Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EFEKTIVITAS HERBISIDA PARAQUAT DIKLORIDA 140 G/L TERHADAP PENEKANAN GULMA, PERTUMBUHAN, DAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) Yayan Sumekar; Dedi Widayat; Ika Aprillia
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.623 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i1.1147

Abstract

Maize (Zea mays L.) is one of the cereal group's commodities with high economic value because of its position as the main source of carbohydrates and protein after rice. The problem that often occurs in maize cultivation and greatly affects maize productivity is weeds. Chemical weed control using herbicides in large crop areas can be the right choice because it can save production costs and reduce damage to soil structures. Paraquat dichloride herbicide is a non-selective contact herbicide, which has the characteristic that when exposed to sunlight the herbicide molecules react to produce hydrogen peroxide which damages cell membranes and all plant organs, causing the plant to burn. This herbicide can control grass and broadleaf weeds. The research conduct from March - July 2020 at the Ciparanje experimental field, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. The treatment design used a Randomized Block Design (RBD) with 7 treatments, namely: Paraquat dichloride 140 g/l at a dose 1.00 l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l dose 1.25l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l dose 1.50 l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l dose 1.75 l/ha; Paraquat dichloride 140 g/l at a dose of 2.00 l/ha; Manual Weeding; Control (No Treatment). The difference in trials using the F test and tested using the Duncan test at the 5% real level. The results showed that applying the herbicide Paraquat dichloride 1.00 l/ha - 2.00 l/ha could control weeds in maize cultivation up to 6 weeks after application and positively affect the growth yield of maize.
EFEKTIVITAS HERBISIDA PIRAZOSULFURON ETIL TERHADAP GULMA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Dedi Widayat; Yayan Sumekar; Michael; Yuyun Yuwariah
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.254 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i1.1148

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam produksi padi sawah. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman padi sawah sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% untuk mengendalikan gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di SPLPP Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Ciparay, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2018 sampai Maret 2019. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri dari lima perlakuan herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% dengsan dosis 12 g/ha, 16 g/ha, 20 g/ ha, 24 g/ha, pengendalian gulma manual, dan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi herbisida berbahan aktif Etil pirazosulfuron 20% mulai dosis 16-16 g/ha mampu menekan pertumbuhan gulma Ludwigia octovalis, Marsilea crenata, Monochoria vaginali, Sphenoclea zeylanica, Cyperus iria, gulma species lain dan gulma total, serta menghasilkan produksi padi yang lebih optimal. Kata kunci : herbisida, Etil pirazosulfuron 20%, gulma, padi sawah
PENGARUH PEMBERIAN HERBISIDA SAFLUFENACIL 250 G/L + TRIFLUDIMOXAZIN 125 G/L TERHADAP PENGENDALIAN GULMA PADA PERTANAMAN Eucalyptus urophylla. Yayan Sumekar; Agus Susanto; Rama Adi Pratama; Ai Yanti Rismayanti; Siti Syarah Maesyaroh
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.486 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2562

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala dalam pertanaman Eucalyptus urophylla. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil pertanaman Eucalyptus urophylla sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian herbisida Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l untuk mengendalikan gulma pada pertanaman Eucalyptus urophylla. Percobaan dilaksanakan di lahan pertanaman Eucalyptus urophylla Kampung Pasir Ucing, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada bulan Januari 2022 sampai April 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri dari empat perlakuan herbisida berbahan aktif Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l dengan dosis A: 150 ml/ha, B: 200 ml/ha, C: 250 ml/ha, D: 300 ml/ha, E: perlakuan penyiangan manual dan F: perlakuan kontrol dengan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan aplikasi herbisida berbahan aktif Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l dengan dosis B: 200 ml/ha dan dosis C: 250 ml/ha berpengaruh dan mampu menekan pertumbuhan gulma Imperata cylindrica dan gulma total sampai 8 minggu setelah aplikasi sedangkan gulma Cyperus kylingia, Ageratum conyzoides, Calopogonium mucunoides, Borreria latifolia, Stenochlaena sp. dan gulma spesies lain sampai 12 minggu setelah aplikasi serta tidak menimbulkan fitotoksisitas terhadap pertanaman Eucalyptus urophylla.
Efektivitas Campuran Herbisida Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l Terhadap Gulma Pada Pertanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Yayan Sumekar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.536

Abstract

Salah satu hal penting pada budidaya kelapa sawit adalah pengendalian gulma. Gulma di perkebunan kelapa sawit selain menimbulkan persaingan dengan tanaman juga mengganggu kelancaran kegiatan kebun, sehingga perlu dilakukan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efikasi dari herbisida dengan bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l dalam mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Percobaan ini dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit di Kampung Karangsari Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut dengan ketinggian tempat 400 mdpl pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu berbagai dosis herbisida bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh herbisida campuran bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l terhadap pengendalian gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM). Herbisida Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l dosis 150 ml/ha yang paling efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM).
Pengaruh Dosis Herbisida Campuran Penoksulam Dan Pretilaklor Terhadap Gulma, Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah Yayan Sumekar; Dedi Widayat
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v10i2.2886

Abstract

Gulma adalah kendala biotik utama yang dapat mengakibatkan penurunan hasil gabah pada padi sawah. Teknik pengendalian secara kimia memberikan pengaruh yang cepat serta biaya yang lebih rendah sehingga lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis herbisida campuran yang efektif dalam menekan pertumbuhan gulma sehingga meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2021 di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari; 5 dosis herbisida campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l (dengan dosis 1,00 l/ha, 1,50 l/ha, 2,00 l/ha, 2,50 l/ha, 3,00 l/ha), penyiangan manual, dan kontrol (tanpa penyiangan dan tanpa herbisida). Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran Penoksulam 15 g/l + Pretilaklor 385 g/l pada dosis 1,00 l/ha sampai dengan 3,00 l/ha efektif dalam menekan pertumbuhan gulma dominan Ludwigia octovalvis, Cyperus difformis, Fimbristylis miliacea, Ammania coccinea, Monochoria vaginalis, gulma lain, dan gulma total hingga 6 MSA serta tidak meracuni tanaman padi sawah. Seluruh dosis herbisida campuran menunjukkan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 3 MSA, jumlah anakan pada 3 MSA dan 6 MSA, jumlah malai per rumpun, dan berat gabah kering giling sedangkan tinggi tanaman pada 6 MSA, jumlah bulir per malai, serta bobot 1000 butir tidak menunjukkan pengaruh yang nyata.
Pelatihan Teknologi Pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka Umar Dani; Sri Ayu Andayani; Ida Marina; Yayan Sumekar; Dedi Widayat; Uum Umiyati; Denny Kurniadie; Yuyun Yuwariah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.612 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4179

Abstract

Keberhasilan pembangunan pertanian ditentukan oleh kondisi sumberdaya alam, peran penyuluh pertanian dan kualitas sumberdaya manusia yang mendukungnya. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka. Metode Pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek lapangan. Hasil pelatihan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai agribisnis dan teknologi budidaya dari 33%-80%, serta peningkatan kemampuan peserta dalam mempraktekan teknik aplikasi herbisida dari 33%-68%. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta kegiatan pelatihan teknologi pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka
The effect of herbicide glufosinate ammonium 150 g/L dose on several weeds and potatoes (Solanum tuberosum L.) yield Kurniadie, Denny; Sumekar, Yayan; Valent, Chika
Kultivasi Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i1.39746

Abstract

In the last three years, potato production in Indonesia fluctuated every year. One of the factors that cause low productivity of potatoes is weed. The presence of weeds in potato planting areas can inhibit plant growth and affect potato yields. The aim of this study is to determine the effectiveness of herbicide glufosinate ammonium 150 g/L to control common weeds in potato plants. This research was conducted in a farmer field in Lebak Muncang Village, Ciwidey District, Bandung Regency, West Java Province. The experimental design used was a randomized block design with six treatments and four replications. Weed control using the herbicide glufosinate ammonium 150 g/L at a dose of 2.75– 4.50 L/ha was completely (100%) controlled Eleusine indica, Galinsoga parviflora, Amaranthus spinosus, Richardia brasiliensis, and total weeds for up to 6 weeks after application without causing symptoms of poisoning and could increase the number of potato tuber per plant and yield of potato per plot.
Effect of Using Herbicide 10% Ethyl pyrazosulfuron on Growth of Rojolele Srinuk Variety (Oryza sativa L. Var. Rojolele Srinuk) in Langensari Village Subdistrict Tarogong Kaler Dewi Hernawati; Yayan Sumekar; Nida Zihar Uzbani
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 6 No 2 (2024): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.6.2.36-42.2024

Abstract

Weeds are nuisance plants that grow in unwanted areas and inhibit the growth of paddy rice cultivation, which can reduce the quantity of rice yield Therefore, weeds need to be controlled. This study aims to determine : 1) the effect of using 10% Ethyl pyrazosulfuron herbicide on the growth of Rojolele Srinuk variety of paddy rice (Oryza sativa L. var. Rojolele Srinuk) and 2) the correct dose of 10% Ethyl pyrazosulfuron herbicide for the growth of Rojolele Srinuk variety of paddy rice. This research was conducted in Langensari Village, Tarogong Kaler District. The research was conducted from November 2022 to February 2023. This study used a Randomized Group Design (RGD) with seven treatments and four repetitions, including 10% Ethyl pyrazosulfuron herbicide treatment at a dose of 150 g/ha (0.18 g/12 m2 ), 225 g/ha (0.27 g/12 m2 ), 300 g/ha (0.36 g/12 m2 ), 375 g/ha (0.45 g/12 m2 ), 450 g/ha (0.54 g/12 m2 ), manual weeding and control. The results showed that the use of 10% Ethyl pyrazosulfuron herbicide at a dose of 150 g/ha (0.18 g/12 m2 ) - 450 g/ha (0.54 g/12 m2 ) did not cause phytotoxicity or symptoms of poisoning to Rojolele Srinuk variety of paddy rice plants. Then, the use of the herbicide Ethyl pyrazosulfuron 10% affects the number of tillers of rice paddy varieties Rojolele Srinuk. The most effective dose of 10% Ethyl pyrazosulfuron herbicide in the growth of Rojolele Srinuk rice paddy is a dose of 450 g/ha (0.54 g/12 m2 ).
Pelatihan Teknologi Pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka Umar Dani; Sri Ayu Andayani; Ida Marina; Yayan Sumekar; Dedi Widayat; Uum Umiyati; Denny Kurniadie; Yuyun Yuwariah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4179

Abstract

Keberhasilan pembangunan pertanian ditentukan oleh kondisi sumberdaya alam, peran penyuluh pertanian dan kualitas sumberdaya manusia yang mendukungnya. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka. Metode Pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek lapangan. Hasil pelatihan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai agribisnis dan teknologi budidaya dari 33%-80%, serta peningkatan kemampuan peserta dalam mempraktekan teknik aplikasi herbisida dari 33%-68%. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta kegiatan pelatihan teknologi pertanian bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Majalengka
Efektivitas Herbisida Pirazosulfuron Etil terhadap Gulma serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Dani, Umar; Sumekar, Yayan; Widayat, Dedi; Arifin, Mahfud
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 5, No 2 (2023): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 5 Nomor 2 Februari 2023
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.5.2.2023.9978.143-151

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam produksi padi sawah. Gulma menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman padi sawah sehingga gulma harus dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida berbahan aktif etil pirazosulfuron 20% untuk mengendalikan gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di SPLPP Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Ciparay, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2018 sampai Maret 2019. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri atas lima perlakuan herbisida berbahan aktif etil pirazosulfuron 20% dengsan dosis 60; 80; 100; dan 120 g ha-1 , pembanding berupa herbisida formulasi lama dengan bahan aktif yang sama (80 g ha-1 ), pengendalian gulma manual dan tanpa pengendalian gulma. Hasil menunjukkan aplikasi herbisida berbahan aktif etil pirazosulfuron 20% dengan dosis 80 g ha-1 mampu menekan pertumbuhan gulmagulma Ludwigia octovalis, Marsilea crenata, Monochoria vaginali, Sphenoclea zeylanica, gulma teki Cyperus iria, gulma spesies lain dan gulma total, serta tidak menimbulkan fitotoksisitas terhadap tanaman padi.