Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF METODE MDP 2017 DAN MDP 2024 PADA PERENCANAAN PERKERASAN JALAN DI LAHAN BASAH Nova Widayanti; Muhammad Arsyad; Rabiyatul
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v10i1.15254

Abstract

Jalan Tatah Bangkal di Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang memiliki karakteristik tanah lunak, mengandung banyak air dan bahan organik. Kondisi ini diperparah saat air pasang di mana ketinggian air dapat hampir sejajar dengan permukaan jalan. Oleh karena itu, diperlukan metode perencanaan yang tepat untuk menentukan ketebalan perkerasan jalan terutama pada kondisi khusus di kawasan lahan basah seperti lokasi studi. Penelitian ini menggunakan dua metode yang dikomparasi yaitu Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dan MDP 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan metode perancangan pada pengelompokan nilai VDF dan perkiraan lalu lintas untuk jalan dengan lalu lintas rendah. Selain itu, kondisi lahan dengan nilai CBR (California Bearing Ratio) sebesar 1,2% menunjukkan tindakan penanganan yang berbeda pada kedua metode. Pada metode MDP 2017, karena perkerasan berada di atas tanah lunak, diperlukan lapis penopang setebal 1.000 mm terlebih dahulu untuk meningkatkan daya dukung, kemudian ditambah material timbunan pilihan setebal 175 mm untuk mengkondisikan CBR tanah dasar menjadi 6%. Sedangkan pada metode MDP 2024, karena kedalaman tanah lunak melebihi 1.000 mm berdasarkan hasil uji sondir, diperlukan penanganan geoteknik terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penambahan material timbunan pilihan dengan CBR 10% setebal 300 mm untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar hingga mencapai CBR 6%.
HUBUNGAN FATHER INVOLVEMENT DENGAN KEPUTUSAN KARIR PADA MAHASISWA ANGKATAN 2024 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Wiwik Widyanti; Sulistiyana Sulistiyana; Muhammad Arsyad
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i1.30029

Abstract

Masa perkuliahan merupakan fase penting bagi mahasiswa dalam merencanakan dan menentukan karir di masa depan. Orang tua berperan sebagai sumber dukungan, bimbingan, informasi, dan teladan yang membantu mahasiswa memahami potensi diri serta memilih karir yang tepat. Keterlibatan orang tua yang positif dapat meningkatkan keyakinan mahasiswa dalam mengambil keputusan karir, termasuk keterlibatan ayah (father involvement) yang masih jarang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan keputusan karir pada mahasiswa Angkatan 2024 FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 322 mahasiswa melalui teknik simple random sampling. Instrumen terdiri dari skala father involvement (38 item) dan skala keputusan karir (44 item). Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara father involvement dan keputusan karir dengan koefisien korelasi 0,614 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan kuat. Artinya, semakin tinggi keterlibatan ayah, semakin baik keputusan karir mahasiswa.
Hubungan Self-Doubt dengan Resiliensi pada Remaja: Studi pada Siswa SMA Negeri Muhammad Maulana; Muhammad Andri Setiawan; Muhammad Arsyad
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i2.16519

Abstract

Adolescence is a developmental period marked by academic demands, social expectations, and emotional changes that may increase vulnerability to self-doubt. Self-doubt reflects uncertainty about one’s abilities and may weaken students’ capacity to cope with challenges. Resilience, on the other hand, enables adolescents to adapt positively, recover from difficulties, and maintain psychological functioning under pressure. This study aimed to examine the relationship between self-doubt and resilience among public high school students. A quantitative correlational design was employed involving 111 students from grades 10 and 11 selected through stratified random sampling. Data were collected using a self-doubt scale based on Oleson and Steckler’s concept and a resilience scale based on Reivich and Shatté’s framework, both using a five-point Likert format. Data analysis was conducted using Pearson’s product–moment correlation after the assumptions of normality and linearity were fulfilled. The results revealed a strong and significant negative relationship between self-doubt and resilience (r = −0.714, p < 0.001). This finding indicates that students with higher levels of self-doubt tend to demonstrate lower levels of resilience. Descriptive results also showed that most students were in the low to moderate category of self-doubt, while their resilience tended to be in the moderate category. These findings suggest that self-doubt is an important psychological factor associated with adolescents’ resilience. The study provides practical implications for school guidance and counseling services, particularly in designing preventive and developmental programs that help students reduce self-doubt, strengthen self-confidence, enhance adaptive coping, and build resilience through support from teachers, counselors, peers, and families.
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka: Perspektif Manajemen Pendidikan di Sekolah Menengah Muhammad Arsyad; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Guidance and counseling services in schools have a strategic role in supporting the implementation of the Independent Curriculum which emphasizes flexible, student-centered learning, and focuses on character development and mental health of students. However, in practice, the implementation of these services still faces various challenges that hinder the optimization of the role of guidance and counseling teachers in educational units. This study aims to explore the role of guidance and counseling in fostering students’ character, mental well-being, and potential within the framework of the Independent Curriculum. Using a qualitative descriptive approach and literature review method, the study draws on secondary sources such as policy documents, academic journals, and reports from professional organizations. The findings show that implementation remains constrained by issues including an imbalanced counselor-to-student ratio, stigma against counseling, inadequate training, limited facilities, and low technological integration. Furthermore, the role of guidance counselors is not yet fully embedded in project-based learning and the development of the Pancasila Student Profile. The study concludes that adopting an open systems approach in school management, advancing supportive policy reforms, and improving counselor professionalism are essential steps. These efforts will enable guidance and counseling services to become a foundational element in delivering holistic, empowering, and student-centered education. Keywords: Guidance and Counseling; Independent Curriculum; Student Mental Health; Educational Management Abstrak: Layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kesehatan mental peserta didik. Namun, dalam praktiknya, implementasi layanan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi peran guru bimbingan dan konseling di satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran layanan bimbingan dan konseling dalam membina karakter, kesehatan mental, dan pengembangan potensi peserta didik di bawah kebijakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang memanfaatkan sumber-sumber sekunder seperti dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, dan laporan organisasi profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan bimbingan dan konseling masih menghadapi hambatan signifikan, antara lain rasio guru dan siswa yang tidak ideal, stigma terhadap konseling, minimnya pelatihan, keterbatasan fasilitas, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Peran guru bimbingan dan konseling juga belum terintegrasi secara menyeluruh dalam pelaksanaan kurikulum berbasis proyek dan penguatan profil pelajar Pancasila. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pendekatan sistem terbuka dalam organisasi sekolah, reformasi kebijakan yang mendukung, dan peningkatan profesionalisme guru bimbingan dan konseling agar layanan ini mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan pendidikan yang memerdekakan dan menyejahterakan siswa secara menyeluruh. Kata kunci: Bimbingan dan Konseling; Kurikulum Merdeka; Kesehatan Mental Siswa; Manajemen Pendidikan
Psychological Well-Being of Junior High School Students : Preliminary Study for Developing a Mental Health-Based School Counseling Model in Wetland Environments Sulistiyana Sulistiyana; Muhammad Arsyad; Noor Ainah
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 8 No. 2 (2026): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026081747000

Abstract

Psychological well-being is an important indicator of adolescent development, particularly among junior secondary school students living in riverbank areas with distinctive social and ecological challenges in wetland environments. This study used a descriptive qualitative survey design to describe the psychological well-being of junior high school students residing in riverbank communities in Banjarmasin City. The participants were 184 students from three junior high schools located along the riverbanks. Data were collected using a psychological well-being questionnaire based on Ryff’s theoretical framework, covering six dimensions: autonomy, environmental mastery, personal growth, positive relations with others, purpose in life, and self-acceptance. The data were analyzed descriptively to identify general patterns and the dominant dimensions of students’ psychological well-being. The results showed that most students (83.2%) had a moderate level of psychological well-being, while 15.2% were in the high category, and 1.6% were in the low category. The main weaknesses were observed in autonomy (52.7% low) and environmental mastery (56.0% low). In contrast, strengths appeared in personal growth (36.4% high) and purpose in life, with more than 60% of students falling within the moderate to high range. These findings indicate that although students have motivation and a sense of direction in life, they still face challenges related to independence and the management of their social and academic environments. The study highlights the need for school guidance and counseling services to implement a context-sensitive multitiered system of support (MTSS) that aligns with the ecological and cultural characteristics of riverbank communities in wetland environments.
AL-QUR'AN SEBAGAI SUMBER AJARAN DAN HUKUM ISLAM Muhammad Arsyad; Muhammad Arya Bima; Muhammad Dwi Rifqy Kurniawan Fauzy; Muhammad Indriyani Saputra; Muhammad Thaib; Nabeel Khayru Ramadhan
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): May: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i3.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang sumber ajaran dan hukum islam, Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka (literatur review). Data yang diperoleh bersumber dari literatur keperpustakaan baik buku maupun artikel-artikel yang berkaitan dengan Sumber Ajaran dan Hukum Islam, Al-Qur’an. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode konten analisis. Penelitian ini memberi penjelasan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya mengenai penjelasan tentang sumber ajaran dan hukum islam, Al-Qur’an. Hasil analisis yaitu bahwa di didalam islam memiliki sumber ajaran dan hukum dalam islam mengenai Al-Qur’an yang merupakan sumber ajaran yang bersifat pedoman dan pokok global dengan menerangkan tentang kaidah-kaidah syariat serta hukumnya yang cocok diterapkan disegala zaman dan tempat. Islam adalah agama yang memberikan pedoman hidup yang lengkap bagi pemeluknya, sumber utama pedoman bagi umat islam adalah Al-Qur’an, yang mereka yakini sebagai firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, umat islam mengikuti ajaran hadist, yang merupakan kumpulan ucapan dan tindakan Nabi Muhammad Saw.
Pentingnya Aqidah dalam Pendidikan Muhammad Arsyad; Muhammad Risnawan
Islamic Education Vol. 1 No. 4 (2023): October : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i4.681

Abstract

Education is important, to make himself a human being with good character In this day and age, children are lacking in moral values, ethics and morals, for example, the child is wrong in choosing a relationship, lack of courtesy towards parents and teachers, and so on, With the existence of aqidah akhlak education in character building, it will definitely make one's aqidah and morals better because everyone has morals, we just have to develop their aqidah and morals, moral education is a means that gives humans concrete instructions on how they act to become good human beings, and how they avoid maskiat, The data collection technique used is through three stages, the first stage is the process of checking and reviewing. The second stage is compiling, arranging, and organizing data acquisition with the needs or needs of the research framework. The third stage is finding answers and conclusions, with the rapid development of technology causing changes in all sectors, including the education sector. Because in the current era a variety of information can be accessed easily and quickly through data search sites, without Akidah Akhlak the world will contain bad behavior carried out by humans.