Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK BERMUATAN NILAI BUDAYA PESISIR PADA PEMBELAJARAN TEKS FABEL UNTUK PESERTA DIDIK SMP Lestari, Anggar Tri; Subyantoro, Subyantoro; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.507 KB) | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.29143

Abstract

Abstrak Teks fabel merupakan salah satu jenis teks yang banyak mengandung pesan moral bagi pembaca. Hampir setiap cerita fabel memiliki nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengembangan media pop-up book pada pembelajaran teks fabel untuk peserta didik SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah produk prototipe media pop-up book bermuatan nilai budaya pesisir pada pembelajaran teks fabel. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian research and development (R&D). Prototipe media berdasarkan struktur isi meliputi bagian awal media pop-up book, lembar kegiatan peserta didik, bagian berbentuk tiga dimensi yang terdiri atas pengantar, materi teks fabel, teks fabel, serta berdasarkan struktur penyajian meliputi bentuk, kebahasaan, penulisan, tampilan/visual, dan grafika. Hasil penilaian ahli memeroleh skor 71,23 dengan kategori baik. Kata Kunci: fabel, pengembangan media pop-up book, nilai budaya pesisir. Fable text is one type of text that contains many moral messages for readers. Almost every fable story has values ??that can be applied in everyday life. The problem in this study is the development of pop-up book media in fable text learning for middle school students. The purpose of this study is to produce a pop-up book media prototype product containing coastal cultural values ??in fable text learning. The design of the study uses Research and Development (R&D). Media prototypes based on content structure include the initial part of the pop-up book media, student activity sheets, three-dimensional sections consisting of introductory material, fable text material, fable text, and based on the presentation structure including form, language, writing, display/visual, and graphics. The results of the expert assessment obtained a score of 71.23 in the good category.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM TUTURAN FILM MY STUPID BOSS 1 Wulansafitri, Inayah; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i1.33847

Abstract

Language politeness is needed to maintain social relations in society. Media is needed to guide the public so they can be polite, one of them is with film. Besides functioning as a movie, it can also be a guide. My Stupid Boss 1 is the third best-selling film in Indonesia with 3 million viewers in 2016. As a film that is still often played on television screens, there may be violations in the film's speech. This study aims to explain the form of obedience and violation of politeness, as well as the implications arising from politeness violations in the movie My Stupid Boss 1. This research approach is a pragmatic approach and a qualitative descriptive approach. The data of this research are in the form of speech fragments which are suspected to have a violation and politeness violation. The source of data in this study is the whole utterance in the film. Data collection techniques using the technique of free and involved in proficiency and note taking techniques. The data analysis method is in the form of a matching method, while the method of presenting the results of data analysis uses the informal method. From 57 data, there are 19 data that obey the politeness principle, 38 data violate politeness principle, and 15 implicatures that appear. From this research it is expected to find meaning in a film that will be useful with references in life.
Peningkatan Ibadah dan Amaliah Sosial Berbasis Masjid Latuconsina, Husain; Nazilatul Ula, Nova Septi; Choirunnisa, Saraskia Mei; Kurniawati, Fanny Maulida; Nuresa, Rosi; Zuhri, Ahmad Syaifudin; Umbu Nay, Shinta Indriani; Arifin, Syamsul; Rumkel, Rasul Hamidi; Masykuri, Ahmad Amirudin; Muzayid, Ahmad
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.56 KB) | DOI: 10.33474/jp2m.v1i2.6548

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda khususnya di desa Mulyoasri Kecamatan Amplegading-Kabupaten Malang adalah ketidakseimbangan antara hamblum minannas dan hablum minallah. Untuk mengatasinya, maka mahasiswa KKN-PPM Tematik  berbasis Masjid yang tergabung dalam kelompok 24 Universitas Islam Malang merancang dan mengimplementasikan program kerja yang didasarkan pada hasil survei dengan metode purposive sampling. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dengan tema “Peningkatan Ibadah dan Amaliah Sosial Berbasis Masjid”, diharapkan dapat menjadi stimulan  bagi generasi muda khsusnya dan masyarakat Desa Mulyoasri pada umumnya untuk membentuk karkter Islami berlandaskan Ahlu Sunnah Waljam’ah. Penanaman karakter Islami bagi generasi muda merupakan faktor yang penting untuk mewujudkan insan kamil  yang dapat menyeimbangkan hablum minannas (hubungan antar sesama manusia) dan hablum minallah (hubungan antar manusai dengan sang pencipta Allah SWT). Untuk dapat mewujudkan kedua hal ini maka diperlukan penanaman nilai-nilai Islam sejak dini, dan peningkatan iman dan ketakwaan melalui pelaksaanaan ibadah sholat 5 waktu, membaca Al-Qur’an, jumat sedekah  dan menjalankan amalan-amalan Islam Ahlusunnah Wal’jamaah yang telah menjadi tradisi masyarakat Nahliyin. Outcome yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya masyarakat yang berwatak Islam Aswaja untuk menggapi insan kamil
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI BARU PADA ERA DISRUPSI BAGI GURU SMP DI KOTA SEMARANG Syaifudin, Ahmad; Rokhman, Fathur
Dinamika Pendidikan Vol 8, No 4 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perangkat pembelajaran merupakan salah satu bentuk perencanaan yang akan digunakan untuk melaksanakan pembelajaran. Melalui rancangan tersebut gambaran pelaksanaan pembelajaran dapat diketahui oleh siapa pun. Kedudukan perangkat pembelajaran yang menentukan arah pembelajaran perlu diintegrasikan dengan literasi baru. Dengan literasi baru yang berkembang atas terpaan era disrupsi, guru maupun musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) perlu menyikapi dengan melakukan perubahan pembelajaran yang identik revolusi industri 4.0. Literasi baru harus menjadi kekuatan budaya bagi kecakapan siswa sebagai generasi milenial. Selain itu, semangat membumikan budaya literasi baru ini sejalan dengan gerakan literasi sekolah yang digagas oleh pemerintah.Pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis literasi baru dilaksanakan dengan memanfatkan role model dari pengintegrasiaan nilai-nilai karakter. Oleh sebab itu, literasi yang memiliki porsi yang paling sering digunakan oleh para guru adalah literasi kemanusian. Adapun, literasi data dan teknologi masih pandang oleh guru-guru sulit untuk diterapkan. Pelatihan pengembangan perangkat berbasis literasi baru dinyatakan pelatihan yang menyenangkan dan sangat menyenangkan. Kesempatan mengikuti pelatihan yang jarang diperoleh guru-guru dapat direduksi dengan pelatihan pengembangan perangat pembelajaran dengan versi yang lebih terkini.
Kepemimpinan Bertumbuh bagi Para Pemimpin Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah pada Era Disrupsi Rokhman, Fathur; Syaifudin, Ahmad; Pratama, Hendi
Varia Humanika Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat 255 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah. Dari jumlah itu baru 3 PTS memiliki akreditasi A (unggul). PTS dengan akreditasi B (baik) berjumlah 37 dan ada 27 PTS berstatus terakreditasi. Selebihnya masih belum terakreditasi. Kondisi ini perlu dilakukan perubahan secara radikal pada seluruh PTS di Jawa Tengah. Perubahan yang mendasar diawali dari kepemimpinan. Model kepemimpinan yang relevan dengan era disrupsi salah satunya adalah kepemimpinan bertumbuh. Model kemimpinan ini terinspirasi dari filosofi pohon. Melalui metode PALS (Participatory Action and Learning System), para pimpinan PTS di Jawa Tengah diberdayakan untuk menyusun visi besar dan merealisasikannya ke dalam target yang terukur dalam milestone yang terukur. Dari lima tahapan kepemimpinan bertumbuh, pimpinan PTS di Jawa Tengah lebih banyak bertukar pikiran dan berbagi pengalaman pada terpaan badai (permasalahan) yang terjadi dalam memimpin PT. Aktivitas ini membantu para pimpinan PTS mencari solusi secara mandiri atas berbagai permasalahan. Selain itu, kepemimpinan membuat para pemimpin PTS di Jawa Tengah makin tahu arti pentingnya sebuah peningkatan kapasitas dan kualitas diri dari orang yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, pemimpin PTS makin fasih membuat dan mengembangkan visi besar bagi PT yang dipimpin.
Makna Kultural pada Satuan Lingual Tradisi Sesajen Pasang Tarub dalam Pernikahan Jawa Agustina, Yuyun; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.42645

Abstract

Abstrak Sesajen pasang tarub Jawa merupakan salah satu tradisi yang berada di Dusun Tembi, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesajen pasang tarub mempunyai 27 jenis sesajen dan mempunyai makna budaya yang masih berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian bertujuan mendeskripsikan makna kultural pada nama-nama makanan sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual nama-nama makanan dalam sesajen pasang tarub Jawa. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode simak dan cakap. Analisis data dengan metode padan teknik dasar teknik pilah unsur penentu, sedangkan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung. Penyajian hasil analisis dengan dengan metode formal dan informal. Hasil penelitian sebagai berikut, pertama terdapat 27 jenis sesajen pada sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa. Kedua, jenis sesajen tersebut terdapat nama-nama makanan dan perlengkapan sesajen kemudian, dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori yaitu makanan, rempah-rempah, perlengkapan sesajen, tumbuhan, sayuran, buah, bahan masakan, bunga, air, dan gula. Ketiga, satuan lingual nama-nama makanan dalam sesajen pasang tarub Jawa memiliki harapan untuk merefleksikan kembali dari manusia lahir, dewasa hingga meninggal semua direfleksikan dalam 27 sesajen. Dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan pelestarian tradisi budaya sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa yang telah lahir dalam masyarakat, serta menambah wawasan bagi masyarakat Jawa mengenai nilai filosofi sesajen. Kata kunci: makna kultural, satuan lingual, nama makanan sesajen, pasang tarub Jawa Abstrack Javanese Tarub wedding offering is a tradion in Dusun Tembi, Sewon District, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region. Pasang Tarub offerrings have 27 types of offerings and have cultural meanings that are still related to the life of the Tembi people. This study aims to describe the cultural meanings of Javanese Tarub cuisine names for wedding offerings. The data in this study were in the form of language units of food names on Javanese Tarub offerings. Research data collection was carried out by using simak (Observation) and cakap (Interview) methods. The data analysis used the matching method, namely the basic technique of sorting the determinant elements, while the agih method used was the direct element basic technique. The presentation of analysis results was using formal and informal methods. The results of the research are as follows : First, there are 27 types of offerings in the Javanese Tarub wedding offering. Second, in this offering there are names of foods and offerings, they can be classified into several categories, namely food, spices, offering set, plants, vegetables, fruit, cooking ingredients, flowers, water and sugar. Third, the lingual unit of the name of the food in the Javanese Tarub offerings has the meaning of reflection from human birth, adulthood until death, which is reflected in the 27 offerings. From the results of this research, it is hoped that it can be useful for the development of the preservation of the Javanese Pasang Tarub wedding offerings that have been born in the community, as well as broadening the Javanese people’s insight about the philosophical value of offerings. Keywords: Cultural meaning, language unit, offering names, pasang tarub jawa
Pemertahanan Bahasa Jawa dalam Kesenian Kuda Lumping di Banjarnegara Amin, Yusuf Syaiful; Mardikantoro, Hari Bakti; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemertahanan bahasa Jawa dalam kesenian Kuda Lumping di Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif denagn teknik pengumpulan data bebas libat cakap. Metode analisis data yang diperoleh dengan analisis model intraktif.Hasil penelitian, ditemukan bahwa wujud pemertahanan bahasa Jawa dalam kesenian kuda lumping di Banjarnegara adalah tuturan berbahasa Jawa meliputi mantra, lagu pengiring, pantun, dan penamaan sajen.Tuturan tersebut mempunyai fungsi dan makna yang berhubungan dengan sosial, promosi daerah, dan religius. Selain itu pemertahanan bahasa tersebut dipengaruhi faktor keselarasan musik, lagu dan tarian, tempat tinggal, dan menjunjung kebudayaan Jawa. Pada penelitian ditemukan pemertahanan bahasa Jawa lebih banyak dilakukan oleh kelompok kesenian kuda lumping yang berada di daerah pedesaan. Para pelaku seni pertunjukan seni kuda lumping tidak terpengaruh oleh bahasa asing dan tetap mempertahankan bahasa Jawa dalam pertunjukannya. Pemerintah hendaknya memperhatikan dan mendukung kesenian tradiosnal khususnya kuda lumping sebagai media pemertahanan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa.
Makna Kultural dalam Leksikon Perlengkapan Seni Begalan Masyarakat Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Andini, Hanifah; Syaifudin, Ahmad; Yuniawan, Tommi
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk leksikon perlengkapan dan mendeskripsikan makna kultural nama-nama perlengkapan dalam seni begalan. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan metode padan. Berdasarkan hasil analisis, satuan lingual berbentuk kata yang ada pada perlengkapan kesenian begalan di Desa Selakambang adalah kata benda (nomina) berkategori monomorfemis. Selain itu, terdapat frasa endosentris atributif dan frasa lugas. Makna kultural leksikon perlengkapan dalam seni begalan di Desa Selakambang dibagi berdasarkan beberapa makna. Adapun makna tersebut adalah makna tentang hubungan manusia dengan Tuhan, makna sosial atau hubungan manusia dengan manusia, dan makna yang berhubungan dengan kehidupan berumah tangga.
Register Pecinta Sugar Glider di Media Sosial Facebook Rachmawati, Nova Dwi; Yuniawan, Tommi; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menemukan register yang terdapat pada bahasa pecinta sugar glider di media social facebook. Pengambilan data dilakukan pada media social facebook di grup rumah sugar glider. Analisis data dilakukan dengan metode analisis agih dan padan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya register pecinta sugar glider berdasarkan bentuk dan makna serta fungsi yang terdapat di dalam register. Bentuk tersebut seperti grooming dengan gloss ‘dandan’, grooming termasuk kelas kata kategori verba (kata kerja). Menurut masyarakat bahasa Indonesia kata grooming mempunyai makna dandan atau mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias atau memperbaiki diri dan menjadikan baik / rapi, namun didalam register pecinta sugar glider di media sosial facebook kata grooming mempunyai makna hewan tersebut sedang membersihkan badannya sendiri. Kata tersebut mempunyai fungsi sosial didalam register yaitu tujuan tuturan.
UNGKAPAN BIJAK ABAH SYEKH SAIFUL ANWAR ZUHRI ROSYID PONDOK PESANTREN ASSALAFIYAH AZ-ZUHRI SEMARANG Sahidun, Achmat; Nuryatin, Agus; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ungkapan bijak Abah Syekh Saiful Anwar Zuhri Rosyid Pondok Pesantren Assalafiyah Az-Zuhri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Data penelitian ini adalah kumpulan SMS Abah Syekh Saiful Anwar Zuhri Rosyid. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan dengan teori dari Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Satuan bahasa yang digunakan dalam ungkapan bijak Abah Syekh Saiful Anwar Zuhri Rosyid, meliputi satuan bahasa klausa, kalimat dan paragraf; 2) Pengemasan ungkapan bijak Abah Syekh Saiful Anwar Zuhri Rosyid meliputi pengemasan yang tersurat dan tersirat; serta 3) Pemikiran Abah Syekh Saiful Anwar Zuhri Rosyid dalam Ungkapan Bijak, meliputi pemikiran mengenai hablumminaallah dan hablumminannas.
Co-Authors , Agustiansyah -, Mulyono - Abdul Haris Kuspranoto Aditama Putra, Nico Agus Nuryatin Agustina, Yuyun Akbar, Sultan Al-Abrori, M. As'Ad Alfatih, Muhammad Fa’iz Amanda Putri Aulia Amin, Yusuf Syaiful Amin, Yusuf Syaiful Andini, Hanifah Andini, Hanifah Angelica, Revina Ardian Ardian Ardina, Thesa Awaludin Martin Bambang Hartono Choirunnisa, Saraskia Mei Dewi Laras Ati, Henny Eka Intan Kumala Putri Fathur Rokhman Haekal, Muhamad Haekal, Muhamad Handayani, Yuni Hari Bakti Mardikantoro Haryono Haryono Hendi Pratama Humairoh, Anisatul Husain Latuconsina Irwan Novianto Khalil, Syafiq Khoiron Khoiron Khoirunnisa, Nur Ifani Krestian Heriawanto, Benny Kukuh Setiawan Kurniaji, Febrian Kurniaji, Febrian Kurniawati, Fanny Maulida Lestari, Anggar Tri Luqmanul Hakim , Ikhsan Lutfiana, Risma M. Yahya Marlina Ekawaty Masykuri, Ahmad Amirudin Mayaufanni, Faradilla Fitrias Muzayid, Ahmad Nazilatul Ula, Nova Septi Nisa, Chilmi Zahrotun Nugrahaeni, Mentari Nur Nuresa, Rosi Pertiwi, Deby Oktaviani Prahesti, Eltri Enggar Putri, Nabila Rachmawati, Nova Dwi Rachmawati, Nova Dwi Rahayu, Caswin Rahayu, Caswin Rahayu, Supriati Hardi Rahma, Alfiah Hanania Rodhiyah Mardhiyyah Romy Romy Rumkel, Rasul Hamidi Rustono - Safitri, Eka Indriani Sahidun, Achmat Sahidun, Achmat Samsiyah, Zahrotus Sanjaya, Purba Santi Pratiwi Tri Utami Septina Sulistyaningrum Setyawan, Nugraha Ardi Setyo Dwi Utomo Siti Rohana Sri Widiastuti, Sri Subyantoro Sukarson, Ardian Sungkono Sungkono Surtono, Arif Syamsul Arifin Syarifuloh, Syarifuloh Syarifuloh, Syarifuloh Taufik Hidayat Tommi Yuniawan Umbu Nay, Shinta Indriani Wulansafitri, Inayah Yeli, Fitri Zulkhairi Zulkhairi Sofyan