Claim Missing Document
Check
Articles

PEMATUHAN DAN PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM PERCAKAPAN PENYIDIKAN DI POLRESTABES SEMARANG Rahayu, Caswin; Rustono, Rustono; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologi berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia; variasi leksikon berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia; serta kekhasan bahasa Jawa Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiodialektologi dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data digunakan metode padan fonetis artikulatoris. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, variasi fonologi berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia meliputi (1) korespondensi vokal, (2) korespondensi konsonan, (3) variasi vokal, variasi konsonan, (4) penambahan bunyi, dan (5) pengurangan bunyi. Kedua, variasi leksikon berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia meliputi onomasiologis dan semasiologis. Ketiga, kekhasan bahasa Jawa Batang meliputi kekhasan fonologi dan leksikon. The aim of this study describe phonology variation based job, education, and age; lexicon variation based job, education, and age; and characteristics of Batang Java language. This study uses sosiodialectology approach and qualitative approach. Data was captured using hear and speak methods. Analysis of the data using articulatoric phonetic unified methods. The result showed as follows. First, phonology variation based job, education, and age includes (1) vocal correspondence, (2) consonant correspondence, (3) vocal variation, (4) consonant variation, (4) increment of sound, and (5) decrement of sound. Second, lexicon variation based job, education, and age includes onomasiologis and semasiologis. Thrid, characteristics of Batang Java language includes phonology characteristics and lexicon characteristics.
Pemerolehan Bahasa Tulis Produktif Anak Usia 2-4 Tahun Syarifuloh, Syarifuloh; Subyantoro, Subyantoro; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerolehan bahasa tulis produktif anak usia dini dapat dimulai dengan kegiatan menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan motorik halus anak usia 2-4 tahun sebagai dasar pembentukan kemampuan membuat garis lurus dan garis lengkung dan kemampuan anak usia 2-4 tahun dalam membuat garis lurus dan garis lengkung. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi karya anak berupa coretan-coretan di kertas, foto pada saat anak usia 2-4 tahun membuat coretan-coretan di kertas, dan catatan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Data yang sudah didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan dan menyimpulkan keterampilan motorik halus anak usia 2-4 tahun sebagai dasar pembentuk kemampuan membuat garis lurus dan garis lengkung dan kemampuan anak usia 2-4 tahun membuat garis lurus dan garis lengkung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) keterampilan motorik halus anak usia 2-4 tahun memberikan kontribusi terhadap kemampuan anak membuat garis lurus dan garis lengkung; 2) kemampuan anak usia 2-4 tahun dalam membuat garis lurus dan garis lengkung dari delapan subjek, sebagian besar subjek mengalami perkembangan, baik dari kreasi coretan. Hasil coretan maupun kemiripan dengan objek yang diacu. Language acquisition of productive writing, early childhood can be started with the draw. This study aims to describe the fine motor skills of children aged 2-4 years as the basis for the formation of the ability to make straight lines and curved lines and the ability of children aged 2-4 years in making straight lines and curved lines. the data used in this research work documentation in the form of strokes-strokes on paper, photograph at the time of 2-4 years of age children make strokes-strokes on the paper, and records of observations. The instruments used in this study i.e., observation and documentation. Data collection is done using the technique of recording and engineering noted. The data already obtained are then analyzed using qualitative descriptive techniques. A descriptive qualitative technique used to explain and deduce the influence of fine motor skills of children aged 2-4 years against the ability to make straight lines and curved lines and the ability of children ages 2-4 years to make straight lines and curved lines. The results of this study showed that 1) fine motor skills of children aged 2-4 years contributed to the child's ability to make straight lines and curved lines; 2) capabilities of children aged 2-4 years in making straight lines and curved lines of the eight subjects, the majority of subjects undergoing development, both from a creative strokes. The results of the stroke as well as similarities to the object that is referenced.
Pilihan Bahasa Anak Jalanan Penjual Koran di Kawasan Tugu Muda Semarang Kurniaji, Febrian; Yuniawan, Tommi; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pilihan bahasa anak jalanan penjual koran di kawasan Tugu Muda Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data bebas libat cakap. Metode analisis data yang diperoleh dengan analisis model intraktif. Hasil penelitian, ditemukan bahwa wujud pilihan bahasa anak jalanan penjual koran di kawasan Tugu Muda Semarang adalah tuturan bahasa Jawa ragam ngoko lugu dan ngoko alus serta bahasa Indonesia ragam Informal. Selain itu ditemukan juga pilihan bahasa anak jalanan penjual koran dalam wujud bahasa Indonesia dan bahasa Jawa berupa tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode. Tuturan tersebut dipengaruhi oleh faktor latar [waktu dan tempat) dan situasi, faktor partisipan dalam interaksi, faktor percakapan, dan faktor fungsi interaksi. Pada penelitian ini ditemukan pilihan bahasa anak jalanan penjual koran didominasi oleh bahasa Jawa. Anak jalanan penjual koran sebaiknya selektif dalam memilih kosakata dan ragam bahasa Jawa ketika bertutur, agar nilai anak jalanan penjual koran mempunyai nilai yang baik dan sopan di mata masyarakat umum. The aim this research it to know the language chosen by street boys who sell newspaper in the area of Tugu Muda Semarang. The method of this research is qualitative by using the technique of data simak libat cakap and simak bebas libat cakap. The method of data analysis that has been gotten with the analysis of interactive model. The resultof this research, found out that shape the language that has been chosen by the strees boys who sell newspaper in the area Tugu Muda Semarang is the Javanese speech that is ngoko lugu and ngoko alus the informal of Indonesian speech. Besides, it was also found that the chosen of the language of the street boys who sell newspaper in the Indonesian language and Javanese language in the form of single language, code switching, and code mixing. The speech influenced by the background factor (time and place) and situation, the participants factor in the interaction, speech factor, and the factor of the language of the street boys who sell newspaper dominate by Javanese language. The street boys who sell newspaper it is better to be selective in choosing vocabulary and Javanese language’s diversity when saying, so the value of the street boys have a good value and have well mannered in the eye of the society.
SPEECH BEHAVIOR EXPRESSION ON TRUCK IN SISEMUT UNGARAN TERMINAL Haekal, Muhamad; Mardikantoro, Hari Bakti; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur dan efek dari tindak tutur pada bak truk di Terminal Sisemut Ungaran. Analisis data dilakukan dengan metode padan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa pada penggalan wacana pada bak truk di Terminal Sisemut Ungaran terdiri dari jenis tindak tutur konstatif, performatif, lokusi, ilokusi, perlokusi, representatif, direktif, ekspresif, komisif, langsung harfiah, langsung tak harfiah, tak langsung harfiah, tak langsung tak harfiah. Selain itu, efek yang ditimbulkan dari tindak tutur dalam penggalan tuturan wacana pada bak truk ditemukan dalam penelitian ini efek positif meliputi introspeksi, mendorong. melegakan, memaklumi, bersimpati, menurut. Efek negatif dalam penelitian ini meliputi tersinggung, dewasa. The objectives in this research is to describe the from of speech acts and the effect of speech acts and the effect of speech acts on the tank truck in Terminal Sisemut Ungaran. Data analysis is done by method of padan. Based on the results of the analysis, it is known that the discourse fragments on the truck at the terminal of ungaran sisemut consisted of the type of speech act konstatif, performative, locution, ilocution, perlocution, representative, directive, exspressive, commissive, directly literal, directly not literally, not literally, not directly literal. Besides the effects of speech acts in discourse on the truck found positive effects include introspection, push, a relief, tolerance, sympathy, according. Negative effects in this study include offense, adult.
Kesantunan Berbahasa dalam Tuturan Film My Stupid Boss 1 Wulansafitri, Inayah; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i1.33847

Abstract

Language politeness is needed to maintain social relations in society. Media is needed to guide the public so they can be polite, one of them is with film. Besides functioning as a movie, it can also be a guide. My Stupid Boss 1 is the third best-selling film in Indonesia with 3 million viewers in 2016. As a film that is still often played on television screens, there may be violations in the film's speech. This study aims to explain the form of obedience and violation of politeness, as well as the implications arising from politeness violations in the movie My Stupid Boss 1. This research approach is a pragmatic approach and a qualitative descriptive approach. The data of this research are in the form of speech fragments which are suspected to have a violation and politeness violation. The source of data in this study is the whole utterance in the film. Data collection techniques using the technique of free and involved in proficiency and note taking techniques. The data analysis method is in the form of a matching method, while the method of presenting the results of data analysis uses the informal method. From 57 data, there are 19 data that obey the politeness principle, 38 data violate politeness principle, and 15 implicatures that appear. From this research it is expected to find meaning in a film that will be useful with references in life.
Makna Kultural pada Satuan Lingual Tradisi Sesajen Pasang Tarub dalam Pernikahan Jawa Agustina, Yuyun; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i2.42645

Abstract

Abstrak Sesajen pasang tarub Jawa merupakan salah satu tradisi yang berada di Dusun Tembi, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesajen pasang tarub mempunyai 27 jenis sesajen dan mempunyai makna budaya yang masih berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian bertujuan mendeskripsikan makna kultural pada nama-nama makanan sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual nama-nama makanan dalam sesajen pasang tarub Jawa. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode simak dan cakap. Analisis data dengan metode padan teknik dasar teknik pilah unsur penentu, sedangkan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung. Penyajian hasil analisis dengan dengan metode formal dan informal. Hasil penelitian sebagai berikut, pertama terdapat 27 jenis sesajen pada sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa. Kedua, jenis sesajen tersebut terdapat nama-nama makanan dan perlengkapan sesajen kemudian, dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori yaitu makanan, rempah-rempah, perlengkapan sesajen, tumbuhan, sayuran, buah, bahan masakan, bunga, air, dan gula. Ketiga, satuan lingual nama-nama makanan dalam sesajen pasang tarub Jawa memiliki harapan untuk merefleksikan kembali dari manusia lahir, dewasa hingga meninggal semua direfleksikan dalam 27 sesajen. Dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan pelestarian tradisi budaya sesajen pasang tarub dalam pernikahan Jawa yang telah lahir dalam masyarakat, serta menambah wawasan bagi masyarakat Jawa mengenai nilai filosofi sesajen. Kata kunci: makna kultural, satuan lingual, nama makanan sesajen, pasang tarub Jawa Abstrack Javanese Tarub wedding offering is a tradion in Dusun Tembi, Sewon District, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region. Pasang Tarub offerrings have 27 types of offerings and have cultural meanings that are still related to the life of the Tembi people. This study aims to describe the cultural meanings of Javanese Tarub cuisine names for wedding offerings. The data in this study were in the form of language units of food names on Javanese Tarub offerings. Research data collection was carried out by using simak (Observation) and cakap (Interview) methods. The data analysis used the matching method, namely the basic technique of sorting the determinant elements, while the agih method used was the direct element basic technique. The presentation of analysis results was using formal and informal methods. The results of the research are as follows : First, there are 27 types of offerings in the Javanese Tarub wedding offering. Second, in this offering there are names of foods and offerings, they can be classified into several categories, namely food, spices, offering set, plants, vegetables, fruit, cooking ingredients, flowers, water and sugar. Third, the lingual unit of the name of the food in the Javanese Tarub offerings has the meaning of reflection from human birth, adulthood until death, which is reflected in the 27 offerings. From the results of this research, it is hoped that it can be useful for the development of the preservation of the Javanese Pasang Tarub wedding offerings that have been born in the community, as well as broadening the Javanese people’s insight about the philosophical value of offerings. Keywords: Cultural meaning, language unit, offering names, pasang tarub jawa
Implikatur Percakapan dalam Film Anima Si Nopal: Kajian Pragamatik Samsiyah, Zahrotus; Syaifudin, Ahmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v11i1.50037

Abstract

Anima Si Nopal merupakan serial film pendek animasi yang tayang di kanal YouTube animasinopal. Pada film tersebut, tuturan yang digunakan adalah bahasa sehari-hari hingga kadang berkesan asal ucap. Tuturan tersebut ternyata memiliki maksud yang sering tidak dipahami lawan bicaranya, bahkan penonton. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bentuk implikatur percakapan dan faktor-faktor yang merupakan sumber implikatur percakapan di dalam film Anima Si Nopal. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diambil dengan metode simak melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) diikuti dengan teknik rekam dan teknik catat. Pada data yang terkumpul akan dianalisis dengan metode padan pragmatis menggunakan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP). Penyajian data dilakukan dengan menggunakan metode informal. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima jenis wujud implikatur percakapan dalam film Anima Si Nopal yaitu: 1) implikatur asertif (berpendapat, mengeklaim, menyatakan, membual, dan mengingatkan); 2) implikatur direktif (memberi jawaban, menyindir, menolak, permohonan, memberi peringatan, mempertanyakan, perintah, melarang, dan pemberian saran); 3) implikatur ekspresif (heran dan kesal); 4) implikatur komisif (menawarkan); dan 5) implikatur deklaratif (memutuskan). Dalam penelitian ini juga ditemukan faktor-faktor yang merupakan sumber implikatur percakapan tersebut, yaitu 1) adanya pelanggaran prinsip kerja sama dan juga pelanggaran prinsip kesantunan. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pembaca serta sumbangsih dalam memperkaya khazanah penelitian kajian pragmatik. Peneliti juga berharap pemirsa Anima Si Nopal dapat memahami maksud dari tuturan tokoh dalam film secara lebih mendalam, tidak terbatas pada permukannya.
PENERAPAN TEKNIK KOREKSI TIDAK LANGSUNG UNTUK MEMINIMALKAN KESALAHAN BERBAHASA DALAM PENYUSUNAN KARYA ILMIAH PADA MAHASISWA NONJURUSAN BAHASA Tri Utami, Santi Pratiwi; Syaifudin, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 41, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v41i1.2230

Abstract

Karya ilmiah merupakan salah satu sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Saat menyusun karya ilmiah, sebagian besar mahasiswa mengeluhkan kesulitan mengorganisasikan isi dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah sehingga banyak kesalahan berbahasa yang timbul, khususnya oleh mahasiswa nonjurusan bahasa. Oleh karena itu, harus segera dicari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu teknik untuk meminimalkan kesalahan berbahasa yaitu dengan teknik koreksi tidak langsung. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga tahap: prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kesalahan berbahasa pada penyusunan karya ilmiah dengan menerapkan teknik koreksi tidak langsung pada setiap tindakan, baik tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Secara keseluruhan mengalami penurunan rata-rata sebesar 25,06%. Jumlah rata-rata kesalahan berbahasa pada tahap prasiklus sebesar 24%, pada siklus II jumlah rata-rata kesalahan berbahasa menurun menjadi 13,75%. Setelah diterapkan teknik koreksi tidak langsung, mahasiswa dapat meminimalisasi kesalahan berbahasa dalam penyusunan karya ilmiah, serta terdapat persepsi dan kesan positif dari mahasiswa pada perkuliahan Mata Kuliah Umum bahasa Indonesia. Academic writing is one of the tools of dissemination science and technology. When developing academic writing, most of the students have difficulties in organizing and applying the rules of academic writing. It caused many language errors arise, particularly for non language departement students. Therefore, solutions must be sought to overcome these problems. One of the techniques to minimize language errors is indirect correction technique. This classroom action research was conducted in three phases: pre cycle, cycle 1 and cycle 2. The results show that the level of language errors in the preparation of academic writing are decreases by applying the indirect correction technique. Overall an average decline of 25,06%. The average number of language errors pre cycle by 24%, the second cycle of the average number of language errors decreased to 13,75% %. After indirect correction technique applied, it could minimize language errors in the preparation of academic writing for students non language departement, and there are perceptions and positive impressions from the students at general course Indonesian language.
Pengembangan Usaha Budidaya Lele Sebagai Upaya Pengentasan Stunting Rumah Tangga Di Kawasan Pedesaan Dewi Laras Ati, Henny; Sukarson, Ardian; Luqmanul Hakim , Ikhsan; Syaifudin, Ahmad; Aditama Putra, Nico; Apriadi, Eko Aziz
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v3i2.338

Abstract

This study aims to analyze the potential of developing catfish farming as an effort to alleviate stunting in rural areas, focusing on Jati Agung, South Lampung. The farming program led by Iwan Haryadi, A.Md., involved training on farming techniques, from pond preparation to feed management and harvesting. The results show that catfish farming not only provides economic benefits for farmers but also plays a crucial role in increasing household protein intake, which directly helps prevent stunting in children. Although challenges such as fluctuating feed prices and limited market access exist, with proper support, this farming initiative can further develop and significantly contribute to the well-being of rural communities.
Mengungkap Hukum Jaminan Konvensional dan Syariah Dalam Perjanjian Bisnis Syaifudin, Ahmad
Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang Vol 7 No 2 (2024): Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/yur.v7i2.21263

Abstract

In conventional and Sharia-based business agreements, collateral serves different functions for the parties. For the debtor, collateral increases the capacity to gain the creditor's trust. For the creditor, collateral fosters confidence that the debtor will fulfil its obligations according to the agreed agreement. Consistent use of appropriate collateral institutions fosters legal certainty in making business agreements. This research uses normative juridical, conceptual and statutory approaches and descriptive analysis techniques. This research aims to find concrete legal arrangements of collateral in conventional and sharia business agreements. The results are 1) collateral law is included in the scope of private law whose existence provides legal certainty and protection for creditors as an additional agreement (accessory) regulated in Books II and III KUH Perdata, 2) rahn and kafalah are forms of collateral in sharia agreements until now still do not provide legal certainty because they use material security institutions fiducia and mortgage rights.
Co-Authors , Agustiansyah -, Mulyono - Abdul Haris Kuspranoto Aditama Putra, Nico Agus Nuryatin Agustina, Yuyun Akbar, Sultan Al-Abrori, M. As'Ad Alfatih, Muhammad Fa’iz Amanda Putri Aulia Amin, Yusuf Syaiful Amin, Yusuf Syaiful Andini, Hanifah Andini, Hanifah Angelica, Revina Ardian Ardian Ardina, Thesa Awaludin Martin Bambang Hartono Choirunnisa, Saraskia Mei Dewi Laras Ati, Henny Eka Intan Kumala Putri Fathur Rokhman Haekal, Muhamad Haekal, Muhamad Handayani, Yuni Hari Bakti Mardikantoro Haryono Haryono Hendi Pratama Humairoh, Anisatul Husain Latuconsina Irwan Novianto Khalil, Syafiq Khoiron Khoiron Khoirunnisa, Nur Ifani Krestian Heriawanto, Benny Kukuh Setiawan Kurniaji, Febrian Kurniaji, Febrian Kurniawati, Fanny Maulida Lestari, Anggar Tri Luqmanul Hakim , Ikhsan Lutfiana, Risma M. Yahya Marlina Ekawaty Masykuri, Ahmad Amirudin Mayaufanni, Faradilla Fitrias Muzayid, Ahmad Nazilatul Ula, Nova Septi Nisa, Chilmi Zahrotun Nugrahaeni, Mentari Nur Nuresa, Rosi Pertiwi, Deby Oktaviani Prahesti, Eltri Enggar Putri, Nabila Rachmawati, Nova Dwi Rachmawati, Nova Dwi Rahayu, Caswin Rahayu, Caswin Rahayu, Supriati Hardi Rahma, Alfiah Hanania Rodhiyah Mardhiyyah Romy Romy Rumkel, Rasul Hamidi Rustono - Safitri, Eka Indriani Sahidun, Achmat Sahidun, Achmat Samsiyah, Zahrotus Sanjaya, Purba Santi Pratiwi Tri Utami Septina Sulistyaningrum Setyawan, Nugraha Ardi Setyo Dwi Utomo Siti Rohana Sri Widiastuti, Sri Subyantoro Sukarson, Ardian Sungkono Sungkono Surtono, Arif Syamsul Arifin Syarifuloh, Syarifuloh Syarifuloh, Syarifuloh Taufik Hidayat Tommi Yuniawan Umbu Nay, Shinta Indriani Wulansafitri, Inayah Yeli, Fitri Zulkhairi Zulkhairi Sofyan