Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Lingua Skolastika

Wacana Direktif dalam Video Iklan pada Channel Youtube Agung Hapsah Darwisy, Dhiyo Ghani; Wuryaningrum, Rusdhianti; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 2 No 1 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i1.38649

Abstract

ABSTRACT This study describes directive discourse in advertising videos on the Agung Hapsah YouTube Channel. Agung Hapsah is a content creator who shows video tutorials, short films, daily videos, and advertising videos. Video advertisements that are displayed, there are advertising products such as electronic goods, applications, drinks. The video advertisement that is delivered contains directive discourse. Directive discourse is a series of utterances or sentences conveyed by speakers or writers to direct listeners or readers to do something. Directive discourse can be understood by knowing the context and function of directive discourse conveyed by Agung Hapsah to determine the authenticity of a discourse categorized as directive. In order to find the context, type, and function of directive discourse as a whole in this study, a descriptive qualitative research method was used. This study was analyzed using discourse analysis techniques with Tripp's theory. The results of this research relate to the description of the types of directive discourse, the context of directive discourse, and the function of directive discourse conveyed by Agung Hapsah in advertising products. The directive discourse is influenced by context to make it easier to convey advertisements that contain content.
Penggunaan Register Kepolisian dalam Acara Jatanras NET TV Iswari, Diah Ayu; Widjajanti, Anita; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 2 No 2 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i2.41670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan, perubahan makna dan fungsi penggunaan register kepolisian dalam acara Jatanras NET TV. Dari hasil dan pembahasan diatas dapat diketahui bahwa penggunaan register kepolisian berupa istilah dilakukan untuk menyesuaikan dengan tema acara, istilah yang digunakan relatif sama agar lebih informatif. Rancangan penelitian yakni berupa kualitatif yang mendeskripsikan data dari perspektif sosiolinguistik (tuturan) dengan jenis penelitian deksriptif. Data penelitian berupa tuturan dari presenter, narator dan anggota kepolisian beserta konteks penuturannya yang mengindikasi penggunaan register kepolisian dalam acara jatanras NET TV. Sumber data penelitian ini berasal dari tuturan presenter, narator dan anggota kepolisian dalam beberapa video yang diunduh melalui akun YouTube pada channel “Jatanras Net Tv”. Teknik pengumpulan data adalah Teknik dokumentasi (Simak-catat). Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk penggunaan register kepolisian ditemukan: a) bentuk dasar, b) bentuk berafiks, c) bentuk abreviasi, d) bentuk akronim, e) bentuk akronim dan f) bentuk majemuk. (2) perubahan makna ditemukan: a) penyempitan dan b) ameliorasi. (3) fungsi register ditemukan: a) instrumental, b) heuristik dan c) kebudayaan atau penamaan This study aims to describe the form of use, changes in meaning and function of using police registers in the Jtanras NET TV program. From the results and discussion above, it can be seen that the use of police registers in the form of terms is done to suit the theme of the event, the terms used are relatively the same so that they are more informative. The research design is in the form of qualitative which describes data from a sociolinguistic (speech) perspective with a descriptive type of research. The research data is in the form of speeches from presenters, narrators and members of the police along with the context of their narrative which indicates the use of police registers in NET TV's janras program. The data source for this research comes from the speeches of presenters, narrators and members of the police in several videos downloaded via a YouTube account on the "Jatanras Net Tv" channel. The data collection technique is a documentation technique (see notes). Data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that (1) the forms used in the police register were: a) basic forms, b) affixed forms, c) abbreviated forms, d) acronym forms, e) acronym forms and f) compound forms. (2) changes in meaning were found: a) narrowing and b) amelioration. (3) register function found: a) instrumental, b) heuristic and c) culture or naming.
Penggunaan Verba Mental dan Konjungsi Argumentatif pada Teks Eksposisi di Laman kompasiana.com dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Teks Eksposisi di SMP Islamay Yusuf, Balqissyah Safara; Muti'ah, Arju; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 2 No 2 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i2.41658

Abstract

.Com dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Teks Eksposisi di SMP Balqissyah Safara Islamay Yusuf a,1*, Arju Muti’ah a,2, Ahmad Syukron a,3 a Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidika, Universitas Jember, Jalan Kalimantan 37, Jember 68121, Indonesia * Corresponding author: balqissyahsafaraiy@gmail.com Tahapan Artikel Diterima: 20 September 2023 Direvisi: 22 September 2023 Tersedia Daring: 1 November 2023ABSTRAKTeks eksposisi dapat ditemukan pada media cetak maupun media daring, salah satunya pada laman Kompasiana.com. Kaidah kebahasaan teks eksposisi menjadi materi pembelajaran KD 3.6 mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP kelas VIII. Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan verba mental dan konjungsi argumentatif pada teks eksposisi di laman Kompasiana.com, serta mendeskripsikan pemanfaatan hasil penelitian sebagai alternatif materi teks eksposisi di SMP. Jenis dan rancangan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (LSF). Data dari penelitian ini adalah verba mental dan konjungsi argumentatif pada teks eksposisi di laman Kompasiana.com, serta kompetensi dasar tentang teks eksposisi yang terdapat dalam kurikulum 2013 edisi 2018. Sumber data pada penelitian ini adalah teks eksposisi pada laman Kompasiana.com dan lampiran Permendikbud nomor 37 tahun 2018 tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar bahasa Indonesia SMP/MTs. Pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penggunaan verba mental meliputi verba mental kognitif, verba mental perseptif, verba mental emotif, dan verba mental desideratif. (2) penggunaan konjungsi argumentatif meliputi konjungsi argumentatif intrakalimat dan konjungsi argumentatif antarkalimat untuk menyatakan sebab atau akibat. (3) hasil penelitian menjadi alternatif materi pembelajaran kaidah kebahasaan teks eksposisi yang terdpat pada KD 3.6 pada jenjang SMP kelas VIII.
Analisis Butir Soal Ujian Akhir Semester Ganjil Bahasa Indonesia Kelas X Tahun Ajaran 2022/2023 di SMAN 2 Jember Humaria, Intan Usrifatul; Muti'ah, Arju; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 2 No 1 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i1.38997

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi, tingkat kesukaran, dan analisis daya beda pada soal ujian akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas X di SMAN 2 Jember. Jenis penelitian ini yaitu penelitian evaluatif. Menurut Kantun (2017) penelitian evaluatif merupakan proses penelitian yang memiliki sifat mengevaluasi kegiatan atau program yang memiliki tujuan untuk menilai keberhasilan program yang sudah dibuat sebelumnya. Data dalam penelitian ini berupa angka- angka dan pemaparan kalimat yang merupakan nilai dari hasil pehritungan rumusan masalah. Sumber data dalam penelitian ini berupa: kisi- kisi soal, kartu soal dan lembar soal ujian akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas X dan nilai ujian akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas X. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas soal yang dibuat berada pada kategori baik, sedangkan untuk tingkat kesukaran soal berada pada kategori rendah dan perlu diperbaiki, dan daya beda masih berada pada kategori perlu diperbaiki/ direvisi, karena belum dapat membedakan kemampuan siswa kategori atas dan kategori bawah. Kata Kunci: Butir Soal, Validitas Isi, Daya Beda, dan Tingkat Kesukaran Abstarct This study aims to determine content validity, level of difficulty, and analysis of differential power in the final exam questions for odd semester Indonesian in class X at SMAN 2 Jember. This type of research is evaluative research. The data in this study are in the form of numbers and sentence exposure which is the value of the calculation results of the problem formulation. Sources of data in this study were: a grid of questions, question cards and question sheets at the end of the odd semester of Indonesian for class X and grades for the final exam for odd semester for class X. Data collection techniques were observation and interviews. The results showed that the validity of the questions made was in the good category, while the level of difficulty and discriminating power were still in the category that needed to be repaired/revised, because they could not distinguish between the abilities of the upper and lower categories of students. Keywords :Items, Content Validity, Distinction, and Difficulty Level
Wacana Humor Pada Akun Youtube Stand Up Kompas TV Dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Ajar Teks Anekdot Di Kelas X SMA Siahaan, Stella Renita; Widjajanti, Anita; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 3 No 1 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i1.45870

Abstract

Melalui sebuah video stand up comedy yang diunggah ke dalam kanal Youtube, kritik dikemas dengan gaya humor yang menarik perhatian penonton. Umumnya, kritik memuat keresahan, isu-isu, fenomena aktual yang ada di masyarakat. Kritik yang disampaikan melalui stand up comedy dikemas dengan permainan kata yang membuat penonton dapat menerima pesan secara ringan namun tetap bermakna. Hasil dari penelitian ini kemudian dimanfaatkan sebagai alternatif materi ajar menganalisis kaidah kebahasaan teks anekdot dan menciptakan kembali teks anekdot dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan teks anekdot. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan topik, struktur, prinsip humor, dan pemanfaatan prinsip humor sebagai alternatif materi ajar teks anekdot. Rancangan penelitian yakni kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah analisis wacana dan pragmatik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan stand up comedy yang ada dalam video akun Youtube Stand Up Kompas TV dengan viewers/penonton di atas 100 ribu pada tahun 2020-2023 yang dipilih sesuai dengan kebutuhan rumusan masalah. Sumber data adalah video yang terdapat dalam akun Youtube stand up kompas TV. Teknik pengumpulan data adalah Teknik dokumentasi (Simak-catat) dan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Makna Praanggapan pada Tuturan Antarpartisipan Tutur dalam Acara Brownis TransTV dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Teks Tanggapan di SMP Fajrina, Nina Rahmi; Rijadi, Arief; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 3 No 2 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i2.51161

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan makna praanggapan yang terdapat pada sebuah tuturan antarpartisipan. Makna praanggapan adalah paparan-paparan asumsi atau dugaan dalam tuturan antarpartisipan. Program Brownis TransTV merupakan gelar wicara sejak 2017 yang memiliki topik bahasan yang sedang ramai diperbincangkan. Tuturan antarpartisipan Brownis mengandung praanggapan sebagai latar belakang suatu tindak tutur. Fokus masalah penelitian ini, yaitu mendeskripsikan makna praanggapan yang terdapat pada acara Brownis TransTV dan relevansinya dengan pembelajaran yakni mengidentifikasi informasi berupa kritik, sanggahan, dan pujian, sehingga cocok dimanfaatkan sebagai alternatif materi teks tanggapan kelas IX di SMP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan cara kerja menggunakan teori praanggapan. Data berupa tuturan dan konteks antarpartisipan dalam acara Brownis di TransTV diindikasikan memiliki praanggapan. Sumber data penelitian ini adalah empat video Brownis di TransTV. Kriteria video yang ditetapkan bertema pendidikan dan dapat memotivasi pembaca dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini teknik dokumentasi serta teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat pengumpulan data. Teori analisis data yang digunakan dalam dalam penelitian ini ialah pragmatik dengan teori praanggapan. Pendekatan pragmatik digunakan untuk menangkap maksud dari tuturan partisipan dalam acara Brownis di Trans TV yang diindikasikan praanggapan. Hasil penelitian ini makna praanggapan yang terdapat pada acara Brownis TransTV yakni, paparan-paparan asumsi atau dugaan dalam tuturan antarpartisipan, meliputi makna: faktual, nonfaktual, leksikal, eksistensial, danstruktural serta pemanfaatannya sebagai materi pembelajaran teks tanggapan kelas IX. Dalam penelitian ini tidak ditemukan makna konterfaktual karena tidak terindikasi dalam tuturan antarpartisipan dalam acara Brownis di TransTV
Penggunaan Media Powtoon Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Fabel Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Panji Semester Genap Tahun Ajaran 2024-2025 Yasin, khatijah Asma; Parto, Parto; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol. 4 No. 2 (2025): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LI
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v4i2.53775

Abstract

Masih banyak siswa yang kurang mampu menulis fabel dengan tepat dan baik di SMP Muhammadiyah 1 Panji. Beberapa siswa terlihat pasif, hal ini secara nyata menciptakan pembelajaran yang kurang optimal sehingga berdampak terhadap hasil belajar siswa. Kondisi tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa dalam menulis teks fabel yang rendah. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu ≥75. Guru menyampaikan bahwa dalam menulis teks fabel dari 20 siswa terdapat 8 siswa (40%) mendapat nilai mendapat nilai ≥75, sedangkan 12 siswa (60%) mendapat nilai ≤75. Dalam penelitian ini media powtoon memotivasi siswa dalam pembelajaran menulis teks fabel. Media Powtoon dapat dengan mudah membantu siswa mengatasi kesulitan dalam menulis teks fabel pada siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada PTK ini terdapat 4 tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observasi), dan refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 (dua) siklus. Keterampilan menulis teks fabel pada siswa setelah penggunaan media powtoon mengalami peningkatan. Pada prasiklus siswa yang tuntas sebanyak 8 (40%), pada siklus 1 menjadi 9 siswa (45%), dan pada siklus 2 menjadi 17 siswa (85%). Media belajar berbasis powtoon layak dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya untuk materi menulis teks fabel.