Claim Missing Document
Check
Articles

SARANA KEBUGARAN DAN RELAKSASI DI MANADO. “ARSITEKTUR LANSEKAP – SENSASI NATURAL” Joseph, Alfa A.; Tondobala, Linda; Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17090

Abstract

Kesehatan merupakan harapan semua orang saat ini, ditengah hiruk pikuk, polusi dan kesibukan kerja di perkotaan. Pentingnya menjaga kesehatan menjadi salah satu tujuan hidup yang utama, yang kadang dilupakan oleh manusia. Kesibukan dan aktivitas yang cukup tinggi pada masyarakat yang bekerja dan tinggal di daerah perkotaan menuntut gaya hidup yang serba cepat. Gaya hidup ini tentunya membutuhkan suatu fasilitas kebugaran dan relaksasi yang dapat menunjang kesehatan tubuh. Dalam  realita masyarakat perkotaan saat ini tingkat persaingan dalam berbagai aspek menuntut pemenuhan kebutuhan harus terpenuhi dengan cepat, efisien dan mudah. Kehadiran sarana kebugaran dan relaksasi dihadirkan dalam satu tempat bersamaan di mana keduanya memiliki sinkronisasi dengan tujuan untuk memperoleh kebugaran dan kesehatan jasmani yang dibutuhkan masyarakat perkotaan yang hidup dengan kompleksitas kerja dan rutinitas. Perancangan sarana kebugaran dan relaksasi ini mempertimbangkan aspek penting yang mendukung kesehatan manusia yaitu lingkungan alam sekitar, sehingga dalam perancangannya alam atau lingkungan memegang peranan penting. Sensasi natural akan menjadi suatu kajian dalam tema arsitektur lansekap yang akan dihadirkan dalam konsep dan ide desain ke objek rancangan. Sensasi natural yang dimaksudkan memiliki beberapa substansi yang akan dijadikan sebagai acuan pada konsep dan perancangan dengan tetap memperhatikan elemen-elemen arsitektur lansekap sebagai kajian tematik. Sensasi natural yang akan dihadirkan bertujuan untuk memberikan suatu perasaan dan kesan yang berbeda yang dapat dirasakan pengguna, dimana pengguna disini dapat merasakan suatu kondisi lingkungan yang menunjang untuk melakukan aktivitas berolahraga dan relaksasi. Pemenuhan objek dengan tema arsitektur lansekap-sensasi natural ini diharapkan akan menjadi nilai tambah yang berbeda dari tempat kebugaran dan relaksasi lainnya di Manado. Kata kunci: Kebugaran dan Relaksasi – Lansekap – Sensasi Natural
PUSAT KEGIATAN REMAJA DI KOTA BITUNG. Arsitektur Origami Vially, Christian V.; Tondobala, Linda; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19312

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil atlet olahraga dan kesenian di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan sistem pelatihan dan bimbingan yang baik di kota-kota besarnya. Ini bertolak belakang dengan kota-kota berkembang seperti kota Bitung. Padahal, kota Bitung merupakan kota dengan beragam suku dan ras yang menyimpan berbagai talenta mulai dari usia dini yakni remaja. Remaja di kota Bitung kebanyakan menyalurkan bakat-bakat mereka ke hal-hal negatif dikarenakan belum ada wadah di Kota Bitung yang dapat menampung talenta-talenta terpendam mereka. Oleh karena itu maka dibutuhkan wadah yang selain dapat menampung bakat-bakat tersebut, namun diiringi dengan bimbingan dan didikan yang tepat agar tetap bersifat positif.                Pusat Kegiatan Remaja merupakan salah satu fasilitas yang tepat dalam mengatasi permasalahan di atas. Selain mereduksi angka kriminalitas, fasilitas ini secara tidak langsung dapat menjadi sekolah kedua para remaja yang berfokus pada Olahraga dan Kesenian. Pusat Kegiatan Remaja ini diharapkan akan menjadi suatu kawasan yang dapat menghasilkan atlet dan seniman yang dapat bersaing di kancah Nasional maupun Internasional.                Untuk menciptakan Pusat Kegiatan Remaja yang dapat menarik perhatian dan apresiasi masyarakat serta tidak kalah dari kota-kota besar, maka tema atau gaya Arsitektur yang akan digunakan sebagai pendekatan adalah Arsitektur Origami yang memberikan kelebihan pada nilai estetikanya dan sesuai denga perkembangan zaman.Kata Kunci : Pusat, Kegiatan, Remaja, Origami
PUSAT PELATIHAN PENYANDANG DISABILITAS FISIK. Arsitektur Perilaku Damopolii, Darlene; Tondobala, Linda; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23687

Abstract

Penyandang Disabilitas Fisik merupakan kelainan tubuh yang dimiliki oleh seseorang dalam rentan waktu yang cukup lama dan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Para Penyandang Disabilitas Fisik membutuhkan bantuan untuk mengembangkan diri mereka, karena sampai saat ini masalah menyangkut disabilitas masih sangat terabaikan. Penyandang Disabilitas Fisik perlu untuk mengembangkan kemampuan, ketrampilan, serta bakat mereka agar dapat menyesuaikan diri dan bersosialisasi baik  dengan masyarakat luar maupun dengan sesama penyandang disabilitas. Karakteristik dari berbagai macam penderita disabilitas fisik berbeda-beda. Maka dari itu perlu adanya pengamatan terhadap masing-masing klasifikasi disabilitas fisik. Pendekatan Arsitektur Perilaku menjadi langkah yang dipakai untuk mempelajari lebih dalam hubungan antara penyandang disabilitas fisik dan lingkungan. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk merancang Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik dengan menggunakan tema Arsitektur Perilaku.Arsitektur Perilaku yang memiliki karakteristik untuk mempertimbangkan perilaku perancangan membantu dalam memahami penyandang disabilitas fisik dalam segala aspek yang dibutuhkan. Dengan tema Arsitektur Perilaku inilah arsitektur akan menyesuaikan diri dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas dan menghadirkan objek rancangan Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik yang memperhatikan keamanan, kemudahan, kenyamanan dan kemandirian dari sang pengguna. Keempat strategi ini yang akan menjadi dasar dalam perancangan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas ini. Aplikasi tema Arsitektur Perilaku diterapkan pada objek perancangan lewat : pola hubungan ruang, sirkulasi dan entrance, tata ruang dalam, tata ruang luar, selubung bangunan serta utilitas bangunan. Dengan menghadirkan Pusat Pelatihan Penyandang Disabilitas Fisik di Manado dengan tema Arsitektur Perilaku inilah dapat menjadi suatu wadah untuk menyalurkan bakat dan ketrampilan serta menjadi sarana pembelajaran serta pengembangan diri yang lebih baik bagi penyandang disabilitas fisikagar untuk kedepannya mereka dapat secara mantap kembali terjun ke realita kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Kata kunci : Penyandang Disabilitas, Fisik, Arsitektur Perilaku, Pelatihan
Co-Authors . Sangkertadi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Alfonse F. V. Rambing, Alfonse F. V. Anggreny Purukan Awalyah, Ria Rezky Bambulu, Virgin Juliet Bleskadit, Myron L. Bonde, Christiana P. Brian Erfino Wattimena, Brian Erfino Christie L. Ciputra Christo Andrizen Sumaraw, Christo Andrizen Christy Mamasung, Christy Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Damopolii, Darlene Desty Rara Retna Kalude Djajeng Poedjowibowo Dwi Juwita Tangkuman Dwight M Rondonuwu, Dwight M Elias, Stefharen Elshaday Esli D Takumansang Esli D. Takumansang Esly Takumansang, Esly Faizah Mastutie Fela Warouw Fella Warouw Filipus, Theodorus Frans, Aurina J. Gobel, Indra Wirana Jaya Hassanah, Jumiatun Hendrik Suryo Suriandjo Ingerid Moniaga Jefrey I. Kindangen Jerry M. Fransz Joseph, Alfa A. Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kairupan, Frenny F. F. Lakat, Ricky Laloma, Indriana Lalujan, Tirza Gloria Lawene, Chilfy Lewina Leidy M. Rompas Lumempouw, Ronald A. M. M Rengkung Magdalena, Enggrila D. Manumpil, Gabriela Fabiola Marcovani Wowor Mariani R.G.O Sakul Medica P. Tahalea, Medica P. Michael M Rengkung, Michael M Michael M. Rengkung Michael Rengkung Moh Yushar Fadhly, Moh Yushar Nua, Wahyudi Septantio Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pattiasina, Melinda Kimberley Peggy Egam Pelupessy, Mariolissa E Pierre H Gosal, Pierre H Pollo, Joel Yermia Prof. Sangkertadi Raymond Ch. Tarore Regar, Glandy Marcelino Reny Syafriny Rieneke L Sela, Rieneke L Rieneke L. E. Sela Rumengan, Friska S Syafriyani Sangkertadi Sangkertadi Sela, Rieneke L.E Serin, Wilem Shelen Prisci Liem Siridaeng, Holy V. Sitanggang, Roulina A. Siti Humairah Sondokan, Kristi H. Sonny Tilaar Stefanus T Tanod Steward Rahantoknam, Steward Sungkar, Iqbal L Suparjo, Suriyadi Surbakti, Anugra Prasetyo La'lang Suryadi Supardjo, Suryadi Syafrini, Reny Tarumingkeng, Francis Andreas Teguh R Hakim Tilaar, Sonny S Topo, Ruth Miranda Verry Lahamendu, Verry Vially, Christian V. Vicky H Makarau, Vicky H Vicky Makarau, Vicky Wansaga, Naltri Andre Wardono, Surakanti S. Watung, Christania H.T. Westplat, Muhammad Jusnardi Hardyan Windy Mononimbar Winsensius S. P. Raco Wowor, Laurensius M