Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AGRIMOR

Analisis Pendapatan Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Maria Goreti Haki; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.903 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.191

Abstract

Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di kecamatan Insana kabupaten Timor Tengah Utara yang petaninya membudidayakan tanaman cabe rawit merah dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis besarnya pendapatan usahatani cabe rawit merah; 2) mengetahui berapa besar keuntungan relatif berusahatani cabe rawit merah; dan 3) mengetahui strategi pengembangan usahatani cabe rawit merah. Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Februari sampai bulan Agustus 2017. Penelitian menggunakan metode survei. Untuk mengetahui pendapatan petani dilakukan analisis biaya, analisis pendapatan, analisis biaya. Keuntungan relatif dianalisis menggunakan R/C Ratio. Untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya yang dikeluarkan dalam usahatani cabe rawit merah meliputi biaya tetap dan biaya variabel dengan rata-rata biaya sebesar Rp1.262.645,83 dan total biaya sebesar Rp18.939.688,00. Penerimaan usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam sebesar Rp135.420.000,00 sehingga petani memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp7.737.354,16 dengan total pendapatan sebesar Rp116.480.312,50. Rata-rata penerimaan sebesar Rp9.000.000,00 dan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1.176.771,00, sehingga rata-rata nilai R/C Ratio adalah 7,12 yang artinya kegiatan usahatani cabe rawit oleh petani di desa Tapenpah layak untuk dikembangkan karena menguntungkan secara ekonomis. Faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, faktor eksternal berupa peluang dan ancaman. Skor pembobotan untuk faktor kekuatan 3,2, kelemahan 1,5, peluang 1,95 dan ancaman 1,85. Berada pada kuadran I.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Katarina Bete; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.326 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.240

Abstract

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan potensial untuk berusahatani cabe rawit merah. Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Insana yang masyarakatnya berusahatani cabe rawit merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani; 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi; dan 3) Break Event Point (BEP) usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Apri- Juni 2017. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survei. Sampel diambil dengan metode sensus, sebanyak 15 orang dijadikan sampel. Untuk mengetahui gambaran usahatani digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah digunakan analisis Cobb-Douglas. Selanjutnya juga dihitung Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah dilakukan secara monokultur dengan luas lahan yang berbeda-beda berkisar antara 9-25 are. Usahatani dilakukan dengan tahapan 1) persiapan berupa pembersihan lahan; 2) pengolahan lahan; 3) benih cabe rawit merah disemaikan; 4) penanaman dilakukan setelah bibit berumur 21 hari; 5) pemeliharaan; 6) panen; dan 7) buah cabe rawit merah disimpan pada tempat yang kering dan sejuk, kemudian cabe rawit merah dijual. Faktor modal, luas lahan, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani, dan pupuk kandang secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi cabe rawit merah. Secara parsial faktor pengalaman usahatani, pendidikan petani dan pupuk kandang memiliki pengaruh yang positif, faktor tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi usahatani cabe rawit merah. Sedangkan modal dan luas lahan tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah. Biaya produksi usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam Rp5.530.667,00 dengan harga jual ditingkat petani sebesar Rp60.000,00 per kilogram sehingga BEP rupiah sebesar Rp2.952.602,00 dan BEP unit sebesar 49 kg.
Analisis Nilai Tambah Singkong Sebagai Bahan Baku Produk Keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati Desa Batnes Kecamatan Musi Ferdinandus K. O. Henakin; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.551 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.246

Abstract

Indonesia adalah negara agraris sehingga sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi negara dengan agroindustri atau industri yang berbasis pertanian yang menjadi salah satu motor pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum usaha pengolahan singkong menjadi keripik; 2) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik; dan 3) besarnya pendapatan dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati desa Batnes. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Usaha Bersama Sehati, desa Batnes, kecamatan Musi pada bulan April-Oktober 2017. Pengambilan data menggunakan metode survei. Sampel dilakukan pada unit usaha keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati dengan menggunakan metode sensus dimana seluruh anggota pada unit usaha menjadi responden yaitu sebanyak 10 orang. Untuk mengetahui gambaran umum usaha keripik singkong maka digunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui pendapatan usaha keripik singkong maka digunakan analisis pendapatan, untuk mengetahui keuntungan relatif dari usaha keripik singkong darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Kelompok Usaha Bersama Sehati memproduksi keripik singkong dengan memanfaatkan alat-alat pengolahan hasil pertanian yang sudah bukan manual lagi tetapi mengarah ke teknologi pengolahan yang lebih modern yaitu menggunakan mesin. Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi keripik singkong adalah ubi kayu, minyak goreng, gula pasir, garam dapur dan cabe merah. Tahapan produksi keripik singkong dimulai dari penyediaan bahan baku, penyortiran, pengupasan, pencucian, perajangan, pembumbuan, penggorengan, pengurangan kadar minyak, pengemasan dan pemasaran. Nilai tambah produksi keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati sebesar Rp368.870.000,00. Pendapatan usaha keripik singkong pada kelompok usaha bersama sehati yaitu senilai Rp36.414.166,00 per bulan, sedangkan pendapatan anggota kelompok sebesar Rp3.241.416,00 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 11,155 sehingga usaha keripik singkong layak untuk diusahakan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengguliran Dana Pinjaman Program Sari Tani di Desa Tuabatan Kecamatan Miomaffo Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Bryan Adrianus Matoneng; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 4 No 2 (2019): AGRIMOR - April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.615 KB) | DOI: 10.32938/ag.v4i2.666

Abstract

This study aims to determine the factors that influence the rolling over of the Sari Tani Program loan funds in the Tuabatan Village of Central Miomaffo District. The research method is survey method with the sampling technique used is purposive sampling as many as 40 respondents. The data analysis used was descriptive qualitative analysis and logit analysis. The results showed that there were 5 groups that received initial funding to seek pig fattening and cattle paronization. The results also show that the use of factors that influence the rolling out of Sari Tani funds in the village of Tuabatan is membership status while age, income and communication have no effect on the overthrow of Sari Tani funds in the village of Tuabatan.
Tingkat Penerapan Teknologi Pertanian dan Strategi Pengembangan Budidaya Bawang Merah (Allium cepa. L) di Desa Tes Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten Timor Tengah Utara Adrianus Seran; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 4 No 3 (2019): AGRIMOR - July 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.04 KB) | DOI: 10.32938/ag.v4i3.671

Abstract

This study aims to: (1) determine the level of application of shallot cultivation technology in the Tes Village of North Bikomi Subdistrict of North Central Timor Regency, (2) analyze internal and external factors and formulate a strategy for developing shallots farming in the Tes Village of North Bikomi Sub-District in North Central Timor Regency. This research was conducted in the Tes Village in September to October 2018. Data collection used the survey method. Determination of the sample was done by purposive sampling with the consideration of farmers who had cultivated shallots for 3 years in the Tes Village as many as 22 respondents. The analytical tool used in this study is Likert scale analysis and SWOT analysis. The results of the study suggest that the agricultural technology used includes equipment (tractors, cultivators, water motors), and management of onion farming. Likert scale analysis suggests that the percentage of technology use in shallot farming as recommended is 76.38% and 23.38% which is not recommended, so it is categorized as recommended. According to the SWOT analysis, onion farming is grouped in quadrant I, with alternative strategies including first a strategy to increase business capital supported by the government obtains a score (score 5.78), the second strategy for accumulating venture capital from farmers to anticipate increased seed prices (score 5.76). The three training and counseling strategies from field agriculture instructors to improve the quality of human resources farmers (score 3.48).
Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Wilayah Sebagai Dampak Pembangunan Infrastruktur Pertanian di Kabupaten Belu Taena, Werenfridus; Sipayung, Boanerges Putra; Blegur, Fried Markus Allung; Klau, Anggelina Delviana
AGRIMOR Vol 9 No 2 (2024): AGRIMOR - April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v9i2.2425

Abstract

The research objectives are to analyze (1) the level of regional development based on infrastructure availability, (2) regional economic growth, (3) regional inequality (4) the relationship between economic growth and regional inequality in Belu Regency. The data used is GRDP data per sub-district in Belu Regency from 2016 to 2020. Data analysis uses scalograms, economic growth, Williamson index, and correlation. The results of the analysis state that the development of agricultural infrastructure in Kakuluk Mesak District has contributed to the development of the Kakuluk Mesak sub-district area so that it occupies hierarchy II. The impact is an increase in economic growth and regional inequality. Kakuluk Mesak District, which is the location where the Rotiklot Dam was built, has a high correlation between economic growth and regional inequality. Therefore, it is recommended that infrastructure development be more balanced between regions so that equitable development can be achieved.