Claim Missing Document
Check
Articles

PASAR SOHAR Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sohar atau merupakan kota yang terletak di daerah Al Batinah, termasuk Kesultanan Oman, 240 km barat laut ibukota Oman, Muscat. Banyak yang percaya bahwa Sohar merupakan tempat kelahiran Sinbad Sang Pelaut. Sohar berawal dari secara tradisional sebuah kota penangkapan ikan dan mempunyai sebuah pasar ikan dan berkembang menjadi pasar yang besar sebelum Islam. Akhirnya Sohar menjadi ibukota kuno Oman. Pekan dagang yang terletak di Sohar diadakan 20 – 25 Rajab. Pasar Sohar dimulai sejak millennium pertama sebelum masehi. Perkampungan tersebut digali dan di perkampungan tersebut ditemukan kontruksi bagian bawah bangunan pada abad pertama Masehi yang menunjukkan kemajuan perkampungan tersebut. Pada benda-benda yang ditemukan menunjukkan bahwa Sohar merupakan pusat perdagangan pada saat itu. Di Sohar ditemukan stempel dagang, sebuah mangkok terracotta yang kemungkinan diimpor dari India dan tembikar porselin dari Cina. Oman, sebelum Islam berdasarkan riset dan penemuan arkelogi telah ada pada awal 5000 sebelum masehi (SM). Berdasarkan catatan orang Sumeri, telah ada sebuah negara yang bernama Magan, yang merupakan sumber tembaga. Hal ini nampaknya yang memastikan bahwa negara tersebut merupakan cikal bakal Oman. Bukti-bukti dari penggalian di dekat Sohar menunjukkan bahwa industri penambangan dan peleburan tembaga telah dikembangkan dengan pada 2000 SM. Oman menjadi terkenal karena perannya dalam pelayaran samudra dengan kapal yang besar dan juga perdagangan tembaga, batu dan timah yang berkembang pesat ke kota-kota Mesopotamia. Demikian pula, letak posisi strategis dalam rute sangat penting dalam perdagangan dunia, pelabuha Sohar dan Muttrah  telah memperoleh nama besar dari para pedagang rempah-rempah, minyak goreng dan tekstil. Sekitar 300 Masehi, Oman diperhitungkan sebagai negara terkaya di dunia, karena berlimpahnya kemenyan (frankincense) yang pada saat itu nilainya lebih tinggi dari emas. Kemenyan dari Dofar merupakan bagian dari kehidupan sosial beragama yang penting bagi orang kuno yang juga disediakan oleh komunitas perdagangan. Nenek moyang orang Oman sekarang, dipercaya bahwa mereka berasal dari dua gelombang migrasi yang berlangsung beberapa tahun, yang pertama dari Yaman dan yang kedua dari Arab utara pada saat yang sama berbagai negara diduduki oleh bangsa Persia. Para pedagang Muslim pada 620 M, tiba di Sohar untuk menyebarkan agama Islam. Seruan Nabi Muhammad s.a.w. kepada orang Oman untuk memeluk Islam menjadikan perjalanan sejarah mereka berubah. Amr Ibn al-As yang membawa surat dari Rasulullah s.a.w. tiba di Oman pada 630 Masehi. Surat tersebut ditujukan kepada Abd dan Jaifar, yang merupakan dua anak dari al-Julanda, sebagai penguasa Oman. Setelah memeluk Islam, mereka membantu dalam penaklukan Persia. Pada awal kepemimpinan di Oman memunculkan visi untuk menciptakan negara Muslim yang benar dan ideal. Pemimpin yang pertama Oman adalah Julanda bin Mas’ud yang terpilih pada 751 Masehi, tetapi meninggal dalam pertempuran. Setelah terjadi kerusahan pada 801 Masehi, Warith bin Kaab terpilih, diikuti suatu periode perdamaian, stabilitas dan akhirnya mencapai kemakmuran lebih dari tiga ratus tahun kemudian. Perdagangan maritime berkembang dan Sohar menjadi pelabuhan laut yang terbesar pada masa Islam. Orang-orang Oman bepergian dan berdagang sambil membawa risalah Islam menggunakan bahasa dan budaya Arab sampai ke Cina. Perdagangan ini berlangsung sampai abad 14 Masehi.
MENCOBA LAGI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perbedaan orang yang sukses dan yang gagal terletak pada cara menyikapi terhadap kegagalan. Salah satunya cara yang dilakukan oleh orang yang berhasil adalah berani mencoba lagi setiap kegagalan yang dialami. Andaikan Philip Reis mencoba sekali lagi maka penemu telpon itu bukan Alexander Graham Bell, yang sudah kita kenal. Philip Reis adalah penemu bahwa not dan nada musik dapat lewat dawai. Andaikan ia mencoba sekali lagi, bahwa suara juga dapat lewat dawai maka ia akan dinobatkan sebagai penemu telpon dan menjadi terkenal seperti Alexander Graham Bell. Pengalaman saya mengajarkan tentang mencoba lagi setelah gagal atau memperoleh hasil tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Ketika saya mencoba untuk menerbitkan buku yang saya harapkan dapat didistribusikan secara nasional, yang berjudul Strategi Perikalanan pada E-Commerce Perusahaan Top Dunia, tidak mudah saya mendapatkan penerbit yang mau menerbitkan buku saya. Saya memang sengaja untuk  mencari penerbit besar dan mempunyai kemampuan distribusi yang baik secara nasional. Beberapa penerbit dari Jakarta maupun Jogja menolak buku saya tersebut. Ada yang tidak memberi jawaban sama sekali, bahkan utnuk bertemu pimpinannya tidak bisa dengan alasan sibuk. Ada yang mengatakan bahwa “Kami mohon maaf belum dapat menerbit Buku Anda, karena buku Anda menurut kami belum sesuai dengan apa yang kami inginkan, barangkali Anda mempunyai buku yang lain”. Penerbit lain menjawab bahwa “Buku Anda judulnya serupa dengan buku yang telah kami terbitkan, sehingga mohon maaf belum bisa menerbitkan”. Surat-demi surat penolakan harus saya terima.  Saya bersyukur kepada Allah, mempunyai anak yang ketika itu duduk di kelas satu SMP, menghibur saya “Bapak jangan putus asa. Chicken Soup of Soul itu Pak, ditolak 36 kali”. Istri saya juga mendorong saya untuk mencoba lagi. Saya harus mencoba lagi untuk menawarkan buku saya kepada penerbit. Saya mendapat surat lagi, saya gemetar, karena telah ditolak berkali-kali. Surat saya sobek sampul pinggirnya, sambil berdoa sebentar kemudian saya tarik isi surat itu dan kemudia say abaca. Buku Anda akan kami terbitkan, itulah kata yang membua saya haru. Penerbit yang terakhir adalah PT. Andi Yogyakarta.  Saat ini buku saya telah diterbitkan sebanyak 9 buah, 6 diantara menjadi buku Best Seller, yaitu Strategi Periklanan Pada E-Commerce Perusahaan Top Dunia, Multimedia alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing, Analisis dan desain aplikasi multimedia untuk pemasaran, Aplikasi desain grafis untuk periklanan, SMART IN Entrepreneur dan SMART IN Leadership. Kabar terakhir buku saya yang berjudul Strategi Perancangan Iklan Televisi Perusahaan Top Dunia juga Bess Seller di Toko Buku Gramedia Bandung, Surabaya dan Jakarta. Kesemuanya dimulai dari ditolak lebih dahulu dan kita harus mencoba lagi.  
PENGGUNDULAN PELAJAR YANG "NAKAL" Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.941 KB)

Abstract

       Saya memiliki bukti empirik dari hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa, yang kami laksanakan penelitiannya beberapa waktu yang lalu, bahwa lingkungan sekolah mempunyai kontribusi yang cukup dominan terhadap kenakalan pelajar atau remaja sekolah.  Artinya, salah satu penyebab timbulnya kenakalan remaja sekolah adalah faktor lingkungan sekolah itu sendiri.       Saya juga masih ingat sekali: ketika hal tersebut saya presentasikan di hadapan peserta seminar yang terdiri dari  para pendidik, mahasiswa, orang tua, dan para birokrat sekolah;  mulanya banyak di antara mereka  yang "terperangah" dan seolah-olah tidak percaya  bahwa lingkungan sekolah  dapat menjadi penyebab kenakalan pelajar atau remaja sekolah itu sendiri.       Bagaimana mungkin lingkungan sekolah yang selama ini banyak diandalkan oleh para orang tua untuk mendidik putra-putrinya justru menjadi penyebab kenakalan pelajar itu sendiri. Bukankah hal ini sangat ironis?       Ketika saya menyodorkan bukti-bukti empirik bahwa salah satu faktor penyebab kenakalan siswa adalah sering terjadinya hubungan yang tidak harmonis di antara  siswa dengan guru, kepala sekolah, dan civitas sekolah lainnya, juga kurang tepatnya menggunakan jam-jam kosong di sekolah, adanya siswa yang merasa diperlakukan kurang adil oleh gurunya, dsb;  para peserta seminar tersebut baru dapat memahaminya.
ETIKA BISNIS : MENEPATI JANJI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.3 KB)

Abstract

Dalam bisnis, janji merupakan sebuah kontrak psikologis yang menandakan transaksi antara dua orang, di mana orang pertama mengatakan pada orang kedua untuk memberikan layanan maupun pemberian yang berharga baginya sekarang dan akan digunakan maupun tidak. Janji dapat pula berupa sumpah atau jaminan. Janji dapat diucapkan maupun ditulis sebagai sebuah kontrak. Melanggar janji tak hanya sering dianggap sebagai perbuatan tercela, malahan juga ilegal, seperti kontrak yang tidak dipegang teguh. Allah menganjurkan untuk menepati janji dalam jual-beli dan aktivitas lainnya. Disebutkan dalam Al Maidah ayat 1 : Hai orang-orang yang beriman penuhilah aqad-aqad itu. Disebutkan juga dalam surat Al Israa ayat 34 : Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu diminta pertanggungjawabannya.  Demikian pula dalam surat Al Baqarah ayat 177 : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Dalam berbisnis Rasulullah s.a.w. selalu menepati janji, baik sebelum menjadi Nabi maupun sesudah menjadi Nabi. Sebelum menjadi menjadi Nabi, beliau pernah bertransaksi dengan Abdullah Ibn Abdul Hamzah. Abdullah Ibn Abdul Hamzah mengatakan :“Aku telah membeli sesuatu dari Nabi sebelum ia menerima tugas kenabian dan karena masih ada urusan dengannya, maka aku menjajikan untuk mengantarkan padanya, tetapi aku lupa. Ketika teringat tiga hari kemudian, akupun pergi ke tempat tersebut dan menemukan Nabi masih berada di sana.” Nabi berkata :”Engkau telah membuatku resah, aku berada di sini menunggumu” (Abu Dawud). Dari peristiwa tersebut menunjukkan betapa Rasulullah s.a.w. menepati janji. Meskipun lamanya tiga hari, beliau tetap menunggu dan tetap menepati janji. Setelah orang yang ditunggu datang Rasulullah tidak marah, tetapi merasa senang karena keresahan Nabi telah terobati dengan datangnya orang yang ditunggu tersebut.
SENJATA RAHASIA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jika fungsionalitas berfokus pada proses manajemen bakat perusahaan untuk memperoleh hasil tertentu, maka vitalitas berfokus pada sikap dan cara berpikir orang untuk bertanggungjawab kepada proses, tidak hanya dalam sumberdaya manusia, tetapi seluruh lini dan semua cara untuk menuju puncak organisasi. Vitalitas mempunyai tiga karakteristik yang terdiri dari komitmen, janji dan akuntabilitas. Demikian tulis Douglan A Ready dan Jay A Conger yang dimuat Harvard Business Review Juni 2007. Untuk membangun komitmen, P&G membangun program internal pendidikan yang memberikan kesempatan untuk mengambil tanggungjawab yang nyata dalam bekerja pada proyek penting dengan menggunakan sumberdaya perusahaan secara penuh. Program internal secara luas dapat menjadi saluran organisasi, karena merupakan waktu yang dapat dipakai manajer untuk mendorong, melatih dan memberi nasehat secara internal. Pada HSBC, komitmen terhadap calon pemimpin dipersonifikasikan oleh Green yang menyatakan “Tidak ada yang lebih penting daripada mengambil komitmen yang benar... semua cara diambil melalui posisi senior yang paling berpengaruh.” Eksekutif lini berpartisipasi secara langsung dalam proses, bekerjasama dengan fungsi sumber daya pusat dan regional untuk mengisi posisi yang penting. Janji merefleksikan derajat komitmen pemimpin perusahaan terhadap manajemen bakat secara rinci. P&G menjanjikan karyawan dalam pengembangan karirnya dari hari ke hari yang dimulai di dalam perusahaan. Mereka bekerja dengan manajer yang merekrut mereka dan mengembangkan mereka yang oleh P&G disebut ‘peredaran pengembangan karir’. Untuk yang mempunyai potensi tinggi, P&G memperkenalkan ‘pekerjaan yang dituju’ yang akan dicapai hanya jika karyawan terus-menerus melakukan, memberikan kesan dan menunjukkan potensinya yang berkembang. Akuntabilitas dilaksanakan oleh seluruh stakeholder untuk membuat sistem dan proses pengembangan bakat berjalan dengan baik. “Di P&G perencanaan karir untuk seluruh manajer umum dan wakil presiden dan talent pool sesuai dengan yang dirujuk sebagai perusahaan top 165,” kata Lafley, CEO P&G. Sedangkan di HSBC, para eksekutif bertanggungjawab terhadap talent pool dan memelihara dengan sepenuh hati proses manajemen bakat. Perusahaan-perusahaan yang dikagumi dunia mempunyai proses yang baik dalam mengembangkan bakat karyawannya untuk menyiapkan pemimpin masa depan. Biasanya proses tersebut relatif mudah ditiru oleh pesaing. Sesuatu yang sulit ditiru oleh pesaing adalah semangat, yang merupakan bagian dari vitalitas. Semangat merupakan ukuran yang dipakai perusahaan untuk dibangun dalam budaya perusahaan tersebut. Semangat karyawan harus tetap terjaga dengan baik agar perusahan tetap berkinerja tinggi. Semangat yang dilandasi visi yang mulia dan ditopang dengan doa merupakan senjata rahasia.
BISNIS KAUM QATABAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain kerajaan Minea dan Saba, kerajaan penting lainnya yang muncul di wilayah ini adalah Qataban. Negeri Qataban tinggal di lembah Baihan di sebelah timur Aden, yang kini berada di sekitar Hadramaut. Kerajaan Qataban dibangun dengan kondisi alam, iklim, social dan ekonomi serupa dengan kerajaan Minea, Saba’ dan Hadramaut. Ekspedisi arkeologi telah menemukan sejumlah situs yang menunjukkan bahwa Minea, Saba’, Hadramaut dan Qataban mempunyai kemiripan dalam tahap pengembangan mereka dalam segala aspek. Seperti halnya kerajaan Arab Selatan lainnya dipicu oleh kekayaan yang besar dari perdagangan kemenyan (frankincense) dan myrrh yang dibakar  di altar. Pada abad ketiga sebelum masehi (SM) dan abad kedua sebelum masehi, Qataban mencapai puncak kemakmuran. Qataban membiayai dengan pengeluaran lebih untuk membuat undang-undang, hokum dan peraturan serta lebih menertibkan hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan dan pasar. Tamna merupakan ibukota Qataban dan merupakan kota yang paling besar di Wadi Baihan terletak di antara Shabwa dan Ma’rib. Kota Timna terletak pada rute perdagangan yang dilalui oleh kerajaan Minea, Saba’, Aksum dan Hadramaut. Tamna berada di tepi kiri Wadi Baihan pada pinggiran padang pasir. Sebuah tempat yang berjarak 30 km dari Tamna sangat terkenal sejak abad keempat SM.. Tempat tersebut merupakan pusat pemberhentian yang dilewati kafilah dagang kemenyan dan kerajaan Qataban mengumpulkan pajak dari para kafilah sebagai imbalan atas keselamatan mereka. Kafilah dagang kemenyan setelah mempersiapkan barang dagangannya di Tamna, kemudian dengan untanya menuju ke tujuan akhir, yaitu Gaza yang terletak di pantai Mediterania., menempuh jarak sekitar 2.380 km. Kafilah tersebut melalui 65 pusat pemberhentian, tempat unta untuk beristirahat sementara. Ekspedisi arkeologi telah menemukan barang peninggalan kuno berupa dua singa perunggu, tugu yang memuat hukum orang Qataban dan bangunan saluran air dari batu dan semen yang bahannya seperti semen yang tahan air. Saluran yang tersisa tersebut memanjang dari atas lebah Baihan sepanjang 25 km diperkirakan sejak aban kelima sebelum masehi. Monumen lain dari orang Qataban adalah rute Mablaqah, yang merupakan jalan yang dipahat pada batu pegunungan yang menghubungkan Lembah Baihan dan Lembah Hareeb melalui Gunung Mablaqah yang tingginya sekitar 380 m di atas laut, panjangnya sekitar 4,8 km dengan kemiringan yang membahayakan serta lebar jalan tersebut antara 3,5 meter sampai 4,5 meter.  Jalan pegunungan Mablaqah tersebut merupakan titik pertemuan berbagai rute dan jalur dari kemenyan, myrrh dan ollibanum. Kota tua orang Qataban lainnya adalah Hajar Bin Hameed yang terletak pada bukit menjorong pada ketinggian sekitar 21 meter dari lembah di Bifurcate yang berjarak 15 km di sebelah selatan Tamna dan juga merupakan jalur perdagangan kuno. Kota tersebut diperkirakan dibangun antara 1100 SM sampai 900 SM.   Kepala dewa orang Qataban adalah Amm atau ”Paman” dan orang Qataban menyebut dirinya ”anak Amm”. Kerajaan Qataban selama beberapa waktu berada di bawah kekuasaan kerajaan Saba dan Minea. Para sejarawan Arab sedikit pun tidak mengetahui bengsa-bangsa itu yang tulisan-tulisannya tersebar dari Arab utara hingga Etiopia, yang mengatur perdagangan rempah-rempah dan mendirikan bangunan-bangunan publik yang menakjubkan. Pemimpin Qataban juga bergelar mukarrib atau seorang pemegang kekuasaan sekaligus seorang pendeta. Mukarrib ini memimpin Qataban beberapa abad. Sekitar abad kelima mukarrib yang bernama Yadiah Dhubyan telah membangun Jembatan Selatan Timna.
BANK UNTUK ORANG MISKIN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak yang mengatakan bahwa orang miskin tidak dapat dipercaya. Tetapi tidak demikian halnya yang dilakukan oleh Muhammad Yunus. Orang-orang miskin dengan dilakukan pembianaan tertentu ternyata lebih dapat dipercaya. Krisis di Indonenesia telah terbukti bahwa konglomerat-konglomerat kurang dapat dipercaya. Muhammad Yunus berawal dari pada 1976, ketika ia merogoh kantongnya sendiri sebesar $27 dipinjamkan kepada sekelompok pengrajin miskin di dekat kota Jobra Bangladesh. Untuk mendorong kelompok-kelompok miskin lain, Sang Profesor ekonomi tersebut bersedia menjadi penjamin kepada Bank Konvensional, demikianlah tulis Jeffrey Gangemi dalam Business Week Online. Profesor Muhammad Yunus mencoba menemui manajer Bank yang ada di kampusnya Universitas Chittagong dan menyarankan untuk meminjamkan uang kepada kelompok-kelompok miskin tersebut. “Anda gila apa ? Itu tak mungkin. Bagaimana mungkin kami meminjamkan uang kepada orang-orang miskin ? Mereka tidak layak untuk menerima kredit” kata manajer Bank tersebut. “Paling tidak cobalah., siapa tahu ..toh uang yang terlibat hanya sedikit.” bujuk Muhammad Yunus. “Tidak akan. Aturan kami tidak memungkinkan hal itu. Mereka tidak dapat memberi jaminan dan jumlah sekecil itu tidak layak diberikan sebagai pinjaman. Coba temui pejabat yang lebih berwenang daripada saya “ kata manajer tersebut. Kemudian Muhammad Yunus setelah beberapa hari berkeliling untuk mendapatkan pejabat Bank yang dapat diajak bekerjasama memberikan kredit kepada kelompok orang miskin dan akhirnya membawa hasil dengan syarat Muhammad Yunus sebagai penjamin. Pejabat Bank tersebut mengatakan “Orang-orang miskin yang menerima uang itu tidak akan mengembalikan”. “Saya akan coba” jawab Yunus. Ternyata kelompok-kelompok orang miskin tersebut dapat dipercaya dan mengembalikan uangnya kepada Muhammad Yunus, kemudian ia menemui manajer Bank yang ada di kampusnya untuk meyakinkan bahwa kelompok-kelompok miskin itu dapat dipercaya. Manajer Bank tersebut berkata “Ah jangan mudah tertipu. Mereka sedang membodohi Anda. Coba saja, mereka pasti akan segera meminjam uang lebih besar dan tak akan pernah mengembalikannya kepada Anda”. Muhammad Yunus meminjamkan uang lebih besar dan ternyata mengembalikannya dengan baik dan diceritakan kepada manajer bank tersebut. Manajer Bank tersebut berkomentar  “Yah, barangkali Anda bisa melakukan hal ini di satu desa, tetapi kalau Anda melakukannya dua desa ini tidak akan jalan.” Kemudian Yunus melakukan untuk dua desa dan ternyata juga berjalan dengan baik. Sambil menyetorkan uang dan melaporkan kepada Manager Bank tersebut, kembali manager Bank berkomentar kalau hal ini tidak akan jalan untuk lima desa. Dan Yunus membuktikan bahwa untuk lima desapun juga berjalan. Muhammad Yunus akhirnya muncul pikiran untuk mendirikan Bank untuk orang miskin tersebut dan 2 Oktober 1983 berdirilah Bank yang ia cita-citakan, yaitu Grameen Bank. Bank untuk orang-orang miskin tersebut saat ini telah meminjamkan $ 5,1 milyar kepada 5,3 juta orang miskin. Semoga kita terketuk hati untuk menjadi Muhammad Yunus lain di Indonesia tercinta ini.
STRATEGI OPERASI (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.035 KB)

Abstract

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-alt:"MS 明朝"; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face {font-family:"@MS Mincho"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:EN-US;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:JA;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} --> Rasulullah s.a.w. menganjurkan untuk memberdayakan sapi untuk membajak. Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi s.a.w. pernah bersabda : Ketika seorang lelaki sedang menaiki sapinya, tiba-tiba sapi yang dinaikinya itu menoleh kepadanya lalu berkata, ”Aku diciptakan bukan untuk ini, aku diciptakan untuk membajak lahan.” Dia berkata, ”Saya percaya dengan ucapan itu. Demikian juga Abu Bakar serta Umar.”  Lalu seekor serigala menangkap seekor kambing, lalu dikejar oleh penggembalanya, maka serigala itu berkata kepada penggembala, ”Siapakah yang akan menguasainya pada hari berkuasanya binatang buas?  Pada hari tidak ada penggembala selain aku.”  Dia berkata, ” Aku percaya dengan ucapan itu. Demikian juga Abu Bakar dan Umar” Abu Salamah mengatakan, ”Tidaklah keduanya di tengah-tengah kaum tersebut pada saat itu.” (Bukhari).             Dalam hadits Abu hurairah tentang perkataan sapi : ”Aku diciptakan bukan untuk ini, aku diciptakan untuk membajak lahan.” menunjukkan tentang keutamaan. Sapi lebih utama untuk membajak lahan daripada untuk dinaiki (kendaraan). Dalam riwayat ini diterangkan pula ” Aku percaya dengan ucapan itu”, yaitu ketika manusia merasa takjub karenanya.
Bermula dari Kecil dengan Strategi Sederhana Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.299 KB)

Abstract

PT. Time Excellindo yang dimulai dengan modal tanpa uang tunai tersebut mulai mendapat kepercayaan. Mulai dari pembangunan LAN di FMIPA UGM Yogyakarta untuk interkoneksi antar gedung dengan OS Novell Netware sebagai jaringan Multiple Accses dan pemenuhan lab jaringan dan aplikasi di lab. Komputer. Pembangunan jaringan data kecepatan tinggi antar gedung mencakup 13 gedung dengan media kabel fiber optic mutlimode 72 core untuk kebutuhan aplikasi multimedia di PPPG Kesenian Yogyakarta. Instalasi Jaringan dan Operating sistem sebagai pendukung sistem informasi berbasis short messages service dan transaksi pembayaran SPP secara online bekerja sama dengan STMIK AMIKOM, Indosat, XL, Telkomsel dan Bank Mandiri. Pembangunan backbone data di Yogyakarta dan Jawa Tengah meliputi wilayah sebagai berikut, Sleman, Kodya Yogyakarta, Bantul, Klaten, Solo, Purworejo, Boyolali, Sragen, Salatiga, Magelang, Semarang. Teknologi yang digunakan adalah Microwave band frekuensi 15 GHz, 7 GHz dengan kapasitas lebih dari 8 E1. Backbone tersebut digunakan berbagai aplikasi  dan digunakan oleh beberapa Pemkab untuk pelaksanaan SIMPEKAB dan jalur internet. Video Conference antara STMIK AMIKOM, Mahasiswa Katim di Yogyakarta dengan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Instalasi backbone Internet untuk route TE Jogja – NT Net Internet Service Provider Malang - Jatim dengan menggunakan jalur Terresterial FO dan Microwave 15 GHz sebagai lastmile (transmisi) ke NT Net Internet Service Provider Malang. Instalasi backbone Internet Service Provider untuk UNLAM Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan menggunakan jalur Terresterial FO dan Microwave 15 GHz sebagai lastmile. Instalasi Jaringan berbasiskan protokol MPLS untuk UD. Muncul sebagai distributor alat perkantoran salah satunya mesin foto copy merk Canon yang tersebar di 5 kota besar yaitu Jakarta, Purwokerto, Jogjakarta, Malang, Magelang untuk jalur voice dan  video Conference. Pembangunan Cyber City Of Education di wilayah Bandung dengan teknologi Wimax menghubungkkan 20 sekolah dan dinas pendidikan sebagai jalur distribusi internet dan TV broadcast di integrasikan dengan Dikmenjur Jakarta melalui jalur VPN. Pembangunan Cyber City Of Education di wilayah Malang dengan teknologi Wimax menghubungkkan direncakan 26 sekolah dan dinas pendidikan sebagai jalur distribusi internet dan tv broadcast di integrasikan dengan Dikmenjur Jakarta melalui jalur VPN.     Dipercaya pula oleh Kabupaten Sragen, untuk membangun jaringan internet yang menghubungkan antar kecamatan dan akan dikembangkan ke desa-desa. Kabupaten Sragen memperoleh penghargaan E-Government Award pada 2006 dan E-Government Award dari majalah Warta Ekonomi pada 2007 serta sekarang menjadi percontohan E-Government di Indonesia.. Demikian pula dipercaya oleh kabupaten Kebumen dan Kudus untuk membangun jaringan internet yang serupa dengan kabupaten Sragen. Kabupaten Kebumen menjadi finalis Stockholm Challenge Award (SCA) 2006. Kami ikut senang dengan penghargaan tersebut Akhirnya perusahaan yang dahulu kecil yang dikelola oleh alumni dan mahasiswa tersebut memenangkan proyek pembangunan jaringan komputer dan CCTV Bandara Sukarno Hatta dan telah memperoleh penjualan sekitar Rp. 20 milyar pertahun. Strateginya sangat sederhana, karena para alumni dan mahasiswa tidak terlalu memahami manajemen, tertapi mereka hanya berusaha melayani pelanggannya dengan baik, menanggapi keluhan pelanggan dan berusaha untuk menyelsaikan masalah tersebut, sehingga pelanggannya tetap bertahan, meningkatkan jumlah pembelian dan memberikan rekomendasi pada pihak lain.
SIKLUS HIDUP PRODUK DI INTERNET Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langkah ketiga dalam menjual produk di internet adalah memahami tahap siklus hidup produk di internet.  Siklus hidup di Internet meliputi tahap perkenalan produk, tahap produk eceran dalam musim, tahap akhir hidup produk dan tahap likuidasi produk. Tahap perkenalan produk juga dikenal sebagai tahap produk diluncurkan. Tahap ini terjadi pada saat produk diperkenalkan ke pasar dan produk merupakan hal yang sangat baru bagi benak pelanggan. Pada tahap ini produk dalam keadaan hangat atau eksis atau suplai produk belum dapat memenuhi seluruh permintaan. Keadaan daur hidup seperti ini dikenal sebagai keadaan daur hidup produk yang sehat. Biasanya waktunya antara 1 tahun sampai 3 tahun. Sebaliknya jika suplai produk lebih besar dari permintaan mengindikasikan keadaan tidak sehat atau produk gagal, waktunya antara 6 sampai 12 bulan atau kurang. Misalnya, pada saat Apple mengeluarkan iPod Mini, sebuah MP3 player telah terjual habis selama tiga bulan pada tahap perkenalan. Sebaliknya, perusahaan elektronik yang menjual peralatan dapur $1,000 selama 2 bulan di Internet mengalami kegagalan dan diakhiri dengan memberikan potongan pada tahap perkenalannya. Tahap produk eceran dalam musim merupakan tahap, sebagian besar perusahaan membutuhkan pengecer yang memberikan harga produknya sesuai dengan yang direkomendasikannya. Kamera digital, mobil, buku, televisi dan pakaian terkini dan terhebat merupakan produk eceran dalam musim. Misalnya, jika kita membeli kamera digital ke Best Buy, Circuit City, Electrinic Boutique, Sears dan toko lainnya, akan menemukan harga yang sama, kecuali mungkin ada harga paket dalam rangka peristiwa tertentu, tetapi pada dasarnya harga di setiap otulet harganya sama. Tahap akhir hidup produk biasanya disebabkan adanya perkenalan produk baru dalam kategori produk oleh perusahaan atau pesaing. Pada tahap ini produsen dan pengecer menarik produk lama tersebut secepat mungkin dengan mengganti produk yang baru yang masih hangat. Pada tahap ini produk terjual sebagai biaya atau mengalami kerugian kecil, karena pelanggan bergeser dari produk lama menuju produk yang lebih baru. Pada produk lama tersebut penjual menggunakan harga potongan tinggi untuk menarik pelanggan agar membeli produk yang lama tersebut. Misalnya, produk lama kita sebut P100, maka produk baru yang menggantikan dengan model baru kita sebut P200. Hal ini berlaku pada otomotif, elektronik, komputer, pakaian dan sebagainya. Tahap likuidasi adalah tahap produk kelebihan stok, menghasilkan sisa dan melakukan pembaharuan produk. Tahap ini merupakan tahap yang dihindari oleh produsen dan pengecer,karena akan mengalami kerugian besar. Biasanya produk terjual dengan harga 10 % sampai 20 % dari biaya atau mengalami kerugian antara  80 % sampai 90 %, sehingga produsen dan pengecer akan menghilangkan produk tersebut. Sebagai contoh, perusahaan ingin menjual dalam jumlah besar jaket kulit untuk wanita untuk musim dingin dan musim gugur. Perusahaan memproduksi dalam jumlah besar dan menyetok dalam jumlah besar di ribuan toko dan kota. Ternyata perkiraan tersebut salah, karena hanya kota tertentu saja yang sangat butuh jaket kulit tersebut. Maka satu-satunya cara hanya menjual dengan memberikan diskon yang besar untuk dapat menjual jaket kulit tersebut dan berakibat mengalami kerugian.