Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Sebaran Sumber Mata Air Di Kecamatan Sawan Gusti Ngurah Gede Kunjara Dwipa; I Wayan Treman; I Gede Budiarta
Jurnal ENMAP Vol. 2 No. 1 (2021): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v2i1.33377

Abstract

Tahun 2016 hingga tahun 2017 Kecamatan Sawan mengalami krisis air bersih yang berdampak pada beberapa wilayah di Kecamatan Sawan mengalami kekurangan air bersih. Hal tersebut disebabkan oleh rusaknya 3 mesin penarik air, mengecilnya sumber mata air, banyaknya sumber air yang belum dimanfaatkannya dan beberapa pipa induk saluran air bersih milik desa sering mengalami kebocoran, selain itu belum adanya pengelolaan sehingga menyebabkan kesusahan dalam mendapatkan air bersih dimusim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran sumber mata air di Kecamaatan Sawan agar dapat memetakan lokasi absolut dari sebaran sumber mata air yang ada di seluruh Kecamatan Sawan. Metode ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan wawancara dan survei lapangan untuk mendapatkan lokasi sebaran sumber mata air menggunakan metode wawancara dan survei lapangan. Subjek dari penelitian ini adalah lokasi sebaran sumber mata air dan objeknya dari penelitian ini adalah pengelolaan sumber mata air. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 15 (lima belas) data sumber mata air dari 10 (sepuluh) desa di Kecamatan Sawan namun ada 4 (empat) desa yang tidak memiliki sumber mata air. Kemudian dari data tersebut didapatkan 2 kategori sumber mata air yaitu sumber mata air yang media perantaranya melalui akar pohon dan sumber mata air yang perantaranya melalui tanah. Dari kedua jenis sumber mata air tersebut sumber mata air yang media perantaranya melalui akar pohon berjumlah 2 (dua). Selanjutnya untuk sumber mata air yang media perantaranya melalui tanah memiliki jumlah 13 (tiga belas) sumber mata air. Di Kecamatan Sawan lebih banyak terdapat sumber mata air yang media perantaranya melalui tanah dibandingkan dengan sumber mata air yang media perantaranya melalui akar pohon yang lebih sedikit jumlah sumber mata airnya.
PEMETAAN KEKRITISAN LAHAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI PROVINSI BALI Made Kartika Sila Dewi; I Wayan Treman; I Gede Budiarta
Jurnal ENMAP Vol. 2 No. 2 (2021): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v2i2.39845

Abstract

Lahan menjadi salah satu sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan ditanami berbagai jenis tumbuh-tumbuhan, biasanya dijadikan untuk perkebunan dan pertanian. Untuk dapat mempertahankan produktivitas lahan yang baik dan kelestariannya, harus memperhatikan penggunaan bahan kimia dan alih fungsi lahan. Dewasa ini pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan secara drastis. Perubahan penggunaan lahan ini disebabkan oleh tingkat kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan. kekritisan yang diakibatkan oleh bencana alam atau dirusak oleh perilaku manusia yang salah dalam menggunakan lahan. Lahan kritis adalah lahan yang telah mengalami kerusakan dan bahkan kehilangan fungsi hidrologis dan fungsi ekonomi. Bisa disebut tanah tersebut tidak lagi mampu mengatur persediaan air serta tidak mampu berproduksi dengan baik. Begitu juga di Kecamatan Bangli yang wilayahnya masih berdekatan dengan Pegunungan, maka terdapat wilayah dengan kemiringan lereng agak curam. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kekritisan lahan dan persebaran kekritisan lahan di Kecamatan Bangli. Teknik yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu skoring atau pembobotan dan teknik overlay. Hasil penelitian ini berupa persebaran kekritisan lahan di Kecamatan Bangli.
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI Putu Yudi Sastrawan; Dewa Made Admaja; Wayan Damar Windu Kurniawan; I Gede Budiarta; I Wayan Treman
Jurnal ENMAP Vol. 3 No. 1 (2022): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v3i1.52288

Abstract

Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wilayahnya yang berada di daratan rendah yang menyebabkan wilayah kabupaten ini memilki curah hujan yang tinggi jika di bandingkan dengan kabupaten yang lainnya yang ada di Provinsi Bali dengan rata-rata hujan pertahunnya yang terendah yaitu mencapai 900 mm dan untuk yang tertinggi bisa mencapai 3.500 mm per tahunnya. Dalam penelitian seperti ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui bagaimana besaran dari potensi cadangan air tanah yang dimiliki oleh Kabupaten Bangli ini dan akan diketahui juga wilayah dimana saja yang memiliki paling rendah potensi cadangan air tanah sampai wilayah yang paling tinggi potensi cadangan airnya menurut kapasitas air hujan yang meresap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air pada suatu cekungan air tanah. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pengkelasan di setiap data potensi cadangan air tanah dari yang sangat tinggi sampai yang sangat rendah, data potensi cadangan air tanah ini di dapatkan dari beberapa data dari lapangan amupun dari suatu instansi dan di gabungkan sehingga menjadikan data debit air tanah untuk menjadi acuan dalam penentuan potensi cadangan air tanah. Pemberian kelas tersebut akan dilakukan secara otomatis pada aplikasi ArcGis dengan menggunakan teknik geometri interval dengan cara mengkalikan semua data yang akan digunakan supaya di dapatkan data debit air tanah per tahunnya dan pembagian per kelasnya dilakukan sesuai dengan hasil dari proses geometri interval tersebut dengan menggunakan pengkelasan yaitu dari sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Dari penelitian ini akan di hasilkan berupa peta yang berisikan informasi tentang potensi cadangan air tanah yang ada di Kabupaten Bangli dan dengan informasi dari peta tersebut akan diketahui seberapa besar debit air tanah yang terdapat di kabupaten ini dan dan juga akan di ketahui bahwa sebagian besar wilayah yang ada di Kabupaten Bangli memang memilki potensi cadangan air tanah yang sangat tinggi dan sebagian wilayah yang memiliki potensi cadangan air tanah tinggi tersebut berada pada wilayah yang terdapat pada daratan yang lebih rendah yaitu Kecamatan Bangli, Susut, dan Tembuku, akan tetapi potensi cadangan air tanah yang tinggi tersebut tidak terdapat di semua wilayah di kabupaten ini dan hanya ada beberapa wilayah yang memiliki potensi cadangan air tanah yang lebih rendah seperti wilayah yang ada pada daratan yang lebih tinggi seperti di Kecamatan Kintamani yang walaupun kecamatan ini memiliki sebuah danau dan curah hujan yang relatif tinggi juga seperti kecamatan yang lainnya akan tetapi potensi cadangan air tanahnya masih kalah dengan kecamatan yang lainnya. Perbedaan potensi cadangan air tanah tersebut bisa disebabkan oleh faktor air hujan yang turun pada wilayah daratan tinggi seperti Kecamatan Kintamani tidak langsung meresap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air tanah pada cekungan air tanah melainkan ada air hujan yang mengalir ke wilayah yang lebih rendah, lalu meresap ke dalam tanah dan menyebabkan wilayah pada daratan lebih rendah yang sama-sama memiliki curah hujan yang tinggi menjadikan wilayahnya banyak mendapatan air hujan dari wilayahnya sendiri maupun dari air hujan yang mengalir dari daerah atas.
PEMETAAN JALUR TRACKING AGROWISATA DI DESA PANCASARI KABUPATEN BULELENG Djulita Thresiani Nahak; I Wayan Treman; I Gede Budiarta
Jurnal ENMAP Vol. 3 No. 2 (2022): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v3i2.52803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk Mengetahui kondisi jalur tracking agrowisata Desa Pancasari, 2) Untuk Memetakan persebaran jalur tracking agrowisata Desa Pancasari Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif yaitu untuk mengetahui kondisi jalur tracking agrowisata dan memetakan persebarannya dengan menggunakan metode ploting titik koordinat sehingga sebaran dan jalur tracking dapat ditentukan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa peta persebaran jalur tracking agowisata dan kondisi jalur tracking agrowisata di Desa Pancasari. berdasarkan komponen daya tarik yang meliputi Atraksi,fasilitas,dan Aksesibilitas. Analisis hasil yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada rumusan masalah yang pertama peniliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang mana jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara menggambarkan data yang telah terkumpul. Teknik yang diperoleh dari observasi/wawancara terkait distribusi wisata dan pertanian di sepanjang jalur tracking agrowisata. Sedangkan untuk rumusan masalah yang kedua peneliti menggunakan metode kualitatif yang mana penelitian yang bersifat deskriptif. Proses dan makna ditonjolkan dalam penelitian kualitatif sehingga fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan karena ini berkaitan dengan tujuan penelitian yaitu untuk mendata,memetakan dan mengetahui jalur tracking agrowisata di Desa Pancasari.
PEMETAAN SEBARAN ATRAKSI WISATA PADA JALUR FUN BIKE DI DESA PANJI KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELELNG PROVINSI BALI Ngurah Agus Satria Wedana Putra; I Wayan Treman; I Wayan Krisna Eka Putra
Jurnal ENMAP Vol. 3 No. 2 (2022): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v3i2.52805

Abstract

Daya tarik wisata olahraga bersepeda merupakan salah satu daya tarik wisata yang dikembangkan di desa ini. Daya tarik wisata olahraga bersepeda yang dikembangakan di desa ini merupakan olahraga funbike / bersepeda ria. Olahraga funbike merupakan salah satu kegiatan outdoor yang di lakukan melalui aktivitas bersepeda santai sebagai kegiatan rekreatif dan olahraga. Jalur funbike merupakan lokasi yang memiliki panorama indah dan memiliki medan yang tidak begitu susah untuk di lalui seperti yang terdapat area persawahan. Dilihat dari aspek keruangannya distribusi wisata yang terdapat di jalur fun bike sangat bervariasi dan diperlukan data yang mendeskripsikan karakteristik potensi tersebut. Araksi wisata yang terdapat disekitar jalur juga bisa dimanfaatkan. Sama halnya seperti jalur fun bike di Desa Panji, pemanfaatan atraksi wisata yang terdapat di dalamnya baik dikelola melalui kelompok, perseorangan maupun desa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis atraksi wisata yang terdapat pada jalur fun bike dan memetakan lokasi atraksi wista yang tersebar pada jalur fun bike di Desa Panji Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini di gunakan karena akan mendeskripsikan atau menjelaskan sebaran atraksi wisata yang terdapat pada jalur fun bike di Desa Panji. Hasil penelitian ini berupa persebaran atraksi wisata di sepanjang jalur funbike dan peta persebaran atraksi wisata di sepanjang jalur funbike.
PEMETAAN JARINGAN IRIGASI DI DAERAH TUKAD SABA DESA LOKAPAKSA Misaq Akbar; I Wayan Treman; I Gst Ngr Yoga Jayantara
Jurnal ENMAP Vol. 4 No. 1 (2023): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/enmap.v4i1.62011

Abstract

Seeing the many rice fields in Buleleng Regency. The total area of rice fields is not accompanied by the availability of data on irrigation conditions so that it becomes one of the obstacles. In addition, the average person uses the on screen method more often. this method turns out to be less accurate with conditions in the field, in contrast to the field survey method using GPS, the data obtained from the results of the field survey will be quite accurate, because we immediately go into the field and then it will be clear what the condition of the research object is. The method used is a qualitative descriptive method which analyzes the data in real terms. The results of the research obtained are the knowledge of irrigation networks in the Tukad Saba area. The real condition of the Tukad Saba irrigation area is 43.6% in a lightly damaged condition, 28.2% in a moderately damaged condition, 28.2% in a good condition, and 0% in severe damage from 39 condition points taken during the survey. field
PENDAMPINGAN PENETAPAN DAN PENEGASAN BATAS DESA SEBAGAI UPAYA MITIGASI KONFLIK DI DESA KEDIRI, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN TABANAN I Wayan Krisna Eka Putra; I Putu Gede Banu Astawa; I Wayan Treman
Jurnal ENMAP Vol. 4 No. 2 (2023): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/enmap.v4i2.75993

Abstract

Penetapan dan penegasan batas desa merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk mencegah adanya permasalahan akibat perbedaan pemahaman tentang batas desa. Namun dalam implementasinya masih banyak desa yang belum menetapkan dan menegaskan batas desa. Kegiatan penetapan dan penegasan batas desa ini dilakukan di Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta dan mampu menghasilkan peta batas Desa Kediri yang disepakati oleh berbagai pihak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah sudah mampu menghasilkan peta batas Desa Kediri yang telah disepakati oleh para pihak termasuk deskripsi batas desa sebagai dasar penyusunan Peraturan Bupati tentang Penetapan dan Penegasan Batas Desa. Hal ini sebagai implementasi program Padi Desa yang merupakan salah satu inovasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan.
PENGEMBANGAN DATASET WILAYAH PESISIR BERBASIS CITRA FOTO UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) DI KECAMATAN BULELENG I Wayan Treman; I Gede Yudi Wisnawa
Jurnal ENMAP Vol. 4 No. 2 (2023): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/enmap.v4i2.75995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan dataset wilayah pesisir pada citra UAV (Unmanned Aerial Vehicle) . Sesuai UU UU No.27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, wilayah pesisir telah didefinisikan sebagai wilayah peralihan antara ekosistem daratan dan laut yang ditentukan oleh 12 mil batas wilayah ke arah perairan dan batas kabupaten/kota kearah pedalaman. Kabupaten Buleleng dengan ibukotanya Singaraja yang berada pada wilayah Kecamatan Buleleng merupakan salah satu kota yang berada di daerah pesisir, dengan panjang pantai sekitar 144 kilometer, sehingga Pemerintah kota sangat serius memanfaatkan wilayah pesisir ini menjadi Kawasan penting seperti pariwisata, perikanan, budidaya dan Pelabuhan. Pengelolaan wilayah pesisir yang tepat menjadi sangat penting agar pemanfaatannya berkelanjutan. Data dan informasi yang akurat sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir tersebut. Meskipun demikian, data dan informasi mengenai pesisir masih sangat kurang mengingat wilayah yang luas dan beberapa lokasi sulit dijangkau. Teknologi yang bisa digunakan untuk perekaman data pesisir adalah UAV yang mampu menghasilkan citra foto dengan resolusi tinggi, fleksibel, perangkat mudah dibawa, dapat dilakukan setiap saat. Penelitian ini dilaksanakan menghasilkan sistem segmentasi objek citra foto UAV untuk pengembangan dataset wilayah pesisir dengan arahan pemanfaatannya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Berdasarkan hasil perekaman dari UAV dan uji coba pada citra foto yang dapat digunakan dalam proses identifikasi objek yaitu dalam bentuk Dataset Perahu Nelayan dan Dataset Garis Pantai dengan model uji coba menggunakan Deep Learning Convolutional Neutral Network. Dataset Perahu Nelayan berada pada daerh perairan pesisir yang dangkal sehingga dapat teridentifikasi lingkungan sekitarnya seperti terumbu karang, kedalaman air, kejernihan air, dan juga substrat dasar yang dapat memudahkan memudahkan untuk memberikan arahan pemanfaatan terhadap daerah perairan tersebut. Dataset Garis Pantai yang berada diantara daerah perairan pantai dan daerah daratan pesisir, dapat teridentifikasi seperti pasir pantai, pepohonan, bangunan sekitar wilayah pesisir yang dapat memberikan arah pengembangan daerah sekitarnya.
Bagus PEMETAAN BIDANG TANAH BERBASIS PROGRAM PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI WILAYAH DESA DAWAN KLOD, KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG Ariwijaya, Dewa; Treman, I Wayan; Putra, I Wayan Krisna Eka
Jurnal ENMAP (Environment and Mapping) Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/enmap.v5i1.82528

Abstract

The need for land increases with population growth and development, while land area is limited. The PTSL program aims to simplify city planning and ensure land certificates are given to the right parties, such as fishermen and farmers, to improve their quality of life. Certified land cannot participate in this program. This research aims to determine the implementation of PTSL in Dawan Klod Village, Klungkung Regency, using qualitative methods to understand social and contextual aspects. The research results show that the PTSL program in the village is running well, even though there are obstacles such as limited ASN BPN survey officers and participation of village leaders. In Dawan Klod Village, 1,697 plots of land covering an area of ​​229.60 Ha have been mapped, while 505 plots of land covering an area of ​​103.36 Ha have not been mapped.
Pemetaan Penggunaan Lahan Berbasis Citra Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Di Kelurahan Penarukan Kabupaten Buleleng Astawa, Made; I Gede Yudiwisnawa; I Wayan Treman
Jurnal ENMAP (Environment and Mapping) Vol. 5 No. 2 (2024): September 2024, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/enmap.v5i2.82551

Abstract

The increase in the number of people from year to year will certainly increase the need for land which currently, land conversion has been rampant from agricultural land to built land. Looking at the situstion that occurred in Penarukan Village, Buleleng Regency, where several agricultural lands have been converted into land for development. Therefore, mapping the use of moors, rice fields plantations and settlements is very necessary to interpret land use from UAV photos which aims to obtain up to date data that includes the distribution and area of land use. This research will use a visual interpretation elements which will be done manually, namely through on-screen digitization in ArcGIS software, Ground Check, and Interpretation Accuracy Test The results obtained from this study are the visualization of the distribution of land use from moorland by showing the distribution pattern randomly while the plantation visualization of the distribution pattern was spread evenly, and from residential land which followed the pattern of secondary transportation road, collectors and arteries while the visualization of the distribution of rice field land use where this rice field land is the most dominant land use others, with a total percentage of 45.38% with the visualization of the distribution pattern scattered randomly. The results of the classification of land use classes obtained 21 classes of land use which include Irrigation fields, Residential Houses, Mixed Gadens, Temples, Hotels, Sports Facilities, Educational Facilities, Fuel Pump Stations, Mosques, Bank Offices, Gardens, Housing, Tegalan, Stations/Terminals, Traditional Trade Centers and Health Centers. The area of the entire land use class of Penarukan village is 373.04 Ha. The accuracy level of the percentage of interpretation test results obtained is 100% based on verification of the 30 sampel points used.
Co-Authors Anak Agung Gede Sugianthara Ariasa, I Kadek Agus Ariwijaya, Dewa Aryati, Ni Ketut Dian Astawa, Made Cahyani, Ni Kade Wetri Christien Fujiyama Aquilan Christien Fujiyama Aquilan Darmiati, Ni Made Ayu Diah Dewa Ayu Sri Padmayoni Dewa Made Admaja Dewi, Made Kartika Sila Dewi, Ni Putu Rahayu Mutiara Dinata, I Wayan Hewik Indra Djulita Thresiani Nahak Dwipa, Gusti Ngurah Gede Kunjara Gusti Ngurah Gede Kunjara Dwipa Habibika, Haerfina Prambayoun Haerfina Prambayoun Habibika Hendro Wibowo Hendro Wibowo I Gede Astra Wesnawa I Gede Budiarta I Gede Eka Wijaya I Gede Tawan I Gede Tawan I Gede Yudi Wisnawa I Gede Yudiwisnawa I Gst Ngr Yoga Jayantara I Gusti Ayu Adi Rahayuni I Kadek Agus Ariasa I Ketut Sudiartawan i ketut suratha I Ketut Suratha I MADE ARIP WIDMANTARA I MADE ARIP WIDMANTARA I Made Sarmita I Made Sartono I Made Sartono I Nyoman Suditha I Putu Agus Suhendra Adi Putra I Putu Ananda Citra I Putu Gede Banu Astawa I Wayan Hewik Indra Dinata I Wayan Krisna Eka Putra Ida Ayu Agung Widhia Utami Pidada Ida Bagus Made Astawa Latifah Latifah Latifah Latifah Made - Sarmita Made Kartika Sila Dewi Made Suryadi Made Suryadi Misaq Akbar Ngurah Agus Satria Wedana Putra Ni Kade Wetri Cahyani Ni Kadek Wetri Cahyani Ni Kadek Wetri Cahyani Ni Ketut Dian Aryati Ni Luh Kadek Rahmawati Ni Made Astri Dwi Jayanthi Ni Made Astri Dwi Jayanthi Ni Made Ayu Diah Darmiati Ni Made Marheni Widiastuti Ni Made Marheni Widiastuti Ni Nyoman Siska Febriani Ni Nyoman Siska Febriani Ni Putu Mas Puspitha Dewi Ni Putu Mas Puspitha Dewi Ni Putu Rahayu Mutiara Dewi Ni Wayan Tanti Purwanti Ni Wayan Tanti Purwanti Padmayoni, Dewa Ayu Sri Pidada, Ida Ayu Agung Widhia Utami Putra, I Putu Agus Suhendra Adi Putu Yudi Sastrawan Rahmawati, Ni Luh Kadek Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusdianto, Rusdianto Sudiartawan, I Ketut Suditha, I Nyoman sutarjo sutarjo sutarjo sutarjo Sutarjo Sutarjo Wayan Damar Windu Kurniawan Wijaya, I Gede Eka