Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENYULUHAN PENTINGNYA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI POSKESDES WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2023 Rini Wahyuni; Juwita Desri Ayu; Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani; Siti Rohani; Faranisa Elsanti; Yeni Alvi Riani; Salma Adila; Yeni Anggraini; Ely Rustiyana; Ana Mulysha
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1029

Abstract

Berdasarkan data dari WHO dan UNICEF pada Tahun 2018 pemberian ASI eksklusif cukup rendah yaitu Hanya 41 persen. Di Indonesia dari data Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 37 persen (Unicef, 2020). Masalah utama dalam pemberian ASI rendah menurut Pusdiklat Nasional (2022) adalah kurang sering menyusui, Kelainan metabolism, jaringan payudara hipoplastik, bayi tidak dapat menghisap, ibu pekerja dan kurangnya gizi pada ibu. Upaya yang diselenggarakan pemerintah untuk mengembangkan kualitas masyarakat adalah Program peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) khususnya ASI eksklusif Karena dapat Memberikan dampak yang luas terhadap ibu kemudian status gizi dan kesehatan balita. Nutrisi berperan penting dalam perkembangan otak sejak kehamilan hingga usia 3 tahun (Bazzano AN, 2016). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan serta pengetahuan tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif dari usia 0-6 bulan, penyuluhan ini bersamaan dengan Praktik Komunitas di Poskesdes Pekon Wonodadi yang berada di wilayah Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringswu, Provinsi Lampung dengan metode tatap muka (face-to-face), kemudian masyarakat terutama Calon ibu diberikan penyuluhan tentang pentingnya Pemberian ASI Eksklusif selama 0-6 bulan, Hasil penyuluhan ASI Eklsusif ternyata berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu bayi.Peserta kegiatan sebanyak 19 ibu hamil dan masing-masing kader mulai dari remaja, sampai bayi Balita. Penyuluhan ini dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa Program Studi D III Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu.
PENYULUHAN IVA TEST DI PEKON WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2023 Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani; Rini Wahyuni; Juwita Desri Ayu; Linda Puspita; Desi Kumalasari; Siti Rohani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1039

Abstract

Kanker serviks adalah kanker tertinggi keempat pada wanita dengan perkiraan 570.000 kasus baru pada tahun 2018 yang mewakili 6,6% dari semua kanker wanita (Wanti & Indriyanti, 2019). Menurut WHO, 490.000 perempuan di dunia setiap tahunnya didiagnosa terkena kanker leher rahim dan 80% berada di negara berkembang termasuk Indonesia. Kanker serviks bisa di cegah menggunakan deteksi dini. Salah satu metode deteksi dini yang sesuai dengan negara berkembang seperti Indonesia adalah memakai metode Inspeksi Visual Asam Acetat (IVA). Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, menurunkan angka kematian akibat kanker dan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Pekon Wonodadi mengenai IVA test. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan bersamaan dengan PKK Komunitas Prodi D III Kebidanan di Poskesdes Pekon Wonodadi secara tatap muka, lalu peserta diberikan penjelasan tentang IVA Test dengan media visual (slide oresentation) dan dilanjutkan dengan ice breaking, diakhiri dengan tanya jawab sesuai dengan pokok bahasan yang telah diberikan. Program ini diselenggarakan oleh Dosen dan mahasiswa Prodi DIII Kebidanan semester V, fakultas kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu dan dihadiri oleh 21 ibu Kader, PKK dan Bidan Desa Pekon Wonodadi. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan Ibu-ibu kader di Pekon Wonodadi tentang IVA tes sebagai usaha deteksi dini kanker serviks.
Husband Support and The Role of Health Officers with Triple Elimination Examination in Pregnant Women Siti Rohani; Yuliani Fitria; Rini Wahyuni; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.447 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1201

Abstract

Triple elimination examination is carried out for reducing the number of new infections in newborns so that there is a break in the chain of disease transmission from mother to baby. The support from health officers in the form of informational support on how to transmit HIV and its prevention, as well as providing motivation to the community to carry out HIV testing voluntarily. The research objective was to determine the correlation between husband's support and the role of health workers with triple elimination examinations for pregnant women. This research is a quantitative type by uses a cross-sectional analytic approach. The research subjects were pregnant women in the second and third trimesters with the object of this research being the husband's support and the role of health officers. The research was carried out at the Sukarame Public Health Center, Bandar Lampung City in December 2021. The data were collected by using a questionnaire, the data analysis was univariate and bivariate. The results showed that from 146 respondents, 67 respondents (45.9%) carried out the examination, respondents with positive husband support were 75 (51.4%), and respondents with positive health workers were 88 (60.3%). There is a correlation between the husband's support (p-value = 0.003), and there is a correlation between the support of the role of officers (p-value = 0.000) with triple elimination examinations at the Sukarame Health Center in 2021. It is hoped that health workers can provide counseling to pregnant women about the importance of triple elimination examinations through the media leaflets or the internet during visiting Integrated Healthcare Center, and classes for pregnant women. Abstrak: Pemeriksaan triple eliminasi dilakukan untuk menurunkan angka infeksi baru pada bayi baru lahir sehingga terjadi pemutusan mata rantai penularan penyakit dari ibu ke bayi. Dukungan tenaga kesehatan dalam bentuk dukungan informasi baik berupa informasi tentang cara penularan HIV dan pencegahannya, serta memberikan motivasi kepada masyarakat guna melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan peran petugas kesehatan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil. Penelitian ini jenis kuantitatif menggunakan pendekatan analitik cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil pada trimester II dan III dengan objek penelitian ini adalah dukungan suami dan peran petugas kesehatan. Penelitian dilaksanakan di puskesmas Sukarame kota Bandar Lampung pada bulan Desember 2021. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui dari 146 responden dengan melakukan pemeriksaan sebanyak 67 (45,9%), responden dengan dukungan suami positif sebanyak 75 (51,4%), responden dengan petugas kesehatan positif sebanyak 88 (60,3%). Ada hubungan dukungan suami (p-value = 0,003), dan Ada hubungan dukungan peran petugas (p value = 0,000) dengan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Sukarame tahun 2021. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan tripel eliminasi melalui media leaflet atau internet saat posyandu, dan kelas ibu hamil.
Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedondong Tahun 2025 Eva Meri Yanti; Rini Wahyuni; Nur Alfi Fauziah; Sukarni Sukarni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6829

Abstract

Pada kehamilan terjadi perubahan hormonal yang dapat menimbulkan perasaan sedih kecemasan. Upaya yang bisa dilakukan salah satunya adalah yoga. Yoga pada ibu hamil sangat efektif dilakukan, karena gerakan-gerakan yang ada pada yoga mampu melenturkan otot-otot yang membantu menurunkan kecemasan. WHO menunjukkan sekitar 8-10% mengalami kecemasan. Di Indonesia mencapai 57,5%. Mengalami kescemasan Di Puskesmas Keondong Kec. Kedondong Kab. Pesawaran diketahui sebanyak 47 wanita hamil Trimester III. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pre-Eksperiment, pendekatan pada penelitian ini menggunakan One Group Pre Test Post Test. Sampel pada penelitian sebanyak 20 responden. Teknik sampling mnggunakan Purposive Sampling. intervensi yang diberikan sebanyak 3x selama satu minggu lamanya 30 menit. Analisis penelitian ini menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini Tingkat sebelum dilakukan Prenatal Yoga tingkat Kecemasan sedang dengan nilai rata-rata 32,05. Sedangkan setelah dilakukan Prenatal tingkat Kecemasan sedang dengan nilai rata-rata 22,15. Ada Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Kedondong dengan nilai P value 0.000. Diharapkan ibu hamil dapat melakukan senam yoga prenatal sebagai pengobatan non farmakologis yang dapat mengurangi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan.
Hubungan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di Mts Negeri I Pesawaran Tiyas Amalia; Ani Kristianingsih; Inggit Primadevi; Rini Wahyuni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7285

Abstract

Berbagai masalah yang lazim terjadi pada masa remaja diantaranya Dismenorhea. Nyeri Haid (Dismenorhea) disebut juga kram menstruasi atau nyeri menstruasi. Menurut WHO (World Health Organization) Rata-rata insidensi terjadinya Nyeri Haid (Dismenorhea) pada wanita muda antara 16,8–81%. Di Indonesia prevalensi angka Nyeri Haid (Dismenorhea) sebesar 64,25%. Di MTS Negeri I Pesawaran diketahui pada tahun 2024 dikethaui 25% remaja yang mengeluh nyeri haid. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 85 ibu dengan sampel sebanyak 41 responden. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Analisi penelitian ini menggunakan uji Gamma. Perilaku konsumsi makanan cepat saji dengan kategori sering sebanyak 21 (51.2%), tingkat Stres ringan sebanyak 22 (53.7%), responden yang mengalami. Nyeri Haid (Dismenorhea) sebanyak 29 (70.7%). Hasil uji ststistic Nilai P Value 0,000 < nilai α (0,05) yang artinya ada Hubungan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran dengan hasil (P 0.000) namum tidak ada Hubungan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran (P 0.698). Diharapkan pada remaja untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji untuk menurunkan resiko kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea).
LAPORAN KELOMPOK PROGRAM MBKM MEMBANGUN DESA/KULIAH KERJA NYATA AKHLAKUL KARIMAH Rio Saputra; Incik Erick Fhatirisq; Amalia Siti Nurazizah; Endang Listiana; Siti Rohani; Rini Wahyuni; Linda Puspita; Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani; Rizki Yeni Wulandari; Desi Kumalasari; Alifiyanti Muharramah; Abdullah Abdullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41881

Abstract

Pekon Sukoharjo 3 Barat, hasil pemekaran dari Pekon Sukoharjo 3, resmi terbentuk pada tahun 2011 dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik dan pengelolaan pemerintahan di tingkat desa. Meskipun memiliki potensi sumber daya manusia dan alam yang baik, pekon ini menghadapi tantangan kesehatan, terutama tingginya angka hipertensi dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Program MBKM Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata (KKN) Akhlakul Karimah dilaksanakan untuk memberdayakan masyarakat melalui edukasi kesehatan, pemberdayaan pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. Kegiatan penyuluhan tentang hipertensi, pola makan sehat, dan pemanfaatan tanaman obat berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat, dengan 78 jiwa teridentifikasi menderita hipertensi. Pemberian makanan tambahan berupa puding ubi ungu menunjukkan penerimaan positif dari masyarakat, dengan 70% responden menyukainya. Kegiatan gotong royong bersih dusun juga meningkatkan kebersihan lingkungan dan rasa kebersamaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan pengetahuan, tantangan dalam penerapan pola makan sehat masih perlu diatasi. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pekon lain dalam mengimplementasikan program serupa dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa.
Perbandingan Aromaterapi Inhalasi Lemon dan Peppermint Terhadap Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester I di PMB Melinda Kabupaten Way Kanan Tahun 2024 Septiara Erfika Putri; Riona Sanjaya; Iis Tri Utami; Rini Wahyuni
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v1i4.881

Abstract

Nausea and vomiting during pregnancy, or morning sickness, are common conditions affecting approximately 70–80% of pregnant women, typically occurring between 5 and 12 weeks of gestation. Aromatherapy using lemon and peppermint essential oils is considered a complementary therapy for reducing these symptoms. In 2023, 76 cases (52.4%) of nausea and vomiting were recorded among first-trimester pregnant women at PMB Melinda. This study aimed to compare the effects of lemon and peppermint aromatherapy inhalation on nausea and vomiting in first-trimester pregnant women. Using a quantitative quasi-experimental design with a three-group pretest-posttest approach, the study involved 36 participants divided into three groups: 12 received lemon aromatherapy, 12 received peppermint aromatherapy, and 12 received vitamin B6 supplementation. Data were collected using the PUQI observation sheet and analyzed using univariate and bivariate methods with a paired sample t-test. The results showed that the mean nausea and vomiting score before lemon aromatherapy was 8.75, which decreased to 4.67 after the intervention. In the peppermint group, the mean score decreased from 8.08 to 3.83, while in the vitamin B6 group, it reduced from 8.75 to 6.42. Statistical analysis revealed that both lemon and peppermint aromatherapy significantly reduced nausea and vomiting (p = 0.000), while no significant difference was found between the two treatments (p = 0.756). The study concludes that both lemon and peppermint aromatherapy are effective non-pharmacological alternatives for managing nausea and vomiting during early pregnancy.  
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN DAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Juwita Desri Ayu; Desi Kumalasari; Rini Wahyuni; Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita; Siti Rohani; Alfidha Azzahraa; May Steffany
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13000

Abstract

Pengetahuan ibu hamil mengenai persiapan persalinan dan perawatan bayi baru lahir (BBL) merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kesiapan fisik dan psikologis ibu dalam menghadapi proses persalinan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko komplikasi, keterlambatan pengenalan tanda bahaya, serta kesalahan dalam merawat bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan dan perawatan BBL melalui pre-test dan post- test. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan uji pre–post edukasi. Sampel sebanyak 13 ibu hamil diperoleh menggunakan accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner berisi 10 item pertanyaan yang telah diuji kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Pada pre-test, sebagian besar responden berada pada kategori “baik”, namun masih terdapat kekurangan pada beberapa item pertanyaan. Pada post- test, seluruh responden mencapai skor maksimal (100%). Edukasi kesehatan terbukti meningkatkan engetahuan ibu hamil mengenai persiapan persalinan dan perawatan BBL. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi terstruktur dan penggunaan media visual untuk memperkuat pemahaman ibu hamil.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di Desa Klaten Rini Wahyuni; Siti Rohani; Elsy Juni Andri Kariny
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1276

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang umum terjadi pada masa kehamilan. Kehamilan Trimester III merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan perubahan peran menjadi orang tua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi, sebagian besar wanita hamil dalam keadaan cemas. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Desa Klaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan metode cross sectional . Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner , Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III berjumlah 31 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji chi square diketahui bahwa usia dengan nilai P Value 0,027, pendidikan dengan nilai P Value 0,038 dan dukungan Suami dengan nilai P Value 0,043. Jadi dapat disimpulkan bahwa usia, Pendidikan dan  dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Saran bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan frekuensi dan kualitas programnya seperti pembuatan Vidio dalam memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai kecemasan ibu hamil Trimester III dan dapat melibatkan kehadiran dan dukungan keluarga dalam semua hal dari kehamilan sampai proses persalinan untuk mengurangi tingkat kecemasan selama kehamilan.
Edukasi KB Implan untuk Meningkatan Pengetahuan dan Minat Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Sribhawono Melisa Rosiana Devi; Rini Wahyuni; Ani Kristianingsih; Maulia Isnaini; Wulan Dari; Eti Suliyanti; Ratna Hasiyati; Anjar Dewi Setianingsih; Eva Emilia; Meta Noviyana; Agustini Agustini; Santi Selvianasari; Nurhamidah Nurhamidah; Irma Puspitasari; Wenny Zuliasari; Nana Budiarti; Laila Sari; Indah Marliyani; Megawati Megawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24859

Abstract

ABSTRAK Rendahnya penggunaan KB implan masih menjadi permasalahan di pelayanan kesehatan primer, termasuk di Puskesmas Sribhawono. Keterbatasan pengetahuan, persepsi negatif, dan kekhawatiran terhadap efek samping menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya minat Wanita Usia Subur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan minat Wanita Usia Subur terhadap penggunaan KB implan melalui edukasi kesehatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Sribhawono dengan melibatkan 30 Wanita Usia Subur berusia 15 sampai 49 tahun yang belum menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Intervensi edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi, dengan nilai rata rata meningkat dari 57,83 menjadi 75,50 dan p value sebesar 0,000. Edukasi partisipatif dengan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif terhadap KB implan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Kata Kunci: KB Implan, Edukasi Kesehatan, Wanita Usia Subur, Pengabdian Masyarakat, Keluarga Berencana.  ABSTRACT Low utilization of implant contraception remains a challenge in primary health care services, including at Puskesmas Sribhawono. Limited knowledge, negative perceptions, and fear of side effects contribute to low acceptance among women of reproductive age. This community service activity aimed to increase knowledge and interest of women of reproductive age toward implant contraception through participatory health education. The activity was conducted at Puskesmas Sribhawono involving 30 women aged 15 to 49 years who were not using long term contraceptive methods. Educational interventions included lectures, discussions, question and answer sessions, and distribution of leaflets. Knowledge levels were measured using pretest and posttest questionnaires. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge scores after the educational intervention, with the mean score increasing from 57.83 to 75.50 and a p value of 0.000. These findings indicate that participatory education using leaflet media effectively improves knowledge and encourages positive attitudes toward implant contraception. This activity supports efforts to increase the acceptance of longterm contraceptive methods in the community. Keywords: Implant Contraception, Health Education, Women of Reproductive Age, Community Service, Family Planning.