Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) pada Siswa SMA Katolik Rosa De Lima Tondano Fethrin Enggelina Lapulalang; Santje Iroth; Mayske R. Liando
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.1758

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks eksplanasi dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa kelas XI SMA Katolik Rosa de Lima Tondano. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan tes awal untuk mendapatkan nilai rata-rata dari seluruh peserta didik yang ada di kelas XI. Dari hasil tes awal sebelum ada perlakuan keterampilan menulis teks eksplanasi dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning diperoleh hasil peserta didik masih rendah. Dari hasil tes awal peneliti telah mendapatkan acuan untuk melakukan penelitian dengan Siklus I. Hasil dari Siklus I telah menunjukan peningkatan dan mendapatkan nilai 70.33% namun hasil tersebut belum memenuhi standar nilai yang ada. Dilanjutkan dengan Siklus II dan mendapatkan hasil yang telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal dengan nilai 84.33%. Hasil yang telah didapatkan sangat memuaskan sehingga peneliti mengakhiri penelitian tersebut dengan harapan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat mempertahankan metode yang digunakan peneliti, menulis teks eksplanasi dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Peneliti berharap guru dan peserta didik dapat bekerjasama untuk mempertahankan atau lebih meningkatkan lagi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Psikoanalisis Lirik Lagu dalam Album “Selamat Ulang Tahun” Karya Nadin Amizah dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah Mirhel Talumingan; Santje Iroth; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1447

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengungkap nilai psikologis dalam lirik lagu kontemporer sebagai media pembelajaran sastra yang relevan, reflektif, serta mendukung perkembangan karakter peserta didik. Lirik lagu kontemporer semakin relevan untuk dikaji sebagai teks sastra karena mencerminkan pengalaman emosional, pergulatan identitas, dan konflik psikologis yang dekat dengan kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikologis yang direpresentasikan dalam lirik lagu "Cermin", "Mendarah", "Kereta Ini Melaju Terlalu Cepat", dan "Beranjak Dewasa" karya Nadin Amizah dalam album Selamat Ulang Tahun menggunakan perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen atau analisis isi. Data utama berupa lirik dari keempat lagu yang dipilih, sedangkan data pendukung diperoleh melalui studi kepustakaan yang berkaitan dengan teori psikoanalisis dan strategi pembelajaran sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat lagu tersebut merepresentasikan proses pendewasaan diri yang ditandai oleh konflik batin, luka emosional, ketakutan terhadap masa lalu, serta upaya menuju rekonsiliasi dengan diri sendiri. Berdasarkan perspektif psikoanalisis Freud, dinamika kepribadian dalam lirik lagu tercermin melalui interaksi antara id, ego, dan superego. Id tampak melalui dorongan emosional bawah sadar seperti kehilangan, kerinduan, ketakutan terhadap komitmen, dan kelelahan mental. Ego berfungsi sebagai aspek eksekutif kepribadian yang berupaya menyesuaikan dorongan-dorongan tersebut dengan prinsip realitas, sedangkan superego muncul dalam bentuk kesadaran moral, nilai-nilai sosial, dan standar ideal mengenai diri. Konflik-konflik tersebut juga mendorong munculnya mekanisme pertahanan ego yang lebih matang, seperti sublimasi, rasionalisasi, represi yang sehat, dan altruisme. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa lirik lagu karya Nadin Amizah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengayaan dalam pembelajaran sastra, khususnya pada materi apresiasi puisi dan analisis teks sastra kontemporer. Dengan demikian, album Selamat Ulang Tahun tidak hanya menjadi ekspresi artistik atas penderitaan emosional, tetapi juga merupakan media yang bermakna untuk memahami pertumbuhan psikologis dan mengembangkan pembelajaran sastra yang reflektif.
Representasi Kesenjangan Sosial dalam Parasite Karya Bong Joon-ho: Implikasi dalam Pembelajaran Sastra Ruth Angelina Pananda; Santje Iroth; Nontje Jultje Pangemanan
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi kesenjangan sosial dalam film Parasite karya Bong Joon-ho menggunakan teori representasi Stuart Hall. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan menelaah unsur intrinsik film, seperti tokoh, alur, latar, dialog, pencahayaan, dan simbol visual dalam konteks sosial-ekonomi Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan sosial direpresentasikan melalui kontras ruang hidup, hujan dan banjir, dialog antarkelas, simbol bau tubuh, tangga, serta ruang bawah tanah. Temuan ini menunjukkan adanya stratifikasi sosial, relasi kuasa, dan ketidakadilan struktural. Film ini juga relevan sebagai media pembelajaran sastra karena membantu mahasiswa memahami konstruksi makna, simbolisme, dan hubungan karya sastra dengan realitas sosial serta menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu kesenjangan sosial.
Nilai-Nilai Moral Dalam Cerita Rakyat “Loloda Mokoagow” dan “Simiok dan Moundan” Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran Sastra Eka Putri Salsabilla; Donal Matheos Ratu; Santje Iroth
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam cerita rakyat Loloda Mokoagow dan Simiok dan Moundan serta implikasinya dalam pembelajaran sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis isi terhadap kedua teks cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Loloda Mokoagow mengandung nilai moral berupa kepemimpinan bijaksana, keadilan, penghargaan terhadap pendidikan, pengendalian emosi, dan kesetiaan. Cerita Simiok dan Moundan memuat nilai moral seperti keberanian, sportivitas, kejujuran, solidaritas, dan keteguhan hati. Nilai-nilai tersebut mencerminkan budaya masyarakat Mongondow yang menjunjung keharmonisan dan karakter luhur. Implikasinya dalam pembelajaran sastra ialah bahwa cerita rakyat dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk menanamkan karakter positif kepada peserta didik serta meningkatkan apresiasi terhadap budaya lokal.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DI KELAS VII MTS Fitriana Fitriana; Santje iroth; Intama Jemy Polli
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10005

Abstract

This study aims to (1) examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on the speaking skills of seventh grade students at MTs Nurul Yaqin Tondano, and (2) describe the learning process experienced by students in improving their speaking skills through the PBL model in Indonesian language learning. This research used a quantitative approach with a quasi-experimental design. Data were collected through speaking tests in the form of pre-test and post-test. The assessment focused on several aspects, namely fluency, pronunciation, vocabulary, and content of speech. The results showed an increase in the average score from 1.93 in the pre-test to 2.40 in the post-test. The significance value obtained was p = 0.001, indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test results. In addition, the effect size test produced a Cohen d value of 2.898, which is categorized as a very large effect. These findings indicate that the application of the PBL model has a significant positive effect on improving students speaking skills. Therefore, the PBL model can be considered an effective learning approach in Indonesian language education, especially in developing students communicative speaking abilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berbicara siswa kelas VII di MTs Nurul Yaqin Tondano, dan (2) mendeskripsikan proses pembelajaran yang dialami siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara melalui model PBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berbicara berupa pretest dan posttest. Penilaian difokuskan pada beberapa aspek, yaitu kelancaran, pelafalan, kosakata, dan isi pembicaraan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 1.93 pada pretest menjadi 2.40 pada posttest. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah p = 0.001, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, uji effect size menghasilkan nilai Cohen d sebesar 2.898 yang termasuk dalam kategori efek sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, model PBL dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa.
Psikoanalisis Film Inside Out 2 Karya Mann dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra Amelia A. Rori; Santje Iroth; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1410

Abstract

Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan psikologis yang ditandai oleh perubahan emosional, pembentukan identitas, dan meningkatnya kebutuhan akan menerima sosial. Dinamika tersebut direpresentasikan secara kuat dalam film Inside Out 2, sehingga film ini relevan untuk dianalisis secara psikoanalitik serta berpotensi dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian tokoh utama, Riley, dalam film Inside Out 2 menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, dan tindakan yang mencerminkan dinamika psikologis Riley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku Riley dipengaruhi oleh interaksi antara id, ego, dan superego. Id tercermin melalui keinginan kuat untuk memperoleh penerimaan dan pengakuan sosial di lingkungan baru, sedangkan ego berfungsi menyesuaikan dorongan tersebut dengan realitas sosial dan tuntutan situasi. Superego diwujudkan melalui kesadaran moral, pengendalian diri, rasa bersalah, serta kesediaan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan. Interaksi ketiga struktur kepribadian tersebut menunjukkan perkembangan psikologis Riley menuju kematangan emosional dan kesadaran diri yang lebih baik. Temuan penelitian secara eksplisit menunjukkan bahwa analisis psikoanalisis terhadap film dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sastra untuk membantu siswa mengkaji motivasi dan konflik batin tokoh, memperkuat kemampuan berpikir kritis dan interpretatif, serta mengembangkan empati dan kesadaran emosional melalui kegiatan pembelajaran reflektif. Kesimpulannya, Inside Out 2 secara efektif merepresentasikan dinamika interaksi id, ego, dan superego dalam perkembangan remaja serta memiliki potensi kuat sebagai media kontekstual dalam pembelajaran sastra berbasis psikoanalisis di sekolah.