Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : DE JURE

MANAJEMEN PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF DI YAYASAN ASH SHAHWAH (YASA) MALANG Toriquddin, Moh.; Rauf, Abd.
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 5, No 1: Juni 2013
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.584 KB) | DOI: 10.18860/j-fsh.v5i1.2993

Abstract

This research aims at describing modern management of zakat. Zakat management means the activity of managing zakat based on management principles, such as planning, organizing, actuating  and  controlling.  The  research  describes  Yayasan   Ash  Shahwah(YASA)  in implementing these management principles. The research is a qualitative study. The data are collected through three stages: interview, observation, and documentation. The data in this study consists of three parts: primary, secondary and tertiary. The collected data are analyzed by using the theory of George R. Terry on Management. The findings show that YASA is a quite professional zakat institution. It has applied the principles of modern management. As a result, it has won the attention of people and has successfully collected more than Rp. 1.7 billion each year. Penelitian  ini  membahas  tentang  manajemen  zakat  modern.  Manajemen  zakat  modern dimaksud adalah pengelolaan zakat dengan menggunakan dasar-dasar teori manajemen seperti  planning,  organizing,  actuating  dan  controlling.Tujuan  dari  penelitian  ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Yayasan Ash Shahwah melakukan planning, organizing, actuating, dan controlling dalam menjalankan organisasi zakat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Cara pengumpulan data melalui tiga tahap yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data-data dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian yakni, data primer, skunder dan tertier. Data yang terkumpul dianalisis dengan teori George R. Terry tentang Manajemen.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa YASA merupakan lembaga pengelola zakat yang cukup professional. Mereka telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen  modern  sehingga  kepercayaan  masyarakat  begitu  besar  dan  penghimpunan dana ZIS tiap tahun tidak kurang dari Rp. 1.7 milyar.
Etika Pemasaran Perspektifal-Qur’an dan Relevansinya dalam Perbankan Syari’ah Toriquddin, Moh.
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 7, No 2: Desember 2015
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.187 KB) | DOI: 10.18860/j-fsh.v7i2.3518

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etika pemasaran yang terdapat dalam al-Qur’an dan relevansinya pada praktik perbankan syariah saat ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research) yakni penelitian yang menelaah data-data yang bersumber dari bahan-bahan kepustakaan, dengan menggunakan metode tafsir tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga etika pemasaran yang terdapat dalam al-Qur’an yaitu: pemasaran beretika, pemasaran profesional, pemasaran transparan. Disebut pemasaran beretika jika memenuhi dua komponen yaitu lemah lembut/ramah dan sopan santun, kemudian disebut pemasaran profesional jika memenuhi dua komponen yaitu adil dalam promosi dan adil terhadap orang lain. sedangkan yang dimaksud dengan pemasaran transparan jika memenuhi tiga komponen yaitu tidak menggunakan cara bathil, realistis, dan bertanggung jawab. Selian itu, keberadaan pemasaran al-Qur’an sangat dibutuhkan dalam dunia perbankan syari’ah saat ini.
PEMBERDAYAAN EKONOMI DI PESANTREN BERBASIS SYARIAH Toriquddin, Moh.
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 3, No 1: Juni 2011
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j-fsh.v3i1.1317

Abstract

Pesantren in Indonesia plays significant role in realizing the freedom of Indonesia and developin Islam. Nevertheless, its character is still ethico religious with the orientation of students’ personality dimension building from religious supervision (diniyyah tahzibiyyah) and spiritual and mental supervision (Khalqiyyah). During its development, Pesantren is demanded to strengthen spiritual values internalization (‘ubudiyyah). It is also a demand for its students to enrich responsibility values, rationality and problem solving skill. It is also a undeniable demand for pesantren to contribute the recent situation including its challenge. Otherwise, it does not merely focus on education to create scholars but also to crate skillful people that can contribute to the surrounding. This paper will discuss another side of Pesantren’s role in this contemporary era.Sejak zaman pra kemerdekaan hingga kini, pesantren di Indonesia memerankan peranan yang signifikan baik dalam langkah mewujudkan kemerdekaan maupun perkembangan agama Islam. Namun misi pesantren selama ini lebih bercorak ethico religious dengan orientasi pembentukan dimensi kepribadian anak didik baik dari segi pembinaan agama (diniyyah tahzibiyyah) dan pembinaan jasad, akal dan jiwa (Khalqiyyah). Pada perkembangannya, pesantren selain dituntut untuk memperkuat penanaman nilainilai spiritual (‘ubudiyyah) kepada para santri, juga dituntut untuk memperkaya penanaman aspek tanggung jawab, rasionalitas dan pemecahan masalah. Pesantren di era modern dituntut untuk bisa menjawab tantangan zaman dan tidak hanya berkutat pada dunia pendidikan dalam arti hanya mencetak ilmuwan tetapi juga mencetak tenaga-tenaga terampil dan juga memberi manfaat pada lingkungan sekitar. Tulisan ini akan mendskusikan sisi lain dari  peran pesantren pada era kontemporer ini.
TEORI MAQÂSHID SYARÎ’AH PERSPEKTIF AL-SYATIBI Toriquddin, Moh
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.634 KB) | DOI: 10.18860/j-fsh.v6i1.3190

Abstract

The discourse surrounding the theory maqâshid syarî'ah is still worth doing it aims to understand who far Islamic law  is in line  with the  progress of time. Theory maqâshid  syarî‟ah Syathibi globally based on two  things: the problems ta'lil (legal determination based  illat), and  al-mashâlih  wa  al-mafâsid  (benefit  and  damage). Furthermore, he explains how  to determine maqâshid with six ways: goals syari'ah must be  in accordance  with the  Arabic language,  commands  and  prohibitions syarî‟ah understood as ta'līl (have illat) and ḍahiriyah (text what it is), maqâshid al-ashliyah  (origin  destination)  wa  al-maqâshid  al-tabi'iyyah  (destination  followers), sukut al-syâri‟  (silence  syâri‟), al-istiqra'  (theory of induction), looking for clues of the Companions  of the Prophet.  For operating  of ijtihad  al-  maqâshidy,  Syathibi requires four conditions as follows: texts and laws depending on the goal, collecting between  kulliyât  al-'âmmah  and  specific  arguments,  bring  benefit  and prevent damage to the absolute and considering the result of a law.