Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN PESTISIDA YANG BAIK DAN BERKELANJUTAN UNTUK PERSIAPAN TANAM JAGUNG PADA SISTEM TANPA OLAH TANAH (TOT) DI DESA NAGREK KENDAN, KECAMATAN NAGREK, KABUPATEN BANDUNG: PELATIHAN PENGGUNAAN PESTISIDA YANG BAIK DAN BERKELANJUTAN UNTUK PERSIAPAN TANAM JAGUNG PADA SISTEM TANPA OLAH TANAH (TOT) DI DESA NAGREK KENDAN, KECAMATAN NAGREK, KABUPATEN BANDUNG Kurniadie, Denny; Sumekar, Yayan; Bari, Ichsan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.8

Abstract

Desa Nagrek Kendan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung. Sebagian wilayah terdiri dari dari lahan pertanian (sawah, tadah hujan dan lahan kering) serta fasilitas umum/perumahan penduduk. Sebanyak 31% dari warga yang bekerja adalah buruh tani, dan sisanya adalah petani, pegawai swasta, dan pedagang. Salah satu masalah pertanian di Desa Nagrek Kendan adalah pengendalian organisme pengganggu ynag berlebihan serta pengaplikasian pestisida yang tidak sesuai anjuran dan penggunaan. Petani yang selama ini masih bertani dengan sistem konvensional, sehingga perlu sosialilasi dan praktek pertanian efektif dan efisien serta berkelanjutan yaitu dengan pengelolaan hama, penyakit serta gulma. Bagi petani hama, penyakit dan gulma merupakan salah satu aspek penting dalam proses budidaya padi sawah dan tanaman jagung mulai dari pembibitan hingga usia panen. Penggunaan pestisida di lapangan bukan lagi menjadi rahasia, namun ternyata tidak semua petani menguasai teknik penggunaan pestisida yang efektif dan efisien. Penggunaan yang tepat kadar, jenis dan waktu aplikasi sangat mempengaruhi biaya terutama pada budidaya padi sawah dan jagung skala besar. Aplikasi pestisida yang berlebihan juga dapat memberikan dampak negatif jangka panjang yang mengancam keberlanjutan usaha di masa depan. Budidaya tanaman jagung secara tanpa olah tanah (TOT) merupakan teknologi budidaya pada tanaman jagung yang merupakan teknologi baru bagi masyarakat Desa Nagrek Kendan. Waktu pelaksanaan dari bulan Januari hingga Pebruari 2022. Metode yang diterapkan adalah metode persuasif kepada masyarakatnya dengan melakukan metode role play dari para ahli di bidangnya, serta memberikan suatu konsep dan pemahaman mendasar akan pentingnya penggunaan pestisida yang baik dan benar serta aplikasi herbisida pada budidaya jagung secara TOT (tanpa olah tanah).
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS JERAMI YANG DIAPLIKASIKAN PADA TANAMAN PADI SAWAH DI DESA GAMEL KABUPATEN CIREBON: PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS JERAMI YANG DIAPLIKASIKAN PADA TANAMAN PADI SAWAH DI DESA GAMEL KABUPATEN CIREBON Umiyati, Uum; Sumekar, Yayan; Widayat, Dedi; Kurniadie, Denny
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.25

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah (1) memberikan motivasi dan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya manfaat pupuk organik bagi kesuburan dan kesehatan tanah, (2) memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat tentang teknik pembuatan pupuk organik kompos. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Arjasari Kecamatan Gamel Kabupaten Cirebon Jawa Barat. dengan kelompok sasaran petani, tokoh masyarakat dan aparat Desa setempat. Jumlah peserta ada 30 orang, empat dari dosen pengabdi dan mahasiswa. Adapun pelaksanaan kegiatan ini melalui penyuluhan dan praktek. Selama kegiatan penyuluhan dan diskusi peserta diberi penjelasan tentang peranan dan pentingnya menggunakan pupuk organik pada tanaman padi sawah dan tanaman pangan, dijelaskan pula tentang macam-macam pupuk pertanian, kegunaan pupuk organik, bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik, serta dijelaskan cara pembuatan pupuk organik atau kompos dan pupuk organik cair dengan cara yang sederhana. untuk meningkatkan pemaham dan keterampilan, masyarakat sasaran diajak bersama membuat pupuk organik padat (kompos) dan pupuk organik cair sendiri. Hasil dari kegiatan menunjukkan Masyarakat sasaran bertambah pengetahuannya tentang arti dan manfaat pupuk kompos dan pupuk organik cair dan juga dapat membuat pupuk kompos dan pupuk organik cair itu sendiri secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara melimpah di lokasi mereka tinggal, bertambah ketrampilannya dalam membuat pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan pertanian. Secara tidak langsung kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh kelompok dosen dapat memberikan pengalaman baru dan telah memperluas wawasan mahasiswa tentang bagaimana sebenarnya masyarakat desa khususnya petani menghadapi beragam permasalahan pertanian dan usaha apa yang harus dilakukan petani untuk mencari solusinya.
Determinants of Farmers’ Herbicide Use Decisions: Evidence from Jelekong Village, Baleendah District, Bandung Regency, West Java Kusumo, Rani Andriani Budi; Sumekar, Yayan; Charina, Anne
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 10, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v10i1.27320

Abstract

The use of herbicides for weed control is a common practice in rice farming. A variety of factors influences farmers’ decisions to use herbicides. This study aims to analyze the factors affecting farmers' decisions to use herbicides in Jelekong Village, Baleendah District, Bandung Regency. A quantitative research design was employed using a survey technique. The respondents consisted of 115 randomly selected rice farmers. Data were analysed using logistic regression and descriptively through the top two boxes analysis. The results indicate that cost efficiency is the primary factor influencing farmers' decisions to use herbicides. Other significant factors include ease of use, product effectiveness, and the size of the cultivated land. Another key finding is that informal social networks among farmers play a substantial role in the decision-making process, outweighing the influence of extension agents or promotional efforts from herbicide producers. These findings contribute theoretically by reinforcing the importance of socio-economic variables, particularly in farmers' decisions to use herbicides.  In practice, this finding highlights the need for policy interventions that prioritize community-based extension strategies as an effective means of disseminating knowledge about herbicide use. These strategies must be integrated into farmers' social networks and tailored to their socioeconomic conditions and access to information because these factors significantly impact their decisions about herbicide use.