Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penentuan Aktivitas Antioksidan Senyawa Kuersetin dan Ekstrak Lengkuas Menggunakan HPLC dan UV-Vis Bambang Cahyono; Christiana Suci Prihatini; Meiny Suzery; Damar Nurwahyu Bima
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2020): ALCHEMY: Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v8i2.10594

Abstract

The radical scavenging activity of 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH) is generally carried out using a spectrophotometric method. In this study, the value of the antioxidant activity was compared to the HPLC method. Samples used were pure quercetin and extracts of red galangal (Alpinia purpurata) and white galangal (Alpinia galanga). Analysis of antioxidant activity using a UV/Vis spectrophotometer was carried out at a wavelength of 515 nm. Analysis by HPLC method was carried out using an inverse phase with a UV/Vis detector at 515 nm. The results showed that the radical scavenging activity (IC50) of the pure quercetin produced was nearly the same value for the spectrophotometric method (16.24 ppm) dan the HPLC method (15.24 ppm). Even though, the antioxidant activity of pure quercetin was different from the extract. The red galangal extract gave IC50 of 488.43±1.13 ppm (spectrophotometric method) and IC50 of 68.12±10.19 ppm (HPLC method). The radical scavenging activity (IC50) of white galangal extract using the spectrophotometric method and HPLC method was 462.47±2.98 and 62.17±3.87 ppm, respectively. The allegation of other molecular interference in the radical reduction of the extract resulted in a conclusion that the HPLC is better than the spectrophotometric method for determining antoxidant activity of extract sample. Keywords: Antioxidant, Alpinia purpurata, Alpinia galanga, DPPH  Aktivitas peredaman radikal 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH) pada umumnya dilakukan menggunakan metode spektrofotometer. Dalam penelitian ini, nilai aktivitas antioksidan tersebut telah dibandingkan dengan metode HPLC. Sampel ujinya adalah senyawa kursetin murni dan ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata) dan lengkuas putih (Alpinia galanga). Analisis aktivitas antioksidan dengan spektrofotometer UV/Vis dilakukan pada panjang gelombang 515 nm. Analisis dengan metode HPLC dilakukan menggunakan fasa inverse dengan detektor UV/Vis pada 515 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peredaman radikal senyawa murni kuersetin menghasilkan nilai yang hampir sama untuk kedua metode yaitu IC50 sebesar 17,05 ppm untuk metode spektrofotometer dan IC50 sebesar 15,74 ppm untuk metode HPLC. Akan tetapi, nilai aktivitas antioksidan kuersetin jauh berbeda untuk ekstrak. Ekstrak lengkuas merah memberikan IC50 sebesar 488,43±1,13 ppm (metode spektrofotometer) dan 68,12±10,19 ppm (metode HPLC). Aktivitas peredaman radikal ekstrak lengkuas putih dengan metode spektrofotometer dan HPLC dengan IC50 sebesar 462,89±5,38 dan 62,17±3,87 ppm, berturut-turut. Dugaan adanya interferensi molekul lain dalam analisis peredaman radikal terhadap ekstrak ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa metode HPLC lebih baik digunakan dalam analisis antioksidan dibandingkan metode spektrofotometer untuk sampel berupa ekstrak. Kata kunci: Antioksidan, Alpinia purpurata, Alpinia galanga, DPPH
Potential Of Solid Waste Conversion Into Gelatin In The Fisheries Industry Of Indonesia Priyosetyoko, Priyosetyoko; Widayat, W; Suzery, Meiny; Agustini, Tri Winarni
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 2 (2022): Indonesian Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i2.16719

Abstract

There has been an increase in aquaculture production in Indonesia from 2015 to 2019, which is 62.31%. Statistics Indonesia showed an increase in commodities for capture fisheries and aquaculture, namely 7.94% and 28.87%, while there was a decrease in fresh or cold fillet fish commodities, namely -6.89%, referring to data from January to June 2021 compared to the previous quarter of 2020. The development of fishery processing industries such as fish fillets, leaving waste in the form of skin, bones, fins, scales, heads, offal, and liquid. The remaining waste, if not managed properly, can have negative effects on the environment. One of the researches on the utilization of fish meat processing industrial waste is to make gelatin. Gelatin is a product of the hydrolysis of collagen from animal skin or bones. Gelatin from fish needs to be developed because it is a halal product. Gelatin hydrolysis can be carried out under acidic, alkaline, and enzymatic conditions. In the filtration process of making gelatin sheets, there is a by-product in the form of liquid gelatin. Research on the purification of polypeptides from gelatin from fish has been widely carried out. Polypeptides have benefits in the fields of cosmetics and medical health. In general, glycine in fish gelatin is higher than in mammals, while proline is the opposite. Research related to the purification of glycine from fish gelatin is interesting because it is viewed from the point of view of the benefits of biomolecular science and aspects of Indonesia's natural resources. Keywords: Waste; Gelatin; Polypeptides; Glycine
PROSES PERBAIKAN PRODUKSI DALAM PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL BAGI PAGUYUBAN USAHA KULINER Suzery, Meiny; Widayat, W; Cahyono, Bambang; Al-Baarri, Ahmad Ni’matullah
Indonesia Journal of Halal Vol.2 (2) 2019
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.294 KB) | DOI: 10.14710/halal.v2i2.7892

Abstract

Proses Produk Halal (PPH) merupakan kegiatan untuk menjamin kehalalan produk yang mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk. Dalam perkembangannya, kehalalaan suatu produk, baik itu barang maupun jasa, merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Selain umat muslim pada umumnya, kehalalan juga berkembang secara global karena masyarakat menyadari bahwa kehalalan suatu produk juga berpengaruh pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses perbaikan produksi dalam pendampingan sertifikasi halal pada UKM. Subjek dalam penelitian ini adalah UKM Nugget Nalla yang berlokasi di Kota Semarang. Metode yang dilakukan adalah analisis terhadap proses perbaikan pengolahan dan produksi untuk mendapatkan sertifikasi halal pada UKM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perbaikan produksi sangat diperlukan pada tahap awal pengajuan sertifikasi halal, tidak hanya pada pengawasan utama yaitu bahan-bahan yang digunakan untuk produksi. Selain itu, alat yang digunakan perlu terhindar dari kontaminasi bahan yang haram, sehingga alat tidak boleh dipakai bersama dengan produk yang tidak halal. Maka, perbaikan alat produksi untuk memproses produk halal perlu diadakan. Bahan utama yang digunakan oleh subjek penelitian adalah daging ayam, dimana diperlukan adanya proses penggilingan daging ayam untuk mendapatkan hasil produk berupa nugget. Fasilitas produksi dalam dapur dikhususkan untuk produksi halal, dan fasilitas serta peralatan penyajian juga dikhususkan untuk menyajikan produk- produk yang halal.
PENGUKURAN KANDUNGAN DNA BABI DALAM BERBAGAI PRODUK PANGAN DENGAN METODE REAL TIME-POLYMERASE CHAIN REACTION (RT-PCR) Yusi Luluk, Rahmania; Widayat, W; Tri Winarni, Agustini; Meiny, Suzery; Ahmad Ni’matullah, Albaari
Indonesia Journal of Halal Vol. 3 (2) 2020
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v3i2.10276

Abstract

Makanan halal merupakan kebutuhan mutlak masyarakat muslim. Indonesia sebagai salah satu Negara dengan mayoritas populasi muslim harus memastikan produk pangan yang beredar dalam masyarakat memiliki jaminan halal. Salah satu upaya untuk menjamin produk makanan halal adalah dilakukan dengan pengujian kandungan babi dalam suatu produk makanan tersebut. Analisis RT-PCR menjadi salah satu alternative pengujian kandungan babi dalam makanan. Disamping pengujian relative cepat dan akurat, sifat DNA yang stabil juga menjadikan RT-PCR sebagai salah satu metode yang efektif untuk menguji produk makanan dengan berbagai macam metode pengolahan. Penelitian ini menguji beberapa produk makanan dengan proses pengolahan yang berbeda. Sampel dilakukan pengujian dalam dua tahapan yaitu ekstraksi DNA dan analisis RT-PCR. Dari hasil pengujian diketahui konsentrasi kemurnian sampel krim matcha jepang sebesar 53,6 ng/µl, coklat belanda sebesar 5,2 ng/µl, dan sosis babi sebesar 27,9 ng/µl. Dari hasil analisis RT-PCR diketahui krim matcha jepang dan coklat belanda terbebas dari DNA babi, sedangkan sosis babi memiliki kandungan DNA babi sebesar 59,87%.
Sertifikasi Halal Dan Pendampingan Plemtasi Sistem Jaminan Halal Pada Ukm Yebishu Snack Suzery, Meiny; Agustini, Tri Winarni; Widayat, W; Cahyono, Bambang
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 1 (2022): Indonesia Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i1.16792

Abstract

Departemen agama telah menetapkan 5 langkah kebijakan halal untuk menjamin kehalalan produk pangan, obat-obatan dan kosmetik yaitu dari segi bahan (zatnya), proses produksi, penyimpanan, distribusi dan penyajian, sebagaimana tercantum di dalam Undang- undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permalahan dari UKM yaitu belum memiliki sertifikasi halal, belum adanya penyelia halal dari UKM, belum adanya penngetahuan tentang Manajemen Jaminan halal dan bagaimana proses sertifikasi halal itu sendiri. Untuk memperoleh sertifikasi halal, kegiatan diawali dengan bimbingan teknis sertifikasi halal, penyiapan dokumen-dokumen pendukung untuk memperoleh sertifikasi halal, implementasi sistem jaminan halal, pendaftaran sertifikasi halal, dan proses auditing oleh adutor halal, serta sidang fatwa dan penerbitan sertifikat halal. Kegiatan ini telah berhasil melakukan pendampingan sampai terbit sertifikat halal. Hal yang perlu diperhatiakan adalah komitmen dari pelaku usaha dalam implemntasi Sistem Jaminan Halal.
DIVERSIFIKASI TEPUNG MOCAF MENJADI PRODUK MIE SEHAT DI PT. TEPUNG MOCAF SOLUSINDO Yuliyandjaja, John Philia; Widayat, Widayat; Hadiyanto, Hadiyanto; Suzery, Meiny; Budianto, Irawan Arief
Indonesia Journal of Halal Vol.2 (2) 2019
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.267 KB) | DOI: 10.14710/halal.v2i2.7341

Abstract

Singkong merupakan tanaman pangan perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Produk olah singkong juga beragam dari singkong rebus, singkong goreng, getuk. Industri tapioka sudah tersebar banyak di Kab. Pati dan Kab. Wonogiri. Produk pasca panen dari ubi singkong adalah MOCAF (Modified Cassava Flour). MOCAF adalah tepung singkong yang telah mengalami proses modifikasi baik fisika, kimia atau biologik. PT. Mocaf Solusindo bekerjasama dengan Universitas Diponegoro dengan Program Kemitraan Masyarakat mengembangkan diversifikasi produk. Diversifikasi produk menjadi mie telah berhasil dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti mixer untuk adonan dan pencetak mie. Uji kualitas produk mie sehat ini dengan cara dimasak, dimana telah memiliki tekstur tidak berbeda dengan mie yang ada di Pasar. Mie hasil diversifikasi memiliki kelebihan karena bahan baku sebagian besar adalah tepung MOCAF, sehingga terbeas dari gluten. Untuk bisa dilakukan pemasaran, maka dilakukan pengurusan izin PIRT.
PENGARUH JENIS IKAN TERHADAP RENDEMEN PEMBUATAN GELATIN DARI IKAN DAN KARAKTERISTIK GELATINNYA Agustini, Tri Winarni; Widayat, W; Suzery, Meiny; Darmanto, YS; Mubarak, Iqbal
Indonesia Journal of Halal Vol.2 (2) 2019
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.403 KB) | DOI: 10.14710/halal.v2i2.7342

Abstract

Gelatin merupakan protein sederhana dari hasil hidrolisis kolagen yang dapat berubah bentuk sol ke bentuk gel secara reversible. Indonesia masih melakukan import dari negara Australia, China, Jerman, Jepang, dan Perancis. Import gelatin pada tahun 2014 mencapai 601.681 Kg. Gelatin mayoritas di produksi dari bahan baku kulit babi (46%), kulit sapi (29,4%), daging dan tulang babi (23,1%). Gelatin yang dibuat dengan katalis asam maka digolongkan dalam gelatin tipe A. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan gelatin yang halal dengan bahan baku dari berbagai produk-produk perikanan. Secara khusus dikaji dari 3 jenis ikan yaitu ikan nila, ikan pari dan ikan kakap merah. Percobaan dilakukan proses pembuatan gelatin dengan tahap degreasing (pemisahan), demineralisasi (perendaman asam sitrat), ekstraksi (dilakukan perendaman aquadest diatas kompor), pengeringan (pengeringan pada oven). Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi karakteristik bahan baku berupa kadar air, rendemen, kekuatan gel, viskositas, pH, uji organoleptik sangat beragam.
Analisis Aktivitas Antiglikasi pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Etanol dari Produk Fermentasi Daun Matoa Putri, Adhina Choiri; Suzery, Meiny; Aminin, Agustin L.N.
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Issue 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2023.21369

Abstract

Penyebab penyakit degeneratif salah satunya disebabkan oleh kondisi penurunan fungsi organ dalam tubuh yang dapat ditandai dari kerusakan struktur protein. Reaksi glikasi protein yang menghasilkan produk amadori mengarah pada pembentukan AGEs (Advanced Glycation End Products) yang bersifat radikal. Senyawa antiglikasi memiliki potensi menghambat kerusakan protein lebih lanjut. Metode solid state fermentation (SSF) menggunakan Aspergillus niger dapat menghasilkan enzim yang melimpah, yang berkontribusi terhadap degradasi makromolekul dan mampu meningkatkan bioaktivitasnya. Penelitian ini berfokus pada penentuan aktivitas antiglikasi produk fermentasi daun matoa. Variasi konsentrasi pada pengujian aktivitas antiglikasi dilakukan pada konsentrasi 50 hingga 1000 ppm. Data menunjukkan persen inhibisi produk fermentasi lebih rendah dibanding produk non-fermentasi. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin tinggi persen inhibisinya. Variasi konsentrasi menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap penurunan aktivitas antiglikasi (p<0,05). Aktivitas antiglikasi daun matoa sebelum dan sesudah fermentasi masuk dalam kategori sedang (medium).
Application of Bioinformatics Analysis to Identify Important Pathways and Hub Genes in Breast Cancer Affected by HER-2 Tjipta, Arya; Hermansyah, Dedy; Suzery, Meiny; Cahyono, Bambang; Amalina, Nur Dina
International Journal of Cell and Biomedical Science Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Stem Cell and Cancer Research (SCCR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59278/cbs.v1i1.11

Abstract

Human epidermal growth factor receptor 2 (HER-2) is used as a marker for the diagnosis and prognosis of breast cancer. However, the molecular mechanisms involving HER2 in breast cancer require further study. Herein, we used the bioinformatics approaches to identify important pathways and hub genes in breast cancer affected by HER-2. The results showed that HER-2 is highly expressed in ovarian cancer and is closely related to the overall survival and progression-free survival of breast cancer. A total of 3014 downregulated genes and 4121 upregulated genes were identified under Gene Expression Omnibus (GEO) database with the GEO2R tool. Among them, the top 10 hub genes including CCNB1, KIF11, BUB1B, TOP2A, ASPM, MAD2L1, BUB1, RRM2, EGFR, and FN1 demonstrated by connectivity degree in the protein-protein interaction (PPI) network were screened out. In Kaplan–Meier plotter survival analysis, the overexpression of CCNB1, EGFR, MAD2L1, ASPM, and RRM2 were shown to be associated with an unfavourable prognosis in HER-2 positive breast cancer patients. In conclusion, we have identified important signalling pathways involving HER-2 that affect breast cancer. These findings could provide new insights outlining mechanisms involving HER-2 gene expression in breast cancer and provides a rationale for the novel treatment of breast cancer.
Analisis Pemahaman UMKM di Kota Semarang terhadap Kebijakan Produk Halal Widayat, Widayat; Suzery, Meiny; Ardianto, Hendra Try
Jurnal Riptek Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.591 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v16i2.170

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a significant economic impact. The second Sustainable Development Goals are eliminating hunger, achieving food security and good nutrition. The Government of Indonesia has carried out and implemented Law Number 33 of 2014 concerning Guarantees for Halal Products, since 2019. Indonesia is targeting to become the Center for Halal Food Products in the world in 2024. Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have a very important role in the Indonesian economy given their great potential in increasing public welfare. The number of MSMEs in Indonesia reached 64.2 million with a contribution to the gross domestic product (GDP) of 61.07% or 8,573.89 trillion. MSMEs are able to absorb 97% of the total workforce and are able to collect up to 60.42% of total investment in Indonesia. To achieve the government's target to become the center of world halal products and continue to contribute to the Indonesian economy, MSMEs have problems in terms of halal certification. This requires intensive study. The Semarang City Government already has Regional Regulation Number 1 of 2021 concerning halal food products. Local governments have an obligation to protect the public from consuming food and beverages that are not guaranteed to be halal. This research is a qualitative research where the respondents used are MSME actors spread across the city of Semarang. The number of MSMEs in Seamarang City until March 2022 was recorded at 23,984 business actors. This study aims to identify problems related to halal certification for MSMEs, understanding, willingness and increasing understanding and willingness in halal certification. The results the profile of MSMEs in Semarang City is Micro Industry and do not have Business License Codes /Nomor Ijin Berusaha (NIB). The MSMEs do not understand about policy Halal Certificate Product about 84%. They don’t also understand about SIHALAL and self-declare / Sertifikasi Halal Gratis respectively 90% and 72%.