Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KELINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 1 PEKUTATAN DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI I Putu Agus Suhendra Adi Putra; Made Suryadi; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i2.20361

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dalam dua siklus tetapi dalam satu siklus tujuan penelitian sudah dapat di capai. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi, yang berlangsung selama empat kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pertemuan siklus pertama. Sasaran yang diperbaiki dalam penelitian tindakan kelas adalah objek penelitiannya adalah (1) Aktivitas belajar siswa, (2) Hasil belajar siswa, terhadap pengembangan model pembelajaran kontekstual berbasis kelingkungan pada pelajaran Geografi, sedangkan subyek adalah siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Pekutatan tahun pelajaran 2012/2013, sebanyak 36 orang. Pengumpulan data aktivitas siswa dikumpulkan melalui metode tes dan observasi. Data-data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan análisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil análisis data yang diperoleh, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 85,36 pada siklus I. Untuk nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 83,1 dan presentase ketuntasan klasikal siswa yaitu sebesar 83,1 %.
KARAKTERISTIK KAWASAN KARST DI PULAU NUSA PENIDA KECAMATAN NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG (KAJIAN GEOMORFOLOGI) I Gede Tawan; Made Suryadi; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i2.20363

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Nusa Penida, dengan tujuan : (1) Mengidentifikasi karakteristik kawasan karst yang terdapat di Pulau Nusa Penida. (2) Mendeskripsikan fase perkembangan kawasan karst yang terdapat di Pulau Nusa Penida. Objek penelitiannya adalah karakteristik kawasan karst di Pulau Nusa Penida. Subjek penelitiannya adalah kawasan karst di Pulau Nusa Penida. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data primer pada penelitian ini adalah metode observasi lapangan dengan jenis data yang dikumpulkan adalah data lingkungan fisik tanah, batuan, relief, kenampakan eksokarst, kenampakan endokarst, dan potensi air tanah kawasan karst di Pulau Nusa Penida. Sedangkan metode yang digunakan dalam pengumpulan data sekunder pada penelitian ini adalah metode pencatatan dokumen dengan jenis data yang dikumpulkan adalah data curah hujan, temperatur, fisiografis wilayah, berbagai jenis peta, dan jumlah penduduk pada kawasan karst di Pulau Nusa Penida. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan mempertimbangkan hasil observasi lapangan dan pencatatan dokumen terhadap kajian geomorfologi yang digunakan sebagai pedoman dasar dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) karakteristik kawasan karst di Pulau Nusa Penida memiliki karakteristik sebagai suatu kawasan karst yang mampu berkembang dengan baik pada wilayah yang memiliki curah hujan sangat rendah. (2) fase perkembangan kawasan karst di Pulau Nusa Penida memiliki fase perkembangan dewasa.
PERSEBARAN KEBUN SALAK GULA PASIR (Zalacca Var. Amboinensis) DI KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM (SUATU PENDEKATAN KERUANGAN) Ni Kadek Wetri Cahyani; Made Suryadi; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i2.20366

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan dukungan lingkungan fisiografis terhadap syarat tumbuhnya salak gula pasir di Kecamatan Bebandem, (2) menganalisis persebaran kebun salak gula pasir di Kecamatan Bebandem dalam bentuk peta persebaran. Untuk itu dilakukan penelitian pada 5 Desa yang terdapat kebun salak gula pasir dengan teknik purposive area sampling. Data dikumpulkan dengan metode (1) observasi dan (2) wawancara. Data yang didapatkan dari metode observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif sedangkan persebaran kebun salak gula pasir dianalisis dengan pendekatan keruangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) lingkungan fisiografis yang mendukung tumbuhnya salak gula pasir di Kecamatan Bebandem adalah salak gula pasir terdapat pada ketinggian 350-900 meter diatas permukaan laut, tektur tanah yang berlempung, keasaman tanah asam-netral dan kelembaban tanah tinggi, curah hujan lebih dari 100 mm perbulan, dan suhu udara 25,60C, (2) salak gula pasir tersebar pada perbikitan denudasional dan lereng vulkan gunung agung dengan pola persebaran yang tidak merata karena dipengaruhi oleh struktur keruangan masing-masing wilayah penelitian.
KAJIAN POTENSI PASAR SENI SUKAWATI SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA DI DESA SUKAWATI KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR ( TINJAUAN GEOGRAFI PARIWISATA) Ni Nyoman Siska Febriani; I Gede Astra Wesnawa; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i1.20382

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Sukawati, dengan tujuan (1) mengetahui parameter objek wisata budaya Pasar Seni Sukawati dan (2) mengetahui potensi di Pasar Seni Sukawati sebagai objek wisata budaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah Pasar Seni Sukawati, sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku pariwisata, berjumlah 42 orang, dengan teknik Proportional Random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) kuesioner, (2) observasi dan (3) pencatatan dokumen yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Objek Wisata Pasar Seni Sukawati belum dapat dikatakan berpotensi sebagai objek wisata budaya di Kecamatan Sukawati sebab terdapat beberapa permasalahan yaitu kebersihan, minimnya lahan untuk lokasi tempat parkir, tidak adanya tempat untuk money changer dan tata tertib yang ada di Pasar Seni Sukawati, serta kurangnya promosi dan adanya pasar-pasar seni yang lain. Oleh karena itu perlu adanya penilaian atau pengukuran terhadap Pasar Seni Sukawati dengan tepat, untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan, membangun dan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan serta mempermudah akses menuju objek wisata Pasar Seni Sukawati, meningkatkan sumber daya manusia baik pihak pengelola maupun masyarakat sekitar sehingga memberikan manfaat yang optimal, melakukan promosi melalui media cetak maupun media elektronik.
VARIASI KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA SINGARAJA Latifah Latifah; I Gede Astra Wesnawa; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i1.20384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi jaringan jalan di Kota Singaraja, (2) mengetahui variasi kemacetan di Kota Singaraja, (3) mengetahui penyebab kemacetan lalu lintas di Kota Singaraja. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka yang dijadikan lokasi penelitian adalah jaringan jalan di Kota Singaraja yang dibedakan menjadi daerah pusat kota, daerah antara dan daerah pinggiran kota, yaitu Jalan Diponegoro, Jalan Surapati, Jalan W.R Supratman, Jalan A. Yani Barat, Jalan Ngurah Rai dan Jalan Veteran. Objek penelitian ini adalah kemacetan lalu lintas, sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna jalan di lokasi penelitian dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive. Data penelitian dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan survei serta pencatatan dokumen yang selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif yang didukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi jaringan jalan di Kota Singaraja yang terdapat di daerah pusat kota, daerah antara maupun di daerah pinggiran kota dilihat dari permukaan jalan tergolong baik untuk menunjang lalu lintas di Kota Singaraja; (2) Kemacetan di Kota Singaraja bervariasi diukur dari Level of Service (LoS) menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas tergolong tinggi terdapat di Jalan Diponegoro, Jalan Surapati, Jalan Ngurah Rai dan Jalan A. Yani Barat, sedangkan kemetan lalu lintas yang tergolong rendah terdapat di Jalan W.R Supratman dan Jalan Veteran; (3) Penyebab kemacetan lalu lintas disebabkan semakin bertambahnya kepemilikan kendaraan pribadi, belum optimalnya sarana lalu lintas, pelaku pengguna jalan yang tidak disiplin.
PERSEBARAN KERUANGAN KOPERASI DI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN PROVINSI BALI Ni Putu Mas Puspitha Dewi; i wayan treman; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i2.20391

Abstract

Variasi pemanfaatan ruang oleh masyarakan dapat mempengaruhi persebaran koperasi di Kecamatan Kediri. Oleh karena persebaran koperasi yang tidak merata, tidak semua masyarakat memperoleh jasa dan pelayanan dari koperasi. Ada beberapa faktor geografi dan non geografi yang dapat mempengaruhi persebaran koperasi di suatu wilayah. Dalam hal ini peta dapat dimanfaatkan untuk mengetahui persebaran dan jumlah koperasi di Kecamatan Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan karakterisitik koperasi di Kecamatan Kediri, (2) memetakan persebaran koperasi di Kecamatan Kediri, (3) menganalisis faktor yang mempengaruhi persebaran koperasi di Kecamatan Kediri. Penelitian dirancang menggunakan metode deskriptif dengan persebaran koperasi sebagai objek dan subjek penelitiannya adalah anggota koperasi. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel anggota koperasi secara quota sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan metode survei, wawancara dan kuisioner, serta catatan dokumen. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dengan pendekatan keruangan. Hasil penelitian menunjukan (1) karakteristik koperasi dilihat dari kondisi sosial ekonomi anggota dan pegawai, dan tiga jenis koperasi yang tersebar di Kecamatan Kediri, (2) koperasi di Kecamatan Kediri tersebar tidak merata berdasarkan jenis dan jumlahnya, di setiap desa memiliki pola persebaran yang berbeda, (3) faktor yang mempengaruhi persebaran koperasi adalah faktor fisiografi dan demografi Kecamatan Kediri.
PERSEBARAN INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA MERAH BERBAHAN BAKU NIRA KELAPA DI KECAMATAN DAWAN KABUPATEN KLUNGKUNG Ida Ayu Agung Widhia Utami Pidada; i wayan treman; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i2.20400

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Tujuan penelitian adalah, untuk: (1) mendeskripsikan faktor-faktor fisiografis yang mendukung bahan baku gula merah di Kecamatan Dawan (2) mengetahui proses pembuatan gula merah dengan bahan baku nira kelapa (3) memetakan persebaran industri rumah tangga gula merah di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dengan pengambilan sampel secara “ Proposive sampling” yaitu sebesar 93 orang yang diambil 25% dari keseluruhan populai sebanyak 366 orang yang tersebar di 4 desa yang ada di Kecamatan Dawan. Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan metode observasi lapangan, wawancara dan pencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Fisiograis Kecamatan Dawan sangat mendukung untuk penyediaan bahan baku industri rumah tangga gula merah (2) Berdasarkan hasil proses pembuatan gula merah dari bahan baku nira kelapa sudah tergolong baik (3) Terdapat 93 titik industri yang tersebar pada daerah penelitian, di Desa Besan terdapat 73 titik sebagai daerah yang memiliki industri terbanyak, di Desa Dawan Kelod terdapat 5 titik industri sekaligus jumlah titik terendah..
STUDI KELOMPOK NELAYAN TRADISIONAL PADA WILAYAH PESISIR DI KECAMATAN BULELENG Hendro Wibowo; i wayan treman; sutarjo sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i2.20404

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Buleleng dengan tujuan, 1) Untuk mendeskripsikan persebaran kelompok nelayan tradisional di Kecamatan Buleleng. 2) Untuk mengetahui kondisi organisasi kelompok nelayan tradisional di Kecamatan Buleleng. 3) Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi kelompok nelayan tradisional di Kecamatan Buleleng. Populasi penelitian ini sebanyak 544 orang nelayan yang tersebar di masing-masing desa yang ada di Kecamatan Buleleng. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang artinya pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Berkenaan dengan itu maka dilakukan penelitian sampel dengan menggunakan 51 responden dari 12 desa yang menjadi pedoman dalam penelitian ini. Pengumpulan data primer menggunakan metode observasi dan kuesioner, pengumpulan data sekunder menggunakan pencatatan dokumen. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pola persebaran kelompok nelayan pada wilayah pesisir di Kecamatan Buleleng mengikuti garis pantai atau memanjang (Linier), ini disebabkan oleh aktifitas kelompok nelayan tradisional yang ada pada wilayah pesisir. 2) Kondisi organisasi kelompok nelayan tradisional terbilang cukup baik dan lengkap. Hal ini disebabkan karena dalam mendirikan kelompok nelayan harus memiliki susunan pengurus yang didaftarkan ke Dinas Perikanan dan Kelautan. 3) Kondisi sosial ekonomi kelompok nelayan tradisional terbilang masih rendah, mulai dari jenjang pendidikan yang rata-rata hanya hingga tingkat SD sampai pada pendapatan para nelayan yang rata-rata Rp 447.000,- menyebabkan beberapa nelayan di Kecamatan Buleleng mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
PEMETAAN DAERAH RAWAN BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG I Wayan Hewik Indra Dinata; i wayan treman; i ketut suratha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i3.20438

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan tujuan: (1) Mengetahui parameter fisik faktor penyebab terjadinya bencana longsor di Kecamatan Sukasada. (2) Memetakan daerah rawan bencana longsor di Kecamatan Sukasada. Objek penelitian ini adalah parameter fisik faktor penyebab terjadinya bencana longsor di Kecamatan Sukasada. Data yang dibutuhkan adalah data parameter fisik faktor penyebab bencana longsor di Kecamatan Sukasada serta data fisiografis dan demografis sebagai penunjang. Data diperoleh melalui metode observasi, pencatatan dokumen dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi wilayah karena menggunakan seluruh unit wilayah di Kecamatan Sukasada. Penelitian dilaksanakan dengan melihat kondisi parameter fisik faktor penyebab bencana longsor di Kecamatan Sukasada menurut variasinya serta bobot kontribusinya terhadap terjadinya bencana longsor. Kondisi parameter fisik faktor penyebab bencana longsor dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan pemetaan (kartografi). Parameter fisik faktor penyebab bencana longsor dipetakan, untuk kemudian dioverlaykan kembali sehingga menghasilkan peta daerah rawan bencana longsor. Hasil penelitian berupa peta daerah rawan bencana longsor di Kecamatan Sukasada, yang menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Sukasada memang cukup tinggi memiliki potensi kerawanan untuk terjadinya bencana longsor, wilayah tersebut meliputi wilayah bagian tengah hingga ke selatan dari Kecamatan Sukasada yang tinggi memiliki kerawanan untuk terjadinya bencana longsor, terutama Desa Gitgit, Desa Wanagiri, Desa Silangjana, Desa Pegayaman, dan Desa Pancasari.
KONVERSI LAHAN PERTANIAN PESISIR DESA KELATING KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN Ni Luh Kadek Rahmawati; i wayan treman; sutarjo sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v3i2.20482

Abstract

Penelitian berlokasi di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui sejauh mana konversi lahan pertanian daerah pesisir Desa Kelating; dan (2) mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat konversi lahan pertanian daerah pesisir Desa Kelating terhadap sosial ekonomi petani. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang melakukan konversi penggunaan lahan pertanian di Desa Kelating yang berjumlah 56 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling (sistem acak). Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, pencatatan dokumen, dan wawancara yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terjadi konversi penggunaan lahan pertanian di Desa Kelating di mana proses konversi penggunaan lahan pertanian ini terjadi tahun 2007-2011, karena didukung oleh pembangunan infrastruktur di bidang pariwisata, bertambahnya jumlah penduduk, kondisi sosial ekonomi pelaku yang meliputi pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kondisi bangunan rumah tinggal dan kepemilikan barang-barang berharga bagi petani (pelaku) yang melakukan konversi penggunaan lahan pertanian. (2) dampak yang ditimbulkan dari konversi penggunaan lahan pertanian adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif bagi kondisi sosial ekonomi petani baik berupa bentuk penggunaan lahan, alasan petani mengubah lahan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, bahan material penyusun rumah tinggal, dan kepemilikan barang berharga dan dampak negatif bagi lahan pertanian yang dimiliki akan semakin berkurang akibat terjadinya konversi.
Co-Authors Anak Agung Gede Sugianthara Ariasa, I Kadek Agus Ariwijaya, Dewa Aryati, Ni Ketut Dian Astawa, Made Cahyani, Ni Kade Wetri Christien Fujiyama Aquilan Christien Fujiyama Aquilan Darmiati, Ni Made Ayu Diah Dewa Ayu Sri Padmayoni Dewa Made Admaja Dewi, Made Kartika Sila Dewi, Ni Putu Rahayu Mutiara Dinata, I Wayan Hewik Indra Djulita Thresiani Nahak Dwipa, Gusti Ngurah Gede Kunjara Gusti Ngurah Gede Kunjara Dwipa Habibika, Haerfina Prambayoun Haerfina Prambayoun Habibika Hendro Wibowo Hendro Wibowo I Gede Astra Wesnawa I Gede Budiarta I Gede Eka Wijaya I Gede Tawan I Gede Tawan I Gede Yudi Wisnawa I Gede Yudiwisnawa I Gst Ngr Yoga Jayantara I Gusti Ayu Adi Rahayuni I Kadek Agus Ariasa I Ketut Sudiartawan I Ketut Suratha i ketut suratha I MADE ARIP WIDMANTARA I MADE ARIP WIDMANTARA I Made Sarmita I Made Sartono I Made Sartono I Nyoman Suditha I Putu Agus Suhendra Adi Putra I Putu Ananda Citra I Putu Gede Banu Astawa I Wayan Hewik Indra Dinata I Wayan Krisna Eka Putra Ida Ayu Agung Widhia Utami Pidada Ida Bagus Made Astawa Latifah Latifah Latifah Latifah Made - Sarmita Made Kartika Sila Dewi Made Suryadi Made Suryadi Misaq Akbar Ngurah Agus Satria Wedana Putra Ni Kade Wetri Cahyani Ni Kadek Wetri Cahyani Ni Kadek Wetri Cahyani Ni Ketut Dian Aryati Ni Luh Kadek Rahmawati Ni Made Astri Dwi Jayanthi Ni Made Astri Dwi Jayanthi Ni Made Ayu Diah Darmiati Ni Made Marheni Widiastuti Ni Made Marheni Widiastuti Ni Nyoman Siska Febriani Ni Nyoman Siska Febriani Ni Putu Mas Puspitha Dewi Ni Putu Mas Puspitha Dewi Ni Putu Rahayu Mutiara Dewi Ni Wayan Tanti Purwanti Ni Wayan Tanti Purwanti Padmayoni, Dewa Ayu Sri Pidada, Ida Ayu Agung Widhia Utami Putra, I Putu Agus Suhendra Adi Putu Yudi Sastrawan Rahmawati, Ni Luh Kadek Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Sudiartawan, I Ketut Suditha, I Nyoman Sutarjo Sutarjo sutarjo sutarjo sutarjo sutarjo Wayan Damar Windu Kurniawan Wijaya, I Gede Eka