Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Representasi Kesenjangan Sosial dalam Parasite Karya Bong Joon-ho: Implikasi dalam Pembelajaran Sastra Ruth Angelina Pananda; Santje Iroth; Nontje Jultje Pangemanan
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi kesenjangan sosial dalam film Parasite karya Bong Joon-ho menggunakan teori representasi Stuart Hall. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan menelaah unsur intrinsik film, seperti tokoh, alur, latar, dialog, pencahayaan, dan simbol visual dalam konteks sosial-ekonomi Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan sosial direpresentasikan melalui kontras ruang hidup, hujan dan banjir, dialog antarkelas, simbol bau tubuh, tangga, serta ruang bawah tanah. Temuan ini menunjukkan adanya stratifikasi sosial, relasi kuasa, dan ketidakadilan struktural. Film ini juga relevan sebagai media pembelajaran sastra karena membantu mahasiswa memahami konstruksi makna, simbolisme, dan hubungan karya sastra dengan realitas sosial serta menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu kesenjangan sosial.
Nilai-Nilai Moral Dalam Cerita Rakyat “Loloda Mokoagow” dan “Simiok dan Moundan” Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran Sastra Eka Putri Salsabilla; Donal Matheos Ratu; Santje Iroth
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam cerita rakyat Loloda Mokoagow dan Simiok dan Moundan serta implikasinya dalam pembelajaran sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis isi terhadap kedua teks cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Loloda Mokoagow mengandung nilai moral berupa kepemimpinan bijaksana, keadilan, penghargaan terhadap pendidikan, pengendalian emosi, dan kesetiaan. Cerita Simiok dan Moundan memuat nilai moral seperti keberanian, sportivitas, kejujuran, solidaritas, dan keteguhan hati. Nilai-nilai tersebut mencerminkan budaya masyarakat Mongondow yang menjunjung keharmonisan dan karakter luhur. Implikasinya dalam pembelajaran sastra ialah bahwa cerita rakyat dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk menanamkan karakter positif kepada peserta didik serta meningkatkan apresiasi terhadap budaya lokal.