Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Peraturan Desa Tentang Sampah Trisna Kusuma Wardani; Azmussya’ni Azmussya’ni
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i1.237

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perancangan Peraturan Desa (Perdes) merupakan salah satu tupoksi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sehingga tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendampingi BPD Desa Lembuak dalam menyusun Perdes tentang Sampah. Perdes tentang sampah dibuat agar bisa mengatasi rendahnya kesadaran masyarakat terkait sampah, sehingga tidak ada lagi masyarakat Desa Lembuak yang membuang sampah di sungai bahkan di got, yang mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa lokasi di Dusun Desa Lembuak. Adapun skema alur pengabdian Pendampingan Penyusunan Perdes tentang sampah yakni: Penyusunan rancangan Perdes oleh seluruh Anggota BPD Desa Lembuak - konsultasi ahli terkait hukum, tata bahasa dan kesesuaian dengan kondisi Desa Lembuak - musyawarah Desa yang dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, Perangkat Desa, tokoh masyarakat dan perwakilan masing-masing Dusun di Desa Lembuak- revisi Perdes - musyawarah penetapan oleh Kepala Desa Lembuak - Sosialisasi di masing-masing Dusun di Desa Lembuak. Setelah Perdes tentang sampah ditetapkan, maka selanjutnya ditetapkan juga Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang sampah dengan merujuk pada Perdes tentang sampah, yang dalam hal ini merupakan wewenang Kepala Desa sepenuhnya. Dengan adanya Perdes tentang sampah yang dikuatkan dengan Perkades tentang sampah, diharapkan mampu mengatasi masalah sampah di Desa Lembuak, sehingga banjir tidak lagi merendam beberapa lokasi di Dusun Desa Lembuak.
Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Multikultural Azmussya’ni Azmussya’ni
Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : PGSD UNU NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah Negara besar dan majemuk. Majemuk dapat dimaknai sebagai suatu kenyataan yang tidak dapat ditolak dan dipungkiri bahwa Indonesia adalah bangsa yang unik dan melebihi kebanyakan Negara-negara lain, yaitu merupakan Negara yang tidak saja multi-suku, multi-etnik, multi-agama, multi budaya, tetapi juga multibahasa yang tersebar luas dalam gugusan kepulauan nusantara. Sebagai masyarakat yang multi-bahasa, hendaknya pembelajaran Bahasa Indonesia dikembangkan dengan pendekatan kontekstual. Pembelajaran Bahasa Indonesia perlu dikaitkan dengan realitas kemajemukan yang ada. Kemajemukan bangsa dan pluralitas masyarakat Indonesia merupakan potensi hebat tatkala unsur-unsur perbedaan di dalamnya dapat dimanfaatkan secara benar dengan menanamkan nilai-nilai saling menghargai antara kelompok yang berbeda terhadap karakter dan kepribadian siswa.
Peran Orang Tua terhadap Pendidikan Anak di masa Pandemi Covid -19 pada Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman, Ujan Rintis Mertak Tombok Lombok Tengah Tahun Ajaran 2020/2021 Hadi Wijaya; Azmussya’ni Azmussya’ni; Chaidir Imran
Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : PGSD UNU NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anakdi Masa Pandemi Covid-19 pada siswa sekolah dasar disalah satu madrasah di Tombok Lombok Tengah bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan orang tua terhadap pendidikan anak dimasa pandemi dan mengetahui dampak Pandemic Covid-19 terhadap pendidikan anak. Data ini dianalisa secara kualitatif dengan objek penelitiannya adalah para orang tua siswa berjumlah 20 orang melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. dari analisis tersebut, ditemukan bahwa peran orang tua terhadap pendidikan anak pada masa covid-19 ini sebagian besar cukup baik dikarenakan partisipasi orang tua terhadap pendidikan anak sangatlah baik dan patut diapresiasif. Adapun dampak pendidikan dimasa covid-19 merupakan hal yang patut dipikirkan kembali oleh pemerintah, dikarenakan proses pembelajaran yang biasanya dilakukan lima jam dalam sehari, dan sekarang merosot hingga dua sampai dengan tiga jam dalam sehari.