Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH DEMOGRAFI DAN SOSIOEKONOMI PADA KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK IBU HAMIL DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG Anggraini, Yetti
Jurnal Kesehatan Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.606 KB) | DOI: 10.26630/jk.v4i2.84

Abstract

Yetti Anggraini1)1)Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang ABSTRACT: Demographic andSocioeconomicinfluenceon theincidence ofChronic EnergyDeficiencyPregnant MotherInMetroCityLampung Province.This study aimed to analyze the influence of demographic and socioeconomic factors on the incidence of KEK. Subjects in this study were all pregnant women who visited the primary health clinics (puskesmas). The samples in this study were divided into two groups: the case group and the control group. The sample consisted of 90 respondents for the case, and double the 90 respondents for the control group, giving totally as many as 270 respondents. Inclusion criteria for the cases were pregnant women trimester I experienced KEK with a BMI less than 18.5 kg/m2. Literate and resided in the city of Metro. Exclusion criteria were which in trimester I pregnant women with disabilities and mental illness, and pregnant women with infectious diseases. As for the control group inclusion criteria  trimester I pregnant women who did not experience KEK, BMI greater than or equal to 18.5 kg/m2, literate were and resided in the city of Metro. The exclusion criteria were pregnant women who experienced pain and stress, women who were not able to provide the information needed, and unwanted pregnancies. The research method used was a case control design (case control study). The results showed that age was not a significant influence on the incidence of KEK and KEK, with a p value of 0.170. There was no significant effect of parity on the incidence between KEK and KEK in pregnant women with a p value of 0.071, and gestational age did not have a significant effect on the incidence of KEK and KEK, with a p value of 0.429. There was a significant effect of education and occupation on the incidence of KEK and KEK in pregnant women with a p value of 0.001, and there was a significant effect between family size and income on the incidence of KEK and KEK in pregnant women with a p-value of 0.000. Multivariable analysis of the final model, parity has an influence on the incidence of  KEK with p=0.003, OR=3.44 (CI: 1.54–7.70), there was the influence of the number of family memberson the incidence of KEK with p=0.001, OR=10.21 (CI: 2.97–35.12), and incomes howed the strongest effect with a value of p=0.001, OR=38.29 (CI: 14.15–103.61). There is no influence of demographic factors on the incidence of chronic energy deficiency in pregnant women, and there is influence of socioeconomic factors on the incidence of chronic energy deficiency in pregnant women. Keywords: chronic energy deficiency, demographic and socioeconomic factors Abstrak : Pengaruh Demografi dan Sosioekonomi pada Kejadian Kekurangan Energi Kronik IbuHamil Di Kota Metro Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor demografi dan sosioekonomi  pada kejadian KEK ibu hamil.  Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan rancangan kasus kontrol (case control study). Subjek pada penelitian ini seluruh ibu hamil yang berkunjung ke puskesmas yang ada di wilayah Kota Metro. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kasus sebanyak 90 responden dan kelompok kontrol yaitu 180 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia tidak berpengaruh signifikan dengan pada KEK ibu hamil, (p=0,170). Paritas tidak berpengaruh signifikan  pada kejadian KEK ibu hamil, (p=0,071), dan usia kehamilan juga tidak berpengaruh signifikan pada kejadian KEK ibu hamil, (p=0,429). Terdapat pengaruh  signifikan pendidikan dan pekerjaan pada kejadian KEK ibu hamil, (p=0,001). Terdapat pengaruh signifikan jumlah anggota keluarga dan pendapatan pada kejadian KEK ibu hamil, (p=0,001). Berdasarkan analisis multivariabel pada model akhir, paritas mempunyai pengaruh pada kejadian KEK ibu hamil (OR=3,44; IK: 1,54–7,70,  p= 0,003). Terdapat pengaruh jumlah anggota keluarga pada kejadian KEK ibu hamil (OR= 10,21; IK: 2,97–35,12, p=0,001), dan pendapatan menunjukkan pengaruh yang paling kuat pada kejadian KEK ibu hamil (OR=38,29; IK:14,15–103,61, p=0,001).  Tidak ada pengaruh faktor demografi pada kejadian KEK ibu hamil. Faktor sosioekonomi berpengaruh pada kejadian KEK ibu hamil. Kata kunci: Faktordemografidansosioekonomi, kekuranganenergikroon
HUBUNGAN RIWAYAT PRE EKLAMSIA, RETENSIO PLASENTA, ATONIA UTERI DAN LASERASI JALAN LAHIR DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PADA IBU NIFAS Yuliawati, Yuliawati; Anggraini, Yetti
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.663 KB) | DOI: 10.26630/jk.v6i1.29

Abstract

Yuliawati1,Yetti Anggraini21,2 Dosen Prodi Kebidanan Metro Poltekkes TanjungkarangEmail: bu_yully@yahoo.com Abstrak: Hubungan Riwayat Pre Eklamsia, Retensio Plasenta, Atonia Uteri, Laserasi Jalan Lahir Dengan Perdarahan Post Partum Pada Ibu Nifas. Perdarahan postpartum menyebabkan terjadinya anemia, menurunkan daya tahan tubuh dan menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi nifas. Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2012 di Indonesia sebesar 359/100.000 kelahiran hidup dengan penyebab karena perdarahan sebesar 40-60%, dan disebabkan oleh retensio plasenta berkisar 16-17%, preeklamsi 12%, infeksi jalan lahir 20-30%, sisa plasenta 10%, laserasi jalan lahir 4-5%. Hal ini juga selaras dengan hasil pra survei terdapat 9,46% kejadian perdarahan post partum di RSU Muhamadiyah Metro tahun 2013.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara riwayat pre eklampsia, retensio plasenta, atonia uteri dan laserasi jalan lahir dengan kejadian perdarahan post partum pada ibu nifas di RSU Muhammadiyah Kota Metro tahun 2013. Desain penelitian ini adalah  case control, dengan jumlah populasi 92 responden dan populasi kontrol 880 responden, dengan teknik sistymatic random sampling yang analisis dengan chi- square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pre eklamsia dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan  p-value 0,019 dan OR=6,417, ada hubungan antara retensio plasenta dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan p-value 0,033, dan OR=8,982,  ada hubungan antara antara atonia uteri dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan p-value 0,033 dan OR=8,982, serta ada hubungan antara antara laserasi jalan lahir dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan p-value 0,000, dan OR=29,807. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pre eklamsia, retensio plasenta, atonia uteri dan laserasi jalan lahir dengan perdarahan post partum pada ibu nifas di RSU Muhammadiyah Kota Metro tahun 2013. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan post partum pada ibu nifas adalah menjaring ibu hamil agar tetap melakukan ANC secara teratur serta melakukan pemantauan persalinan menggunakan partograf. Kata Kunci:  Perdarahan post partum, riwayat pre eklamsia, retensio plasenta, atonia uteri, laserasi jalan lahir.
PENGARUH SITZ BATH AIR HANGAT TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PMB PONIRAH KOTA METRO Martini; Anggraini, Yetti
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.128 KB) | DOI: 10.30989/mik.v8i1.253

Abstract

Background: Tearing a perineal wound during labor usually occurs so that the baby's head can be born quickly. Perineal wounds can be due to spontaneous tears or because of an episiotomy. The incidence of perineal rupturein PMB Ponirah as much as 69% 65% of mothers trip advisor perineal wounds. The impact of perineal rupture can cause pain. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of warm baths on the wounds experienced by postpartum mothers in PMB Ponirah Metro City District. Methods: This study is a pre-experimental quantitative study with the Static Group Comparison design. The large sample consisted of 30 people, consisting of 15 people as sizt bath and 15 people as not sizt bath. In this study used the Mann Whitney test. Results: The results of the study showed the average reserve of bath sitz on day 5 and there was no reserve for bathing sitz on the 7th day. The result of the effect is the effect of warm baths on the duration of perineal wound healing in postpartum mothers. Conclusion: Sitz bath can accelerate wound healing and help with perineal pain. Keywords: Perineal pain, Perineal wound healing,Sitz bath
Risk Factors of Stunting in Children Aged 6-59 Months: A Case-Control Study in Horticulture Area Prayudhy Yushananta; Mei Ahyanti; Yetti Anggraini
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 4 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i4.17028

Abstract

Background. Stunting is a critical public health problem in Indonesia because it affects cognitive andphysical development and contributes to child mortality. This study aims to identify risk factors for stuntingin children aged 6-59 in the horticultural area. Methods. A case-control study was conducted to compareprevious exposure between stunted children and non-stunted children. Measurements and interviews wereconducted with 160 participants (120 controls and 40 cases), including mothers or caregivers. SPSS wasused for X2 statistical analysis, multiple logistic regression, and odds ratios. Results. The study identifiedfour risk factors for stunting: children who were born short (AOR = 17.57; 95% CI: 5.02-61.51), LBW(AOR = 4.35; 95% CI: 1.38-13, 78), and got a low protein intake (AOR = 4.96; 95% CI: 1.22-20.26).Significantly, a relationship between stunting and access to sanitation was also found (AOR = 6.06; 95%CI: 1.25-29.35). Conclusion. The risk factors for stunting in children aged 6-59 are related to nutritionduring pregnancy and the child’s quality of food. Nutrition interventions should emphasize improving thenutritional status of pregnant women and children and women empowering to affect access to resources andallocations for children’s nutrition.
Pencegahan Keracunan Pestisida pada Ibu Hamil Di Daerah Pertanian Hortikultura Yushananta, Prayudhy; Sariyanto, Iwan; Anggraini, Yetti; Ahyanti, Mei; Sujito, Enro; Murwanto, Bambang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 2 No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 02 Nomer 01 Tahun 2021
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.952 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v2i01.1003

Abstract

Keracunan menjadi risiko kesehatan pada petani hortikultura yang menggunakan pestisida secara terus-menerus selama musim tanam. Salah satu dampak kronis keracunan pestisida adalah anemia. Pada kehamilan, anemia akan mempengaruhi perkembangan janin, sehingga lahir BBLR dan pendek (stunting). Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang risiko paparan pestisida, serta penanganan pestisida yang aman. Sasaran pengabdian adalah ibu hamil yang bekerja pada pertanian hortikultura di wilayah kerja Puskesmas Liwa. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam empat tahap, yaitu persiapan, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, dan evaluasi. Hasil pemeriksaan kesehatan mendapatkan 30% peserta mengalami keracunan pestisida, dan 16% anemia. Peningkatan pengetahuan ditunjukkan oleh mayoritas peserta, ditandai dari hasil evaluasi pembelajaran. Dilakukan pembagian buku saku tentang penangan dan risiko pestisida untuk menjamin keberlanjutan pembelajaran. Perlu keberlanjutan kegiatan pengabdian dengan melibatkan pengabdi dan mitra yang lebih luas, terutama di luar bidang kesehatan.
Penyuluhan Risiko Keracunan Pestisida dan Pemeriksaan Kesehatan pada Ibu Hamil Prayudhy Yushananta; Iwan Sariyanto; Yetti Anggraini; Mei Ahyanti; Enro Sujito; Bambang Murwanto
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.177

Abstract

Abstrak: Keracunan pestisida merupakan masalah kesehatan yang kritis pada pertanian hortikultura, akibat dari penggunaan dosis berlebihan, cara penanganan yang salah, dan tidak menggunakan APD secara lengkap. Salah satu efek kronis keracunan pestisida adalah anemia. Pada kehamilan, anemia menyebabkan gangguan pertumbuhan intrauterin sehingga bayi lahir BBLR dan pendek (stunted). Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang risiko paparan pestisida, serta memeriksa kadar kolinesterase dan Hb. Penyuluhan dengan penilaian diberikan kepada 50 orang ibu hamil, dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikans pada sebagian besar peserta (p-value kurang dari 0,01). Pada pemeriksaan kesehatan, didapatkan sebanyak 30% ibu hamil mengalami keracunan pestisida dan 16% anemia, menunjukkan paparan pestisida yang tinggi dan perlindungan diri yang rendah. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta diberikan buku saku tentang pengelolaan pestisida yang aman, sebagai media pembelajaran dan perluasan informasi. Sebanyak 500 eksemplar juga diserahkan kepada Dinas Kesehatan Lampung Barat, untuk dibagikan kepada ibu hamil di kecamatan lainnya. Penyuluhan yang disertai dengan penyampaian bukti gangguan kesehatan telah mampu memicu perubahan perilaku sasaran, terlihat dari peningkatan penggunaan APD selama bekerja, dan pemeriksaan kehamilan. Pengabdian diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak mitra.Abstract: Pesticide poisoning is a critical health problem in horticultural agriculture due to excessive doses, wrong handling methods, and incompletely using PPE. One of the chronic effects of pesticide poisoning is anemia. In pregnancy, anemia causes intrauterine growth disorders, so that the baby is born LBW dan stunted. This community service aims to increase pregnant women's knowledge about pesticides' risks and check cholinesterase dan Hb levels. Counseling with assessments was given to 50 pregnant women, followed by taking blood samples for health checks. The services results showed a significant increase in knowledge in most participants (p-value less than 0.01). On the medical check, it was found that 30% of pregnant women experienced pesticide poisoning dan 16% anemia, indicating high pesticide exposure dan low self-protection. At the end of the activity, all participants were given pocketbooks on safe pesticide management as a medium for learning and expanding information. A total of 500 copies were also handed over to the West Lampung Health Office to be distributed to pregnant women in other districts. Counseling accompanied by the delivery of evidence of health problems has triggered changes in the target behavior, as seen in the increased use of PPE during work dan antenatal care. The service is expected to be carried out sustainably and involves many partners.
PENGARUH SITZ BATH AIR HANGAT TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PMB PONIRAH KOTA METRO Martini; Yetti Anggraini
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v8i1.253

Abstract

Background: Tearing a perineal wound during labor usually occurs so that the baby's head can be born quickly. Perineal wounds can be due to spontaneous tears or because of an episiotomy. The incidence of perineal rupturein PMB Ponirah as much as 69% 65% of mothers trip advisor perineal wounds. The impact of perineal rupture can cause pain. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of warm baths on the wounds experienced by postpartum mothers in PMB Ponirah Metro City District. Methods: This study is a pre-experimental quantitative study with the Static Group Comparison design. The large sample consisted of 30 people, consisting of 15 people as sizt bath and 15 people as not sizt bath. In this study used the Mann Whitney test. Results: The results of the study showed the average reserve of bath sitz on day 5 and there was no reserve for bathing sitz on the 7th day. The result of the effect is the effect of warm baths on the duration of perineal wound healing in postpartum mothers. Conclusion: Sitz bath can accelerate wound healing and help with perineal pain. Keywords: Perineal pain, Perineal wound healing,Sitz bath
Hubungan Pijat Perineum dengan Robekan Jalan Lahir pada Ibu Bersalin Primipara di BPM Kecamatan Metro Selatan Kota Metro Yetti Anggraini; Martini Martini
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.851 KB) | DOI: 10.26630/jk.v6i2.99

Abstract

Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu adalah infeksi pada masa nifas dimana infeksi tersebut berawal dari ruptur perineum atau robekan jalan lahir. Diperkirakan 85% ibu bersalin mengalami robekan jalan lahir, dan insiden 70% wanita melahirkan per vagina sedikit banyak mengalami trauma perineal. Dampak dari terjadinya ruptur perineum atau robekan jalan lahir adalah terjadinya infeksi. Berdasarkan hasil data pra-survey, angka kejadian ruptur perineum spontan yang dialami ibu primigravida di BPM wilayah Kecamatan Metro Selatan Kota Metro bulan Januari-Februari tahun 2015 masih sangat tinggi yaitu sebanyak 83 orang (61,5%) dari 135 persalinan normal, sedangkan yang tidak mengalami ruptur perineum berjumlah 52 orang (38,5%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pijat perineum dengan robekan jalan lahir pada ibu bersalin primipara di BPM Kecamatan Metro Selatan Kota Metro tahun 2015. Hasil penelitian diperoleh dari 140 responden, ibu yang tidak mengikuti kelas ibu sebesar 39,3% tidak pijat perineum sebesar 40,7%, dipijat ≤6 minggu sebesar 15,7%. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara pijat perineum dengan robekan jalan lahir pada ibu bersalin dengan p-value 0,000 dan OR=10,280. Kesimpulan penelitian menunjukkan ada hubungan antara pijat perineum dengan robekan jalan lahir pada ibu bersalin primipara di BPM Kecamatan Metro Selatan Kota Metro Tahun 2015. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya robekan jalan lahir pada ibu bersalin terutama pada primipara adalah dengan menggalakkan kelas ibu serta menjaring ibu hamil agar tetap melakukan ANC secara teratur. Kata kunci:  Robekan Jalan Lahir, Pijat Perineum.
HUBUNGAN ANTARA PERSALINAN PREMATUR DENGAN HIPERBILIRUBIN PADA NEONATUS Yetti Anggraini
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.143 KB) | DOI: 10.26630/jk.v5i2.40

Abstract

Yetti Anggraini1)1)Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Abstract:Relation Between The Labor Premature Hiperbilirubin Neonates. Hiperbilirubin is one of the causes of infant mortality . The infant mortality rate in Indonesia is 32 per 1,000 live births , while in Lampung 30 per 1,000 live births. The incidence hiperbilirubin in Mangunkusumo Hospital is 42,95%, 15.38% in Lampung province , and in hospitals Ahmad Yani Metro 29.4 %. This study aims to determine the relation between preterm birth in neonates in hospitals Hiperbilirubin Ahmad Yani Metro City in 2013.The research is a quantitative analytical method using a case-control study. The study population was 289 neonates in the neonatal Ahmad Yani General Hospital in 2013, with a sampling error rate of 5% using the formula solvin thus obtained sample was taken with the 104 neonates sistymatic random sampling technique using a lottery technique . The research instrument used was a check list through the study of hospital medical record documentation on Ahmad Yani in 2013. Data were analyzed with univariate and bivariate analysis with the chi -square test .Results showed the proportion of neonates with hiperbilirubin by 50%, the proportion of 51.9% of preterm labor. The results of statistical tests the relationship between preterm birth with neonatal Hiperbilirubin, p - value 0.000, and OR = 6.107. Conclusion the study showed that there is a relation between preterm labor with hiperbilirubin in neonates in hospitals Ahmad Yani Metro City in 2013. Attempts to do to prevent hiperbilirubin can be prevented by giving pregnant women so that IEC can check ups on a regular basis, so that health workers can immediately detect early if there are abnormalities in pregnancy . Keywords : Hiperbilirubin, preterm labor Abstrak: Hubungan Antara Persalinan Prematur Dengan Hiperbilirubin Pada Neonatus.Hiperbilirubin merupakan salah satu penyebab kematian bayi. Angka kematian bayi di Indonesia 32 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan di Lampung 30 per 1000 kelahiran hidup. Angka kejadian hiperbilirubin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo 42,95%, di Propinsi Lampung 15,38%, dan di RSUD Ahmad Yani Metro 29,4%. Tujuan penelitian, untuk mengetahui hubungan antara persalinan prematur dengan hiperbilirubin pada neonatus di RSUD Ahmad Yani Kota Metro tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik menggunakan pendekatan kasus kontrol. Populasi penelitian adalah 289 neonatus di ruang neonatus RSUD  Ahmad Yani pada tahun 2013, pengambilan sampel dengan tingkat kesalahan 5% menggunakan rumus solvin sehingga diperoleh sampel berjumlah 104 neonatus yang diambil dengan teknik sistymaticrandom sampling menggunakan teknik undian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah check list melalui studi dokumentasi pada rekam medik RSUD  Ahmad Yani tahun 2013. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square.Hasil penelitian diperoleh proporsi neonatus dengan hiperbilirubin sebesar 50%, proporsi persalinan prematur sebesar 51,9%. Hasil uji statistik hubungan antara persalinan prematur dengan hiperbilirubin padaneonatus yaitu p-value 0,000,dan OR= 6,107.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persalinan prematur dengan hiperbilirubin pada neonatus di RSUD Ahmad Yani Kota Metro tahun 2013. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hiperbilirubin dapat dicegah dengan memberikan KIE pada ibu hamil agar dapat memeriksakan kehamilannya secara teratur, sehingga petugas kesehatan dapat segera mendeteksi dini jika terdapat kelainan dalam kehamilan. Kata kunci: Hiperbilirubin, persalinan prematur
PENYULUHAN GIZI DAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT Prayudhy Yushananta; Yetti Anggraini; Mei Ahyanti; Iwan Sariyanto
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i2.1649

Abstract

ABSTRAK  Anemia selama kehamilan dapat menyebabkan pendaharahan pada persalinan, prematur, stillbirth, BBLR dan stunted, kematian perinatal, dan penyebab*kematian ibu tidak langsung. Selain disebabkan oleh malnutrisi, anemia juga berkaitan dengan paparan pestisida. Pengabdian bertujuan memberikan penyuluhan gizi dan pemeriksaan Hb pada ibu hamil yang bekerja pada pertanian hortikultura. Penyuluhan interaktif dilakukan secara berkelompok dan perorangan, mengikuti protokol kesehatan. Sebanyak 50 orang ibu hamil telah disuluh, bersama petugas kesehatan. Hasil penilaian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p-value<0,01). Pengukuran kadar Hb dalam darah mendapatkan 22,58% ibu hamil menderita anemia, mengindikasikan malnutrisi selama masa kehamilan. Perlu kerja sama semua pihak dalam penanggulangan gizi masyarakat, selain peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya program gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan promosi kesehatan. Kata kunci: anemia, gizi, Hb, hortikultura, kehamilan ABSTRACT Anemia during pregnancy can cause bleeding in labor, preterm, stillbirth, LBW and stunted, perinatal mortality, and indirect causes of maternal death. Apart from being caused by malnutrition, anemia is also related to exposure to pesticides. This service aims to provide nutrition education and Hb examination to pregnant women who work in horticultural agriculture. Interactive outreach is conducted in groups and individually, following health protocols. A total of 50 pregnant women have been educated, along with health workers. The results of the assessment showed a significant increase in knowledge (p-value <0.01). Measurement of Hb levels in the blood found that 22.58% of pregnant women suffered from anemia, indicating malnutrition during pregnancy. Cooperation of all parties in overcoming community nutrition is needed and improving health services, particularly nutrition programs, Maternal and Child Health (KIA), and health promotion. Keywords: anemia, nutrition, Hb, horticulture, pregnancy