Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Utilization of Sweet Corn into Corn Milk Products in Desa Butu Kecamatan Tilong Kabila Kabupaten Bonebolango Abdussamad, Syahrir; Brahmathio, Nazrul; Dunggio, Swastiani; Zohrahayaty, Zohrahayaty; Solikahan, Eka Zahra; Zainuddin, Asniwati
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v2i2.17

Abstract

Susu jagung merupakan produk minuman yang dihasilkan dari biji jagung yang telah digiling dan diekstraksi, menghasilkan cairan kental yang menyerupai susu. Dalam beberapa tahun terakhir, susu jagung telah menjadi alternatif yang semakin populer bagi individu yang memilih untuk menghindari produk susu hewani, baik karena intoleransi laktosa maupun karena adopsi pola makan nabati. Komposisi nutrisi susu jagung sangat menguntungkan, karena mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan manusia.  Susu jagung kaya akan karbohidrat kompleks, seperti amilosa dan amilopektin, yang memberikan energi tahan lama dan dapat menjadi sumber bahan bakar yang baik untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, susu jagung juga mengandung protein nabati yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kandungan serat pangan dalam susu jagung mendukung fungsi pencernaan yang sehat, membantu mencegah masalah pencernaan seperti sembelit. Vitamin dan mineral yang terkandung, seperti vitamin B kompleks, vitamin C, fosfor, magnesium, dan zat besi, berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan. Susu jagung juga rendah lemak jenuh dan bebas kolesterol, yang menjadikannya pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan jantung dan mengontrol berat badan. Di samping itu, adanya senyawa antioksidan seperti vitamin C dalam susu jagung dapat melindungi tubuh dari radikal bebas, sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan berbagai penyakit. Dengan demikian, susu jagung tidak hanya menjadi alternatif yang lezat, tetapi juga pilihan yang sangat bergizi bagi mereka yang mencari solusi sehat dalam pola makan mereka. Corn milk is a beverage product made from ground and extracted corn kernels, resulting in a thick, milk-like liquid. In recent years, corn milk has become an increasingly popular alternative for individuals who choose to avoid animal dairy products, either due to lactose intolerance or the adoption of a plant-based diet. The nutritional composition of corn milk is very beneficial, as it contains carbohydrates, proteins, fats, fiber, and various vitamins and minerals that are essential for human health. Corn milk is rich in complex carbohydrates, such as amylose and amylopectin, which provide long-lasting energy and can be a good source of fuel for daily activities. In addition, corn milk also contains plant proteins that are important for the growth and repair of body tissues. The dietary fiber content in corn milk supports healthy digestive function, helping to prevent digestive problems such as constipation. The vitamins and minerals contained, such as vitamin B complex, vitamin C, phosphorus, magnesium, and iron, contribute to overall health. Corn milk is also low in saturated fat and cholesterol-free, making it a good choice for those looking to maintain heart health and control their weight. In addition, the presence of antioxidant compounds such as vitamin C in corn milk can protect the body from free radicals, thereby improving the immune system and helping fight various diseases. Thus, corn milk is not only a delicious alternative, but also a very nutritious choice for those looking for a healthy solution in their diet.
Pendampingan dan Pemberdayaan Kerupuk Singkong di Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochamad; Bode, Bode; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1080

Abstract

Cassava crackers, a crunchy and savory snack that is a favorite of many people, have great potential to be developed into a promising business. Through mentoring and empowerment programs, cassava cracker business actors can improve product quality, expand markets, and increase community income, especially in Tamboo Village, Kabila Bone District, Bone Bolangao Regency. This assistance and empowerment of cassava crackers has a comprehensive aim of improving the quality of life of the actors and growing the local economy. Assistance can be provided in various forms, ranging from training in making cassava crackers using modern techniques, to assistance with marketing and branding. This training can include the use of quality raw materials, hygienic processing techniques, and proper packaging and storage. Empowerment is also important to help cassava cracker business actors to be more independent and able to compete in the market. As a result of this service, the community, especially partners as business actors, felt helped by the service activities in the form of KKNT carried out by students at Ichsan University, Gorontalo. Kerupuk singkong, camilan renyah dan gurih yang menjadi favorit banyak orang, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang menjanjikan. Melalui program pendampingan dan pemberdayaan, para pelaku usaha kerupuk singkong dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan khususnya masyarakat Desa Tamboo Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolangao. Pendampingan dan pemberdayaan kerupuk singkong ini memiliki tujuan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup para pelaku usaha dan menumbuhkan ekonomi lokal. Pendampingan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pelatihan pembuatan kerupuk singkong dengan teknik modern, hingga bantuan dalam hal pemasaran dan branding. Pelatihan tersebut dapat meliputi penggunaan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, serta pengemasan dan penyimpanan yang tepat. Pemberdayaan juga penting untuk membantu para pelaku usaha kerupuk singkong agar lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar. Hasil pengabdian ini, masyarakat khususnya mitra sebagai pelaku usaha terasa terbantukan dengan adanya kegiatan pengabdian dalam bentuk KKNT yang dilaksakan oleh mahasiswa Universitas Ichsan Gorontalo.
Pendampingan Pembuatan Cemilan Batata Crispy Coklat di Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Abdussamad, Syahrir; Bode, Andi; Salihi, Irvan; Zohrahayat, Zohrahayaty; Sakir, Mochamad; Dunggio, Swastiani
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1081

Abstract

Snacks are one of the food products that have great potential in improving the economy of the community, especially in villages. This community service aims to assist the community of Tamboo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency in making micro, small and medium enterprises of Batata Crispy Chocolate snacks. This assistance is carried out with the hope of improving community skills in producing snacks with high selling value and introducing local products to a wider market. The method used in this study is a participatory approach, where the community is actively involved in every stage of the manufacturing process. The results of this assistance show that the community is not only able to produce Batata Crispy Chocolate independently, but also understands the importance of marketing and attractive packaging. Thus, it is hoped that this product can become a new source of income for the Tamboo Village community. Cemilan merupakan salah satu produk pangan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di desa-desa. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Desa Tamboo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dalam pembuatan usaha mikro, kecil dan menengah cemilan Batata Crispy Coklat. Pendampingan ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi cemilan yang bernilai jual tinggi serta memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap proses pembuatan. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mampu memproduksi Batata Crispy Coklat secara mandiri, tetapi juga memahami pentingnya pemasaran dan pengemasan yang menarik. Dengan demikian, diharapkan produk ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Tamboo
Peran Briket Limbah Batok Kelapa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa Tamrin, Moh. Muhrim; Rusmulyadi, Rusmulyadi; Dunggio, Swastiani; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.1093

Abstract

Briket limbah batok kelapa merupakan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Tungguo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Dalam konteks global yang semakin mengarah pada keberlanjutan, pengembangan sumber energi alternatif menjadi sangat penting. Briket batok kelapa, yang terbuat dari limbah pertanian, menawarkan tidak hanya alternatif energi yang bersih tetapi juga potensi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, masyarakat dapat beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin mahal dan berbahaya bagi lingkungan. Dalam pengabdian ini, kami mengeksplorasi potensi briket batok kelapa sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang manfaat sosial dan ekonomi dari briket batok kelapa serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Salah satu manfaat utama adalah pengurangan limbah, di mana batok kelapa yang biasanya dibuang bisa dimanfaatkan secara produktif. Selain itu, proses produksi briket juga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi anggota masyarakat, terutama bagi kaum muda yang mencari peluang kerja. Namun, tantangan seperti kurangnya pengetahuan tentang teknik pembuatan yang efisien dan akses terbatas ke pasar masih menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi ini. Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, penting untuk menganalisis lebih dalam tentang bagaimana inisiatif ini dapat diimplementasikan dengan sukses. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan agar masyarakat dapat memahami proses produksi briket dengan baik. Selain itu, akses ke modal dan pasar juga harus diperhatikan agar usaha ini dapat berkembang. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan briket batok kelapa sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat tentang Manfaat Briket dari Limbah Tongkol Jagung: Strategi Pengabdian Masyarakat Abdussamad, Syahrir; Tamrin, Moh. Muhrim; Rusmulyadi, Rusmulyadi; Dunggio, Swastiani; Abdussamad, Juriko
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.1094

Abstract

Limbah pertanian, khususnya tongkol jagung, merupakan sumber daya yang sering diabaikan dan berpotensi menjadi bahan baku energi terbarukan. Pemanfaatan limbah ini bisa menjadi solusi yang inovatif untuk mengatasi masalah energi yang semakin mendesak. Masyarakat Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, yang sebagian besar bergantung pada pertanian, sering kali tidak menyadari bahwa sisa-sisa hasil panen, seperti tongkol jagung, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan meningkatnya kebutuhan energi dan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, penting untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi luar biasa dari limbah pertanian ini. Melalui strategi pengabdian masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan limbah ini. Pendekatan ini melibatkan pendampingan dan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis tentang cara mengolah tongkol jagung menjadi briket. Hal ini sangat penting mengingat banyaknya potensi limbah yang terbuang sia-sia, padahal jika dimanfaatkan dengan baik, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan limbah dan penghematan energi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong adopsi teknologi briket, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam proses ini juga dapat memperkuat rasa kepemilikan terhadap proyek dan meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, penting untuk terus mendorong inisiatif yang mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian. Melihat hasil yang positif dari pengabdian ini, langkah selanjutnya adalah memperluas program pelatihan dan pengabdian masyarakat ke desa-desa lain di sekitar Kecamatan Tilongkabila. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penghematan energi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan kesadaran dan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat dapat menjadi agen perubahan dalam penciptaan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan ekonomi yang lebih tangguh.
Keterlibatan Perempuan dalam Pengembangan UMKM Kue Sukade di Desa Tunggulo Selatan: Peluang dan Tantangan Dunggio, Swastiani; Abdussamad, Juriko; Dance Tui, Fenti Prihatini; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.1096

Abstract

Artikel ini membahas keterlibatan perempuan dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kue sukade di Desa Tunggulo Selatan Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi telah meningkat secara signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mencapai kesetaraan gender dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi oleh perempuan dalam mengelola UMKM kue sukade, yang merupakan salah satu produk unggulan desa tersebut. Metode yang digunakan adalah pendampingan dan partisipatif masyarakat. Selain itu, keberadaan UMKM ini juga menciptakan lapangan kerja bagi anggota komunitas lainnya, sehingga memperkuat jaringan sosial dan ekonomi di desa. Namun, meskipun terdapat banyak peluang, perempuan yang terlibat dalam UMKM kue sukade juga menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Salah satu hambatan utama adalah akses terhadap modal, yang sering kali menjadi kendala bagi perempuan untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka. Selain itu, kurangnya pelatihan dan keterampilan dalam manajemen usaha serta pemasaran produk juga menjadi tantangan yang tidak kalah penting. Banyak perempuan yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang strategi pemasaran yang efektif, sehingga produk mereka kurang dikenal di pasar yang lebih luas. Dengan mempertimbangkan tantangan yang ada, penting untuk mengembangkan strategi yang dapat membantu perempuan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Upaya untuk meningkatkan akses terhadap pelatihan dan modal sangat diperlukan agar perempuan dapat mengoptimalkan potensi usaha mereka. Program-program pemberdayaan yang melibatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung perempuan dalam mengelola UMKM kue sukade. Oleh karena itu, mengatasi akar permasalahan yang dihadapi oleh perempuan dalam sektor UMKM bukan hanya akan meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Desa Tunggulo Selatan.
Inovasi Produk Lokal Kecap Manis Berbasis Air Kelapa sebagai Alternatif Pangan Sehat Akuba, Alfin; Solikahan, Eka Zahra; Dunggio, Swastiani; Sakir, Mochammad; Zainuddin, Asniwati; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i2.1103

Abstract

Kecap manis merupakan salah satu bumbu masakan yang sangat populer di Indonesia, digunakan dalam berbagai hidangan untuk memberikan rasa manis dan gurih yang khas. Namun, tingginya kandungan gula dalam kecap manis konvensional menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat, inovasi produk lokal menjadi sangat penting. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi kecap manis berbasis air kelapa sebagai alternatif pangan yang lebih sehat dan ramah bagi kesehatan. Inovasi kecap manis berbasis air kelapa ini tidak hanya menawarkan alternatif yang lebih sehat, tetapi juga memberikan peluang bagi pengembangan produk lokal yang berkelanjutan. Dalam proses pengembangan produk, para peneliti melakukan metode penelitian pendampingan dan pelatihan kepada para produsen lokal, sehingga mereka dapat memahami cara mengolah air kelapa menjadi kecap manis yang berkualitas. Selain itu, eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa kecap manis ini dapat mempertahankan cita rasa yang diharapkan oleh konsumen, meskipun dengan kandungan gula yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga pada kepuasan konsumen. Analisis terhadap potensi pasar menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang mencari produk makanan sehat dan alami. Tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keinginan untuk mengurangi konsumsi gula. Dengan demikian, kecap manis berbasis air kelapa memiliki peluang besar untuk diterima oleh pasar. Selain itu, produk ini dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia, yang ingin menghadirkan produk inovatif sambil tetap memperhatikan aspek kesehatan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, produk ini juga berpotensi untuk mendukung perekonomian daerah. Dengan demikian, inovasi kecap manis berbasis air kelapa tidak hanya berkontribusi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, mulai dari produsen, konsumen, hingga pemerintah, untuk mendukung pengembangan produk ini. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, kolaborasi antara berbagai sektor sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya memilih produk sehat. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kecap manis berbasis air kelapa dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang peduli akan kesehatan dan keberlanjutan.
Pengaruh Motivasi Terhadap Efektivitas Kerja di Kantor Camat Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara Harun, Agriyanti Trisya; Gaffar, Gaffar; Djakaria, Deliana Vitasari; Dunggio, Swastiani
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024 - Maret 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/projip.v3i2.1083

Abstract

Motivation has two basic forms, namely artificial (extrinsic) and intrinsic (intrinsic). Organizations need both in order to improve employee performance. (extrinsic or intrinsic), extrinsic refers to the actions that the organization will take to motivate employees, while intrinsic refers to the forces or causes within the organization that push employees towards certain goals. Because every employee who works certainly has motivation which is the reason why they join the organization of their choice. Based on the results of the researcher's initial observations, work effectiveness at the Tolinggula Subdistrict Office, North Gorontalo Regency is not yet optimal. This can be seen where there are still many public services that cannot be completed on time, simply because the employees serving the public are not there or arrive late to go to the office. Another problem that appears is the slowness of employees in working due to lack of communication. Some employees lack responsibility for their duties and work. If you look at the behavior of employees, it is very clear that employees arrive on time for attendance or roll call in the morning, but after roll call and roll call are finished they do not immediately enter the room and start work, but choose to be quiet and talk to their colleagues and then enter the work room for an hour. after they did attendance and morning assembly. If you assess employees' efforts in carrying out their duties, some employees often delegate their tasks or work to other employees. When appointed by the leadership to carry out work, both inside and outside the office, there are employees who nominate other employees to carry out the task. It was found that the services provided by employees at the Tolinggula Subdistrict Office still showed signs that employee discipline in their work had not been carried out well, this had an impact on employee work results which still showed signs of ineffectiveness in terms of both work quality and time issues. The problem phenomenon above is caused by a lack of motivation for employees. Work effectiveness and employee motivation are closely related; With the support of the right motivation, every employee will try to increase their productivity and have high work morale.
Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Kualitas Kerja Pegawai Di Sekolah Menengah Kejuruan (Smk) Negeri 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo B. Moha, Reyke Renaldo; Sakir, Mochamad; Dunggio, Swastiani
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024 - Maret 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/projip.v3i2.1102

Abstract

Abstract  This research aims to determine the magnitude of the influence of organizational climate on the quality of employee work at State Vocational School (SMK) 1 Batudaa, Gorontalo Regency. In the educational context, organizational climate is an important factor that can influence employee performance and productivity. Using a quantitative approach and survey methods, this research involved 37 people as a sample represented from various backgrounds at the institution. The use of simple regression analysis as a data analysis method allows researchers to determine the extent to which the relationship between organizational climate variables and employee work quality can be measured statistically. The results of the research show that organizational climate influences the quality of work of employees at State Vocational School (SMK) 1 Batudaa, Gorontalo Regency, with a coefficient value of 0.713 or 71.3%. This figure shows that more than two-thirds of employee work quality can be explained by organizational climate factors, which include aspects such as communication, managerial support, and work culture. These results indicate that organizational climate makes a significant contribution to the quality of work of teachers and education personnel, which in turn has an impact on the effectiveness of learning in schools. Thus, it is important for school management to create and maintain a positive organizational climate so that employees can work optimally and achieve the expected educational goals. This research also opens up opportunities for further research regarding interventions that can be carried out to improve the organizational climate, so that the quality of employee work can continue to be improved in order to create a better learning environment.
Dampak Ekonomi dan Sosial UMKM Kue Sabongi terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Motilango Dunggio, Swastiani; Hasan, Maryam; Salihi, Irvan; Abdussamad, Juriko; Gaffar, Gaffar; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i1.1367

Abstract

Kue Sabongi merupakan salah satu produk pangan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Motilango. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana pengembangan produk lokal seperti Kue Sabongi dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Desa Motilango dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah yang berbasis pada Kue Sabongi, yang tidak hanya mengedepankan aspek produksi tetapi juga pemasaran dan pengemasan. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi Kue Sabongi yang memiliki nilai jual tinggi. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap proses produksi. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mampu memproduksi Kue Sabongi secara mandiri, tetapi juga memahami pentingnya aspek pemasaran dan pengemasan yang menarik. Dalam hal ini, pengemasan produk menjadi salah satu faktor kunci yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Oleh karena itu, dalam pengabdian ini, masyarakat diajarkan cara mendesain kemasan yang menarik serta mencantumkan informasi yang relevan mengenai produk. Dengan demikian, diharapkan produk ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Motilango. Selain itu, pengembangan Kue Sabongi juga berpotensi untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tren pasar yang berkembang. Sabongi Cake is one of the food products that has great potential in improving the economy of the community, especially in Motilango. In this context, it is important to understand how the development of local products such as Sabongi Cake can have a significant impact on community welfare. Thus, this community service aims to assist the Motilango Village community in developing micro, small, and medium enterprises based on Sabongi Cake, which not only prioritizes production aspects but also marketing and packaging. This assistance is expected to improve community skills in producing Sabongi Cake which has high selling value. The method applied in this community service is a participatory approach, where the community is actively involved in every stage of the production process. The results of this assistance show that the community is not only able to produce Sabongi Cake independently, but also understands the importance of marketing aspects and attractive packaging. In this case, product packaging is one of the key factors that can influence consumer decisions to buy. Therefore, in this community service, the community teaches how to design attractive packaging and include relevant information about the product. Thus, it is hoped that this product can become a new source of income for the Motilango Village community. In addition, the development of Sabongi Cake also has the potential to increase the competitiveness of local products in a wider market. Therefore, it is important for the community to continue to innovate and adapt to developing market trends.