Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KEPERCAYAAN KEMBALI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menepati janji merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan, terutama ketika kita masih menjadi perusaahaan yang masih kecil, tetapi kalau kita bisan melakukan, maka akan meningkatkan kepercayaan. Pengalaman saya membantu pengusaha kecil, masalah menepati janji ini yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Padahal kalau dia menepati janji akan saya bantu lagi. Tidak saja menepati janji, tetapi malah menghilang dari peredaran. Sebagian dari pengusaha kecil kita lebih menyukai menghindar daripada menghadapi masalah, sehingga masalahnya jadi tidak terpecahkan, bahkan menjadi rumit dan membuat kepercayaan luntur. Padahal jika masalah itu kita hadapi, hampir pasti masalahnya dapat dipecahkan bersama. Meskipun kadangkala, kita menerima umpatan kemarahan dan kadangkala cacian atau hinaan. Tetapi ada satu senjata bagi kita, yaitu minta maaf. Insya Allah, jika kita meminta maaf dengan tulus, kita akan dimaafkan. Kita datang bukan untuk memperuncing masalah, tetapi memecahkan masalah. Sayapun juga pernah menjadi pengusaha kecil yang sulit dari sisi keuangan. Pada suatu saat saya harus membayar kontrakan rumah untuk kantor, ternyata uangnya tidak cukup meskipun sudah bekerja keras untuk mendapatkan uang tersebut. Saya seminggu sebelum jatuh tempo datang ke rumah Bapak yang punya rumah. Saya mengambil resiko untuk menyiapkan diri dimarahi, karena belum bisa membayar secara penuh, tetapi saya datang untuk mencari penyelesaian masalah. Masalahnya bagaimana dengan uang yang tidak cukup itu, untuk tetap dapat menempati kantor tersebut. Saya menyatakan bahwa saya salah, maka saya minta maaf, tidak mampu membayar sesuai yang saya janjikan, saya minta untuk diberi tenggang waktu. Meskipun dengan perasaan marah kepada saya, tetapi akhirnya, Bapak yang mempunyai rumah tersebut memaafkan saya dan memberikan kelonggaran kepada saya. Satu tahun kemudian, setelah perusahaan saya mempunyai keuangan baik, saya datang lagi sebulan sebelum jatuh tempo pembayaran tahun berikutnya. Kebaikan Bapak Pemilik rumah tidak pernah saya lupakan. Kepada pemilik rumah saya katakan ”Saya hari ini membayar kontrakan yang jatuh tempo bulan depan Pak”. ”Lho kan masih bulan depan. Kok dibayar hari ini” jawab Bapak pemilik rumah setengah tidak percaya. ”Sebagai ganti Bapak telah memberi tenggang waktu kepada saya tahun lalu” kata saya. ”Terima kasih Pak Yanto” jawab Bapak pemilik rumah. Kemudian saya berpamitan. Tiga bulan sebelum jatuh tempo,  saya kembali ke rumah ke Bapak pemilik rumah untuk menanyakan harga sewa tahun berikutnya. ”Untuk harga kotrakan tahun depan terserah Pak Yanto, yang penting saya jangan rugi karena inflasi” kata yang mempunyai rumah. Kepercayaan pemilik rumah kepada saya tumbuh kembali.
KOMUNITAS PROFESIONAL Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segmentasi komunitas profesional merupakan komunitas yang dibentuk untuk mendukung komunikasi profesional dan pertukaran pekerjaan yang bernilai atau informasi berkait dengan penelitian. Misalnya Analog Device (www.analog.com) menciptakan komunitas akses on-line para insinyur perancang chip kepada pakar-pakar teknisnya. Linux Documentation Project (www.linuxdoc.org) mengumpulklan artikel tentang berbagai macam yang berhubungan dengan linux. Tom’s Hardware (www.tomshardware.com) memberikan informasi tentang perangakat keras komputer, mulai dari motherboard sampai harddisk. Tom’s hardware mendorong komponen Personal Computer (PC) sampai batas kemampuannya. Fasilitas lainnya adalah membantu mengungkap Central Processing Unit (CPU) dan Bug Chipset. Juga menjadi yang pertama dalam hal overclock prosesor baru serta membantu untuk mengetes motherboard, graphic card, atau RAM. Bagi professional dalam bidang fotografi tersedia situs Ofoto (www.ofoto.com).  Para professional dapat memperoleh perangkat lunak foto secara gratis, mendapat biaya pengiriman gratis untuk pesanan yang pertama, dapat saling memberi foto, menyimpan foto dan menyempurnakan foto secara online.  
MENCERMATI GEJALA PENYAKIT LANGKA EKSAKTA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN WAWASAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.722 KB)

Abstract

       Dunia pendidikan kita dewasa ini nampaknya tengah dihadapkan pada satu fenomena yang sudah menjadi semacam "penyakit", ialah Penyakit Langka Eksakta (PLE); sebuah fenomena akademik yang ditandai dengan adanya disbalansi proporsi antara pecinta dan pengembang ilmu eksakta dengan pecinta dan pengembang ilmu non-eksakta.       Menggejalanya fenomena akademik tersebut sangat mudah kita amati. Manakala kita menyempatkan diri, tentu saja dengan seijin "birokrasi", untuk terjun ke sekolah-sekolah menengah maka akan kita dapati kenyataan tentang masih kurangnya jumlah guru bidang studi eksakta;  Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.  Pada hal, pada sisi yang lain persediaan guru non-eksakta seringkali lebih dari cukup, untuk tidak mengatakan berlebihan.       Ada contoh konkrit: bila dibanding dengan wilayah propinsi lain maka Daerah Istiwewa Yogyakarta dan Bali kiranya termasuk "kaya" guru SMTA. Pada kedua daerah ini mempunyai rasio tertinggi untuk SMA, ialah 2,6 guru tiap kelas. Bahkan kalau Kepala Sekolah dan Guru Tidak Tetap masuk hitungan maka tahun ini ratio guru kelas di DIY mencapai angka 3,8, artinya tiap kelas rata-rata memiliki 3,8 guru.  Bandingkan dengan ratio serupa di Maluku (1), NTB (1), Kalimantan Barat (1,1), Bengkulu (1,2), dsb (data diambil dari beberapa sumber).
PRODUKSI DALAM BIDANG PERTANIAN (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.17 KB)

Abstract

Pertanian Hijaz memberikan pengaruh yang nyata terhadap skala industri. Ketersediaan modal merupakan kunci meraih sukses dan menjadikan kaya bagi penduduk yang beraktivitas dalam bidang pertanian dan keuangan di Hijaz. Di Madinah Mu`awiyah bin Abi Sufyan dan Talhah bin `Ubaidillah sebagai petani yang memberdayakan gandum yang pertama di Wadi Qanah, sebelah utara Madinah. Mu`awiyah menginvestasikan 10 kebun yang ditami padi-padian dan kurma di sekitar Mekah dan Madinah, yang hasilnya setiap tahun 150.000 muatan unta kurma dan 100.000 muatan unta gandum.  `Amr bin `As, memiliki tanaman anggur di Taif sebanya 1 juta pohon. Hamzah bin `Abdallah bin Zubair memiliki 20.000 pohon kurma di al-Furu`. Al-Samhudi bekerjasama dengan Ja`far bin Talhah membelanjakan 200.000 dinar untuk mendapatkan tanah Umm `Iyyal, yang memiliki 20.000 pohon kurma dengan irigasi yang baik dengan pendapatan 4.000 dinar per tahun. Demikian pula peternakan juga merupakan suatu industri kunci dalam permulaan Islam, dengan penggembalaan yang sangat luas. Para kafilah dagang mempunyai sekitar 2.500 unta. Pasukan Muslim memperoleh 24.000 unta dalam perang Hunain pada 630. Ibnu Abdulbarr menyatakan bahwa Khalifah Usman bin Affan memberikan 950 unta, 50 kuda dan 1000 dinar untuk membangun pasukan awal Islam. Lebih dari 1.000 kuda berpartisipasi dalam pembebasan Mekah pada 630 dan perang Badar pada 624. Nabi Muhammad s.a.w. dikatakan untuk memperkerjakan 70 unta dalam pasukan. Mu’awiyah bin Abi Sufyan dilaporkan menerima warisan 2.000 domba dan Zubair bin Bakkar menceritakan bahwa Hakim bin Hizam memasarkan unta di pasar Mekah dan membeli budak wanita dengan 100 unta betina.   Maka perkebunan jelaslah merupakan industri yang menonjol pada saat lahirnya Islam di Hijaz. Bukti fisik dalam bentuk sisa-sisa saluran irigasi dan dam pada periode tersebut mendukung sumber dokumentasi dari pemberdayaan pertanian di Hijaz. Paling sedikit ada 19 dam pada periode tersebut yang masih terpelihara di Hijaz, 13 dam di Taif dan 3 di sekitar Oase Khaibar dan 3 di dekat Madinah. Banyak dam tersebut dibangun pada permulaan Islam, yang baru-baru ini ekspedisi arkeologi menyelidiki sumber dan rancangan struktur dam yang menyatakan bahwa beberapa, misalnya Sadd Qasr al-Bint di daerah Khaibar dibangun menjelang lahirnya Islam.
HIKMAH DAN KESUKSESAN BISNIS Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hikmah merupakan sesuatu yang mempunyai arti atau makna yang mendalam atau sesuatu yang berupa kebijakksanaan yang berasal dari Allah. Meskipun kebijaksanaan itu dari Allah, tetapi tidak semua orang dapat menerima kesulitan, penderitaan, kesedihan dan kegagalan. Cara mengambil hikmah ini yang membedakan orang sukses dan orang yang gagal. Orang yang gagal begitu jatuh, ia tak pernah bangun lagi dan tidak dapat mengambil hikmah. Sedangkan orang yang sukses, begitu jatuh ia akan bangun dan mengambil hikmah. Filosofi keluarga Tionghoa belum mau putus asa sebelum gagal lebih dari tiga kali, sedangkan orang Jepang akan bangkit terus sebelum gagal tujuh kali. Itulah cara mereka menyikapi dari kegagalan dan mengambil hikmah. Ketika saya gagal memasuki Perguruan Tinggi yang saya idam-idamkan, yaitu Institut Teknologi Bandung jurusan Mesin, Maka saya menerima dengan lapang ketika diterima di FMIPA Fisika UGM. Saya dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Barangkali Tuhan menghendaki saya untuk ada di dunia pendidikan. Alhamdulillah, sekarang saya telah mengelola lebih dari sepuluh Perguruan Tinggi dari Akademi sampai Universitas. Ketika Primagama didirikan dengan modal yang sangat kecil, hanya mampu menyewa ruangan Rp25.000,00 per bulan. Setelah 3 bulan kita disuruh untuk pindah. “Dik Purdi biasanya kita berbicara masalah kekeluargaan, tetapi kali ini saya mau bicara masalah bisnis. Mengingat Anda belum melunasi sewa rumah saya selama tiga bulan, maka saya mohon semua barang yang ada di rumah saya ini Anda bawa pulang”, kata pemilik rumah. Pak Purdi menjawab, “Saya bersama kawan-kawan, baru saja menyebar brosur Pak. Mohon saya diberi kesempatan”. “Saya beri waktu satu minggu rumah saya harus bersih”, kata pemilik rumah. Kemudian Pak Purdi pulang menemui saya dan menyampaikan apa yang dikatakan si pemilik rumah. Ketika itu saya menjawab, “Insya Allah ada hikmahnya”. Kemudian kita berdua berjuang menyebar brosur agar dapat siswa dan tidak menyia-nyiakan waktu satu minggu itu. Dalam satu minggu itu akhirnya kami mendapatkan uang Rp50.000,00. Kemudian, saya bersama Pak Purdi mencari tempat lain dan akhirnya mendapat tempat dengan sewa Rp30.000,00 per bulan. Setelah menandatangani perjanjian, kemudian Pak Purdi saya ajak untuk melihat kantor yang baru dari depan. Kemudian saya katakan, “Kantor kita yang baru sedikit lebih baik dibanding kantor yang lama kan. Itulah hikmahnya”. Pak Purdi mengangguk. Demikian juga ketika saya mendirikan STMIK AMIKOM Yogyakarta, saya minta kepada Primagama untuk disewakan tempat atau kantor. Tetapi Primagama tidak mau menyewakan tempat atau kantor. Saya harus mengambil hikmah dari kejadian tersebut. “Barangkali saya harus belajar menemukan cara ketika tidak mempunyai uang untuk menyewa kantor” kata saya dalam hati. Dari kesulitan ini akhirnya saya menemukan jalan, yaitu mendatang pemilik rumah kosong di Jl. Monginsidi No. 8. Hal itu terjadi pada bulan April 1994.. Pemilik rumah itu bernama Bapak Drs. Budi Sutrisno. “Pak, saya ingin menyewa rumah Bapak selama dua tahun” kata saya. “Boleh. rumah itu kosong” kata Pak Budi. Kemudian saya mencoba untuk menyewa dengan membayar bulan Agustus dan September. Pak membolehkan untuk disewa dengan syarat dinotariskan. Setiap kegagalan selalu ada hikmahnya. Jika kita telah mengetahui sisi positifnya atau kita dapat mengambil hikmah, maka itulah awal dari kesuksesan.  “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”  (Alam Nasyrah : 5-6).
STRATEGI PROMOSI NABI SAW (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nabi Muhammad s.a.w. lebih mengutamakan keberkahan daripada keberhasilan penjualan. Dari Abu Hurarirah r.a., katanya dia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : “Sumpah itu melariskan dagangan, tetapi menghapus keberkahan” (Bukhari). Keberkahan juga dapat diperoleh jika menimbang atau menakar dalam jual beli. Dari Miqdam bin Ma’diytakriba r.a. dari Nabi saw, sabdanya : “Gantanglah (timbanglah) makananmu, kamu akan diberi berkah” (Bukhari). Selengkapnya……… Nabi Muhammad s.a.w. sangat memahami pelanggannya. Ketika ratusan utusan datang pada Nabi setelah kemenangan kota Mekah, seorang diantaranya Abdul Qais, datang menemui Nabi. Selanjutnya, meminta agar mereka memanggil dan memberitahukan pemimpin mereka, yaitu Al-Ashajj. Ketika menghadap, Nabi pun mengajukan bermacam-macam pertanyaan, tentang penduduk berbagai kota dan urusan-urusan mereka. Secara khusus Nabi juga menyebutkan nama-nama Sofa, Musyaqqar, Hijar dan beberapa kota lainnya. Pemimpin mereka Al-Ashajj, sangat terkesan dengan pengetahuan luas yang dimiliki Nabi tentang negerinya sehingga ia mengatakan “Ayah dan ibuku akan berkorban demi Anda, karena Anda tahu banyak tentang negeriku dibanding aku sendiri dan mengetahui nama-nama lebih banyak kota di negeri kami daripada yang kami ketahui.” Bahkan Nabi mengetahui kebiasaan orang Bahrain, cara hidup penduduk Bahrain, cara mereka minum dan cara mereka makan. Nabi Muhammad s.a.w. untuk mendapatkan kepercayaan mengandalkan akhlaknya atau budi pekertinya. Dari ‘Atha’ bin Yasar r.a, katanya dia bertemu dengan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, lalu katanya : “Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah saw. Seperti yang tersebut dalam Kitab Taurat”.Jawab Abdullah, “Baiklah ! Demi Allah sesungguhnya Rasulullah saw. Telah disebut di dalam Kitab Taurat dengan sebagian sifat beliau yang tersebut didalam Al Qur’an : “Wahai, Nabi ! Sesungguhnya Aku mengutus engkau untuk menjadi saksi, memberi kabar gembira, memberi peringatan dan memelihara orang ummi. Engkau adalah hamba-Ku dan pesuruh-Ku. Aku namakan engkau orang yang tawakkal (berserah diri), tidak jahat budi, tidak kesat hati, tidak pula orang yang suka berteriak di pasar-pasar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi pemaaf dan memberi ampun. Dan Allah belum akan mencabut nyawanya sehingga dia menegakkan agama selurus-lurusnya, yaitu supaya mereka mengucapkan : “Laa illaaha illallaah” sehingga dengan ucapan itu Allah membukakan mata yang buta dan telinga yang tuli serta hati yang tertutup.” (Bukhari). Kepercayaan juga dibangun dari tidak adanya penipuan. Dari Abdullah bin Umar r.a., katanya : ”Seorang laki-laki bercerita kepada Rasulullah saw. Bahwa dia ditipu orang dalam hal jual beli. Maka sabda beliau ”Apabila engkau berjual beli, maka katakanlah : Tidak boleh ada tipuan.”(Bukhari).
SEKOLAH BISNIS TERBAIK Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harvard Univesity, terpilih sebagai sekolah bisnis terbaik dunia. Meskipun demikian Harvard University masih mendapatkan kritik dari salah seorang pengusaha yang pernah diundang menjadi dosen tamu di Harvard University. Dosen tersebut adalah McCormack, dengan membeberkan apa yang tidak diajarkan di Sekolah Bisnis (Harvard Univesity). Kenapa tidak diajarkan? Karena dosen Harvard tidak bisa mengajarkannya. Hal yang tidak diajarkan adalah kreatifitas dan inovasi. Ada sekolah yang dapat mengajarkan tidak saja kreatifitas dan inovasi, tetapi mengajarkan manusia dengan kemampuan yang lengkap. Sekolah tersebut mengajarkan manusia sebagai Bani Adam yang sebenarnya, yaitu manusia yang mampu mengendalikan diri dari makan dan minum berlebihan, berpakaian berlebihan, berkendaraan berlebihan dan berkeinginan yang berlebihan. Manusia yang tidak serakah. Sekolah tersebut juga mengajarkan manusia menjadi basyar, yaitu orang yang mempunyai kemampuan menjaga jasmaninya  dan jiwanya tetap sehat dan fit. Jasmani ibarat sebuah mesin yang terus menerus bekerja. Agar mesin tersebut bekerja dengan baik dan tahan lama perlu dipelihara dengan baik. Jiwa ibarat irama mesin bekerja.  Keduanya harus berpadu menjadi satu dan harmonis. Sekolah tersebut membuat muridnya menjadi insan, yaitu orang mempunyai kemampuan berfikir yang luarbiasa, sehingga dapat menyeral ilmu pengetahuan yang luar biasa, termasuk pengetahuan bisnis. Peluang cenderung berpihak pada orang yang terlatih, yang tidak sekedar menggunakan logika, tetapi memadukan dengan intuisi. Jika logika diibaratkan matahari, maka intuisi merupakan bulannya. Keduanya merupakan hal yang sangat penting dalam bisnis yang harus dimiliki oleh orang yang bergelar insan.   Sekolah tersebut membuat muridnya menjadi annas, yaitu murid yang dapat bergaul dengan atasan, bawahan dengan teman sekerja dengan baik. Rahasia bekerjasama hádala komunikasi. Komunikasi yang sejati hanya akan terwujud jika mampu mengerti maksud, perkataan dan perasaaan lawan komunikasi kita. Kita harus memahami lawan bicara kita, setelah itu kita baru difahami oleh lawan bicara kita. Sekolah tersebut dapat pula menjadikan muridnya dengan sebutan abdun,   yaitu murid yang mempunyai kemampuan mengabdi kepada Allah dengan baik, sebagai senjata pamungkas dikala menemui cobaan ataupun kesulitan. Sekolah yang dapat meningkatkan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual membuat kecerdasan rasional dan kecerdasan emosi menjadi lebih efektif. Memanglah sekolah ini menjadikan manusia paripurna, atau insan kamil. Sekolah yang dapat mengalahkan Harvard University tersebut, bahkan sekolah terbaik tanpa tandingan di dunia ini bernama Puasa Ramadhan.
RIBA DALAM BERBAGAI AGAMA (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.778 KB)

Abstract

 Di antara rujukan terkenal yang paling kuno tentang usury (riba) ditemukan dalam munuskrip agama India Kuno dan Jain (1929) menyajikan ringkasan dengan sangat baik tentang riba tersebut dalam karyanya pada Indigenous Banking in India.   Dokumen yang paling awal berasal dari teks Vedic India Kuno (2000-1.400 SM), yang mana usurer (kusidin) disebut beberapa kali dan diinterpretasikan sebagai setiap orang meminjamkan dengan memungut bunga. Rujukan yang lebih sering dan rinci   tentang pembayaran dengan bunga ditemukan kemudian dalam teks Sutra (700-100 SM) dalam Jakatas (600-400 SB) (Visser dan Mcintosh, 1998).  Di India Kuno hukum yang berdasarkan Weda, kitab suci tertua agama Hindu, mengutuk riba sebagai sebuah dosa besar dan melarang operasi bunga (Gopal, 1935: Rangaswani, 1927). Vasishtha, pembuat hukum Hindu yang terkenal sepanjang waktu, membuat hukum khusus melarang kasta yang lebih tinggi Brahmana dan Ksatria, meminjamkan dengan bunga (Visser dan Mcintosh, 1998). Dalam agama Yahudi, Kitab Taurat (bahasa Yahudi untuk Hukum Musa atau Pentateuch, lima kitab pertama Perjanjian Lama) melarang riba di kalangan bangsa Yahudi, sementara paling tidak satu orang ahli melihat dalam Talmud (Hukum Lisan yang melengkapi Kitab Tertulis untuk kaum Yahudi ortodoks) suatu bias yang konsisten terhadap ‘kemunculan riba atau laba’ (Neusner, 1990). Dalam agama Kristen, pelarangan yang keras atas riba berlaku selama lebih dari 1.400 tahun. Secara umum, semua kontrol ini menunjukkan bahwa penarikan bunga apa pun dilarang. Tetapi, secara berangsur-angsur hanya bunga yang terlalu tinggi yang dianggap sebagai mengandung riba, dan undang-undang riba yang melarang bunga berlebihan semacam itu masih berlaku hingga saat ini di banyak negara Barat dan beberapa negara muslim Bagi umat Kristen abad pertengahan, pengambilan apa yang sekarang kita sebut bunga adalah usury (bunga yang berlebih-lebihan), dan usury adalah dosa, dikutuk dengan kata-kata yang sangat keras. Bagi kaum muslim, pelarangan riba dalam Al-Qur’an juga sangat jelas. Al Qu’ran versi bahasa Inggris menerjemahkan kata Arab riba sebagai interest atau usury. Sikap Islam mengenai riba nampaknya sedikit berbeda dengan sikap resmi Kristen pada Abad Pertengahan (Lewis dan Algaoud, 2001:266). Meskipun pada dasarnya memang benar ada kesamaan dalam pelarangan, namun proses untuk sampai ke sana sangat diperumit oleh asal mula kata-kata itu sendiri. Interest berasal dari kata Latin abad pertengahan, interesse. Usury berasal dari kata Latin usura. Masalahnya  adalah bahwa para teolog dan hukum gereja menggunakan kedua kata itu sebagai dua jenis yang berbeda. Interesse, khususnya, dibolehkan dan usura dilarang (Nelson, 1949:17). Usura, yang artinya kesenangan, adalah uang yang dibayarkan  sebagai imbalan atas penggunaan uang, dan menurut hukum gereja artinya niat si pemberi pinjaman untuk memperoleh imbalan atas suatu pinjaman yang melebihi jumlah pokok yang seharusnya. Itu sama dengan apa yang sekarang kita sebut bunga, yang diukur oleh selisih antara jumlah yang dibayarkan kembali oleh seorang peminjam dengan jumlah pokok yang semula diterima dari si pemberi pinjaman (Patinkin, 1968). Baik usury maupun interest dapat disamakan dengan riba yang secara harfiah berarti ‘tambahan’ atau kelebihan dari jumlah semula.
GLOBALISASI DAN KEMISKINAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi dan pasar bebas memang diimajinasikan sebagai upaya meningkatkan efisiensi global. Perdagangan secara global membantu banyak negara untuk berkembang lebih cepat. Globalisasi juga membuat negara-negara berkembang mendapat akses pengetahuan yang tak dapat diperoleh sebelumnya. Globalisasi (yang biasanya dikaitkan dengan menerima gaya kapitalisme sejati, gaya Amerika) merupakan kemajuan negara-negara berkembang harus menerimanya, jika mereka ingin berkembang dan memerangi kemiskinan secara efektif. Tetapi bagi kebanyakan orang di negara-negara berkembang, globalisasi tidak membawa keuntungan ekonomi yang dijanjikan (Stiglitz, 2002:6). Globalisasi dalam praktiknya si lemah harus membiayai efisiensi dunia demi kesejahteraan si kuat. Selatan membiayai efisiensi global demi keuntungan dan kemajuan Utara. Kesenjangan yang semakin lebar antara yang kaya dan yang miskin telah memunculkan semakin banyak orang di Dunia Ketiga menjadi semakin miskin. Pada 1990, 2.718 miliar penduduk hidup dengan uang kurang dari $ 2 per hari, sedangkan pada 1998 jumlah penduduk miskin yang hidup dengan uang yang kurang dari $ 2 perhari diperkirakan 2.801 miliar. Hal ini terjadi berkenaan dengan peningkatan total pendapatan dunia secara aktual sebesar rata-rata 2,5% setiap tahunnya (Bank Dunia, 2000:29). Globalisasi belum berhasil mengurangi kemiskinan dan belum berhasil menjamin stabilitas. Krisis di Asia dan Amerika Latin telah mengancam perekonomian dan stabilitas negara-negara berkembang, bahkan krisis 1997 dan 1998 merupakan sebuah ancaman bagi seluruh perekonomian dunia. Bahkan krisis yang lebih besar terjadi sebelumnya. Krisis ekonomi, keuangan dan perbankan terbesar yang terjadi di Amerika Serikat pada 1930-an, yaitu 9.106 ditutup atau dibantu. Pada Tabel 1.1, ditunjukkan jumlah bank di Amerika Serikat yang ditutup atau dibantu (Federal Deposit Insurance Corp, 2004). Globalisasi dan pengenalan ekonomi pasar belum memberikan hasil-hasil yang dijanjikan di Rusia dan bagi kebanyakan perekonomian lain yang sedang melakukan transisi dari komunisme ke sistem ekonomi pasar. Namun sebaliknya sistem tersebut menghasilkan kemiskinan yang begitu besar (Stiglitz, 2002:7). Petras dan Velmeyer (2001) lebih tegas dari yang dikemukakan di atas, globalisasi adalah the new imperialism, dalam bentuknya sebagai the new system of global international capitalist class, yaitu TNCs (transnational corporations) yang saat ini mencapai jumlah 37.000), Bank Dunia, IMF, IFIs (international financial institutions sebagai the global financial network), G-7, TC (Trilateral Commission dan WEF (the World Economic Forum). Krisis pertengahan 1997 tersebut juga melanda Indonesia, bahkan Indonesia merupakan negara yang menderita paling parah. Pertumbuhan ekonomi yang tahun sebelumnya sekitar 7% per tahun merosot tajam sampai - 13,7% dan inflasi mencapai 77,6 % pada 1998 (Sabirin, 2003:45). Ternyata globalisasi bukan meningkatkan kesejahteraan, tetapi bagi dunia ketiga, globalisasi justru meningkatkan kemiskinan.
PASAR UKAZ Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukaz merupakan pasar kuno yang paling terkenal di Semenanjung Arabia. Nama tersebut diambil dari apa yang dikerjakan orang Arab di tempat tersebut, mereka  memamerkan prestasi dan nenek moyang mereka. Pasar tersebut tercatat untuk pertama kalinya pada 500 Sebelum Masehi. Pasar tersebut terletak diantara Thaif dan Mekah, tepatnya di kota Al-Athdia. Pasar terkenal diadakan bersamaan dengan pasar di Hadramaut. Pasar ini melebihi pasar lainnya, dalam kemegahan, hubungan dagang, manifestasi syair, kesukuan dan dikunjungi oleh suku Quraisy, Hawazin, Ghatafan, Aslam, Ahabish, Adl,  ad-Dish,  al-Haya dan al-Mustaliq. Diadakan pada 15-30 Dzu al-Qa’dah. Para pedagang membawa barang menggunakan onta atau keledai menuju pasar Ukaz. Barang dagangan yang dijual pedagang Badui antara lain permadani, tenda, bulu domba, tembikar, peralatan, perhiasan, parfum, hasil bumi dan rempah-rempah. Di pasar Ukaz juga diadakan berbagai pertunjukan baik syair maupun nyanyian. Para penyair dan penyanyi datang ke Ukaz untuk berpartisipasi dalam lomba syair dan nyanyian tersebut. Menurut arkeolog Saudi yang telah mempelajari daerah ini, memperkirakan pasar Ukaz berakhir sampai 760 Sesudah Masehi. Quraisy merupakan suku Arab yang terkenal, yang di dalamnya termasuk Nabi Muhammad s.a.w. mempunyai gagasan untuk mempunyai sebuah tempat orang Arab dapat berkumpul dan bersatu untuk melawan musuh. Mereka memilih tempat tersebut adalah Ukaz. Tempat tersebut merupakan pasar ketika para calon haji tiba di Mekah dan pergi selama empat bulan ke tempat tersebut. Orang Arab mempunyai bulan khusus yang selama itu disepakati oleh mereka untuk tidak menggunakan senjata atau memulai berperang. Terhadap mereka diberikan jaminan atas keselamatan di lingkungan kota tersebut untuk melakukan aktivitas dan berdagang. Sebagai perbandingan terhadap mal yang modern, Ukaz tidak hanya menawarkan barang untuk dijual, tetapi pengunjung mempunyai banyak hal untuk dikerjakan disamping berbelanja. Mereka masing-masing memperoleh tantangan untuk membuktikan siapa yang terbaik sebagai pembuat syair di Arab. Mereka membanggakan prestasi sukunya dan mereka juga mencoba menyelesaikan perselisihan dan pertentangan antar suku. Sejak pasar dibuka, banyak aktivitas budaya di pasar tersebut membantu memelihara dan melindungi bahasa Arab, membantu menghasilkan syair-syair yang baik dan mendorong para penyair untuk menghasilkan syair lebih banyak. Nabi Muhammad s.a.w. mengunjungi pasar sebanyak tujuh kali dan mencoba untuk menjelaskan kepada orang Arab tentang Islam dipasar tersebut. King Faisal ibn Abdul Aziz meminta kepada para ahli dan ilmuwan untuk mengidentifikasi lokasi dari Ukaz, dengan mencari kembali catatan kuno dan dokumen sejarah yang akhirnya diputuskan lokasinya di dekat Taif ditempat yang dikenal Al-Athdia. Setelah 1300 tahun, pasar tersebut dioperasikan kembali dan diresmikan oleh Gubernur Mekah, Pangeran Khalid Al-Faisal, putra Raja Faisal. Peristiwa tersebut berlangsung selama 7 hari, terjadi penjualan bermacam-macam barang dan bahan, baik tradisional maupun modern. Di tempat tersebut juga terdapat tulisan syair Arab kuna dalam emas dan diperuntukkan untuk pengunjung untuk melihatnya dan diramaikan oleh penyanyi Arab terkenal.