Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisys Modifikasi Lubang Kompor Roket Biomassa Terhadap Efesiensi Burning asnawi, asnawi; Yusuf, Edi; Amani, Yasir; Wardany, Ari Putra
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 6 No. 1 (2022): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2022
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v6i1.7972

Abstract

Pemakaian bahan bakar  fosil di Indonesia semakin meningkat seiring meningkatnya populasi manusia dan laju industrialisasi. Apabila konsumsi bahan bakar ini tidak dibatasi maka krisis bahan bakar minyak (BBM) akan terjadi dalam kurun waktu dekat. Saat ini pemerintah mengimpor BBM dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan BBM. Bahan bakar fosil merupakan sumber energi utama dan tidak dapat di perbaharui (nonrenewable) serta berdampak negatif terhadap lingkungan seperti pemanasan global. Energi terbarukan merupakan solusi krisis energi dan biomassa merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat potensial untuk di kembangkan karena tersedia di seluruh wilayah Indonesia dalam jumlah yang melimpah. Biomassa merupakan bahan bakar yang telah menjadi andalan masyarakat di pedesaan terutama untuk keperluan memasak atau memanaskan secara  tradisional. Biomassa yang sering digunakan antara lain kayu, serbuk gergaji, ampas tebu, dan sekam  padi. Cangkang sawit salah satu biomassa yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar pembakaran ialah, karena cangkang sawit termasuk limbah biomassa yang ketersediaanya cukup besar di wilayah Indonesia khususnya area perkebunan kelapa sawit. Melalui penelitian ini perancangan kompor roket dengan variasi lubang saluran udara dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja kompor biomassa. Hasil pengujian menunjukkan efesiensi tertinggi 15% pada pengujian 2 dengan bahan bakar kayu jati dengan 175 lubang dan pengujian 3 dengan bahan bakar kayu jati dengan 199 lubang, sedangkan efesiensi terendah 6% pada pengujian 3 dengan bahan bakar cangkang sawit dengan 162 lubang dan 37 pipa kapiler.
MONITORING SUHU OVERHEAT PADA TRANSFORMATOR 1 FASA BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN GOOGLE SPREADSHEET Ramadhanil, Ramadhanil; Meliala , Selamat; Muhammad, Muhammad; Amani, Yasir
Jurnal Teknologi Terapan and Sains 4.0 Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Terapan & Sains
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tts.v6i2.23077

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan sistem monitoring suhu pada transformator 1 fasa dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 dan integrasi dengan Google Spreadsheet. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan mencegah potensi suhu berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada transformTOR. ESP32 digunakan sebagai pengontrol utama yang memantau suhu transformator menggunakan sensor suhu dan mentransfer data ke Google Spreadsheet melalui koneksi internet. Metode pengumpulan data secara real-time memungkinkan pengguna untuk memantau kondisi suhu transformator secara langsung melalui platform Spreadsheet. Kemudian untuk memvalidasi keandalan sistem dalam mendeteksi suhu berlebih pada transformator dan efektivitas integrasi dengan Google Spreadsheet sebagai platform monitoring perlu dilakukan pengujian. Hasil yang diperoleh dari sensor PZEM-004T serta sensor DS18B20 akan diproses dan kemudian menampilka ouput pada LCD dan data akan dikirim ke google spreadsheet sebagai receiver penyimpan dan pengolahan data, dimana saat transformator mengalami lonjakan panas pada suhu maksimal yaitu 50℃ buzzer akan aktif dan memberikan bunyi sebagai peringatan dan output bersamaan dengan relay yang akan memutuskan arus, kemudian kipas akan menyala untuk mendinginkan suhu pada transformator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat dengan akurat mendeteksi suhu berlebih dan memberikan notifikasi secara real-time melalui Spreadsheet saat kondisi transformator overheat terdeteksi. Kata Kunci: Monitoring, suhu, Transformator, Google Spreadsheet.
Karakteristik Biobriket Dari Campuran Limbah Kulit Kopi (Coffea Husk) Dan Limbah Ampas Tebu (Bagasse) Menggunakan Perekat Natrium Silikat Supia, Dede Irawan; Sayuthi, Muhammad; Amani, Yasir; alchalil, Alchalil; Nayan, Ahmad; Suryadi, Suryadi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 9 No. 1 (2025): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology (MJMST)
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v9i1.23237

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif merupakan salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biobriket dari campuran limbah kulit kopi dan ampas tebu dengan menggunakan perekat natrium silikat, serta menganalisis pengaruh variasi komposisi bahan terhadap sifat fisik dan termal biobriket. Komposisi bahan divariasikan dalam lima perbandingan kulit kopi dan ampas tebu (80:20, 70:30, 50:50, 30:70, dan 20:80) gram dengan 15% perekat Natrium Silikat. Hasil uji proximate menunjukkan bahwa kadar air tertinggi sebesar 4,336%, kadar abu tertinggi 0,69% ,karbon terikat tertinggi mencapai 17,946% dan untuk hasil pengujian nilai kalor tertinggi sebesar 6231,715 kal/gram pada komposisi 80 kulit kopi dan 20 gram ampas tebu dan nilai kadar zat terbang tertinggi sebesar 87,218% dengan perbandingan 20 gram kulit kopi dan 80 gram ampas tebu. Penelitian ini membuktikan bahwa campuran kulit kopi dan ampas tebu dengan perekat natrium silikat memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif, dengan dominasi kulit kopi menghasilkan karakteristik biobriket yang lebih optimal. Tetapi untuk penambahan ampas tebu disarankan tidak lebih dari 30 gram agar mendapatkan nilai kalor yang memenuhu SNI 1-6235-2000.
Analysis of coal quality as fuel for steam power plants in Langkat Regency based on the proximate test Alfath Khoir Nst; Sayuthi, Muhammad; Amani, Yasir; Habibi, Muhammad; Faisal, Faisal; Hidayat, Heindrix
Journal of Mechanical Engineering and Fabrication Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : Journal of Mechafa Engineering and Fabrication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64273/jmef.v2i2.23

Abstract

Coal quality assessment is crucial for determining its suitability as a fuel for power generation and industrial applications. Such evaluation generally involves proximate and ultimate analyses. The proximate analysis provides information on moisture, volatile matter, fixed carbon, and ash content, whereas the ultimate analysis identifies elemental composition such as carbon, hydrogen, oxygen, nitrogen, and sulfur. Geological factors, including age, temperature, and pressure during formation, strongly influence coal quality. This study aims to evaluate the effect of particle size on coal quality using grain sizes of 40 and 60 mesh, analyzed according to ASTM standard procedures. The results indicate that coal with a grain size of 40 mesh contains, on average, 22.22% moisture, 5.83% ash, 37.54% volatile matter, and 34.15% fixed carbon. In contrast, coal with a grain size of 60 mesh exhibits 20.45% moisture, 6.80% ash, 42.77% volatile matter, and 29.99% fixed carbon. These findings highlight the significant influence of particle size on the proximate characteristics of coal, which can affect its combustion behavior and potential applications in power plants and other industries
Pengaruh Variasi Temperatur Torefaksi Terhadap Karakteristik dan Nilai Kalor dari Produk Briket Arang Eceng Gondok Aris, Muhammad Zainul; Amani, Yasir
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.4264

Abstract

Energy is needed by all people in various countries, this results in climate change and depletion of energy, it is necessary to find clean alternative energy, one of which is biomass. Water hyacinth is a biomass that grows rapidly in Indonesia, but its energy density is still low. This research aims to improve the characteristics and calorific value of water hyacinth biomass using torefaction process. In this study, water hyacinth was subjected to a torefaction process with temperature variations of 200 ℃, 250 ℃ and 300 ℃ and a holding time of 1 hour. ¬The biochar resulting from the torefaction process is then made into briquettes using tapioca starch adhesive, with a ratio of 10% of the weight of the raw material, and pressing at a pressure of 300 kg/cm2. From the research and testing that has been done, the proximate test results obtained the lowest moisture content of 5.75% in the 300 ℃ sample, the lowest ash content of 17.65% in the 200 ℃ sample, the lowest volatile compounds of 39.52% in the 300 ℃ sample and the highest fixed carbon of 25.92% in the 300 ℃ sample. The highest heating value was produced in the 300 ℃ sample which amounted to 5140.44 cal/g. The lowest Shatter Index was 1.68% in the 300 ℃ sample. The most optimal burning rate of briquettes in the 300 ℃ sample was 0.085 g/min with a duration of 47 minutes. The results of this study indicate that the torefaction process and torefaction temperature variation have a significant effect on the characteristics and heating value of water hyacinth briquettes. Key words : Torefaction, Water Hyacinth, Characteristics, Calorific Value, Briquettes.
Edukasi Penerapan Sistem ATS Antara PLN dan PLTS di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa Meliala, Selamat; Akmal, Syarifah; Amani, Yasir; Putri, Raihan; Muhammad Jalil, Saifuddin
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13126

Abstract

Background: Background: Electricity sources originating from PLN often cause sudden power outages that we don't know about, so this is very dangerous for sensitive electronic devices such as computers. To provide knowledge of automatic switch technology for quick transfers in selecting one source that is on quickly so that there is no momentary power outage on the computer load. Method: SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, the number of participants was 30 students, providing direction or education to participants in the form of ATS technology and providing insight into the use and design of ATS technology. As well as providing questionnaires before and after education on ATS implementation and scoring scores regarding understanding of the technology. Results: The student community was very enthusiastic about participating in the event and they understood the implementation of ATS between PLN and PLTS. Conclusion: Rooftop solar panels are used to increase additional power by 8 pieces with a capacity of 200 WP per piece and in the computer laboratory at SMAN 2 Kesuma Bangsa they can be used because the flashing is very small so there will be no momentary shutdown which will cause data loss.
Penyuluhan Penempatan PLTS Rooftop Hybrid PLN Menggunakan ATS pada Guru SMP Negeri 5 Lhokseumawe Meliala, Selamat; Muhammad Jalil, Saifuddin; Yasir Amani; Risna Dewi; Muhammad Daud; Ekamaida
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25396

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong peralihan ke sumber energi terbarukan seperti panel surya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang penggunaan panel surya rooftop kepada guru dan siswa SMP Negeri 5 Kota Lhokseumawe. Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi panel surya mini, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai energi surya dan minat terhadap teknologi energi bersih. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pihak sekolah untuk menerapkan panel surya sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Dari hasil kuisioner nilai pemahaman para peserta ratanya – ratanya jawaban yang benar hampir 100%.
PREDICT TUBE OVERAL FOULINGIN HEATEXCHANGER 53 EA-1001 Yasir Amani
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 2 No. 1 (2018): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2018
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v2i1.1005

Abstract

Alat penukar kalor tipe 53 EA-1001 yang ada pada perusahaan PT. Pupuk IskandarMuda beroperasi waktu beberapa lama maka terbentuklah lapisan kotoran ataufouling, adanya fouling akan mengurangi koefesien perpindahan panasmenyeluruh (U) sampai batas akhir perencanaan alat mencapai harga minimum,informasi ini diperoleh untuk dapat membuat jadwal rutin berkala pembersihandan juga pergantian pipa alat penukar kalor yang tidak layak digunakan lagidengan memprediksi penumpukkan fouling maksimum pada alat penukarkalor.Adanya fouling akan mengurangi koefesien perpindahan panas sampai batasakhir perencanaan, sehingga dapat dibuat jadwal perawatan rutin. Pengaruhkoefesien perpindahan panas menyeluruh (U) terhadap kecepatan aliran fluida,mengakibatkan tingginya kecepatan aliran. 8640 jam operasi pada fouling faktor0,0082 (Rd) menghasilkan volume fouling 0,0066 m3 perlu perawatan pada usiaAPK 27 tahun penyumbatan fouling pada volume 63,585 m3. Aliran yang mengaliradalah laminar dengan nilai 950 Btu.ft3/J.lb.s dan tenaga yang hilang 1,46 kali daritenaga yang hilang pada keadaan tanpa ada fouling. Kata kunci : Fouling, alat penukar kalor, koefisien perpindahan panas,aliran, fluida
SAFETY AND HEALTH ANALISYS IMPLEMENTATION OF CONSTRUCTION PROJECTS WORK SAFETY IN STUDY ACEH PROVINCY Yasir Amani
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 3 No. 1 (2019): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v3i1.6307

Abstract

Material losses suffered by the company due to the applied program and appropriate safety management among other things, cessation of work which resulted in reduced production and increased frequency of repair or rehabilitation equipment/supplies. The purpose of this study was to assess the level of understanding, awareness, and the factors and constraints of the implementation of safety management programs work by the company to the contractor. To achieve this end, it is the goal of research is to identify the level of understanding and awareness of the parties to the contractor (contractor) on safety at construction project sites, identify the factors and constraints of the implementation of safety management program at the project site construction work, and to identify risks to safety that occurred construction project location. The research data obtained through a questionnaire about the respondent's profile and project descriptions, safety program implementation checklists, and questionnaires Perceptions of contractor safety programs. The results show a variable level of understanding and awareness of the parties to the contractor (contractor) on safety at construction project sites, the most dominant subvariabel selected respondents is subvariabel "Provision of First Aid boxes Accident Victim (P3K)" with a mean value of 5.000 and variance 0.000 . In the variable patterns of program implementation and management of safety is commonly done by the company to the contractor (contractor) subvariabel "Restore the Operating System on the Safe state" with 4.4462 mean value and variance 0.407. On the identification of variable risks to safety that occurred at the site of construction projects on the implementation of construction works of sub variables "machine, for example engine powerhouse" with a mean value of 4.7846 with 0.172 variant, "The working environment (outside the building, inside buildings, and under ground) "with a mean value of 4.7846 with 0.172 variant," The cut on the surface", "Burns", and Below members of the body" with a mean value of 4.7846 with variance 0.172, are subvariabel-subvariabel as the most dominant.
ANALYSIS PROJECT FOR TIME WORKS AT BRIDGE CONTRUCTION Yasir Amani
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2019): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v3i2.6333

Abstract

Bangunan jembatan presstress adalah bangunan kuat didalamnya gelagar memakai kabel sling, kualitas tahan lama dan tidak mengalami korosi dan murah perarawatan juga tanpa pengecatan. Pemasanganjembatan presstress memakai mesin alat berat yaitu mesin crain, lebih cepat daripada rangka baja karena sudah diuji dipabrikan bongkar pasang dilapangan kemudian dipasang. Hanya membutuhkan beberapa hari saja.  Semakin besar bangunan maka akan menambah masa pelaksanaannya sehingga semakin tinggi biayanya. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi jembatan waktu dan biaya adalah dua hal utama.Faktor biaya dan waktu memberikan tantangan dan peluang bagi perencana kontruksi untuk membuat rencana konstruksi yang terbaik dengan  waktu dan biaya yang optimal untuk menyelesaikan pelaksanaan proyek jembatan.Penelitian untuk mendapatkan model hubungan waktu, biaya dan luas pada konstruksi Jembatan di Provinsi Aceh. Lingkup dibatasi pada bangunan jembatan presstress. Data diperoleh adalah data RAB, waktu, addendum kontrak dan gambar yang diperoleh dari Dinas Binamarga yaitu sebanyak 23 (duapuluh tiga) data proyek. Penelitian menggunakan metodelogi statistik yaitu menggunakan pendekatan persamaan Bromillow dan analisa regresi berganda. Hasil perhitungan menggunakan pendekatan persamaan Bromillow dapat direkomendasikan hanya model  T = 160.39C0,13. Jadi pemasanganjembatan presstress memakai mesin alat berat yaitu mesin crain, sering mengalami keterlambatan karena keterbatasan mesin alat berat berupa crain yang beroperasi di aceh, mobilisasi dan memindahkan mesin crain tersebut membutuhkan waktu yang lama.