan 3 dan merujuk ke tabel MMDS untuk memberikan kode yang akurat. Kesimpulan: Faktor faktor yang menyebabkan Ketidaktepatan Kodefikasi sebab dasar Kematian pada Sertifikat Kematian, Petugas Koding kematian mendapatkan file sertifikat medis penyebab kematian salinan ke tiga sehingga tulisan diagnosis dokter kurang jelas. Tulisan dokter yang sering kali tidak terbaca. Tidak adanya SPO khusus untuk koding kematian. Kurangnya SDM khusus koding  kematian.
Gambaran Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik Pada Poliklinik di Rumah Sakit Atma Jaya siti Widya Astuti, siti; Muhammad Rezal; Lily Widjaja; Laela Indiawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.695

Abstract

Pada era globalisasi, teknologi sangatlah penting untuk menunjang aktivitas kehidupan di dunia kesehatan yang sangat berperan penting dalam menyediakan informasi secara cepat dan akurat. Perkembangan teknologi dalam pelayanan kesehatan menyediakan rekam medis berbasis elektronik. Rekam medis elektronik (RME) adalah dokumen yang menunjukkan penggunaan teknologi informasi untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses dan mengakses data dalam bentuk digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan rekam medis elektronik di bagian rawat jalan Rumah Sakit Atma Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi untuk menggambarkan hasil yang diperoleh secara lengkap dan akurat sesuai fakta. Rumah Sakit Atma Jaya mempunyai standar prosedur operasional (SPO) pelaksanaan rekam medis elektronik yang berbeda-beda di setiap unitnya dan belum ada alur pelaksanaannya dalam bentuk grafik. Software RME yang digunaan bernama Medinfras sudah sesuai dengan SPO terutama dari aspek kerahasiaan dan akses data. Proses implementasi RME dimulai dari registrasi pasien hingga transfer konten di platform Satu Sehat. Kendala yang terjadi berkaitan dengan unsur manusia, material, metode dan mesin.
Tinjauan Lama Waktu Tunggu Penyediaan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Di RSAL dr. Mintohardjo Muttaqin, Azhar; Lily Widjaja, Lily; Indawati, Laela; Yulia, Noor
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2023): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v6i2.4497

Abstract

Penyediaan rekam medis rawat jalan yang tepat waktu menghasilkan pelayanan rekam medis yang berkualitas. Waktu penyediaan rekam rawat jalan sesuai standar pelayanan minimal adalah ? 10 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu tunggu rekam medis pasien rawat jalan di RSAL dr. Mintohardjo. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan besaran sampel berdasarkan estimasi proposi sebanyak 106 rekam medis. Hasil penelitian 14 rekam medis (13,2%) tepat waktu dan 92 rekam medis (86,8%) tidak tepat waktu, yang terbanyak tidak tepat waktu yaitu > 31-40 menit sebanyak 31 rekam medis (29,2%). Dalam mengidentifikasi penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan, peneliti menggunakan faktor 5M. Faktor Man terjadinya missfile, terdapat rekam medis belum kembali dari poliklinik maupun ruang rawat inap, kurangnya pengetahuan dan pendidikan. Faktor Money belum adanya anggaran dalam perbaikan Roll O Pack. Faktor Material cetak bon pinjam rekam medis tidak otomatis pada aplikasi SIMRS dan hanya tersedia 1 mesin printer dari 7 komputer, jadi perlu ditambah jumlah printer. Faktor Machine terjadi kerusakan Roll O Pack dan gangguan pada software berupa downtime (waktu ketika suatu sistem, aplikasi dan layanan tidak dapat diakses/tidak berfungsi) pada aplikasi SIMRS. Faktor Method belum adanya SPO penyediaan rekam medis rawat jalan.
Tinjauan Ketepatan Penjajaran Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Kembangan Fauziah Irfany; Lily Widjaja; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 1 (2024): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i1.188

Abstract

Alignment is the process of aligning medical records in the storage room according to the system used. The medical record storage system at Kembangan Hospital uses centralization, the medical record numbering system uses the Unit Numbering System (UNS) and the alignment system uses Terminal Digit Filing (TDF). The aim of this research is to determine the accuracy of medical record alignment. This research used a descriptive method with a quantitative approach, the population was 293 medical records using a saturated sample. From the results of research on the primary digit 07 storage shelf, it was found that there were inaccuracies in the alignment of 162 medical records (55%). This alignment inaccuracy was divided into three digits, namely 34 medical records (21%) had the 1st digit incorrect, 85 medical records (52%) had the 2nd digit incorrect and 43 medical records (27%) had the 3rd digit incorrect. . It was found that the cause of the alignment error was due to human error, the unavailability of a tracer and the map not using color coding. Medical records that cannot be found can be traced by looking at the patient's history of treatment at Simrs Khanza, then looking for the first digit number that is being searched for. When a medical record is not found, a search for the accuracy of the alignment of the medical record is carried out using the medical record tracking method. If a medical record cannot be found, a new medical record will be used temporarily.
Co-Authors -, Muniroh Adelia Anggraini Adi Widodo Adil Hidayat Adinda Pratiwi Alex Sander Alfi Shiddiq Syafrian Aliyani Aliyani Amirah Syafiqah Zahra Anas Fajry Rhomadon Angelina Angelina Anggraini, Adelia Annisa Nur Salsabila Arip Budiana Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Azidah, Mega Puspita Bahlani Bangga Agung Satrya Bangun, Evi Vania Bangun, Gabriella Eviana Bayu Fajar Ilhami Bella Safitri Choirunisa Choirunisa Dani Sagitha Daniel Happy Putra Della Rati Saputri della Dewi, Deasy Rosmala Dewi, Sisilia Kartika Dian Nur Muslimah Dina Sonia Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwijayanti, Risma Mei Eka Widya Rita P. Endika Rachmad Fadia Eka Septiawati Fannya, Puteri Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Ferina Ferina Ferina, Ferina Firmansye Ika Panggulu Fredrika Welhelmina Gabriella Eviana Bangun Gina Sonia Gita, Elsa Chandra Harahap, Maulidiah Rizki Hosizah Hosizah Ilham Abdurohman Indawati, Laela Intan Rusdiana Dewi Jeillia Jihan Swaradwibhagia Khoirunnisa Sabiladina Kusumapradja, Rokiah Laela Indiawati Lautsan, Christina M. Fuad Iqbal Maulidiah Rizki Harahap Mega Puspita Azidah Muhamad Fazriyansah Muniroh - Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nanda Aula Rumana Natsir Nugroho Nindia Septa Tiana Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Octa Rina Sari Pratiwi, Adinda Puspita, Kori Putri Fannya Putri Nurindahsari Putri, Alifatul Aulia Sagita Rahayu, Ririn Rahelia Putri Rani Puspita Ningrum RATNA INDRAWATI Regina Yulianti T. S Rezal, Muhammad Rifda Ulfa Andini Ririn Rahayu Risma Sisni Fadilla Saarah Salsabila Putri Yadita Sabiladina, Khoirunnisa Salsabila, Annisa Nur Sarah Khonsa Setiawan, Mohammad Yusuf Siti Rahmawati Handayani siti Widya Astuti, siti Sofi Romando Putri Suciyanti Suciyanti Suriyantoro, Suriyantoro Surlialy, Dewi Tantri Wilananda Tri Harti Maya Utami Uli Shalatiya uli Umi Khoirun Nisak Vania Rachma Putri Viatiningsih, Wiwik Wiranata, Tyansa Eka Sampoerna Yasinta Rosalia Menna Yenni Syafitri Yulia, Noor