Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK KAJIAN DENSIFIKASI RUMAH MUKIM PERKOTAAN Treman, I Wayan
Media Komunikasi FPIPS Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i2.455

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan penduduk perkotaan dalam era ini sangat pesat sekali, ini disebabkan oleh adanya faktor penarik dari kota itu sendiri (Pull factor) dan faktor pendorong dari daerah sekitar kota (Push factor). Pertumbuhan yang tinggi juga diikuti dengan kebutuhan ruang untuk tempat tinggal dan pembangunan fasilitas umum, yang berakibat timbulnya densifikasi yang tak terkendali pada daerah perkotaan. Densifikasi bangunan ini perlu mendapatkan perhatian yang khusus karena akan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan huni. Pemantaun terjadinya densifikasi rumah mukim dapat dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi fisik bangunan dalam kurun waktu yang berbeda seiring dengan bertambahnya jumlah dan aktivitas penduduk kota. Kondisi fisik bangunan yang ada di daerah perkotaan dapat dipetakan secara akurat dengan memanfaatkan citra penginderaan jauh multi waktu, maka cara yang lebih baik untuk melakukan pemantauan adalah dengan pendekatan penginderaan jauh dengan memanfaatkan foto udara dan citra Ikonos. Pemanfaatan citra penginderaan jauh ini dapat menyajikan gambaran objek sebagaimana aslinya, perekaman pada daerah yang sama secara berkala sehingga dapat dibandingkan untuk tujuan tertentu.Kata kunci : Penginderaan Jauh, densifikasi dan perkotaan.
Pengelolaan Data Bahaya Bencana Tsunami Dalam Bentuk Webgis Di Kecamatan Seririt Rusdianto, Rusdianto; Treman, I Wayan; Putra, I Wayan Krisna Eka
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v8i2.27659

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng yang merupakan wilayah berpotensi terjadinya bencana tsunami yang kapan saja dapat terjadi, sebagian besar potensi tsunami yang akan terjadi ditimbulkan akibat terdapatnya patahan belakang Flores (back arc fault). Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengelolaan data spasial bahaya bencana tsunami untuk kebutuhan Webgis kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng, (2) mengetahui pengelolaan data non-spasial, dan (3) menampilkan data spasial dan non-spasial bahaya bencana tsunami dalam bentuk webgis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pengembangan, menggunakan sumber data Peta dari Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi pustaka dan observasi. Data di kembangkan dengan teknik metode pembuatan  Sistem Development Life Cycle (SDLC) – Waterfall dengan analisis kebutuhan sistem. Hasil dari penelitian ini adalah fungsi tools dan menu fasilitas webgis yang berfungsi dengan baik akan tetapi pada saat testing di browser Internet Edge, atau Internet Explorer dan browser Google Chrome sistem aplikasi belum dapat berjalan dengan baik.
Pengaplikasian Model Pembelajaran Teams Games Tournaments dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII di SMPN 2 Gerokgak Darmiati, Ni Made Ayu Diah; Astawa, Ida Bagus Made; Treman, I Wayan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i2.35017

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran TGT dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gerokgak. Berkenaan dengan itu penelitian dirancang sebagai penelitian eksperimen dengan Non Equivalent Post-Tes Only Control Grup Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive random sampling.Pengumpulan data menggunakan metode pencatatan dokumen, observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Pengaplikasian model pembelajaran TGT dalam pembelajaran IPS berkualifikasi baik dengan skor 81.3%, (2) Motivasi belajar siswa pada kelas eksperiment nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol, walaupun secara signifikan tidak terdapat perbedaan motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol (1.99 ≤7.46), dan (3)terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar siswa  pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (3.51>1.99) dan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol.Berpijak hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan  motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran TGT.
Pemetaan Jaringan Distribusi Air Bersih Di Kecamatan Nusa Penida Padmayoni, Dewa Ayu Sri; Treman, I Wayan; Budiarta, I Gede
Jurnal ENMAP Vol 2, No 1 (2021): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.585 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat Kecamatan Nusa Penida adalah kurangnya ketersediaan air bersih sesuai dengan waktu, tempat, kualitas dan kuantitas yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran sumber mata air yang ada saat ini di Kecamatan Nusa Penida. Di daerah Nusa Penida sendiri terdapat sembilan sumber mata air dengan debit yang cukup besar. Sumber mata air yang ada di Kecamatan Nusa Penida saat ini baru tiga sumber yang sudah dikelola baik itu dikelola oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) maupun pihak desa setempat. Ketiga sumber mata air yang sudah dikelola tersebut yaitu Sumber Mata Air Penida (debit ±200 l/dtk) dan Sumber Mata Air Guyangan (debit ±178 l/dtk) dan Sumber Mata Air Tembeling (debit ± 26,4 l/dtk). Dari sembilan sumber mata air yang ada, enam sumber mata air diantaranya belum dikelola secara optimal oleh pihak pemerintah karena lokasi sumber mata air yang berada di daerah yang curam dan terjal. Selain berada di wilayah yang curam dan terjal, sumber mata air ini perlu diuji kualitasnya untuk dimanfaatkan sebagai air bersih. Selain itu, perlu dilakukan usaha pengelolaan sumber mata air secara terpadu dan benar oleh  masyarakat itu sendiri maupun instansi pemerintahan yang terkait dalam  mengambil suatu kebijakan terhadap pengelolaan sumber mata air yang ada dan biaya operasional yang diperlukan sangat tinggi. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan posisi pendekatan melalui google earth dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah lokasi absolute sumber  mata air, dan objek dalam penelitian ini adalah seluruh sumber mata air yang ada di Kecamatan Nusa Penida. Hasil dari penelitian ini adalah peta lokasi sebaran sumber mata air dan peta sumber mata air yang telah dikelola.
PEMETAAN KEKRITISAN LAHAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI PROVINSI BALI Dewi, Made Kartika Sila; Treman, I Wayan; Budiarta, I Gede
Jurnal ENMAP Vol 2, No 2 (2021): September, Jurnal ENMAP
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.409 KB)

Abstract

Lahan menjadi salah satu sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan ditanami berbagai jenis tumbuh-tumbuhan, biasanya dijadikan untuk perkebunan dan pertanian. Untuk dapat mempertahankan produktivitas lahan yang baik dan kelestariannya, harus memperhatikan penggunaan bahan kimia dan alih fungsi lahan. Dewasa ini pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan secara drastis. Perubahan penggunaan lahan ini disebabkan oleh tingkat kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan. kekritisan yang diakibatkan oleh bencana alam atau dirusak oleh perilaku manusia yang salah dalam menggunakan lahan. Lahan kritis adalah lahan yang telah mengalami kerusakan dan bahkan kehilangan fungsi hidrologis dan fungsi ekonomi. Bisa disebut tanah tersebut tidak lagi mampu mengatur persediaan air serta tidak mampu berproduksi dengan baik. Begitu juga di Kecamatan Bangli yang wilayahnya masih berdekatan dengan Pegunungan, maka terdapat wilayah dengan kemiringan lereng agak curam.  Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kekritisan lahan dan  persebaran kekritisan lahan di Kecamatan Bangli. Teknik yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu skoring atau pembobotan dan teknik overlay. Hasil penelitian ini berupa persebaran kekritisan lahan di Kecamatan Bangli
Pemetaan Sebaran Sumber Mata Air Di Kecamatan Sawan Dwipa, Gusti Ngurah Gede Kunjara; Treman, I Wayan; Budiarta, I Gede
Jurnal ENMAP Vol 2, No 1 (2021): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.817 KB)

Abstract

Tahun 2016 hingga tahun 2017 Kecamatan Sawan mengalami krisis air bersih yang berdampak pada beberapa wilayah di Kecamatan Sawan mengalami kekurangan air bersih. Hal tersebut disebabkan oleh rusaknya 3 mesin penarik air, mengecilnya sumber mata air, banyaknya sumber air yang belum dimanfaatkannya dan beberapa pipa induk saluran air bersih milik desa sering mengalami kebocoran, selain itu belum adanya pengelolaan sehingga menyebabkan kesusahan dalam mendapatkan air bersih dimusim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran sumber mata air di Kecamaatan Sawan agar dapat memetakan lokasi absolut dari sebaran sumber mata air yang ada di seluruh Kecamatan Sawan. Metode ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan wawancara dan survei lapangan untuk mendapatkan lokasi sebaran sumber mata air menggunakan metode wawancara dan survei lapangan. Subjek dari penelitian ini adalah lokasi sebaran sumber mata air dan objeknya dari penelitian ini adalah pengelolaan sumber mata air. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 15 (lima belas) data sumber mata air dari 10 (sepuluh) desa di Kecamatan Sawan namun ada 4 (empat) desa yang tidak memiliki sumber mata air. Kemudian dari data tersebut didapatkan 2 kategori sumber mata air yaitu sumber mata air yang media perantaranya melalui akar pohon dan sumber mata air yang perantaranya melalui tanah. Dari kedua jenis sumber mata air tersebut sumber mata air yang media perantaranya melalui akar pohon berjumlah 2 (dua). Selanjutnya untuk sumber mata air yang media perantaranya melalui tanah memiliki jumlah 13 (tiga belas) sumber mata air. Di Kecamatan Sawan lebih banyak terdapat sumber mata air yang media perantaranya melalui tanah dibandingkan dengan sumber mata air yang media perantaranya melalui akar pohon yang lebih sedikit jumlah sumber mata airnya.
PENGEMBANGAN WAWASAN WARGA SEKOLAH LABORATORIUM UNDIKSHA TENTANG SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN MITIGASI BENCANA (SWALIBA) Astawa, Ida Bagus Made; Budiarta, I Gede; Treman, I Wayan; Sarmita, I Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.102 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.41854

Abstract

Environmental conservation in the context of global warming and Indonesia's geology located in the Pacific Ring of Fire area is the basis used to launch the Environmentally Insight School and Disaster Mitigation Program (SWALIBA) in Indonesia as a form of character education, especially in schools located in vulnerable areas. disaster. This program aims to create a young generation with character of love and care for the environment and understand how to respond to disasters. The Undiksha Laboratory School is geologically located in the Seririt Fault area which is very unstable so it is prone to earthquakes and tsunamis. In this regard, Community Service (PkM) is carried out with one of the activities being to provide SWALIBA insight to the residents of the Undiksha Laboratory School (Managers, Directors, Teachers, and Employees). Providing insight using the Education method with three stages (providing material, discussion, and evaluation) which is carried out online through webinars. The results of the service carried out showed that the SWALIBA insight of the Undiksha Laboratory School residents was classified as 'good' (Mean = 74.73). As a first step to developing the SWALIBA Program at the Undiksha Laboratory School, this good insight is needed, because it will be able to contribute to the development of the program to be designed.
PENERAPAN NHT DALAM MENINGKATKAN HASIL DAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS X3 SMA LAB UNDIKSHA Christien Fujiyama Aquilan; Made Suryadi; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i1.20348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada mata pelajaran geografi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan menggunakan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi dan evaluasi serta (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X3 SMA LAB UNDIKSHA Singaraja semester II Tahun Ajaran 2012/2013. Objek dari penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran geografi dan hasil belajar siswa yang diperoleh setelah mengkuti pembelajaran geografi dalam model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang terlihat dari aktivitas dan peningkatan keberhasilan hasil belajar mata pelajaran Geografi. Variabel independen yang diteliti adalah model pembelajaran NHT, sedangkan variabel dependennya adalah aktivitas dan hasil belajar siswa. Data aktivitas dan hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang disertakan dengan data kuantitatif melalui konservasi PAP Skala Lima. Hasil penelitian menunjukan, bahwa pada siklus I aktivitas belajar berkategori cukup aktif 55,4% dan hasil belajarnya berkategori cukup 67,8%. Dilanjutkan pada siklus II aktivitas belajar berkategori aktif 77,1% dan hasil belajarnya berkategori baik 81%.
DIVERSIFIKASI TANAMAN CABAI DAN BUNGA PACAR AIR UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA SELISIHAN KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG (TINJAUAN GEOGRAFI EKONOMI) Ni Wayan Tanti Purwanti; Made Suryadi; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i1.20351

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Selisihan Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung. Tujuan penelitian adalah, untuk: (1) mendeskripsikan faktor-faktor fisiografis yang mendukung diversifikasi tanaman cabai dan bunga pacar air di Desa Selisihan (2) mengetahui pola pemasaran dari hasil diversifikasi tanaman cabai dan bunga pacar air di Desa Selisihan (3) menjelaskan Diversifikasi tanaman cabai dan bunga pacar air dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Selisihan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, dengan pengambilan sampel secara “Proportional Random Sampling” yaitu sebesar 50 orang yang diambil 20% dari keseluruhan populasi sebanyak 252 yang tersebar di 2 banjar. Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan metode observasi, pencatatan dokumen dan kuesioner, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Fisiografis Desa Selisihan sangat mendukung dalam diversifikasi tanaman cabai dan bunga pacar air (2) pola pemasaran dari hasil diversifikasi tanaman cabai dan bunga pacar air di Desa Selisihan tergolong baik (3) peningkatan pendapatan petani setelah melaksanakan diversifikasi terlihat bervariasi antar banjar. Banjar dengan peningkatan pendapatan terbanyak adalah Banjar Kawan.
PENERAPAN MODEL GI DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA X2 SMA NEGERI 4 SINGARAJA Ni Made Astri Dwi Jayanthi; Made Suryadi; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i2.20359

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk (1) menganalisis aktivitas siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dalam mata pelajaran geografi di kelas X2 SMA Negeri 4 Singaraja, (2) menganalisis hasil belajar siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dalam mata pelajaran geografi di kelas X2 SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Sasaran yang diperbaiki dalam penelitiaan tindakan kelas adalah objek penelitianya adalah (1) aktivitas belajar siswa, (2) Hasil belajar siswa, terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) dalam mata pelajaran geografi di kelas X2 SMA Negeri 4. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X2 SMA Negeri 4 singaraja tahun pelajaran 2012/2013, sebanyak 38 orang. Pengumpulan data aktivitas siswa dikumpulkan melalui metode observasi, untuk data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes. Data-data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 60,2% pada siklus I dan 81,3% pada siklus II. Untuk nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 76,2% pada siklus I dan 82,9% pada siklus II, serta presentase ketuntasan belajar 34,2% pada siklus I menjadi 84,2% pada siklus II.
Co-Authors Anak Agung Gede Sugianthara Ariasa, I Kadek Agus Ariwijaya, Dewa Aryati, Ni Ketut Dian Astawa, Made Cahyani, Ni Kade Wetri Christien Fujiyama Aquilan Christien Fujiyama Aquilan Darmiati, Ni Made Ayu Diah Dewa Ayu Sri Padmayoni Dewa Made Admaja Dewi, Made Kartika Sila Dewi, Ni Putu Rahayu Mutiara Dinata, I Wayan Hewik Indra Djulita Thresiani Nahak Dwipa, Gusti Ngurah Gede Kunjara Gusti Ngurah Gede Kunjara Dwipa Habibika, Haerfina Prambayoun Haerfina Prambayoun Habibika Hendro Wibowo Hendro Wibowo I Gede Astra Wesnawa I Gede Budiarta I Gede Eka Wijaya I Gede Tawan I Gede Tawan I Gede Yudi Wisnawa I Gede Yudiwisnawa I Gst Ngr Yoga Jayantara I Gusti Ayu Adi Rahayuni I Kadek Agus Ariasa I Ketut Sudiartawan i ketut suratha I Ketut Suratha I MADE ARIP WIDMANTARA I MADE ARIP WIDMANTARA I Made Sarmita I Made Sartono I Made Sartono I Nyoman Suditha I Putu Agus Suhendra Adi Putra I Putu Ananda Citra I Putu Gede Banu Astawa I Wayan Hewik Indra Dinata I Wayan Krisna Eka Putra Ida Ayu Agung Widhia Utami Pidada Ida Bagus Made Astawa Latifah Latifah Latifah Latifah Made - Sarmita Made Kartika Sila Dewi Made Suryadi Made Suryadi Misaq Akbar Ngurah Agus Satria Wedana Putra Ni Kade Wetri Cahyani Ni Kadek Wetri Cahyani Ni Kadek Wetri Cahyani Ni Ketut Dian Aryati Ni Luh Kadek Rahmawati Ni Made Astri Dwi Jayanthi Ni Made Astri Dwi Jayanthi Ni Made Ayu Diah Darmiati Ni Made Marheni Widiastuti Ni Made Marheni Widiastuti Ni Nyoman Siska Febriani Ni Nyoman Siska Febriani Ni Putu Mas Puspitha Dewi Ni Putu Mas Puspitha Dewi Ni Putu Rahayu Mutiara Dewi Ni Wayan Tanti Purwanti Ni Wayan Tanti Purwanti Padmayoni, Dewa Ayu Sri Pidada, Ida Ayu Agung Widhia Utami Putra, I Putu Agus Suhendra Adi Putu Yudi Sastrawan Rahmawati, Ni Luh Kadek Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Sudiartawan, I Ketut Suditha, I Nyoman sutarjo sutarjo sutarjo sutarjo Sutarjo Sutarjo Wayan Damar Windu Kurniawan Wijaya, I Gede Eka