Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE INFLUENCE OF EXTERNAL FACTORS ON ENTREPRENEURIALLY-ORIENTED E- COMMERCE ADOPTION IN MSMES: A CASE STUDY OF BALE BERDAYA SUMBAWA Dira Meisyaqia; Zaenafi Ariani; Nur’aini Nur’aini; Mukhlishin Mukhlishin
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 3 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i3.4191

Abstract

This study investigates the influence of external factors on the adoption of entrepreneurially- oriented e-commerce among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) of Bale Berdaya Sumbawa. Using a quantitative method with a sample of 100 MSME owners, data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results show that external factors have a significant positive effect on entrepreneurially-oriented e-commerce adoption (p < 0.05), explaining 52.3% of the variance (R² = 0.523). Among the external factors examined, market demand and technological infrastructure demonstrated the strongest effects, with standardized beta coefficients of 0.421 and 0.367, respectively. These findings contribute theoretically by extending the understanding of e-commerce adoption through the lens of entrepreneurial orientation, highlighting how external stimuli interact with entrepreneurial behavior in digital contexts. Practically, the study offers actionable insights for policymakers, business support organizations, and digital platform providers to design interventions that enhance MSME competitiveness through targeted e-commerce strategies
Kesadaran hukum anak usia rentan terhadap bahaya narkotika di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram Rina Rohayu Harun; Nurjannah Septyanun; Yulias Erwin; Imawanto Imawanto; Ady Supryadi; Tin Yuliani; Bahri Yamin; Rena Aminwara; Zaenafi Ariani; Fahrurrozi Fahrurrozi; Aesthetica Fiorini Mantika; Nur Oktaviani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27758

Abstract

Abstrak Peredaran narkotika di Indonesia sudah mencapai tahap darurat yang sangat mengkhawatirkan. Kejahatan tindak pidana narkotika, sangat wajar dalam hukum pidana sebut menjadi salah satu extra ordinary crime (kejahatan luar biasa. Korban peredaran narkotika tidak memandang usia, dari usia dewasa, remaja, dan anak-anak. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional melalui hasil survey nasional prevalensi penyalahguna narkotika tahun 2023, menunjukkan angka prevalensi sebesar 1,73 % atau setara  dengan 3,3 juta penduduk Indonesia yang berusia 15-64 tahun, yang menunjukkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkotika secara signifikan pada kalangan kelompok usia 15-24 tahun. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini, memberikan penyuluhan hukum serta edukasi terhadap anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, terhadap bahanyanya penyalahgunaan narkotika. Panti Asuhan Muhammadiyah adalah lembaga sosial yang didirikan oleh Muhammadiyah untuk memberikan perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Saat ini, panti memiliki total 39 anak asuh dari jenjang SD, SMP, sampai SMA, dan 24 lansia dalam program home care. Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak  anak jenjang SD-SMP.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan penyuluhan hukum, dengan menyampaikan materi secara visualisasi, interaktif, serta pemilihan bahasa serderhana, agar mudah dipahami oleh anak-anak perserta. Selanjutnya sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan, saat penyampaian materi, anak-anak sangat antusias mendengarkan pemaparan materi, serta merespon dengan pengajuan pertanyaan dari 7 (tujuh) anak. Selanjutnya para pemateri kembali melakukan evaluasi dengan memberikan kuis kepada para perserta. Kata kunci: narkotika; usia rentan; anak; penyalahgunaan Abstract The circulation of narcotics in Indonesia has reached a very worrying emergency stage. Narcotics crime is very normal in criminal law to be called an extra ordinary crime. Victims of narcotics trafficking regardless of age, from adults, teenagers and children. Based on data from the National Narcotics Agency through the results of a national prevalence survey narcotics abusers in 2023, shows a prevalence rate of 1.73% or the equivalent of 3.3 million Indonesians aged 15-64 years, which shows a significant increase in narcotics abuse among the 15-24 year age group This service provides legal counseling and education to the children of the Mataram Muhammadiyah Orphanage, regarding the dangers of narcotics abuse. The Muhammadiyah Orphanage is a social institution founded by Muhammadiyah to provide protection, education and care for orphaned children and underprivileged families. Currently, the orphanage has a total of 39 foster children from elementary, middle and high school levels, and 24 elderly people in the home care program. The participants involved in this activity were as many as elementary-middle school level children.  The method used is legal outreach and counseling, by presenting material in a visual, interactive manner, and choosing simple language, so that it is easy for the participating children to understand. Next was a discussion and question and answer session. The results of the activity showed that when the material was delivered, the children were very enthusiastic about listening to the material presentation, and responded by asking questions from 7 (seven) children. Next, the presenters carried out another evaluation by giving a quiz to the participants. Keywords: narcotics; vulnerable age; child; abuser
Strategi Kebijakan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan Dalam Pengembangan Ekonomi Mikro Syariah Berbasis Pertanian Di Kabupaten Sumbawa Barat Zaenafi Ariani
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i2.90

Abstract

ABSTRAK Permasalahan umum bagi petani selama ini adalah tidak mempunyai akses yang baik terhadap lembaga pembiayaan, sehingga sulit untuk mendapatkan kredit atau pembiayaan usaha tani, misalnya kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan. Itu sebabnya, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana dan Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan) menggulirkan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) hingga saat ini. Dengan adanya Revitalisasi pembiayaan pertanian ini diharapkan menjadi salah satu upaya yang ditujukan untuk mendorong dan menjamin ketersediaan pembiayaan/permodalan bagi petani dalam pengembangan usaha tani Untuk menunjang keberhasilan pembangunan bidang Pertanian, pemerintah melalui Menteri Pertanian Republik Indonesia memberikan Bantuan Langsung Masyarakat Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (BLM-PUAP) yang digulirkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap Desa, dengan harapan seluruh desa yang ada di Propinsi NTB khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat dapat terakomodir
STRATEGI PEMASARAN PELAKU USAHA KOPI ARABIKA DALAM PENINGKATAN PENDAPATN MASYARAKAT DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Zaenafi Ariani; Roni Ardiyansah; Rezky Cikal Pratama; Yuli Astriana; Ayuliana Ayuliana
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v4i2.295

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari Studi Potensi Komoditi Kopi di Kabupaten Lombok Utara adalah menganalisis potensi bisnis komoditas lokal dalam upaya pengembangan ekonomi di Kabupaten Lombok Utara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Potensi tanaman Kopi Arabika di Kabupaten Lombok Utara terlihat dari banyaknya tamanan tersebut dibudidayakan oleh masyarakat lombok utara. Hanya saja, pengelolaan tanaman Kopi Arabika di Kabupaten Lombok Utara masih dilakukan secara tradisional, meski telah diberikan pendampingan oleh pemerintah daerah; 2) hasil Berdasarkan data pengolahan ditemukan bahwa produk/komoditi kopi adalah komoditas yang layak diinvestasikan, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah; dan 3) Secara garis besar terdapat 7 aspek pembangunan yang menjadi arah pengembangan produk/komoditi Kopi yang layak investasi di Kabupaten Lombok Utara menurut skala prioritas pada masing-masing kabupaten yakni: (1) produk lokal, (2) pasar, (3) tata niaga, (4) nilai tambah, (5) kemitraan, (6) dukungan pemerintah daerah, dan (7) penerapan teknologi tepat guna
Optimalisasi Pengelolaan Kelas Riset Sebagai Program Lulus Tanpa Skripsi di Fakultas Agama Islam Syaharuddin Syaharuddin; Endang Rahmawati; Aqodiah Aqodiah; Sahman Z; Nur Fitri Hidayanti; Zaenafi Ariani
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i1.261

Abstract

Pengelolaan riset yang efektif merupakan kunci keberhasilan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian berkualitas dan publikasi ilmiah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan Program Kelas Riset sebagai alternatif lulus tanpa skripsi di Fakultas Agama Islam. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pendampingan dan simulasi pengelolaan riset yang melibatkan 45 mahasiswa peserta Kelas Riset. Kegiatan mencakup penyampaian materi, praktik simulasi pengajuan judul penelitian, penyusunan proposal mini riset, sistem bimbingan dosen, serta proses publikasi artikel ilmiah, yang dikombinasikan dengan diskusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta secara konseptual dan praktis. Tahapan kegiatan meliputi pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pemahaman peserta sebesar 83,64, dengan nilai tertinggi 88,37 dan nilai terendah 78,60. Hasil ini menegaskan bahwa metode pendampingan dan simulasi efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengelolaan riset secara sistematis dan terarah.
PELATIHAN SUMBER DAYA DALAM MENCIPTAKAN EKONOMI BERKELANJUTAN UNTUK MEMAJUKKAN USAHA KULINER HALAL PADA KAWASAN WISATA SUNSET LAND KEC.SEKARBELA Nur Aini; Zaenafi Ariani; Nur Fitri Hidayanti; Baiq Reinalda Triyunarni; Abdurrahman Abdurrahman; Mos Indrawati
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28229

Abstract

ABSTRAKKawasan wisata yang terletak di daerah kota Mataram kecamatan sekarbela loang baloq, tepatnya di jalan Lingkar selatan yang berada di pinggir pantai yang di sebut Sunset Land.adalah tempat nongkrong yang asyik dengan berbagai sajian pilihan menu-menu dari berbagai nusantara dan daerah sendiri yang sudah pasti higienis dan halal.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyrakat ini adalah pertama untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan   dan lebih baik dalam memajukkan usaha kuliner halal di kawasan wisata sunset land kec. Sekarbela kota mataram, agar mitra lebih sadar akan arti kebersihan serta memiliki sertifikat halal dalam pelayanan kuliner pada pengunjung., sehingga pengunjung yang datang merasa tidak ragu untuk menikmati kuliner yang tersedia.metode yang digunakan pada pengabdian ini antara lain Gotong Royong, yang dilakukan bersih bersih sekitar kawasan wisata pesisir pantai, pelatihan diantaranya memberikan ilmu dan edukasi kepada mitra bagaiman sebuah usaha kuliner bisa sukses dengan di terapkan sertifikat halal bagi pelaku usaha kuliner,diskusi dan tanyak jawab terkait kemajuan usaha di sunset land.kegiantan ini dilakukan selama 4 pekan atau 1 bulan hasil dari pengabdian setelah kami tinjau kelapangan para rumah produksi kuliner di kawasan sunset land telah memiliki sertifikat halal, kebersihan pesisir pantai lebih tersanitasi dari sampah limbah air laut maupun sampah organi dan non organic dari olahan makanan. Serta taman dan bunga serta pemohonan mulai tertata dengan lebih bagus.harapan tim pengabdian semoga tempat kawasan wisata yang ada di kota mataram ini akan lebih dilirik para investor agar kota Mataram bisa memberikan peluang kerja lebih luas kepada anak daerah. Kata kunci: Ekonomi; Berkelanjutan; usaha ;kuliner; Halal. ABSTRACTThis tourist area is located in the Mataram city area, Sekarbela Loang Baloq sub-district, precisely on the South Ring Road which is on the edge of the beach which is called Sunset Land. hygienic and halal. The aim of this community service activity is firstly to create a more sustainable and better economy in promoting halal culinary businesses in the Sunset Land tourist area, Kec. Sekarbela city of Mataram, secondly so that partners are more aware of the meaning of cleanliness and have a halal certificate in culinary services to visitors, so that visitors who come feel no hesitation in enjoying the culinary delights available. The methods used in this service include Mutual Cooperation, which is carried out cleanly. clean around coastal tourist areas, training including providing knowledge and education to partners on how a culinary business can be successful by applying a halal certificate for culinary business actors, discussions and questions and answers regarding business progress in Sunset Land. This activity is carried out for 4 weeks or 1 months of dedication after we inspected the facilities of the culinary production houses in the Sunset Land area which had halal certificates, the cleanliness of the coastline was more sanitized from sea water waste and organic and non-organic waste from processed food. As well as gardens and flowers and applications starting to be arranged better. The hope of the service team is that the tourist areas in the city of Mataram will attract more attention from investors so that the city of Mataram can provide wider employment opportunities for local people. Keywords: Sustainable ;Economy; of Halal; culinary; business.
STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BERBASIS KULINER SYARIAH DAN LITERASI DIGITAL UNTUK KOMUNITAS MAJELIS TAKLIM BAITURRAHMAN PESONA GRIYA ASRI Muhammad Zaki; Nur Fitri Hidayanti; Zaenafi Ariani; Endang Rahmawati; Ilham Ilham; Ahmad Hulaimi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.35973

Abstract

ABSTRAKPelaku usaha kuliner yang tergabung dalam Komunitas Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha, khususnya pengelolaan keuangan yang masih tradisional, belum melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) secara sistematis, mencampur keuangan usaha dengan keuangan pribadi, serta memiliki keterbatasan literasi digital untuk mendukung pemasaran produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi umat melalui pemberdayaan pelaku usaha kuliner berbasis prinsip syariah dan literasi digital sehingga mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berdaya saing. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-terintegrasi melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan, workshop perhitungan HPP dan pencatatan keuangan digital, pelatihan literasi digital meliputi fotografi produk dan pemanfaatan media sosial serta e-commerce, seminar fikih muamalah, serta pendampingan dan monitoring pascapelatihan. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Pesona Griya Asri, Lombok Barat, dengan mitra sasaran anggota Majelis Taklim Baiturrahman yang memiliki usaha kuliner, melibatkan sebanyak 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perhitungan HPP, meningkatnya kemampuan dalam menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital, tumbuhnya konsistensi dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara rutin, meningkatnya pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk, serta meningkatnya pemahaman peserta terhadap praktik bisnis yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah sehingga mendukung penguatan kapasitas usaha kuliner masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi; Kuliner Syariah; Literasi Digital; UMKM.ABSTRACTCulinary entrepreneurs who are members of the Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri community face various challenges in managing their businesses, particularly in financial management which is still traditional in nature. Many of them have not systematically calculated the Cost of Goods Sold (COGS), still mix business finances with personal finances, and have limited digital literacy to support product marketing. This community service activity aims to enhance the economic capacity of the community through the empowerment of culinary entrepreneurs based on sharia principles and digital literacy so that they are able to manage their businesses more professionally and competitively. The implementation method employed a participatory-integrated approach through Focus Group Discussions (FGD) to identify needs, workshops on COGS calculation and digital financial record-keeping, digital literacy training including product photography and the utilization of social media and e-commerce platforms, seminars on fiqh muamalah, as well as post-training mentoring and monitoring. The activity was conducted in the Pesona Griya Asri Housing Area, West Lombok, targeting members of the Majelis Taklim Baiturrahman who run culinary businesses, involving a total of 25 participants. The results of the activity indicate an increase in participants’ understanding of COGS calculation, improved ability to use digital financial recording applications, growing consistency in conducting routine business financial records, increased utilization of digital platforms for product marketing, and enhanced understanding of business practices in accordance with sharia economic principles, thereby supporting the sustainable strengthening of community-based culinary enterprises. Keywords: Economic Empowerment; Sharia Culinary; Digital Literacy; MSMEs.
PENDIDIKAN SOSIALITA BERBASIS AL-QUR’AN MELALUI METODE QUICK AND SMART QUR’AN DI DESA PERAMPUAN KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Zaenafi Ariani; Muhirdan Muhirdan; Nur Fitri Hidayanti; Endang Rahmawati; Devi Sastika Wiramaya; Rina Rohayu
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38766

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memengaruhi pola kehidupan sosial ibu rumah tangga, termasuk munculnya fenomena sosialita di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pergeseran makna sosialita dari aktivitas sosial berbasis kepedulian menjadi simbol eksistensi diri di ruang digital berpotensi melemahkan karakter humanis dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan dan penguatan karakter ibu-ibu sosialita melalui pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Quick and Smart Qur’an (QSQ) di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pembentukan kelompok binaan, serta kajian Al-Qur’an intensif dengan pendekatan visual, auditori, kinestetik, cerita, imajinasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan. Melibatkan 30 peserta, dilaksanakan 10 sesi pembelajaran intensif. Tingkat partisipasi aktif peserta mencapai 75% serta terbentuk satu komunitas belajar Al-Qur’an yang aktif dan berkelanjutan. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an sebesar 38%. Selain itu, terjadi peningkatan indikator soft skills, yaitu disiplin kehadiran sebesar 30%, empati sosial sebesar 25%, dan komitmen spiritual sebesar 35%. Program ini menunjukkan bahwa metode QSQ efektif sebagai model pendampingan karakter berbasis Al-Qur’an yang adaptif dan transformatif bagi komunitas ibu-ibu sosialita, serta berpotensi direplikasi dalam pembinaan karakter keagamaan perempuan di tingkat lokal.Kata kunci: Ibu-Ibu Sosialita; Pembelajaran Al-Qur’an; Quick and Smart Qur’an; Penguatan Karakter. ABSTRACTThe development of digital technology and social media has influenced the social life patterns of housewives, including the emergence of the socialite phenomenon among lower-middle-class communities. The shift in the meaning of socialite from social activities based on humanitarian concern to a symbol of self-existence in digital spaces has the potential to weaken humanistic and spiritual character. This community service program aims to provide mentoring and strengthen the character of socialite housewives through Qur’anic learning using the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method in Perampuan Village, Labuapi District, West Lombok Regency. The implementation method includes program socialization, the formation of participant groups, and intensive Qur’anic study using visual, auditory, kinesthetic, storytelling, imagination, and interactive discussion approaches. Evaluation was conducted through pre-test and post-test, participatory observation, and activity documentation. The program involved 30 participants and was conducted through 10 intensive learning sessions. The results show that the active participation rate of participants reached 75%, and a sustainable Qur’anic learning community was successfully established. Quantitative evaluation indicates an increase in participants’ understanding of Qur’anic values by 38%. Furthermore, there was an improvement in several soft skill indicators, including a 30% increase in attendance discipline, a 25% increase in social empathy, and a 35% increase in spiritual commitment. The program demonstrates that the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method is effective as an adaptive and transformative Qur’an-based character mentoring model for socialite housewife communities. Moreover, this model has the potential to be replicated as an approach to strengthening religious character development among women at the local community level.Keywords: Socialite Mothers; Qur’anic Learning; Quick and Smart Qur’an; Character Strengthening.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMAN USAHA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASAP YANG BERKELANJUTAN DI DESA MAPAK INDAH Nur Fitri Hidayanti; Zaenafi Ariani; Siti Lamusiah; Mardiah Hayati; Endang Rahmawati; Ilham Ilham; Muhammad Hudri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31824

Abstract

ABSTRAKSektor perikanan memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk di Desa Mapak Indah, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya ikan, membuka peluang besar bagi pengembangan usaha pengolahan seperti ikan asap. Namun, potensi ini seringkali belum tergarap optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha, terutama terkait keberlanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha melalui pengembangan usaha ikan asap yang berkelanjutan di Desa Mapak Indah. Metodologi program ini melibatkan 18 peserta ibu-ibu pelaku UMKM ikan asap dan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025 di Desa Mapak Indah, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra, pelatihan manajemen usaha dan keuangan, penerapan teknologi pengasapan yang ramah lingkungan, pelatihan pemasaran dan branding produk, serta pendampingan dan monitoring berkala. Tahapan kegiatan dilakukan oleh Tim dari pelatihan proses pengolahan ikan asap yang baik dan tepat, dan dilanjudkan dengan pendampingan manajeman usaha yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65 menjadi 80. Selain itu, rata-rata penjualan UMKM meningkat sebesar 30% dalam tiga bulan setelah pelatihan. Sebanyak 80% ibu-ibu pelaku UMKM berhasil membuka lapak fisik, dan rata-rata pendapatan bulanan mereka meningkat dari Rp 400.000 menjadi Rp 700.000 dalam satu minggu setelah pendampingan.Kata kunci: Manajemen Usaha; Ikan Asap; Berkelanjutan. ABSTRACTThe fisheries sector plays a crucial role in supporting the economy of coastal communities in Indonesia, including in Mapak Indah Village. Its abundant natural resources, especially fish, open up significant opportunities for developing processing businesses like smoked fish. However, this potential often remains underutilized due to limited knowledge and skills in business management, particularly regarding sustainability. This community service program aims to provide business management training and mentoring through the development of sustainable smoked fish businesses in Mapak Indah Village. The program's methodology involved 18 women participants who are micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) owners in the smoked fish sector. It was carried out on May 17, 2025, in Mapak Indah Village, Mataram, West Nusa Tenggara. The implementation methods included identifying partners' problems and needs, business and financial management training, implementing eco-friendly smoking technology, product marketing and branding training, and regular mentoring and monitoring. The stages of the activity are carried out by the Team from training on the proper and correct process of processing smoked fish, and continued with assistance in business management that is in accordance with community conditions. The program's results showed an increase in participants' knowledge and skills, with the average knowledge score rising from 65 to 80. Additionally, the average MSME sales increased by 30% within three months after the training. A significant 80% of the women MSME owners successfully opened physical stalls, and their average monthly income increased from Rp 400,000 to Rp 700,000 within one week of receiving mentoring.Keywords: Business Management; Smoked Fish; Sustainable. 
THE EFFECT OF PUBLIC PERCEPTION OF CARBON TRANSACTIONS IN PROMOTING ECONOMIC PROSPERITY: A SHARIA ECONOMIC APPROACH Zaenafi Ariani; Malami Muhammad Garba
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11032

Abstract

This study aims to analyse public perception of carbon transactions in relation to improving economic welfare through sharia economic approach, as well as to examine the role of sharia banking and financial technology (fintech) as facilitators of sustainable carbon trading in accordance with sharia principles. The method used is mixed methods with sequential explanatory design. Quantitative data collection through a survey approach using a Likert-scale questionnaire with a total of 20 questions. This instrument is designed to measure the level of understanding, economic impact, and conformity of carbon transaction practices with sharia economic values. Respondents were purposively selected to represent individuals who have knowledge or involvement in related issues totalling 51 respondents. Quantitative data analysis was followed by a qualitative approach through observation and in-depth interviews with academics, industry players and sharia economic figures to gain a contextual understanding of the survey results. The findings show that public understanding of the concept and mechanism of carbon trading from a sharia perspective is still limited. Although some people show concern for environmental issues, in-depth knowledge about carbon trading is still minimal. However, respondents who understand sharia principles argue that carbon transactions can be justified as long as they fulfil the principles of fairness, transparency and are free from uncertainty (gharar).