Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI OPERASI (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.959 KB)

Abstract

Rasulullah s.a.w. lebih mengutamakan produktivitas daripada hanya sekedar kepemilikan. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a., bahwasannya Nabi s.a.w. pernah bersabda : ?Barangsiapa memiliki tanah, maka tanamilah atau supaya ditanami oleh saudaranya dan janganlah dia menyewakannya.? (Bukhari dan Muslim).            Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, memiliki tanah tidak menanaminya berarti menyia-nyiakan manfaat tanah Dalam hal ini  termasuk menyia-nyiakan harta merupakan hal yang dilarang. Jika tanah itu ditinggalkan tanpa dikelola, maka akan bermanfaat yang terus menerus, yaitu akan tumbuh rerumputan dan tanaman sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penggembalaan dan lain sebagainya. Hal ini dikemukakan apabila larangan menyewakan tanah dipahami sebagai maknanya yang umum. Namun demikian, jika dipahami bahwa yang dimaksud sewa-menyewa tanah yang biasa mereka lakukan, yakni menyewa tanah dengan bayaran sebagian hasilnya, khususnya apabila tidak diketahui, maka yang demikian itu bukan termasuk mengabaikan manfaatnya, bahkan dapat disewakan dengan bayaran emas atau perak, seperti yang telah ditetapkan. Ibnu Abbas berkata. ?Sesungguhnya sebaik-baik yang kalian lakukan adalah hendaknya kalian menyewa lahan kosong dari tahun ke tahun?. 
GELAS KOSONG Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MENURUT Stephen P Robbins, sebuah tim dapat menghasilkan sinergi yang positif bila dilakukan dengan usaha yang terkoordinasi. Usaha masing-masing individu dapat menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada penjumlahan input masing-masing individu. Tim dapat diklasifikasikan menurut sasarannya terdiri dari tim pemecah masalah, tim self-managed, tim lintas fungsi dan tim virtual. Tim pemecah masalah terdiri dari 5 sampai 12 orang dari departemen yang sama, bertemu beberapa jam dalam seminggu untuk mendiskusikan perbaikan kualitas, efisiensi dan lingkungan kerja. Tim self-managed terdiri dari 10 sampai 15 orang yang mengambil tanggung jawab dari supervisor terdahulu. General Electric, General Motor, Hewlett-Packard, Honeywell, PepsiCo, Xerox menggunakan tim self-managed. Tim lintas fungsi terdiri dari karyawan pada tingkatan hirarki yang sama tetapi berbeda bidang, yang bekerjasama untuk mengerjakan suatu tugas. BMW, DaimlerCrysler, Ford, Honda, IBM, Nissan dan Toyota menggunakan tim lintas fungsional. Tim virtual menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan bersama dari anggota-anggota yang terpisah secara fisik agar dapat mencapai tujuan bersama. Tim virtual berkolaborasi secara online, tidak hanya terpisah ruang, tetapi terpisah antar benua. Tim berkinerja tinggi telah dijumpai mempunyai karakteristik bersama. Tim itu cenderung kecil. Berisi orang-orang dengan tiga tipe ketrampilan yang berlainan teknis, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, dan antar pribadi. Dengan tepat ketrampilan ini menandingkan orang-orang pada berbagai peran. Tim mempunyai suatu komitmen pada maksud bersama, menegakkan tujuan spesifik, dan mempunyai kepemimpinan dan struktur untuk memberikan fokus dan pengarahan. Microsoft hanya mempekerjakan orang-orang cerdas dan kemudian membentuk tim-tim kecil yang kreatif untuk mengerjakan suatu proyek dalam waktu tertentu. Setiap individu mempunyai peran yang sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan masing-masing. Setiap unit di perusahaan ini melakukan pekerjaan dengan pola yang relatif sama, yaitu membuat tim kerja yang relatif kecil dan secara bersama-sama menyelesaikan tugas dengan sukses. Setiap tim kerja di Microsoft, mempunyai kebebasan untuk menentukan cara terbaik menyelesaikan tugas dengan kreativitas yang mereka miliki. Meskipun demikian tetap dibingkai oleh pedoman tertentu. Keputusan-keputusan kecil masih menjadi kekuasaan ketua tim kecil. Rancangan besar tujuan dan kegiatan proyek selalu dipresentasikan kepada semua anggota untuk dibahas bersama-sama. Setiap tim kerja mengajukan cara pendekatan yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek. Proposal kemudian didiskusikan dan dibahas. ?Barang siapa berjalan untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, maka hal itu lebih baik daripada iktikaf selama sepuluh tahun. Barang siapa iktikaf mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan menjauhkan neraka tiga parit di antara dirinya. Setiap satu parit jaraknya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat,? sabda Rasulullah SAW.
MODALNYA PROPOSAL Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Proposal merupakan rencana kerja yang dilakukan dalam bentuk tulisan yang tersusun dengan baik dan jelas. Kita telah terbiasa membuat proposal sewaktu menjadi siswa di SLTA ataupun mahasiswa. Proposal kita bawa kemana-mana untuk mendapatkan sponsor dari acara yang telah kita buat yang tertuang dalam proposal. Mulai dari proposal pertandingan olah raga, gelar kesenian sampai seminar baik secara lokal, nasional maupun internasional. Saya menggunakan proposal untuk menangkap peluang 15 tahun yang lalu berupa proyek Teknologi Informasi di salah satu institusi ternama di negeri ini. Ketika itu saya mendapat kontrak senilai Rp. 28 juta. Kontrak pertama saya tersebut saya anggap besar dan memaksa saya untuk membuat perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. Dari perusahaan tersebut berkembang menjadi lembaga pendidikan dan penjualan perangkat keras maupun perangkat lunak. Hal itu saya lakukan mulai dari proposal. Asih Subagiyo, Chief Executive Officer PT. Totalindo yang bergerak dalam bisnis IT, awalnya dengan proposal. Pada awalnya Bagiyo, yang alumni STMIK AMIKOM Yogyakarta ini, mondar-mandir kemana-mana dengan proposal untuk mendapat dana agar anak-anak yang sudah tidak punya Bapak atau Ibu di Pesantren Hidayatullah dapat makan dan belajar. Akhirnya ia terbiasa membuat proposal.  Peluang pertama datang dari Bank Dunia. Dengan proposal tersebut dapat kucuran dana dari Bank Dunia untuk proyek IT dan ia harus mendirikan perusahaan untuk mengelola dana tersebut. Sekarang pelanggannya perusahaan-perusahaan besar nasional, bahkan produknya mulai memasuki pasar manca negara. ?Saya bangga menjadi alumni pertama AMIKOM yang ketika itu diberikan Achievement Motivation Training (Pelatihan Motivasi Berprestasi) yang tidak lain diajari menyusun rencana karir masa depan. Saya menjadi percaya diri, sehingga cukup dengan proposal saya memulai bisnis. Saya diajari membuat proposal oleh Pak Yanto. Saya juga bangga, karena staf saya ada yang dari ITB, ITS dan perguruan Tinggi Negeri lainnya.? kata Asih Subagiyo dalam Seminar 180 hari menjadi Profesional di STMIK AMIKOM Yogyakarta. Demikian pula yang dilakukan Indira Damayanti Sugondo, dengan proposal ia mendirikan PT. Andrawina Praja Sarana. Proposal yang berisi penawaran katering diajukan ke perusahaan minyak lepas pantai membuahkan hasil. Dengan propasal tersebut perusahaan yang ia pimpin dapat bertahan selama  20 tahun. ?Tahun lalu omset kami Rp. 38 milyar. Tahun ini saya perkirakan mencapai Rp. 68 milyar atau setara dengqan US$7 juta.? kata Indira. Perusahaan-perusahaan yang saat ini menggunakan jasa PT. Andrawina Praja Sarana adalah Petro China yang sedang melakukan eksplorasi minyak di Iran dengan nilai kontrak sebesar US$3 juta atau setara dengan Rp. 28 milyar. Proposal ternyata dapat dipakai sebagai senjata ampuh untuk memulai usaha tanpa uang.
KINERJA HARUS MAMPU DITAMPILKAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kerja harus mampu ditampilkan oleh kemasan. Kemampuan kerja dapat berupa, kemampuan melindungi isi produk, kemudahan penyimpanan, kemudahan menggunakan produk, melindungi dari kerusakan dan ramah lingkungan. Kemasan dari obat-obatan dan makanan mempunyai kemampuan untuk melindungi obat-obatan dan makanan yang ada di dalamnya sekaligus mudah untuk menyimpannya. Untuk oli motor atau mobil kemasan yang mempunyai kemampuan kerja bila oli tersebut dapat dituangkan atau kemudahan penggunaan. Di samping itu produk fisik perlu juga label untuk kepentingan identifikasi, penentuan jenjang, uraian penjelasan serta promosi. Pada umumnya setiap undang-undang menetapkan peraturan agar produsen mencantumkan informasi tertentu pada label tentang produk untuk kejelasan dan perlindungan konsumen. Perusahaan makanan cepat saji mengubah kemasan dari plastik menjadi dari kertas yang dapat didaur ulang agar ramah lingkungan. Banyak perusahaan yang mengembangkan kemasan dengan kemasan pintar yang meliputi magnetic strip, bar code dan chip yang mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan berbagai peralatan, misalnya komputer ataupun peralatan elektronik lainnya. Dengan kemasan pintar tersebut tempat penjual produk tersebut menjadi mudah untuk memproses produk tersebut baik mulai dari pembelian sampai penjualan. Kemasan selain mempertimbangkan kemampuan kerja untuk konsumen, juga harus mempertimbangkan kemampuan kerja untuk pengecer dari sisi ekonomis. Konsumen dan pengecer lebih menyukai kemasan yang benar-benar menjaga makanan di dalamnya agar tidak basi atau rusak. Tetapi bagi produsen untuk menyediakan kemasan yang mempunyai kemampuan kerja tersebut membutuhkan biaya yang relatif besar, sehingga kadangkala dengan tidak kemampuan produsen menyediakan kemasan yang mempunyai kemampuan kerja ini dapat menyebabkan konsumen dan pengecer merasa kecewa. Sebagai kesimpulan, bahwa sebagian besar kemasan tidak menjalankan seluruh kriteria VIEW dengan baik, karena kepentingan masing-masing kemasan mempunyai tujuan berbeda dan bervariasi dari satu kategori produk ke kategori produk lainnya. Daya tarik emosional mendominasi beberapa produk seperti parfum. Daya tarik informasi menjadi penting untuk produk bahan makanan pokok dan obat-obatan. Sedangkan daya tarik visibilitas dan kemampuan kerja pada umum dibutuhkan oleh semua produk. Meskipun demikian kemasan harus disesuaikan dengan situasi pasar dan kondisi persaingan
PEMIMPIN DENGAN KEKUATAN LUAR BIASA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

?Rahasia kehidupan adalah memberi? kata Anthony Robbins dalam bukunya yang berjudul Unlimited Power.  Sebagian besar orang hanya berpikir bagaimana cara menjadi pemimpin yang efektif. Kadangkala yang lebih penting, yaitu proses untuk menjadi pemimpin yang efektif dilewatkan. Hanya berpikir bagaimana cara mendapatkan bukan  berpikir bagaimana memberi. Salah seorang pimpinan peruguruan tinggi berkata kepada saya ?Pak Yanto anak buah saya sulit sekali untuk diajak kerja keras. Malas-malasan saja?. Tetapi ketika anak buahnya saya tanya, kenapa mereka tidak mau kerja keras mereka menjawab ?Bapak Pimpinan tidak pernah memperhatikan kami?. Pimpinan dan anak buahnya sama-sama berusaha untuk mendapatkan bukan memberi.           Jika Anda berkata kepada tanah ?Berilah kami tanaman. Berilah kami sayur-sayuran. Berilah kami padi. Maka tanah akan menjawab ?Maaf. Mungkin Anda keliru. Anda belum kenal dengan saya. Bahkan Anda belum pernah menyapa, apalagi memberikan sesuatu kepada kami. Seharusnya Anda menyirami kami, merawat kami dan menggemburkan kami, setelah itu barulah kami memberikan tanaman, sayur-sayuran, padi kepada anda?.  Dalam kepemimpinan juga berlaku seperti itu. Anda memang bisa mendapat gaji yang besar, membawahi anak buah yang banyak dan dapat mengelola perusahaan yang besar. Tetapi jika Anda hanya melakukan demi untuk diri Anda, maka Anda tidak betul-betul seorang pemimpin yang efektif. Anda tidak betul-betul berkuasa. Anda tidak betul-betul mengelola perusahaan besar, bahkan Anda tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Jika Anda berkeinginan menaiki tangga-tangga kesuksesan sendirian, maka Anda bisa jadi akan tergelincir tanpa ada yang menolong. Kebiasaan berpikir mendapatkan inilah yang telah mendarah daging dalam kehidupan kita. Memang kita harus mengubah paradigma berpikir mendapatkan menjadi memberi. Apalagi kalau kita memberi dengan ikhlas, maka akan menjadikan kita, Pemimpin yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. ?Tatkala Allah menciptakan bumi tetapi bumi tersebut selalu bergerak maka diletakkan di atasnya gunung sehingga tenang dan tidak bergerak lagi, sehingga Malaikat kagum dan berkata : Ya Allah apakah dari makhlukMu ada yang  lebih kuat daripada gunung?. Allah menjawab :?Ya, besi lebih kuat. Mereka bertanya lagi : Apakah yang lebih kuat daripada besi?. Allah menjawab : Ya, api lebih kuat. Mereka bertanya lagi : Apa ada dari makhlukMu yang lebih kuat daripada api?. Allah menjawab : Ya, air lebih kuat. Mereka bertanya lagi: Ya, Allah apa ada yang lebih kuat dan keras daripada air?. Allah menjawab : Ya, ada angin lebih kuat. Mereka bertanya lagi : Apakah ada yang lebih kuat daripada angin?. Allah menjawab : Ya, ada, anak Adam yang bershadaqah dengan tangan kanannya secara bersembunyi lebih kuat daripadanya.? Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Anas Ibnu Malik.
MASALAH TANGGUNG JAWAB SEKOLAH DALAM RUUPN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN WAWASAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.101 KB)

Abstract

       Meskipun sudah cukup lama Rencana Undang Undang Pendidikan Nasional (RUUPN) dikomunikasikan kepada masyarakat luas,  khususnya yang berkecimpung secara langsung dalam dunia pendidikan,  akan tetapi pembicaraan tentang "kertas kerja" tersebut masih tetap hangat sampai saat ini. Bahkan semakin hari semakin hangat, karena berbagai diskusi, panel, seminar, pertemuan ilmiah, dsb, untuk membahas masalah tersebut semakin sering dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat.       Keadaan tersebut sebenarnya menjadi bukti betapa besar tanggung jawab masyarakat kita terhadap dunia pendidikan. Setidak-tidaknya mereka telah menganggap bahwa masalah pendidikan adalah masalah setiap orang. Bukan hanya masalah pemerintah, atau masalah segelintir kaum birokrat akademik saja.       Fenomena tersebut tentu sangat membanggakan kita, karena hal itu justeru menandakan semakin berkembang dan dewasanya bangsa kita dalam memikul tanggung jawab.       Konon salah satu ciri bangsa yang berkembang dan dewasa ialah bangsa yang mampu memikirkan nasibnya dalam perspektif pendek maupun panjang. Pendidikan secara langsung akan bersangkut paut dengan perspektif pendek maupun panjang suatu bangsa;  oleh karena itu bangsa yang merasa bertanggung jawab atas masalah-masalah pendidikan di negaranya dapat dikategorikan sebagai bangsa yang sudah berkembang dan dewasa.
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (13) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.663 KB)

Abstract

Untuk memasarkan bimbingan pada tahap awal tersebut, selain mendatangi ke rumah siswa dengan membimbing mereka dengan senanghati tanpa biaya tambahan yang dapat menyentuh hati keluarga mereka, kami juga membagi brosur ke sekolah-sekolah. Kami hanya berharap, dari 100 brosur yang kami bagi, minimal 1 orang mendaftar bimbingan di tempat kami.  Ketika itu, bimbingan belajar kami masih kecil sehingga, ketika kami meminta ijin kepada Kepala Sekolah, beberapa Kepala Sekolah yang kami datangi menolak. Itulah nasib perusahaan yang belum punya reputasi, harus biasa menghadapi hal-hal seperti ini. Kesulitan itu akan menghasilkan kreatifitas yang luar biasa. Akhirnya kami berpikir, untuk bekerjasama dengan tukang parkir di sekolah.  Sebagian brosur kami masukkan ke dalam helm yang ada dalam sepeda motor atau bagian yang ada dalam sepeda motor dan sebagian kami bagi ketika mereka pulang dari sekolah dengan mencegat di pintu keluar. Strategi ini ternyata membuahkan hasil yang cukup luar biasa. Bimbingan belajar tersebut terus berkembang, akhirnya tempat yang kita sewa tersebut tidak mampu menampung siswa yang ikut bimbingan. ?Dik ruang sebelahnya juga boleh kamu kontrak? kata yang punya rumah. ?Iya Pak? jawab kami. Kemudian kami menyewa ruang yang terletak di sebelah utara dari ruang yang kami sebelumnya, tetapi letak ruangan tersebut tidak di tepi jalan. Meskipun sudah menambah ruang tetapi, tidak cukup juga dan berpikir untuk membuka cabang yang terletak di bagian timur kota Yogyakarta. Hal ini juga didorong dari beberapa siswa yang meminta untuk di buka cabang di wilayah timur kota Yogyakarta. ?Kawan-kawan saya sebetulnya mau ikut Mas, tetapi jauh kalau ke sini? kata mereka. Masalah utama untuk membuka cabang adalah tidak punya uang untuk membayar sewa gedung atau rumah. Meskipun yang ikut bimbingan cukup banyak, tetapi mereka membayar dengan biaya sangat murah, hanya Rp. 9.500,-. Dibalik kesulitan, selalu menimbulkan kreatifitas yang luar biasa. Sebuah ide mengalir begitu indah, yaitu menyewa geduang atau rumah tanpa menggunakan uang tunai. Pada saat kami membuka cabang di jalan Demangan Kidul nomor 92, yaitu rumah Bapak Sri Satoto. Kami membuka cabang dengan metode pembayaran di belakang. Kita mengatakan ?Pak kami akan sewa rumah Bapak selama satu tahun?. ?Silakan. Saya senang mahasiswa seperti Anda mempunyai kegiatan?, jawab Pak Sri Satoto sambil memuji kami. ?Kami akan membayar per bulan Pak?, kata kami. ?Tidak apa-apa?, jawab Pak Sri Satoto. ?Tetapi kami akan membayar mulai bulan depan Pak?. Pak Sri Satoto terdiam sejenak, kemudian berkata ?Ya. Tidak apa-apa?. Atas kebaikan Pak Sri Satoto tersebut kita dapat membuka cabang tanpa uang sepeserpun. Perjalan awal menggelindingkan bisnis itu mengajarkan beberapa pengalaman yang luar biasa. Kita tidak akan memperoleh kalau tidak pernah memualai bisnis atau melewati tahap ketiga. Banyak dari kita tidak memperoleh pelajaran dari tahap ketiga ini atau barangkali tidak mengambil pelajaran pada tahap ini,. Begitu menemukan kesulitan, langsung menyerah dan akhirnya bisnis yang digelindingkan berhenti. Mereka berhenti melangkah dan menyerah. Padahal kemungkinan hanya tinggal satu langkah saja untuk menuju tahap berikutnya. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk selalu mengambil pelajaran bagi orang yang mempunyai akal seperti kita. Saya merasa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sangat luar biasa, mulai dari pengalalaman bahwa kesulitan itu dapat menghasilkan kreativitas yang luar biasa dan menggelindingkan bisnis itu dapat dilakukan tanpa menggunakan uang tunai. 
MENGUBAH KERUGIAN (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika saya menyampaikan seminar di Balaikota yang diadakan oleh SKH Minggu Pagi, ada salah seorang yang bertanya. ?Pak Yanto. Saya berbisnis dalam bidang pakaian. Saya hanyalah pengusaha kecil, yang hanya mampu menggaji karyawan dengan gaji kecil. Saya berusaha mendidik karyawan saya dengan baik. Setelah mereka trampil, akhirnya keluar. Bahkan dia mendirikan perusahaan seperti perusahaan saya, sehingga ia menjadi pesaing baru kami. Saya sangat kecewa kepada karyawan tersebut. Kok tidak ada balas budi kepada saya. Bahkan memusuhi dan menyakitkan hati saya. Bagaimana Pak Yanto saya menyikapi hal ini dan bagaimana saya dapat mempertahankan karyawan saya meskipun gajinya kecil?? Pertanyaan seorang ibu tersebut sederhana, tetapi jawabannya tidaklah mudah, rumit, kompleks dan barangkali tidak memuaskan. Saya mencoba menjawab dengan memahami apa yang dikatakan, dimaksudkan dan dirasakan seorang ibu tersebut. Jawaban saya yang pertama ?Seandainya saya menjadi Ibu yang telah mendidik karyawan dengan baik. Setelah mereka trampil, akhirnya keluar. Bahkan dia mendirikan perusahaan seperti perusahaan Ibu, sehingga ia menjadi pesaing baru Ibu.. Tidak ada balas budi kepada Ibu, bahkan memusuhi dan menyakitkan hati Ibu. Sayapun seperti Ibu, juga sangat kecewa kepada karyawan tersebut. Tetapi Bu, kita mencoba untuk memandang dengan cara yang lain. Memandang dengan sikap mental positif. Kita mengatakan dalam hati kita, bahwa Saya telah mendidiknya dengan baik. Sekarang ia telah menjadi pengusaha baru. Semoga ini merupakan amalanku kepada Allah yang tidak pernah putus. Amalan ketika anak Adam meninggal dunia, telah putus semuanya kecuali tiga hal. Anak yang shaleh, amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Semoga yang saya lakukan terhadap karyawan saya tersebut termasuk amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat yang mendapatkan balasan dari Allah di akhirat kelak. Sekarang saya bangga dengan dia karena dia merupakan salah satu sarana saya untuk surga dari Allah. Sekarang dia akan saya jadikan anak saya lagi seperti dahulu. Bukan lagi permusuhan, tetapi hubungan kekeluargaan dan kerjasama, yang saling memajukan kedua perusahaan?. Kebanyakan dari kita, ketika disakiti dari rekan bisnis, mantan karyawan, maka yang kita lakukan adalah memusuhi, bahkan seaakan-akan pertarungan yang tidak pernah habis dan sangat melelahkan. Yang ada hanya sakit hati, demdam dan irihati. Ibarat Gladiator maka kita bertempur habis-habisan sampai titik darah penghabisan. Sebagian yang kalah mati, tetapi yang menangpun pingsan. Semuanya rugi, tidak ada satupun yang beruntung. Tetapi jika kita menyikapi dengan cara yang berbeda dengan mengambil sisi positif, maka kita akan memancarkan energi positif di sekitar kita., yang menjadikan lingkungan menjadi indah, akhirnya dapat mengubah kerugian tersebut menjadi keuntungan.     
INDUSTRI PEMBUATAN DAN PENYAMAKAN KULIT Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.204 KB)

Abstract

Sumberdaya yang berlimpah pada pertengahan awal di Hijaz, baik pengolahan daging binatang maupun kulit untuk jaket menjadikan industri pembuatan dan penyamakan kulit berkembang dengan baik. Akhirnya pengrajin baju kulit membeli kulit dari penyamak kulit lokal untuk membuat tenda, pelana, kekang, sarung pedang, ransel, pakaian, sepatu, sandal, ikat pinggang, karung, tempat makanan, penutup lantai, tempat air, botol dan tempat lainnya. Pedagang yang sangat terkenal dalam bidang baju kulit adalah Abu Sufyan bin Harb danAyyub al-Sakhtiyani. Profesi sebagai penyamak kulit dapat dilakukan oleh pria dan wanita. Di dalam Al Qur?an surat An Nahl ayat 5-7 : Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat (kulitnya,air susunya, dsb.) dan sebahagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pemandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.  Demikian pula dalam surat Al Mu?minun ayat 79-80 : Allah-lah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebahagiannya untuk kamu kendarai, sebahagiannya untuk kamu makan. Dan (ada lagi) berbagai-bagai manfaat lainnya (kulitnya,air susunya, bulunya, dsb.) untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera. Pembuatan barang-barang dari kulit merupakan bagian yang penting di wilayah Taif, sebuah daerah yang terkenal kualitas produknya secara luas yang benar-benar disukai oleh pasar ekspor, tidak hanya di Pasar Ukaz dan wilayah sekitarnya, tetapi juga Syiria, Mesir, Yaman, Persia, Iraq dan Abissinia. Dalam perdagangan ini, diriwayatkan bahwa Hashim bin `Abdul Manaf memulai karir bisnisnya dengan memperoleh ijin resmi untuk menjual barang-barang dari kulit di Bizantium di wilayah Syiria. Demikian pula `Amr bin al-`As dan pebisnis Hijaz menjual barang-barang dari kulit di Mesir dan Abissinia. Suatu kelimpahan baik binatang peliharaan dan binatang buas, yang berpadu dengan iklim yang cocok membuat wilayah Ta?if  sebagai sebuah pusat pengolahan kulit yang alami dan produksi barang dari kulit. Sebagai tambahan, pohon qaraz, yang memproduksi suatu bahan yang digunakan dalam penyamakan berasal baik dari Hijaz maupun Najd. Produk ini muncul dengan permintaan yang tinggi, Sahabat Nabi Muhammad s.a.w.,Sa?d al Qaraz dilaporkan menjadi perantara perdagangan produk ini. Mekah dan Madinah juga merupakan wilayah pengembangan industri penyamakan dan pembuatan barang dari kulit, mengimpor qaraz dari Wadi al-`Aqiq, dekat Madinah. Penjualan barang dari kulit di pasar regional secara umum cukup meningkat dan mencapai puncaknya pada musim haji.
STRATEGI PRODUK NABI SAW (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keistimewaan merupakan karakteristik yang melengkapi fungsi dasar produk. Produk istimewa pada masa jahiliyah adalah perhiasan dari emas, perak dan pakaian sutra. Sebelum Muhammad menjadi Nabi perhiasan emas dan pakaian sutra boleh dipakai oleh pria dan wanita. Dari Ibnu Umar r.a.,Rasulullah s.a.w.memakai cincin dari emas atau perak dan dijadikannya muka cincin itu di sebelah telapak tangan beliau dimana terukir tulisan ?Muhammad Rasulullah?. Orang banyak mulai memakai cincin seperti itu pula. Setelah beliau melihat orang ramai memakaicincin seperti itu, beliau lalu membuang cincin itu dan bersabda :?Saya tidak akan memakainya lagi untuk selama-lamanya.? Kemudian beliau memakai sebuah cincin perak. Orang banyak juga mulai memakai cincin perak. Ibnu Umar berkata : Setelah Nabi s.a.w., orang yang memakai cincin itu adalah Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman, sampai cincin itu jatuh dan hilang oleh Utsman ke dalam sumur di Aris. Produk ini lebih ditujukan kepada wanita dan untuk dijual. Dari Abdullah bin Umar r.a, katanya : ?Nabi s.a.w. pernah mengirimkan pakaian sutera atau sutera campuran kepada Umar r.a., kemudian beliau melihat pakaian itu dipakai oleh Umar. Sabda beliau, ?Sesungguhnya aku kirimkan pakaian itu kepadamu, bukanlah untuk kau pakai. Yang akan memakainya ialah orang-orang yang tidak beruntung baginya. Kukirimkan kepadamu ialah supaya engkau dapat mengambil manfaat daripadanya, yakni supaya kau jual.?(Bukhari). Gaya menggambarkan penampilan dan perasaan itu bagi pelanggan. Dari Aiman r.a.,katanya : Saya masuk kerumah Aisyah, di situ ada baju perempuan yang terbikin dari benang seharga lima dirham. Kata Aisyah : ?Lihatlah sahaya perempuan, perhatikanlah dia! Ia merasa megah karena memakai pakaian itu dalam rumah. Saya pernah memakai baju itu pada masa Rasulullah s.a.w. Setiap wanita yang ingin berdandan di Madinah, selalu mengirim utusan kepadaku untuk meminjaminya?(Bukhari).