Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Metode Eksperimen dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas V Di SDN Wolonbue Sisilia Susanti; Mariana Sada; Sitti Arafah Bahruddin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN Wolonbue pada materi Fotosintesis serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode eksperimen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang terlihat berdasarkan hasil pre test dan post tes, berturut-turut adalah 63,53 dan 77,06. Sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Faktor pendukung dan penghambat bagi guru dalam menerapkan metode eksperimen di SDN Wolonbue yaitu: sarana dan prasarana yang baik dan memadai serta sumber buku yang sesuai dengan materi, sedangkan faktor penghambat yaitu: Hal hal yang menjadikan penghambat terbesar proses pembelajaran yaitu kurangnya pemahaman siswa dan sempitnya waktu selama proses pembelajaran.
Study of Diversity of Natural Dyes Plants in Egon Village Waigete District, Sikka Regency Jovanti, Maria; Sada, Mariana; Moi, Maria Yasinta
Holistic Science Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Nasional Holistic Science
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar NOMOR AHU-0003295.AH.01.07 TAHUN 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/hs.v3i1.334

Abstract

This study aims to determine the types and organs of plants that are used as natural dyes for food, beverages, cosmetics and textiles used by the people of Egon Village, Waigete District, Sikka Regency. The method used is explorative method (roaming method). Determination of respondents using purposive and random methods. Determination of the types of natural coloring plants is done by describing the morphology of the plants, while their utilization is described based on the organ used. The results showed that the natural coloring plants found to be used in Egon Village consisted of 11 families of 13 plant species. The plant organs used are leaves (40%), fruit (20%), rhizomes 13%, roots, tubers, seeds each (7%), and stems 6%. The most dominant plant organ used is the leaf organ (40%)
Kelimpahan dan Keanekaragaman Kepiting Bakau (Scylla Spp): Kajian di Kawasan Hutan Mangrove Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng Pratiwi, Winda; Sada, Mariana; Ernaningsih, Dian
Bincang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 03 (2024): Bincang Sains dan Teknologi
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bst.v3i03.699

Abstract

Kampung Garam Kelurahan Kota Uneng memiliki kawasan Hutan Mangrove sekitar 22,60 Ha. Kepiting Bakau merupakan spesies kunci dalam ekosistem bakau dan keberadaannya dapat memberikan efek menguntungkan pada jenis biota perairan.. Terdapat 4 spesies kepiting bakau yang ditemukan di Indonesia yaitu Scylla serrata, Scylla olivacea, Scylla tranquebarica dan Scylla paramamosain..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan keanekaragaman kepiting bakau (Scylla spp) apa saja yang ada di Kawasan Hutan Mangrove, Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survey. Penentuan lokasi dan stasiun pengambilan data dilakukan dengan metode   purposive sampling dengan pembuatan transek. Lokasi sampling dibagi atas 2 stasiun dengan jarak 150 m2, masing-masing stasiun dibuat 3 transek ukuran 10x10 m dengan jarak 25 m masing-masing transek, setiap transek terdiri dari 4 plot dan masing-masing plot berukuran 5x5 m. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat tangka bubu, untuk pemasangan (setting) bubu dilakukan pada sore hari pukul 14:00 WIB dan pengangkatan (hauling) bubu dilakukan pada pukul 17:00 WIB. Data yang dihasilkan dihitung menggunakan rumus Shannon winner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman (H) dengan nilai 1,16 , dan dominasi (C) tertinggi dengan nilai 0,37 berada pada stasiun 1, berbeda halnya dengan tingkat kemerataan (E) tertinggi dengan nilai 0,04 berada pada stasiun 2 sedangkan tingkat keanekaragaman (H) dengan nilai 1,11 ,dan dominasi (C) terendah dengan nilai 0,09. Parameter lingkungan pH, Suhu dan Salinitas pada kedua stasiun  memiliki kadar baik dengan kisaran kisaran pH 7,3 – 7,7 , Suhu 30 – 32 °C  dan Salinitas 14 – 20 ppt.
Problematika Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Waigete Fransiska Fintelsia Dua Wuli; Dian Ernaningsih; Mariana Sada
Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi Vol. 1 No. 4 (2025): Juli: Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkifb.v1i4.426

Abstract

This study aims to examine the implementation of the independent learning curriculum in biology at SMA Negeri 1 Waigete. The objectives are: (1) to describe how the independent learning curriculum is applied in biology classes; (2) to identify the challenges teachers face during its implementation; and (3) to explore the strategies employed by teachers to overcome those challenges. Using a descriptive-qualitative approach, the research collects data through interviews, observations, and documentation. Interviews were conducted with the principal, vice principal of curriculum, and biology teachers. Observations were made during the learning process in the classroom, while documentation included teaching modules and supporting articles. Data analysis was carried out in three stages: data coding, presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that the independent learning curriculum in biology for Class X (Phase E) was implemented effectively, with teachers preparing KOSP, learning tools, and providing materials such as readings and videos. Teaching also considered local potential and involved both formative and summative assessments. However, several problems were identified, including limited facilities and infrastructure, lack of internet access, insufficient training, and some students lacking personal devices. Moreover, teachers experienced difficulty in selecting appropriate learning strategies to engage students effectively. To address these issues, teachers have participated in curriculum-related training and prepared printed materials and pre-downloaded videos for students without digital access. These efforts show a proactive approach to ensuring all students can benefit from the independent learning curriculum despite existing limitations.
Pengembangan Video Pembelajaran Materi Sistem Imun untuk Siswa Kelas XI SMA Lewar, Agustina Kiden; Sada, Mariana; Bulan, Sri
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jipb.v6n1.p42-52

Abstract

Penggunaan media pembelajaran menjadi salah satu faktor penting untuk membantu siswa memahami konsep pada materi pembelajaran. Berdasarkan hasil pra penelitian materi sistem imun termasuk salah satu materi biologi yang bersifat abstrak dan sulit dipahami sehingga membutuhkan media penunjang. Video pembelajaran merupakan salah satu media yang dapat membantu siswa memahami materi sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran interaktif pada meteri sistem imun. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, dengan tahapan yang digunakan meliputi Analyze, Design, dan Development. Uji keterbacaan video dilakukan oleh 15 siswa dan memperoleh nilai rata-rata 4.3 dengan kategori sangat baik, uji kepraktisan dilakukan oleh 2 guru biologi dan memperoleh nilai rata-rata 4.45 dengan kategori sangat baik tetapi harus dilakukan revisi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran layak untuk diimplementasikan.
Eksplorasi dan Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Tradisional Berbasis Pengetahuan Lokal di Desa Pruda Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka Mitak, Marsalina; Sada, Mariana; Fitriah, Fitriah
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan tradisional, dan proses pengolahan tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan  Februari – Maret 2023 di desa Pruda Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian sains dengan metode survei eksplorasi. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: alat tulis, buku lapangan, kamera, perekam suara, angket dan tanaman obat. Objek dalam penelitian ini adalah semua spesimen tumbuhan obat dan responden yang terdiri dari tokoh adat, battra/pembuat obat, pasien dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 22 jenis tumbuhan obat yang digunkaan di desa Pruda yaitu Tinospora crispa, Elephantopus scaber, Euphorbia hirta, Azadirachta indica, Alstonia scholaris, Chromolaena odorata, Orthosiphon stamineus, Morinda citrifolia, Paederia foetida, Pluchea indica, Morus alba, Physalis angulata, Anomianthus dulcis, Gnetum gnemon , Centella asiatica, Phyllanthus niruri, Thymus vulgaris, Sonchus arvensis, Melastoma malabathricum, Erythrina lithosperma, Gynura procumbens, yang terdiri dari 15 famili. Spesies tumbuhan obat yang paling banyak digunakan di desa Pruda berasal dari Famili Asteraceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun. Proses pengolahan yang dilakukan masyarakat desa Pruda dengan cara yang sangat  tradisional tanpa menggunakan alat modern apapun yaitu dengan cara direbus, ditumbuk , diremas, dicelup, diperas, dikunyah, direndam, dipanaskan, dan digerus. Penggunaan ramuan oleh masyarakat desa Pruda dengan cara diminum, dioles, ditetes, dimakan dan ditempel.Kata kunci: Eksplorasi, Identifikasi,Tumbuhan Obat, Pengetahuan Lokal, Desa Pruda
Ethnobotanical study of local food plants used by the Sikka People in Flores, East Nusa Tenggara Province Sada, Mariana; Ndori, Vinsensius H; Moa, Andreas Afriyanto
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 27, No 1, Tahun 2025: Volume 27 Issue 1 Year 2025
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2025.67131

Abstract

The Krowe and Tana Ai ethnic groups are indigenous communities residing in the Sikka Regency of East Nusa Tenggara. Their lifestyles continue to uphold cultural traditions passed down through generations, one of which includes the use of plants for food in daily life. Documentation of food plant usage by the Sikka people, particularly these two ethnic groups, has never been conducted. This prompted researchers to preserve local knowledge and biodiversity, which are increasingly being eroded by modern developments. This study was conducted in Hewokloang Village, representing the Krowe ethnic group, and Pruda Village, representing the Tana Ai ethnic group. Both qualitative and quantitative methods were employed using an ethnobotanical approach. Respondents included 110 people, comprising general respondents and key informants (traditional and community leaders). The study identified 23 species of local plants used for food, classified into four categories: tubers, cereals, legumes, and fruits/flowers/stems. The highest Use Value (UV) of 0.027 was recorded for red rice, black rice, rice, taro, cassava, and yam. Meanwhile, the highest Relative Frequency of Citation (RFC) value of 1.00 (100% recognition) was found for taro, cassava, red rice, rice, and kepok banana. The tuber group had the highest Informant Consensus Factor (ICF) value at 0.9895.
Inventarisasi Tumbuhan yang Digunakan dalam Upacara Adat Pernikahan Etnis Krowe Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka Deru, Oktovianti; Sada, Mariana; Solo, Yuliana Dua
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 1 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i1.277

Abstract

Indonesia merupakan negara megabiodiversity karena kekayaan sumber daya hayati. Indonesia juga memiliki kurang lebih 300 kelompok etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang memiliki kehidupan sosial dan budaya masing-masing. Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat pernikahan etnis Krowe. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 17 Oktober – 17 November 2022 di Desa Kajowair, menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari Ketua adat 1 orang, tokoh adat 4 orang dan masyarakat 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 20 jenis yang dikelompokkan dalam 12 famili yaitu Zingiberaceae, Poaceae, Piperaceae, Musaceae, Arecacea, Moraceaea, Myrtaceae, Bromeliaceae, Amaryllidaeceae, Solanaceae, Musaceae dan Rutacaea. Bagian tubuh tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat pernikahan adalah batang, daun, bunga, buah dan biji. Bagian tubuh tumbuhan digunakan sebagai media, makanan, dan minuman dalam upacara adat.
Optimization of Coconut and Empowerment of Suka Maju Women Farmers Group in Namangkewa Village Nasa, Rikardus; Sada, Mariana; Chotimah, Nur
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v6i1.1377

Abstract

The utilization of coconut in Namangkewa Village was previously limited to personal consumption, despite the fact that the village possessed significant potential that had not yet been optimized to enhance its economic value. The objective of this community service initiative was to empower KWT Suka Maju through comprehensive training in coconut fruit processing. The training approach encompassed socialization, practical training, implementation, and subsequent evaluation. Results from this initiative revealed a marked improvement in participants' skills in transforming coconuts into high-value products. Processed products such as Virgin Coconut Oil demonstrated strong potential to substantially boost the household income of KWT members. The program also fostered greater awareness among participants regarding the importance of leveraging local resources to strengthen the village's economic stability. Despite challenges related to access to production equipment and marketing, continuous guidance was considered crucial to ensure the sustainability of integrated coconut processing ventures. This program proved that skill development in coconut processing could be a viable strategy for the economic upliftment of rural communities.
Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Di Sekolah Dasar Inpres Habi Maumere Tukan, Ludvina Jina Palma; Sanyati, Ine; Sada, Mariana
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol3.Iss1.864

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi program gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca peserta didik di SDI Habi Maumere. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru-guru pada sekolah tersebut masih pasif dalam melaksanakan literasi membaca. Guru–guru di SDI Habi belum secara aktif memberi perhatian pada upaya peningkatan literasi membaca para siswa. Melalui kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 4 (KM 4) yang diselengarakan oleh Pemkemendikbud peneliti berusaha untuk menumbuhkan kecintaan membaca siswa melalui penerapan gerakan literasi membaca Kegiatan dilaksanakan 15 menit sebelum pembelajara, peneliti juga membuat mading, dan membuat pojok baca di dalam kelas dan di perpustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan program gerakan literasi sekolah di SDI Habi masi pada tahap pembiasaan. Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam meningkatkan minta baca siswa yaitu, dengan kegiatan membaca 15 menit baik membaca dalam hati atau membaca nyaring sebelum memulai pembelajaran, menambah buku pengayaan, mendekatkan buku kepeserta didik dengan cara membuat area baca dan lingkungan yang kaya akan teks di dalam kelas dan di perpustakaan. Adapun kendala yang dihadapi pihak sekolah dalam pelaksanaan program gerakan literasi sekolah adalah koleksi buku bacaan sekolah yang masi kurang, kedisiplinan siswa masih rendah dimana siswa sering mencoret atau merobek kertas tulisan yang dipajang, kurangnya minat siswa dalam membaca, kurangnya dukungan yang diberikan orang tua siswa dengan demikian implementasi program gerakan literasi sekolah di SDN Habi perlu ditingkatkan ketahap pengembangan dengan melibatkan berbagai pihak.