Articles
PEMETAAN PERSEBARAN LAHAN PERKEBUNAN SISTEM TUMPANG SARI BEDA UMUR DI KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI
I Made Sartono;
i wayan treman;
I Nyoman Suditha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v3i2.20494
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kintamani Kabupaten bangli dengan tujuan , 1) untuk mengetahui kualitas dan karakteristik lahan perkebunan sisitem tumpang sari beda umur, 2) memetakan persebaran lahan perkebunan sisitem tumpang sari beda umur di Kecamatan kintamani. Teknik yang dingunakan dalam penelitian ini deskriftif kualitatif dengan pengambilan sampel secara Area sampling yaitu sebanyak 48 desa sampel. Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan metode observasi, pecantatan dokumen, pengamatan lapangan dan uji medan, selajutnya dianalisis menggunakan metode pendekatan spasial. Hasil penelitian menunjukan (1) Kualitas lahan yang terdapat di masing – masing desa sudah mendukung untuk dilakukan penanaman sisitem tumpang sari beda umur (2) Jumlah titik persebaran lahan perkebunan sisitem tumpang sari tersebar pada daerah penelitian sebanyak 48 titik persebaran sisitem tumpang sari dan terdapat dua jenis tanaman tumpang sari beda umur yang di terapkan di masing-masing desa yaitu jeruk dengan kopi 27 titik persebaran yang tersebar di Kecamatan Kintamani dan 21 titik persebaran tumpang sari jeruk dengan sayur – sayuran, daerah yang paling luas terdapat tumpang sari terdapat di daerah sukawana sekitar 33,61 km2.
POLA PENYEBARAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KOTA SINGARAJA
I Gusti Ayu Adi Rahayuni;
i wayan treman;
I Putu Ananda Citra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v3i2.20498
Pola penyebaran pedagang kaki lima (PKL) di Kota Singaraja tumbuh dengan memanfaatkan kawasan fungsional kota dan fasilitas publik yang dianggap strategis seperti trotoar jalan, taman, bahu jalan, emperan toko yang mengakibatkan fasilitas publik tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh penggunanya sesuai dengan fungsinya. Oleh karena itu, dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk, (1) mengetahui pola peyebaran PKL di Kota Singaraja, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola penyebaran PKL di Kota Singaraja, dan (3) menganalisis dampak yang ditimbulkan oleh kehadiran PKL terhadap kenyamanan masyarakat di Kota Singaraja. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode deskriptif, dengan PKL dijadikan sebagai objek dan subjek penelitian. Sedangkan untuk data penelitian dikumpulkan dengan metode Observasi dan kuesioner. Hasil observasi kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) pola penyebaran PKL di Kota Singaraja membentuk pola penyebaran memanjang pada kawasan pusat pendidikan dan kawasan permukiman, sedangkan pola penyebaran terjadi di kawasan pusat rekreasi atau taman kota Singaraja dan pada kawasan pasar. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pola penyebaran PKL di Kota Singaraja disebabkan oleh aglomerasi dan aksesibilitas yang terdapat pada masing-masing kawasan dan (3) dampak kebaradaan PKL terhadap kenyamanan masyarakat di kota Singaraja yaitu berdampak positif dimana masyarakat dapat dengan mudah menjangkau PKL karena PKL menempati kawasan publik, sedangkan dampak negatifnya terjadinya ganguan lalu lintas, pengguna jalan raya merasa terganggu akibat PKL menempati fasilitas publik, timbulnya kesan kotor dan kumuh.
KAJIAN PERILAKU KERUANGAN WISATAWAN PADA DESA WISATA DI DESA BARU
Ni Made Marheni Widiastuti;
I Gede Astra Wesnawa;
I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v3i3.20506
Penelitian ini dilakukan di Desa Wisata Desa Baru Kecamatan Marga,Kabupaten Tabanan. Tujuan penelitian ini adalah, untuk: (1) mendeskripsikanperilaku keruangan wisatawan pada Desa Wisata di Desa Baru, (2) mengetahui faktoryang mempengaruhi perilaku keruangan wisatawan pada Desa Wisata di Desa Barudan (3) mengetahui dampak yang ditmbulkan dari perilaku keruangan wisatawanpada Desa Wisata di Desa Baru. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifatdeskriptif, dengan pengambilan sampel secara “accidental sampling”. Pengumpulandata primer dan sekunder menggunakan metode observasi, pencatatan dokumen dankuesioner, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode survey denganrancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perilakukeruangan wisatawan pada Desa Wisata di Desa Baru bahwa Desa Wisata memilikidaya tarik dan layak dikunjungi sebagai tempat tujuan wisata, (2) faktor yangmempengaruhi perilaku keruangan wisatawan seperti, keterjangkauan, jarak, lokasidan hubungan timbal balik dikategorikan baik dan (3) dampak yang ditimbulkan dariperilaku keruangan wisatawan pada Desa Wisata di Desa Baru cenderung mengarahke hal yang positif.
PERSEBARAN KERAJINAN INDUSTRI RUMAH TANGGA ATA DI KECAMATAN KARANGASEM (TINJAUAN KARTOGRAFI TEMATIK)
Ni Ketut Dian Aryati;
i wayan treman;
Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v3i3.20518
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem. Tujuan penelitian adalah, untuk: (1) mengetahui faktor-faktor geografis yang mendukung persebaran kerajinan industri rumah tangga ata di Kecamatan Karangasem (2) memetakan persebaran kerajinan industri rumah tangga ata di Kecamatan Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan sampel yang diambil secara “purposive sampling” yaitu sebesar 44 orang yang diambil 20% dari keseluruhan populasi sebanyak 220 yang tersebar di Kecamatan Karangasem pada 4 desa yaitu desa Bugbug, Seraya Barat, Seraya dan Seraya Timur. Pengumpulan menggunakan metoda observasi, wawancara dan pencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptitif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) faktor-faktor geografis yang mendukung kerajinan industri rumah tangga ata di Kecamatan Karangasem hanya faktor non fisik, (2) persebaran industri kerajinan rumah tangga di Kecamatan Karngasem tergolong pola bergerombol/mengelompok (T=0,41), karena membutuhkan tenaga kerja yang terampil dengan kemampuan khusus atau ahli dan ketersediaan bahan bakunya.
PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG
I MADE ARIP WIDMANTARA;
i wayan treman;
Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v4i1.20531
Penelitian ini dilaksanaklan di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) Mengetahui kondisi parameter penentu lahan kritis di Kecamatan Banjar. (2) Mengetahui persebaran dan luasan lahan kritis di Kecamatan Banjar. Adapun data yang dibutuhkan yakni data tentang kondisi dari parameter penentu lahan kritis di Kecamatan Banjar yang terdiri dari data kondisi kerapatan vegetasi, kemiringan lereng, erosi lahan, dan pengelolaan (menejemen) lahan, serta data fisografis dan demografis sebagai deskripsi dalam gambaran umum dan mendukung analisis hasil penelitian. Data diproleh dengan menggunakan metode dokumentasi dan observasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi wilayah, karena meliputi seluruh unit lahan yang terdapat di Kecamatn Banjar. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui kondisi dari masing-masing parameter penentu lahan kritis dan persebarannya di wilayah Kecamatan Banjar sesuai klasifikasi dan penskoran untuk masing-masing parameter. Kondisi parameter penentu lahan kritis dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan keruangan, guna dapat mentukan skor dari masing-masing unit lahan, yang kemudian dipersentasikan dalam bentuk peta. Peta kondisi parameter penentu lahan kritis di Kecamatan Banjar selanjutnya ditumpangsusunkan (overlay) untuk diproleh skor total dari masing-masing unit lahan dan hasil berupa peta lahan kritis Kecamatan Banjar. Peta lahan kritis Kecamatan Banjar telah mampu menunjukkan persebaran tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
STUDI KELAYAKAN OBJEK WISATA ALAM MONKEY FOREST (MANDALA WISATA WENARA WANA) UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA PADANGTEGAL, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR
Ni Putu Rahayu Mutiara Dewi;
Sutarjo Sutarjo;
I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v5i1.20651
Penelitian ini dilaksanakan di objek wisata alam Monkey Forest dengan tujuan 1) Mendeskripsikan potensi ekowisata di Objek Wisata Alam Monkey Forest 2) Mendeskripsikan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan ekowisata di Objek Wisata Alam Monkey Forest 3) Mendeskripsikan kontribusi dari kegiatan pariwisata di Monkey Forest terhadap masyarakat 4) Mengetahui kelayakan objek wisata alam Monkey Forest untuk pengembangan ekowisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Objek wisata Monkey Forest memiliki potensi wisata tergolong tinggi, 2) Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kegiatan pariwisata, 3) Kontribusi dari kegiatan pariwisata terhadap masyarakat lokal tergolong tinggi, dan 4) Kelayakan objek wisata alam Monkey Forest untuk pengembangan ekowisata memiliki tingkat kelayakan yang tinggi. Tingkat kelayakan yang tinggi disebabkan oleh indikator-indikator yang dimiliki tinggi.
KARAKTERISTIK INDUSTRI BATU BATA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN DI KECAMATAN KALIPURO, KAB. BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Haerfina Prambayoun Habibika;
I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v5i1.20652
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian yaitu 1) Karakteristik industri batu bata di Kecamatan Kalipuro ; 2) Kontribusi industri batu bata terhadap kehidupan sosial ekonomi pengrajin di Kecamatan Kalipuro. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif. Populasi penelitian ini sebanyak 284 dengan jumlah sampel sebanyak 25% atau 71 responden. Sampel ditentukan dengan teknik Proposional Random Sampling yang dilakukan pada seluruh desa di Kecamatan Kalipuro. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan kuisioner untuk data primer serta metode pencatatan dokumen untuk data sekunder. Analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan terkait karakteristik spasial objek penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa : 1) Karakteristik industri batu bata di Kecamatan Kalipuro meliputi : modal yang digunakan berhubungan dengan status pekerjaan yakni semakin tinggi status pekerjaan maka modal yang digunakan semakin besar, bahan baku yang menjadi ciri khas industri batu bata adalah sabut kelapa giling, tenaga pengrajin mayoritas bekerja dengan sistem borongan, proses pengolahan menggunakan teknologi sederhana, dan jangkauan pemasaran hingga luar kabupaten. 2)industri batu bata memberikan kontribusi sosial membantu kehidupan sosial ekonomi pengrajin batu bata yaitu membuka peluang pekerjaan dan kemampuan memenuhi pendidikan bagi anggota keluarga yang ditanggung. Sedangkan kontribusi ekonomi berupa tambahan pendapatan untuk kehidupan sehari-hari dengan rata-rata pendapatan > Rp. 1.500.000 – Rp. 2.500.000 per bulan. Kata Kunci : Karakteristik Industri, Pengrajin, Kontribusi Sosial Ekonomi
STUDI PENGELOLAAN SUMBER DAYA PESISIR DI DESA BATUNUNGGUL KECAMATAN NUSA PENIDA
I Ketut Sudiartawan;
I Wayan Treman;
I Gede Budiarta
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v5i2.20659
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batununggul Kecamatan Nusa Penida dengan tujuan untuk: (1)Mendeskripsikan karakteristik sumber daya pada wilayah pesisir Desa Batununggul Kecamatan Nusa Penida, dan (2) mendeskripsikan pengelolaan sumber daya pesisir di wilayah pesisir Desa Batununggul. Berkenan dengan itu penelitian dirancang sebagai penelitian deskriptif, dengan sampel jumlah sampel 55 orang (50%) dari populasi yang berjumlah 108 orang yang diambil secara proposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode diskrptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Karateristik sumber daya pesisir Desa Batununggul sudah menunjukan indikator fisik dan bilogis dari karakteristik sumber daya pesisir daerah Batununggul yang masih dijaga dan di manfaatkan dengan baik tanpa merusak lingkungan fisik maupun biologis dari sumber daya pesisir tersebut, (2) cara pengelolaan sumber daya pesisir Desa Batununggul sudah di kelola dan dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat, ini dapat kita lihat dari hasil penangkapan ikan dan hasil dari pembudidayaan rumput laut, dan (3) cara pengelolaan sumber daya hayati, non hayati, dan buatan di Desa Batununggul tergolong sangat baik, ini dapat kita lihat dari hasil analisis data yang menunjukan para nelayan masih menggunakan cara tradisional untuk menangkap ikan dan membudidayakan rumput laut. Selain itu, penggunan pasir juga masih terjaga atau di batasi sehingga tidak menimbulkan abrasi di sekitaran daerah pesisir. Untuk di bidang pembangunan tempat rumah kelompok nelayan juga tidak merusak lingkungan setempat karena tempat rumah tersebut dibuat dan di tata rapi oleh masyarakat.
EVALUASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) BERBASIS CITRA DIGITAL KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG TAHUN 2016
I Gede Eka Wijaya;
I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v6i2.20685
Penelitian dilakukan di Kecamatan Gerokgak dengan tujuan: (1)mendeskripsikan jenis penggunaan lahan di Kecamatan Gerokgaktahun 2016, (2) mengetahui penggunaan lahan sesuai/tidak sesuaiantara RTRW dengan kondisi lahan exsisting. Metode yang digunakananalisis citra landsat deskriptif analitik, teknik sampling menggunakanpurposive sampling. Hasil penelitian: (1) penggunaan lahan KecamatanGerokgak tahun 2016 diperoleh tujuh kelas yaitu hutan, kebuncampuran, ladang/tegalan, sawah, semak/belukar, permukiman, badanair. (2) Analisis spasial menunjukkan tidak semua penggunaan lahanhasil komparasi sesuai dengan RTRW. Evaluasi diperoleh darikomparasi fungsi kawasan RTRW dengan Fungsi kawasan lahanactual. Total fungsi kawasan sesuai 29.232,18 Ha atau 74,99% dantidak sesuai 9.751,22 Ha atau 25,01%.
PEMETAAN POTENSI OBJEK WISATA DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG
I Kadek Agus Ariasa;
I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpg.v6i2.20686
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Nusa Penida. Tujuanpenelitian ini adalah: (1) Mengklasifikasi karakteristik objek wisata diKecamatan Nusa Penida; (2) Menganalisis tingkat potensi objek wisatadi Kecamatan Nusa Penida; (3) Memetakan tingkat potensi objek wisatadi Kecamatan Nusa Penida. Objek penelitian ini adalah tentang potensiobjek wisata di Kecamatan Nusa Penida. Subjek penelitian ini adalahpengelola wisata dan pelaku usaha di sekitar area wisata. Metode yangdigunakan pada penelitian ini adalah metode observasi lapangan,wawancara, dan pencatatan dokumen. Analisis data yang digunakanadalah analisis spasial.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Objek wisata yang palingdominan yaitu : wisata bahari, hanya sebagian berupa wisata budaya;(2) Tingkat potensi objek wisata di Kecamatan Nusa Penida terdapatvariasi, tingkat potensi tinggi, potensi sedang, dan potensi rendah; (3) Persebaran tingkat potensiwisata di 10 Desa di Seluruh Kecamatan Nusa Penida.