Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Aalanine Transaminase dan Aspartate Transaminase pada Babi yang Terdeteksi Sistiserkosis Secara Serologi Nyoman Sadra Dharmawan; I Gede Mahardika; Kadek Swastika; Kadek Karang Agustina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.239-244

Abstract

Sistiserkosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita. Sistiserkosis pada babi disebabkan oleh Cysticercus Taenia solium yang berparasit pada otot, hati, otak, dan mata babi. Bentuk dewasanya ada dalam usus manusia, disebut T. solium. Babi juga dapat terinfeksi Cysticercus T. hydatigena yang berparasit pada hati, peritoneum, omentum dan mesenterium. Bentuk dewasanya, T. hydatigena, berparasit pada usus anjing. Cysticercus yang berkembang pada hati babi menyebabkan kerusakan hati. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai biokimia darah pada babi yang secara serologis terdeteksi sistiserkosis dengan yang tidak terdeteksi. Paramater yang diamati meliputi aktivitas enzim alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST). Deteksi serologi sistiserkosis dilakukan dengan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA), menggunakan antigen glikoprotein; aktivitas enzim ALT dan AST diperiksa dengan uji spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ALT pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 57,7 + 4,96 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 53,6 + 3,71 µ/l. Nilai AST pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 53,8 + 13,38 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 52,7 + 12,01 µ/l. Pada penelitian ini, walaupun masih dalam rentang nilai normal, tampak rataan nilai ALT dan AST pada babi yang terdeteksi sistiserkosis lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak terdeteksi.
STATUS KERENTANAN NYAMUK AEDES AEGYPTI TERHADAP INSEKTISIDA PERMETHRIN DI KECAMATAN JEMBRANA BALI Latifa, Kurnia Dwi; Damayanti, Putu Asri; Swastika, I Kadek
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P18

Abstract

Aedes aegypti is a vector for various life-threatening infectious diseases, such as Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Control of Ae. aegypti using permethrin insecticide has been carried out in various areas including Jembrana. However, irrational use of insecticides has the potential to cause resistance, so it is necessary to evaluate the use of permethrin by testing the susceptibility status of Ae. aegypti. This research is a descriptive study using the bioassay test of the Ae aegypti according to WHO standards. The primary data used is the mortality rate of Ae. aegypti that was exposed to the insecticide permethrin with a concentration of 0.25%. The results of this study showed that the percentage of mosquitoes that experienced knockdown after exposure to insecticides for 1 hour was 96.25% and after holding for 24 hours the percentage of mosquito mortality became 100%. The conclusion of this study is the level of susceptibility of Ae. aegypti in Jembrana District is susceptible. Expanding the range of the sampling area and the use of a more diverse sample generation is needed to better represent the susceptibility status of Ae. aegypti. Keywords: aedes aegypti, mosquito susceptibility status, permethrin.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN RIWAYAT KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI LINGKUNGAN CANDI BARU GIANYAR Divya Nirmala, Putu Ayu; Swastika, I Kadek; Sudarmaja, I Made; Ariwati, Ni Luh
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i01.P09

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Bali merupakan salah satu daerah endemis dengue, dimana Gianyar merupakan kabupaten dengan tingkat kasus yang tinggi. Faktor-faktor yang dapat memicu demam berdarah dengue adalah faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. Sehingga penelitian mengenai faktor lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarah dengue perlu dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross-sectional dengan mengambil data primer pada Juli – Agustus 2019 dari kepala keluarga yang berdomisili di Lingkungan Candi Baru Gianyar. Teknik pengumpulan sampel adalah minimum sampling dengan hasil 94 kepala keluarga atau yang mewakili sebagai responden. Analisis data dilakukan secara bertahap dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan tidak bermakna antara faktor lingkungan yaitu kepadatan rumah (p value = 0,296, OR = 4,941, CI = 0,494 – 49, 429) serta kondisi tempat penampungan air (p value = 1,000, OR = 0,918, CI = 0,206 – 4,093) dan perilaku masyarakat yaitu pengetahuan responden (p value = 0,508, OR = 1,625, CI = 0,436 – 6,056), sikap responden (p value = 0,289, OR = 1,624, CI = 0,701 – 3,761) serta dan tindakan responden (p value = 0,353, OR = 0,471, CI = 0,119 – 1,868) dengan riwayat kejadian demam berdarah dengue. Kata kunci : demam berdarah dengue, faktor lingkungan, perilaku masyarakat
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santri Terhadap Skabies di Pondok Pesantren Syafa'ah Darussalam Bali kumara, i made bagus bayu; Swastika, I Kadek; Sudarmaja, I Made; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i09.P10

Abstract

Latar belakang: Skabies atau yang lebih dikenal kudis adalah infestasi dari Sarcoptes scabiei varian hominis yang menyebabkan penyakit kulit. Pada tahun 2008 berdasarkan data Depkes RI, tercatat angka kejadian skabies yaitu sebesar 5,6% sampai 12,95% dengan insiden tertinggi terjadi di Pondok pesantren.Rancangan penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Cross Sectional Study. Penelitian ini menggunakan metode total sampling kepada semua santri yang ada di Pesantren. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah santri di Pesantren Syafa’ah Darussalam Bali dimana jumlah responden yaitu 63 orang. kelompok usia santri yang paling banyak yaitu usai 13 tahun berjumlah 27 orang (42,8%), dan usia yang paling sedikit yaitu usia 15 tahun berjumlah 15 orang (23,8%). Tingkat pengetahuan santri terhadap skabies dengan kategori baik berjumlah 14 orang (22,2%), 35 orang (55,6%) dengan kategori cukup, 14 orang (22,2%) dengan kategori kurang. Sikap santri dalam upaya pencegahan skabies dengan kategori baik berjumlah 45 orang (71,4%), kategori cukup berjumlah 18 orang (28,6) dan kategori kurang berjumlah 0 orang (0%). Kata kunci: skabies, tingkat pengetahuan, sikap
POTENSI EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna; Sudarmaja, I Made; Swastika, I Kadek; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P12

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit endemik yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia bahkan menjadi masalah kesehatan dunia. DBD disebabkan oleh virus RNA rantai tunggal, yaitu dengue virus1 yang penyebarannya mengalami pola perubahan dari siklik menjadi tidak teratur sehingga berdampak pada peningkatan kasus DBD itu sendiri2. Pemerintah berupaya mencegah penyebaran kasus DBD dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dengan menggunakan insektisida sintetik atau kimia. Namun, pencegahan menggunakan metode ini memberikan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji potensi ekstrak daun sambiloto sebagai larvasida nabati terhadap larva nyamuk aedes aegypti. Penelitian ini merupakan studi eksperimental sesungguhnya dengan rancangan randomized posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh larva aedes aegyptiyang dikembangbiakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan besar sampel sebanyak 600 sampel larva yang terbagi menjadi 400 sampel kelompok uji (P1, P2, P3, dan P4) serta 200 sampel kelompok kontrol (P0 dan P5). Hasil analisis ANOVA dan chi square menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sambiloto (Andrographis paniculata) aktif sebagai larvasida pada konsentrasi efektif 1,390% dengan waktu kontak 24 jam. Daun Sambiloto aktif sebagai larvasida karena mengandung senyawa golongan fenolat, alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Ekstrak Sambiloto, Konsentrasi aktif
BLASTOCYSTIS AND OTHER INTESTINAL PARASITES INFECTIONS IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN IN DUKUH VILLAGE, KARANGASEM DISTRICT, BALI Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Swastika, I Kadek; Ariwati, Luh; Isyaputri, Rahmadany; Fitri N, Moh. Yasin; Hidajati, Sri; Basuki, Sukmawati
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.244 KB) | DOI: 10.20473/ijtid.v7i3.7323

Abstract

Blastocystis spp. is the most common enteric parasitic infection found in several community surveys from developing countries. Blastocystis infections may cause gastrointestinal symptoms, but also cause extraintestinal symptoms such as urticaria and joint pain. Blastocystis infection can also be asymptomatic or a carrier. However, the prevalence of Blastocystis infection in children has not yet been fully investigated in Indonesia, particularly in Bali Province. This study aimed to determine the prevalence of Blastocystis and other intestinal parasites in elementary school children stools in Dukuh village, Karangasem regency. A cross sectional study was conducted in September 2016. A total of 103 school children stools were collected by informed consent and parasites were examined by microscopy with wet mounts method using Lugol's iodine solution. Thirty-five school children were infected with Blastocystis spp. (35/103, 34%) that consisted of a single infection (29/35, 82.9%) and mix infection with other parasites (6/35, 17.1%). The mix infections were Blastocystis spp. and hookworm infection (1/6, 16.7%), Blastocystis spp. and Entamoeba coli (1/6, 16.7%), Blastocystis spp. and Giardia lamblia (2/6, 33.3%), Blastocystis spp. and Entamoeba histolytica/ Entamoeba dispar (1/6, 16.7%) and Blastocystis spp. and Entamoeba histolytica/ Entamoeba dispar and Giardia lamblia (1/6, 16.7%). The vacuolar forms of Blastocystis were dominantly found, in which was non-infectious form, whereas the infectious form is the cyst form and Blastocystis density was observed less than 5 cells per field of view at 400 magnification in all cases. This study concluded that the high prevalence of Blastocystis infection in elementary school children in Dukuh Village, Karangasem District, Bali that were dominantly single infections and several mix infections with other intestinal parasites. The high prevalence of Blastocystis infection in elementary school children suggested that it needs proper prevention measures for the children in this study area.
The Incidence and Characteristics of Misdiagnosed Covid-19 Patients with Dengue Fever Infections at Udayana University Hospital in 2020-2021 Adiputra, I Komang Hotra; Swastika, I Kadek; Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Sudarmaja, I Made; Purnamasidhi, Cokorda Agung Wahyu
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v11i2.42119

Abstract

The rise in dengue fever in recent decades combined with the emergence of COVID-19 at the end of 2019, has created new challenges in the healthcare sector. This research is a descriptive study with a cross-sectional research design and using medical record data at Udayana University Hospital in 2020–2021. According to the study, 1.22% cases of misdiagnosis out of a total of 2365 suspected cases of COVID-19 were found at Udayana University. The majority of cases of misdiagnosis involved people older than 60 years, namely 7 people (24.1%) and were dominated by men, namely 17 people (58.6%). The most common symptoms found are fever, cough, shortness of breath, headache, and malaise, According to laboratory results, dominant patients have thrombocytopenia, followed by high alanine transaminase (ALT), high aspartate transaminase (AST), and leukopenia. The appearance of thrombocytopenia in cases of COVID-19 with dengue fever is the result of suppressed platelet synthesis due to virus induction which causes bone marrow suppression and platelet clearance. Leukopenia and leukocytosis may coexist with lymphopenia as an indicator of disease severity. The similarity of symptoms and laboratory results between COVID-19 and dengue fever allows for misdiagnosis that will affect the patient's management. Therefore, the aim of this study is to determine the misdiagnosis rate of COVID-19 with dengue fever at Udayana University Hospital in 2020–2021, so that it can reduce misdiagnosis of the disease.
Hubungan Pengetahuan dengan Tindakan Pencegahan Primer Filariasis Limfatik pada Pedagang di Pasar Badung, Kota Denpasar, Provinsi Bali Purantara, Anak Agung Gede Wiweka Winahya; Swastika, I Kadek; Damayanti, Putu Ayu Asri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56210

Abstract

Filariasis limfatik merupakan infectious disease dengan status menularkan cacing filaria dari kondisi inang manusia sakit menuju kondisi inang manusia sehat melalui gigitan vektor nyamuk. Masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang rendah mengalami peningkatan jumlah kasus filariasis limfatik dibandingkan masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang tinggi. Aktivitas perdagangan di area pasar tradisional selama 12-24 jam mengakibatkan pedagang rentan mengabaikan tindakan pencegahan filariasis limfatik. Penelitian dilaksanakan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan primer mengenai filariasis limfatik pada pedagang di Pasar Badung. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Mei sampai bulan Desember 2024. Jenis rancangan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian observasional seperti penelitian deskriptif dan penelitian cross-sectional analitik. Populasi penelitian meliputi pedagang di area Pasar Badung dengan total sampel penelitian sebesar 70 orang dan teknik pengambilan sampel penelitian melalui purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data penelitian secara offline melalui kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian melalui uji kendall’s tau-b menyatakan variabel pengetahuan dan variabel tindakan pencegahan primer memiliki nilai r hitung sebesar 0,734 sehingga nilai r hitung > nilai r tabel atau nilai 0,734 > nilai 0,2352. Nilai r hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel mengakibatkan peneliti dapat menciptakan kesimpulan dalam bentuk ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan primer mengenai filariasis limfatik pada pedagang di Pasar Badung.
Early Detection of Depression in Inmates of Institutions Penitentiary Kerobokan, Bali Sari, Komang Ayu Kartika; Swastika, I Kadek
Indonesian Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Community Empowerment Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/icejournal.v3i1.28

Abstract

Depression is one of the most common health problems among inmates at institutions penitentiary (prison) which can be caused by various factors. This depression screening activity aims to detect mental disorders in inmates at the Kerobokan prison so that they can receive treatment immediately before moving on to a more severe phase. The measurement tool used for early detection of depression is the depression anxiety and stress scale (DASS), which has been measured for its validation and reliability. The DASS questionnaire measures the respondent's history of disorders related to depression, anxiety, and stress in the past week. The number of inmates who came to fill out the questionnaire was 96 people. Most are aged 18-40 years, come from outside Bali, have high school-college education, are single, have convict status, do not see their families regularly, and have been in prison for less than 12 months. Most of the inmates are not in a state of depression, anxiety, or stress. In conclusion, mental health screening activities for inmates of the institution penitentiary should be routinely done to prevent more severe mental disorders.
UU No. 6 Tahun 2023 dan Iklim Investasi Indonesia Karim, Abdul; Mutiara, Upik; Jiriadana, Teenu Chandra; Swastika, Kadek; Hartanto, Erlin Veronica
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1606

Abstract

UU No. 6 of 2023 merepresentasikan sebuah terobosan deregulasi dalam kebijakan investasi Indonesia. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas UU ini sebagai instrumen reformasi regulasi dalam memperbaiki iklim investasi nasional. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan statuta, menganalisis materi muatan UU serta data sekunder dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU ini berperan sebagai katalis signifikan yang salah satu terobosannya adalah mengenalkan sistem Online Single Submission (OSS), yang mentransformasi layanan perizinan dari model birokratis konvensional menuju digital terintegrasi. Inovasi ini berhasil memangkas waktu dan biaya perizinan, serta menciptakan kepastian hukum yang lebih baik bagi investor. Secara empiris, reformasi ini berkontribusi pada peningkatan realisasi investasi dan peringkat kemudahan berusaha Indonesia. Namun, studi juga mengidentifikasi tantangan implementasi, terutama terkait kapasitas kelembagaan di tingkat daerah, koordinasi antarinstansi, dan konsistensi penafsiran aturan. Disimpulkan bahwa keberhasilan UU No. 6 Tahun 2023 terletak pada kemampuannya menciptakan fondasi hukum bagi tata kelola investasi yang lebih efisien, meskipun efektivitas jangka panjangnya bergantung pada konsistensi implementasi dan harmonisasi regulasi di tingkat teknis.
Co-Authors Abdul Karim Abdulhadi FA Adiputra, I Komang Hotra Akira Ito Anak Agung Ayu Mirah Adi Aridani, Ni Putu Intan Ariwati, Luh Ariwati, Ni Luh Basilius Redan Werang Cokorda Agung Wahyu Purnamasidhi Damayanti, Putu Asri Daondy Friarsa Soeharto Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Divya Nirmala, Putu Ayu Fitri N, Moh. Yasin Fuad Adi Rosyadi Hartanto, Erlin Veronica Hidajati, Sri I Gede Mahardika I Gusti Agung Ayu Chintya Cahyarini I Gusti Agung Dwi Putri Anjani I Gusti Kamasan Arijana I Ketut Tunas I Made Damriyasa I Made Dwinata I Made Putra I Made Sudarmaja I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Putu Dodik Supartha Ida Ayu Dewi Wiryantini Ida Ayu Ide Larassanthi Pratiwi Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Putra Adyatma Isyaputri, Rahmadany Ivy Cerelia Valerie Jevon Indra Susanto Jiriadana, Teenu Chandra Kadek Karang Agustina kumara, i made bagus bayu Kusumawardani, Dewa Ayu Novi L. Ariwati Latifa, Kurnia Dwi Luh Ariwati Luh Dewi Anggreni Maretta Rosabella Purnamasari Maretta Rosabella Purnamasari Maria Krishnandita Munehiro Okamoto N.L Ariwati N.L.P.E. Diarthini Ni Luh Ariwati Ni Luh Ariwati Ni Luh Komang Sumi Arcani Ni Luh Putu Eka Diarthini Ni Luh Putu Eka Diarthini, Ni Luh Putu Eka Ni Made Pasmiati Setyaningsih Ni Nyoman Agustianingsih Ni Putu Akopita Devi Ni Putu Ayu Elistya Ning Purwani Ni Putu Tamara Bidari Suweta Ni Wayan Sri Agustini Nyoman Sadra Dharmawan P.A.A. Damayanti Prascitadewi, Ni Kadek Pratisthita Sukadana, I Made Ananda Prajna Purantara, Anak Agung Gede Wiweka Winahya Putu Ari Paramitha Widiani Putu Ayu Asri Damayanti Putu Ayu Larasati Putu Bagus Onicha Baskaranatha Putu Sutisna Sari, Komang Ayu Kartika Shabrina Inderjit Stan ley Sukmawati Basuki Sulastri, Ni Luh Resa Toni Wandra Upik Mutiara Wulanyani Wulanyani