Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa di Kelas 2 Sekolah Dasar Hermawan, Andri; Artharina, Fillia Prima; Suyatmi, Suyatmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya keaktifan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran yang melatarbelakangi penelitian ini, hal ini dikarenakan masih kurangnya keterlibatan aktif siswa didalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan agar keaktifan belajar siswa menjadi lebih baik lagi. Model pembelajaran Problem Basen Learning menjadi mode yang digunakan dan jenis penelitian tindakan kelas dengan 2 periode(periode). Kelas 2A SD Supriyadi 02 Semarang sebanyak 28 siswa menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata keaktifan belajar siswa, mulai dari pra periode 46,58%, peridoe I 60,56% dan di periode II menjadi 81,79%. Hasil yang dapat disimpulkan keaktifan belajar siswa kelas 2A dapat meningkat dengan model pembelajaran Problem Based Learning di pelajaran Bahasa Indonesia di SD Supriyadi 02 Semarang pada tahun ajaran 2023/2024.
Pengaruh Pendekatan CRT, TaRL, dan Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Fauziati, Wati; Saputra, Henry Januar; Suyatmi, Suyatmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan numerasi siswa di Indonesia tergolong rendah, penyebabnya beragam, salah satunya siswa kesulitan dalam memahami konsep abstrak serta cara menerapkan konsep ke dalam soal. Banyaknya siswa yang kebingungan terhadap konsep matematika menjadikan peneliti tertarik untuk meneliti pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Culturally Responsive Teaching, Teaching at the Right Level, dan pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Penelitian termasuk jenis kuantitatif dengan pretest-posttes one-group design menggunakan metode pre-eksperimental. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pretest, posttest, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di SD Supriyadi 02 Semarang dengan sampel siswa kelas 2D sejumlah 26 siswa. Penelitian menghasilkan data skor rata-rata pretest sebesar 68,46 dan skor rata-rata posttest sebesar 91,53 yang dianalisis menggunakan normalitas gain sebesar 0,73 dengan kriteria “Tinggi”. Dapat disimpulkan bahwa penerapan integrasi pendekatan CRT, TaRL, dan berdiferensiasi berpengaruh terhadap kenaikan hasil belajar matematika siswa di sekolah dasar.
Analisis Kesulitan Kelas V dalam Kemampuan Menyelesaikan Pemecahan Masalah Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan SD Supriyadi 02 Semarang Dwi Rahayu, Asa Aldina; Subekti, Ervina Eka; Suyatmi, Suyatmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesulitan dan faktor yang mempengaruhi yang dialami peserta didik kelas V SD Supriyadi 02 Semarang dalam memecahkan masalah materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan subjek peserta didik kelas V SD Supriyadi 02 Semarang. Penyelesaian soal cerita berdasarkan langkah polya terdiri dari empat tahapan yaitu, memahami soal, merencanakan pemecahan, melakukan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali. Metode penelitian ini menggunakan observasi dan tes soal. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan terdapat empat jenis kesalahan peserta didik kelas satu SD Supriyadi 02 Semarang dalam penyelesaian soal cerita matematika antara lain yaitu, 1. Pada tahapan memahami soal kebanyakan peserta didik mampu memahami tetapi masih ada beberapa peserta didik yang sulit untuk memahami soal. 2. Pada tahapan perencanaan kebanyakan peserta didik belum bisa dalam menuliskan rencananya dikarenakan kurangnya pemahaman dan ketelitian serta konsentrasi. 3. Pada tahapan pelaksanaan rencana kebanyakan peserta didik tidak mampu melakukannya karena tahapan sebelumnya belum dilakukan secara sempurna. 4. Pada tahapan memeriksa Kembali kebanyakan peserta didik belum mencapai tahapan ini karena belum menyelesaikan tahapan sebelumnya. jenis-jenis kesalahan; soal cerita; Polya. kesimpulan Hasil penelitian siswa yang berjumlah 25 siswa kesalahan tertinggi terdapat pada melihat (mengecek) jawaban peserta didik belum mencapai tahapan ini karena belum menyelesaikan tahapan sebelumnya. Sedangkan kesalahan siswa terendah terdapat pada memahami masalah Pada tahapan memahami soal kebanyakan peserta didik mampu memahami tetapi masih ada beberapa peserta didik yang sulit untuk memahami soal.
Pembentukan Karakter Religius Siswa Sd Supriyadi 02 Semarang Melalui Implementasi Budaya Sekolah Dwi Amalia, Annisa Yunita; Fajriah, Khusnul; Suyatmi, Suyatmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakter religius peserta didik yang dikembangkan di SD Supriyadi 02 Kota Semarang melalui implementasi budaya sekolah. Pendekatan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kelas dan peserta didik. Pemeriksaan kebasahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian yaitu budaya sekolah di SD Supriyadi 02 Kota Semarang melalui pembiasaan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun), berdoa, membaca surat – surat pendek serta membaca asmaul husna sebelum memulai kegiatan belajar, kegiatan sholat berjamaah, hafalan doa sehari – hari, serta peringatan hari besar Islam. Pembentukan karakter religius di SD Supriyadi 02 Kota Semarang telah berjalan dengan baik melalui implementasi budaya sekolah yang diterapkan dan telah dilaksanakan secara rutin oleh seluruh peserta didik dan warga SD Supriyadi 02 Kota Semarang. Hasil karakter religius setelah budaya sekolah ini diterapkan adalah meningkatkan kebersamaan antara peserta didik dengan guru, meningkatkan kesadaran spiritual peserta didik serta membangkitkan rasa keterlibatan pada nilai – nilai keagamaan, membentuk karakter moral peserta didik dalam hal kejujuran, sopan santun dan etika dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari – hari, membentuk kedisiplinan diri peserta didik serta meningkatkan konsentrasi peserta didik dalam belajar, membantu peserta didik dalam memahami nilai – nilai Islam, membangun sikap tolerasi dan menghormati keberagaman serta berkomunikasi dengan sopan.
Analisis Keaktifan Siswa Dalam Penerapan Model Teams Games Tournament Dalam Pembelajaran Matematika Istianah, Istianah; Sumarno, S.; Suyatmi, Suyatmi; Nuroso, Harto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Teams Games Tournament terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran matematik di kelas III. Penelitian ini dilakukan di kelas III SD Supriyadi 02 Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Sumber data pada penelitian ini adalah guru kelas III  dan siswa kelas III . Subjek penelitian yaitu siswakelas III. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi dengan membandingkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa dengan diterapkannya model TGT dikelas III  SD Supriyadi 02 semarang pada pembelajaran matematika siswaterlibat aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran.
The Role of the Regional Supervisory Board in Enforcing the Notary Code of Ethics in Sragen Regency Suyatmi, Suyatmi; Hafidz, Jawade
TABELLIUS: Journal of Law Vol 3, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Master of Notarial Law, Faculty of Law, Sultan Agung Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aims to analyze: 1) The role of the Regional Supervisory Council in the implementation of the enforcement of the notary code of ethics in Sragen Regency. 2) Challenges of the Regional Supervisory Council (MPD) of Notaries in the framework of enforcing the code of ethics for notaries in Sragen Regency. This type of research is included in the scope of empirical research. The approach method in this study is a sociological legal approach. The types and sources of data in this study are primary and secondary data, obtained through interviews and literature studies. The analysis in this study is prescriptive. The results of the study concluded: 1). The role of the Regional Supervisory Council in the implementation of the enforcement of the notary code of ethics in Sragen Regency is to ensure that notaries carry out their duties in accordance with the code of ethics and applicable laws and regulations. MPD functions as a supervisor and mentor, with the main task of providing guidance through socialization, training, and evaluation of notary performance in order to prevent violations. In addition, MPD also periodically supervises notary protocols and follows up on public complaints regarding alleged violations of the code of ethics or notary positions. As a supervisory institution, the MPD has the authority to hold hearings on alleged violations, grant leave permits, appoint replacement notaries, and determine the storage location for protocols that are 25 years oldormore. 2) Challenges of the Regional Supervisory Council (MPD) of Notaries in enforcing the code of ethics for notaries in Sragen Regency, namely the Regional Supervisory Council (MPD) of Notaries in Sragen Regency faces various challenges in enforcing the code of ethics, including limited authority, lack of resources, minimal supporting facilities, and low legal awareness among the community and notaries themselves. In addition, complex bureaucracy and a legal culture that is still developing also hamper the effectiveness of supervision. Therefore, it is necessary to strengthen regulations, increase the capacity of the MPD, optimize facilities, and provide legal education for the community and notaries in order to create more effective and professional supervision.Keywords: Code of Ethics Enforcement; MPD; Notary
An Analysis of the Relationship Between Job Satisfaction and Organizational Commitment and Its Effect on Employee Turnover Intention at Universitas Amikom Yogyakarta Eny Ariyanto; Suyatmi, Suyatmi; Nurhayanto, Nurhayanto
MANABIS: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/manabis.v4i4.6111

Abstract

This study aims to analyze the relationship between job satisfaction and organizational commitment, as well as their influence on turnover intention among employees at Universitas Amikom Yogyakarta. The study uses a quantitative approach with the survey method, involving 38 respondents selected through simple random sampling. Hypothesis testing uses correlation and linear regression analysis techniques, which are processed with SPSS 22. The results show that job satisfaction has a positive yet weak influence on organizational commitment, with a coefficient determination (R2) of 29.8%. This indicates that job satisfaction explains only a small portion of the variance in organizational commitment. Furthermore, job satisfaction has been found to have a negative but insignificant effect on turnover intention, indicating that the level of employee job satisfaction is not a strong factor in reducing employees’ intention to leave the organization. Similarly, organizational commitment also exhibited a negative but insignificant effect on turnover intention. Simultaneously, the influence of job satisfaction and organizational commitment on turnover intention produced a coefficient of determination (R²) of 0.127, indicating that both variables explain only 12.7% of the variation in turnover intention. These findings indicate the need to consider other, more dominant factors related to employee turnover intention at Universitas Amikom Yogyakarta.
Perbandingan Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan Tpa Banyuroto Kulon Progo Suyatmi, Suyatmi; Mulasari, Surahma Asti
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.126 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.841

Abstract

Sistem pengelolaan sampah kota umumnya dilakukan adalah sistem 3P (pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan). Sampah dikumpulkan dari sumbernya, kemudian diangkut ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dan dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).Pengelolaan sampah di Indonesia masih menggunakan paradigma lama  kumpul-angkut-buang atau  dikenal  dengan  pendekatan  akhir  (endof-pipe),  yaitu  sampah  dikumpulkan, diangkut,dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan sistem pengelolaan sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto Kulon Progo.Jenispenelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Volume sampah yang masuk ke TPA Wukirsari Gunungkidul pada bulan Januari sampai April 2014 sebanyak10.106,1 m3 sedangkan pada TPA Banyuroto Kulon Progo sebanyak 6.288 m3. Pelayanan pengangkutan yang dilakukan oleh TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto   dengandoor to door dan pengambilan padakontainer. Penerimaan sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto Kulon Progo petugas mencatatvolume sampah sesuai kapasitas muatan kendaraan tanpa ditimbang. Pengolahan akhir di TPA Wukirsari Gunungkidul menggunakan metode sanitary landfill, pengolahan akhir di TPA Banyuroto Kulon Progo menggunakan metode controlled landfill.TPA Wukirsari Gunungkidul belum efektif dalam melakukan pengolahan akhir di TPA sedangkan TPA Banyuroto Kulon Progo sudah efektif melakukan pengolahan akhir untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Volume sampah  di  TPA Wukirsari Gunungkidul lebih banyak dibandingkan dengan  volume  sampah di  TPA Banyuroto Kulon Progo. Prosedur pengangkutan dan penerimaan sampah pada kedua TPA ini sama. Pengolahan akhir di TPA Banyuroto Kulon Progo sudah efektif mengurangi volume sampah.
Strategi Pembelajaran Metode SAS untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V Sekolah Dasar Dewi, Dian Kumaya; Suyatmi, Suyatmi; Sawiyatun, Sawiyatun
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v8i2.16039

Abstract

Reading ability is a fundamental foundation for learning across subjects in elementary school. Preliminary observations in a public elementary school in Grobogan Regency revealed that some fifth-grade students still experienced difficulties recognizing word structures and understanding text meaning because reading instruction lacked systematic and staged strategies. This study aims to analyze the implementation of the Structural Analytic Synthetic (SAS) method to strengthen reading skills in upper elementary grades, extending SAS use beyond initial literacy learning. The research employed a qualitative descriptive design involving fifth-grade students as participants. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation of learning activities and student work. Data analysis followed the stages of reduction, data display, and conclusion drawing to capture patterns of change during the learning process. The findings show that the SAS method improves students’ reading ability through three interconnected phases: structural (introducing meaningful word and sentence patterns), analytic (guiding students to break down structures and identify relationships among parts), and synthetic (supporting students to reconstruct meaning as a coherent whole). The learning process became more interactive, contextual, and motivating, helping students develop better reading fluency while also enhancing comprehension. These results indicate that SAS is an effective instructional alternative for reading development in higher-grade primary students and has practical implications for lesson design and teacher training focused on reading comprehension improvement.