Alvin J. Tinangon
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

RUMAH SAKIT ORTOPEDI DAN TRAUMATOLOGI DI MINAHASA UTARA. Arsitektur Dekonstruksi Pratasik, Romario P. R. J.; Sangkertadi, .; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerancangan Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi di Minahasa Utara pada dasarnya merupakan suatu bentuk dari proses pemecahan masalah, yaitu sebagai respon terhadap tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang merupakan dampak dari pengaruh perkembangan dan pembangunan yang sedang berlangsung serta terintegrasi dengan prediksi pertumbuhan penduduk kedepan yang akan terus meningkat. Secara geografis, letak Kabupaten Minahasa Utara cukup strategis untuk menjadi pusat rujukan yang baru khusus penanganan dalam bidang ortopedi dan traumatologi sebagai upaya mengurangi banyaknya rujukan ke Rumah Sakit Pusat sehingga dapat memberikan citra yang baik kepada masyarakat terhadap mutu dan kualitas pelayanan kesehatan pada dareah setempat. Dekonstruksi sebagai tema perancangan, mencoba mempelajari lebih dalam standar dan aturan bangunan kesehatan di Indonesia untuk melihat adanya peluang yang dapat didekonstruksikan kembali sehingga menghadirkan ekspresi dari sudut pandang yang berbeda dalam konteks arsitektur terhadap konstruksi bangunan kesehatan di Indonesia.Kata Kunci : Arsitektur, Dekonstruksi, Minahasa Utara, Ortopedi dan Traumatologi, Rumah Sakit
GALERI SENI PATUNG DI MANADO. Arsitektur Kontemporer Luring, Gabriela; Tinangon, Alvin J.; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan seni yang pesat pada masa kini memberikan dampak pada bidang seni, dimana pelaku dan peminat seni semakin banyak bermunculan. Seni patung yang berwujud tiga dimensi menjadi salah satu seni yang banyak dinikmati. Di Indonesia sendiri khususnya kota Manado memiliki banyak sekali penikmat seni patung namun belum adanya wadah untuk menyelenggarakan kegiatan seni tersebut. Galeri Seni Patung di Manado hadir sebagai wadah untuk dapat mengembangkan seni, mengenal seni, serta melestarikan seni khususnya bagi para penikmat seni patung. Selain itu Galeri Seni Patung di Manado ini menunjang para seniman patung untuk lebih aktif dalam melakukan karya seni yang lebih tereskpos. Galeri ini dirancang mencakup fasilitas pembelajaran, eksibisi, rekreasi, dan juga penawaran produk hasil karya seni patung. Tema perancangan yang digunakan untuk Galeri Seni Patung yaitu Arsitektur Kontemporer. Konsep yang diterapkan adalah bentuk yang bebas, variatif serta up to date yang mana mengikuti perkembangan zaman.Kata Kunci: Galeri Seni, Patung, Kota Manado, Arsitektur Kontemporer
PASAR 45 SQUARE DI MANADO (OPTIMALISASI KONSEP PLACE DALAM ARSITEKTUR) Lintang, Ridho A.; Tinangon, Alvin J.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pusat Kota Manado lebih khusus kawasan Kota Lama merupakan kawasan bersejarah dan cagar budaya yang berada di kawasan Pelabuhan Manado dan sekitarnya, Kawasan Kota Lama atau Kota Tua Manado yang kita kenal sekarang ini sebagai Pusat Kota atau kompleks Pasar 45. Areal Pasar 45 tersohor sejak tahun 1950-an, Areal Pasar 45 yang dulu menjadi pusat keramaian kota Manado, di tengahnya terdapat taman terbuka yang dikenal dengan sebutan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) sebagai lokasi pementasan seni budaya. Sektor formal berupa jasa dan perdagangan yang begitu eksis kini trennya semakin menurun. Beberapa perbaikan dikompleks TKB dan jalur pejalan kaki di kompleks pertokoan pusat kota belum cukup mengangkat kembali aktivitas perdagangan di kawasan ini. Adapun maksud dari merencanakan Pasar 45 Square di Manado adalah merevitalisasi areal pertokoan Pasar 45 dengan merencanakan dan merancang pusat perbelanjaan dengan perpaduan indoor dan outdoor. Untuk mewujudkan fasilitas ini menjadi suatu rancangan yang Arsitektural maka dibutuhkan suatu pendekatan dalam proses perancangannya. Tema yang digunakan pada proses desain Pasar 45 Square ini yaitu Optimalisasi Konsep Place dalam Arsitektur. Teori Place memahami kota lebih kepada makna dari ruang kota tersebut. Yang dimaksud makna adalah nilai atau value yang berakar dari budaya setempat.
RUMAH KOMUNITAS SEPAKBOLA DI MANADO ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Lumi, Christian F.; Gosal, Pierre H.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga sepakbola memiliki penikmat yang sangat banyak jika di bandingkan dengan jenis olahraga lainnya di dunia, baik dari kalangan anak kecil sampai orang dewasa. Tapi disayangkan tidak dihadirkannya sarana dan prasarana pendukung yang representatif untuk memperkenalkan serta mengembangkan olahraga sepakbola di kota Manado. Rumah Komunitas Sepakbola di Manado dihadirkan untuk menjawab pertanyaan tentang pengembangan pengetahuan tentang sepakbola. Didasarkan dengan latar belakang juga data dan fakta yang ada pada perkembangan budaya anak muda tentang dunia sepakbola saat ini maka sarana ini layak untuk di hadirkan. Dalam perkembangannya pola yang ditertapkan dalam mengenalkan, pelatihan dan permainan sepakbola diterapkan pola edukasi, kompetisi dan rekreasi. Demi terciptanya sarana yang mengapresiasikan suatu desain yang berkarakter terhadap objek rancangan maka dipilih tema yang sesuai dengan masalah desain, Arsitektur Neo-Verakular dipilih karna merupakan tema yang di anggap cocok karna memiliki nilai tambah dalam kualitas desain juga representative dalam mencirikan,  dan mengarahkan kesepadanan antara pengetahuan sepakbola, budaya dan kesepadanannya. Pada kesimpulannya dengan penerapan tema ini di peroleh hasil desain yang berkarakter, dan mampu mengeksplore para penikmat dunia sepakbola dalam setiap fasilitas, sarana dan prasarana penunjang pengenalan, pelatihan dan pengembangan pengetahuan sepakbola itu sendiri. Kata kunci :  Rumah, Komunitas Sepakbola, Arsitektur Neo-Vernakular.
ATMOSPHERES - PARAMETER DESAIN PETER ZUMTHOR DALAM ARSITEKTUR Langi, Jean S. P.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kehadiran karya tulis ini merupakan buah pikir dalam menanggapi pesatnya perkembangan Arsitektur serta fenomena-fenomena yang muncul di dunia Arsitektur; dengan tujuan untuk dapat membuka wawasan serta membawa pemahaman yang hakiki terhadap Arsitektur serta mengetahui bagaimana seharusnya kita ber-Arsitektur. Penulisan ini membahas tentang Sembilan Atmosfir Desain Arsitektur dari Peter Zumthor, yakni: The Body of Architecture, Material Compatibility, The Sound of a Space, The Temperature of Space, Surrounding Objects, Tension Between Interior and Exterior, Levels of Intimacy, dan Light on Things. Kesembilan aspek desain ini merupakan parameter yang digunakan Peter Zumthor dalam mendesain Ruang dan Bangunan Arsitektural. Metode yang digunakan dalam mengkaji penulisan ini adalah dengan mengambil tiga objek arsitektural karya Peter Zumthor, kemudian dianalisis keterkaitannya dengan kesembilan atmosfir desain. Hasil dari pembahasan kemudian dijabarkan dalam suatu Strategi Implementasi Tematik dimana kesembilan atmosfir desain tersebut diimplementasikan pada elemen–elemen yang ada pada Konsep Desain Arsitektur. Kata kunci: Peter Zumthor, Atmosfir Desain, Arsitektur
GEDUNG PEMUDA DI MANADO (ART AND DESTRUCTION) Manorek, Heski; Tinangon, Alvin J.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun sudah ada beberapa bangunan yang diperuntukan untuk generasi muda di kota Manado, namun pada kenyataannya bangunan yang sudah ada belum bisa menarik perhatian para pemuda untuk datang dan melakukan kegiatan positif di tempat tersebut. Sehingga karena keadaan, banyak dari generasi muda yang lebih memilih untuk berkumpul dan berekreasi di mall atau bahkan mabuk-mabukan di lorong-lorong. Situasi ini adalah suatu bentuk penyaluran hasrat kaum muda dalam pergaulan dan bagian dari proses pencarian jati diri. Melalui pembangunan Gedung Pemuda yang memiliki konsep kekinian dengan menerapkan tema “Art And Destruction” serta didukung oleh lokasi yang berada di dekat tempat berkumpulnya para pemuda, secara tidak langsung kita dapat menggiring para generasi muda dalam pembentukan karakter mereka ke arah yang lebih baik. Kata Kunci : Pemuda, Seni, Kehancuran, Karakter
MAKNA EMIK RUANG PERMUKIMAN ATAS AIR DI PESISIR PANTAI PULAU NAEN Waani, Judy O.; Rogi, Octavianus H.A.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 3 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman atas air adalah kawasan yang jarang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Masyarakat Suku Bajo merupakan suku yang memiliki kebiasaan ini. Pulau Naen merupakan salah satu tempat yang menjadi tempat tinggal mereka selain dari masyarakat Sanger Talaud. Penelitian ini mencakup dua dari tiga desa yang ada di Pulau Naen yaitu Desa Nain atau juga disebut Nain Induk dan Desa Nain Satu. Bagaimana kemudian masyarakat memaknai ruang permukiman mereka merupakan salah satu masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini yaitu mengungkapkan makna emik ruang permukiman atas air di pesisir pantai Pulai Naen. Namun demikian dalam tulisan ini, peneliti hanya akan melaporkan tema-tema yang muncul dalam penelitian ini. Tema-tema ini akan didialogkan untuk membentuk konsep ruang permukiman. Paradigma penelitian ini menggunakan Fenomenologi Husserl dengan metode penelitian kualitatif. Analisis data menggunakan cara induktif dan pengambilan data berdasarkan purposive sampling. Tujuan sampling atau informan yaitu masyarakat yang tinggal di permukiman atas air. Hasil penelitian ditemukan 1) beberapa makna emik dalam tema-tema ruang dari penelitian yaitu a) ruang basudara, b) para-para rumah, c) jual beli rumah, d) perubahan material rumah, e) tampa fufu, f) parkir parao, g) sumur Boki Tibe Tiah, h) rumah tompal, i) kantor hukum tua, j) jalan desa.  Secara keseluruhan, tema-tema ruang ini, membentuk konsep yaitu ruang konsensus. 2) Temuan lain yaitu cara masyarakat membentuk rumah dan permukiman didasari dengan konsensus atau kesepakatan antar masyarakat. Konsensus biasanya dimulai dari komunikasi keluarga sehingga masyarakat akan membentuk atau membangun rumah mereka terletak dibelakang rumah orang tua atau keluarga terdekat dan secara linier akan berurut dan menjorok ke arah laut dan bukan ke arah darat. Untuk bangunan umum biasanya dibangun di darat ataupun di atas air tapi harus melalui kesepakan bersama. 3) Ruang konsensus berkaitan dengan kesepakatan bersama antar masyarakat yang didasari dengan aturan  tidak tertulis. Aturan tidak tertulis ini dikuasai dan dipahami oleh masyarakat kemudian menjadi dasar tindakan masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk membuat ruang-ruang dalam permukiman mereka. Kesepakatan bersama yang kemudian menjadi keputusan ini, lahir dari komunikasi, solidaritas dan kompromi dalam masyarakat.
KAJIAN TIPOMORFOLOGI KAWASAN PERMUKIMAN TERENCANA DI KOTA MANADO Tilaar, Sonny; Rogi, Octavianus H.A.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah premis teoritik menunjukkan bahwa lepas dari tipe struktur ruang kota dan  pertumbuhannya, tipomorfologi suatu kota sangat ditentukan oleh pola pertumbuhan kawasan permukiman, baik yang terencana atau tidak. Problem yang lazim terjadi adalah degradasi kualitas ruang kota akibat perkembangan kawasan permukiman yang tidak terencana. Namun demikian, praktik pengembangan kawasan permukiman terencana tidak jarang juga bermuara pada hadirnya klaster-klaster permukiman yang berkualitas rendah bahkan cenderung kumuh. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri lebih lanjut karakteristik tipomorfologi kawasan permukiman terencana di wilayah kota Manado, dalam kaitannya dengan indikasi permasalahan perkotaan yang disinyalir di atas. Secara khusus, penelitian ini berupaya mengidentifisir faktor apa saja yang menentukan perubahan tipomorfologi permukiman terencana di Manado. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 6 (enam) bulan. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data sekunder adalah data kondisi permukiman di kota Manado secara keseluruhan, khususnya statistik pertumbuhan kawasan permukiman terencana sejak tahun 1975 hingga tahun 2010. Data primer adalah data hasil observasi lapangan dan wawancara, serta citra satelit tentang kondisi salah satu kawasan permukiman terencana di Manado, yaitu Perumahan Alandrew di kecamatan Malalayang, yang dijadikan objek studi kasus, mewakili kategori permukiman dengan target konsumen masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Teknik analisis adalah analisis deskriptif, yaitu menganalisis langsung keadaan obyek studi melalui uraian, pengertian, ataupun eksplanasi terhadap variabel yang terukur maupun tidak. Sebagai kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pertumbuhan jumlah lokasi dan luas lahan permukiman terencana di Manado menunjukkan trend positif; (2) Secara periodik rasio okupansi lahan per unit rumah trendnya meningkat; (3) Delineasi kawasan permukiman terencana cenderung tidak beraturan dan ditentukan oleh batas legal penguasaan lahan pihak pengembang, serta batas fisik alamiah lahan efektif; (4) Aksesibilitas kawasan umumnya berupa akses tunggal, dengan sirkulasi keluar masuk kawasan yang berciri kuldesak; (5) Rencana tapak kawasan lazim dikembangkan dengan konsep dasar optimasi daya dukung lahan melalui upaya grading, dengan tatanan grid yang sumbu-sumbu orientasinya bersesuaian dengan arah kelandaian lahan serta delineasi kawasan; (6) Blok perkavlingan lazim dibedakan atas tipe unit hunian dan kavlingnya. Blok dengan kualitas terbaik biasanya ditempatkan dekat dengan akses kawasan atau di jalur jalan utama, sementara blok kavling dengan kualitas terendah menempati zona-zona “terdalam”; (7) Ragam tipologi unit hunian biasanya terdiri dari minimal 3 varian tipe, mulai dari tipe terkecil hingga yang terbesar; (8) Tipologi infrastruktur standar yang disediakan meliputi prasarana jalan, drainase, listrik dan air bersih. Sarana publik standar yang disediakan adalah ruang terbuka publik dan lahan untuk pengembangan sarana peribadatan; (9) Morfologi kawasan terutama teridentifikasi melalui perubahan fisik unit hunian, figure ground kawasan dan kondisi lingkungan terbangun sekitar kawasan; (10) Morfologi unit hunian adalah dalam hal perubahan luas lantai, pola denah, kualitas konstruksi dan fasade juga per-pagar-an; (11) Dari aspek figure ground, perubahan yang lazim adalah peralihan dominasi void ke solid secara gradual, yang menyiratkan peningkatan rasio penutupan lahan oleh bangunan; (12) Perubahan kondisi lingkungan sekitar terlihat melalui figure ground yang meningkat kuantitas elemen solidnya pada beberapa lokasi di luar delineasi kawasan. Key words : permukiman terencana, tipologi, morfologi
RUMAH SAKIT BERSALIN DI MANADO (Therapeutic Environment) Junan, Venesia; Kumurur, Veronica A.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu unsur penting pembangunan, hal ini mengandung pengertian bahwa dari seorang ibu akan dilahirkan calon – calon penerus bangsa yaitu anak. Tetapi dalam menjalani proses mengandung dan melahirkan tersebut tidak selalu berlangsung baik dan lancar, seringkali mengakibatkan kematian bagi sang ibu maupun bayi yang dilahirkannya. Aktivitas pasien ibu hamil memerlukan lingkungan fisik yang sesuai untuk mendukung kesehatannya. Rumah Sakit Bersalin adalah tempat yang memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat membantu para ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal pada masa antepartum, intrapartum, postpartum. Konsep therapeutic environment pada rancangan arsitektural bisa menciptakan lingkungan terapi yang membantu pengguna objek khususnya pasien ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal sehingga tidak hanya nyaman secara fisik tapi juga nyaman secara psikis. Dimana dalam kajian tema ini arsitektur atau bangunan harus berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan pengguna secara fisik dan psikis. Kata kunci : Rumah Sakit Bersalin, therapeutic environment.
IDENTIFIKASI LANSEKAP BERSEJARAH DI KECAMATAN KAIDIPANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Runtuwene, Petrik; Wuisang, Cynthia E. V.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The historical event is a journey of the nation starting from the era of the Hindu, Buddhist and Islamic style kingdoms, to the era of European colonization. The arrival of foreign nations in the past has left many sites and areas of cultural and historical value as valuable assets that describe people's lives in the past. Based on its history, the Great Kaidipang kingdom was a combination of the Kaidipang kingdom and the Bolangitang kingdom. The residential area of the Kaidipang community still maintains its customs. However, the Kaidipang sub-district experienced a change in the cultural landscape due to the changing times. The purpose of this study was to identify historical landscapes in Kaidipang District, North Bolaang Mongondow Regency and analyze the characteristics of historical landscapes in Kaidipang District, Bolaang Mongondow Regency. The method used in this research is descriptive qualitative by collecting historical landscape data in Kaidipang District. Descriptive analysis was conducted to determine the characteristics of the historical landscape in the study area. The results of this study indicate that settlements in Kaidipang District follow the same pattern as the royal era under the leadership of King Sam Suit Pontoh which is divided into 2, namely the northern region and the southern region where these two areas also have the same landscape, namely linear (settlement pattern follows the road). . The residential area used to be divided into 2, namely residential areas and agricultural areas, but with the expansion of the North Bolaang Mongondow Regency, land conversion occurred so that the distribution of the community tends to the north and south areas. The cultural landscape of the Kaidipang community has its own characteristics related to traditions, settlement culture, and landscape order. The analysis carried out on eleven components of the formation of the cultural landscape characteristics of the Kaidipang Community is a type of landscape character that is still traditional and life relies on the surrounding natural environment and agricultural products. The life of the people still upholds the values of tradition and culture that are still practiced.