Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendampingan Pengembangan Pertanian Organik melalui Teknologi Pupuk Hijau Azolla Syamsiyah, Jauhari; Herdiansyah, Ganjar; Hartati, Sri; Mujiyo, Mujiyo; Sih Dewi, Widyatmani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.83482

Abstract

Pertanian organik merupakan pertanian yang mengedepankan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik memiliki manfaat terhadap tanaman, tanah dan lingkungannya. Azolla merupakan salah satu sumber pupuk organik yang memiliki kelebihan yaitu cepat dalam proses berkembang biak yang dapat dijadikan pupuk kompos atau pupuk hijau. Permasalahannya adalah azolla belum banyak dikenal di kalangan petani, khusunya petani di Desa Sukosari. Tujuan pengabdian ini adalah pendampingan terhadap petani untuk menciptakan pertanian organik yang ramah lingkungan dan memberikan pengetahuan kepada petani tentang pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal berupa Azolla. Metode yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian ini antara lain: 1) Survei lokasi, 2) Edukasi/paparan dan sosialisasi, 3) Pelatihan budidaya dan pendampingan, 4) Focus Grup Discussion (FGD). Pengabdian dilaksanakan di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan  pemahaman petani meningkat setelah dilakukan kegiatan pengabdian >80% dan ketertarikan petani terhadap budidaya azolla secara mandiri mencapai 87%. Keunggulan lain dari azolla adalah sebagai pakan ternak. Pertanian organik di lokasi pengabdian sudah dilakukan oleh beberapa petani, namun belum secara maksimal dikembangkan. Kata kunci: Azolla, Pelatihan budidaya, Penyuluhan, Pupuk organik
Climate Change Camp: Metode Peningkatan Kesadaran Generasi Muda dalam Beradaptasi dan Memitigasi Perubahan Iklim Syamsiyah, Jauhari; Suntoro, Suntoro; Komariah, Komariah; Novarinda, Silvia
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.80200

Abstract

Perubahan iklim menjadi kekhawatiran masyarakat di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Kepedulian terhadap lingkungan dan kesadaran mengendalikan perubahan iklim perlu dilakukan oleh semua kalangan masyarakat. Generasi muda, khususnya siswa tingkat SMA/K adalah kalangan yang dirasa paling tepat dijadikan sebagai agen pengendali perubahan iklim. Pendidikan dan peningkatan pemahaman terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim kepada generasi muda dirasa akan lebih efektif jika dilakukan dengan cara yang unik dan menyenangkan. Climate Change Camp adalah kegiatan camping yang berisi serangkaian acara dengan tujuan utama penyampaian materi, didukung dengan alat peraga pendidikan, serta dikemas dengan kegiatan lain seperti malam keakraban, games, dan olahraga. Hasilnya menunjukkan bahwa penyampaian materi dengan metode ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan perubahan iklim dan pemanasan global, serta siswa paham apa yang harus mereka lakukan untuk beradaptasi dan memitigasi terjadinya perubahan iklim. Target capaian mencapai mencapai 96% dalam memahami pengertian dan perbedaan perubahan iklim dan pemanasan global, 100% dalam memahami jenis-jenis kegiatan yang mendorong terjadinya pemanasan global, 93% dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya dan dampak pemanasan global, serta 93% dalam memahami tindakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim. Climate Change Camp dapat dijadikan salah satu metode pembentukan generasi muda sebagai bagian dari agen pengendalian perubahan iklim..  Climate change has been a concern for people around the world for years. Concern for the environment and awareness of controlling climate change needs to be carried out by all levels of society. The younger generation, especially senior high school level students, are the people who are deemed most appropriate to act as agents to control climate change. It is felt that education and increasing understanding regarding climate change adaptation and mitigation for the younger generation will be more effective if done in a unique and fun way. Climate Change Camp is a camping activity that contains a series of events with the main aim of delivering material, supported by educational props, and packaged with other activities such as social evenings, games and sports. The results show that delivering material using this method can increase understanding and awareness of climate change and global warming, and students understand what they must do to adapt and mitigate climate change. The target achievement is to reach 95% in understanding the meaning and differences between climate change and global warming, 96% in understanding the types of activities that encourage global warming, 93% in increasing awareness of the dangers and impacts of global warming, and 93% in understanding the actions taken must be done to increase public awareness of climate change. Climate Change Camp can be used as a method of forming the younger generation as part of climate change control agents.
Micro and Macronutrient Availability for Rice Growth on Sandy Soil with Application of Azolla microphylla and Poultry Manure Syamsiyah, Jauhari; Herawati, Aktavia; Herdiansyah, Ganjar; Damayanti, Atika Sari
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 5, No 2 (2024): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v5i2.90857

Abstract

Sandy soil has various constraints, such as the low availability of N, P, and K nutrients. Organic matter should be applied to improve soil conditions. This study’s organic materials used as ameliorants included chicken manure and Azolla microphylla. This study aimed to determine the effect of A. microphylla and chicken manure on the availability of micro and macronutrients and rice growth in sandy soil. The research was conducted on the sandy soil of Samas Beach, Bantul, Yogyakarta. The study used a factorial complete randomized block design consisting of 2 factors. The 1st factor is the dose of Azolla (0 and 7.5 tons ha-1). The 2nd factor is the dose of chicken manure (50, 100, 150 tons ha-1). The results showed no interaction between the application of A. microphylla and chicken manure. The application of chicken manure increased NO3-, available P, and available K levels. The application of A. microphylla increased the height of rice plants. Azolla 7.5 tons ha-1 and chicken manure 150 tons ha-1 showed the highest values in NO3- (0.11 mg l-1), available P (6.74 ppm), and organic C (0.27%). Chicken manure of 150 tons ha-1 can increase the number of grains per panicle. These findings offer a potential strategy for addressing nutrient deficiencies in sandy soils and improving rice growth.
Effect of Sugarcane Bagasse Bio-Compost and Manure on Carbon Fraction and N, P, K Content in Entisols and Their Relationship with Shallot Yields Wijaya, Lidya Zaela; Syamsiyah, Jauhari; Suntoro, Suntoro; Minardi, Slamet; Rahayu, Rahayu
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 6, No 1 (2025): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v6i1.99420

Abstract

Bagasse, one of the largest agricultural wastes with suboptimal utilization, could improve Entisols in the tropics by enhancing soil fertility and crop productivity. This study aimed to determine the changes in humic substances and nutrient levels in Entisols and their effects on shallot yield. The study was designed using a completely randomized design, consisting of four treatments of organic matter combinations with NPK fertilizer, four single organic matter treatments, one standard NPK fertilizer dose, and one control. Each was replicated three times. The results showed that using bagasse improved soil conditions by increasing C content and nutrient levels in the soil, enhancing nutrient absorption by plants, and consequently boosting crop yields. The biochar + bagasse compost (2:4) (bio-compost) + NPK resulted in high soil organic C, humic acid, fulvic acid, nutrient availability, and plant nutrient levels, which were comparable to the manure treatment, and significantly increased shallot yield in Entisols. The findings of this study could support the development of nutrient management strategies utilizing bagasse as a potential soil amendment for Entisols.